
not edited!
Suhu tubuhnya menurun, jantungnya berdebar kencang, juga kepalanya menjadi pusing. Namun, Misa ingin sekali berbicara dengan Arley untuk yang terakhir kalinya. Maka dari itu ia langsung memanggil Arley dengan gegabah.
“-Hey …,” sontak misa tak tahu harus berkata apa.
Tampak jika Misa secara tiba-tiba kehilangan keberaniannya untuk berbicara dengan Arley. Padahal saat itu kaca pintu keretanya sudah terbuka.
karena ia tak tahu harus membuka omongan apa. Saat itu juga ia melihat rambut ARley yang tertiup angin dengan lembutnya.
“Anak berambut merah …,” Terucaplah kata-kata yang tak seharusnya misa ucapkan.
“Y-ya?” jawab Arley dengan polosnya.
Tentu saja Misa terkejut, karena ia memang tak berniat memanggil Arley dengan panggilan yang jika disambung akan terkesan kasar.
Karena ia merasa tak enak hati, ia kesal dengan dirinya sendiri, berdecaklah bibirnya untuk menghukum dirinya sendiri.
Lalu dengan perasaan bersalah, bergumamlah Misa dengan perasaan bersalah.
“Dia tidak menyangkalnya …,” tanpa sadar misa mengucapkan kalimat tersebut, “aduh, apakah Arley akan mulai membenciku?!” dan lanjutan kalimat tersebut hanya Misa yang bisa mendengarkannya, karena ia berbicara didalam pikirannya sendiri.
“he?” kembali arley bertanya dengan misa.
Sontak misa juga terkejut, kembalilah Misa memandang wajah Arley yang begitu lugu dan lucu.
Seketika itu juga wajahnya memerah.
“Tidak apa-apa,” jawab misa sembari memperhatikan wajah Arlley sepuas-puasnya, kemudian secara tidak sengaja Misa memandang telapak tangan Arley, teritngatlah Misa mengenai kejadian saat 5 minggu yang lalu.
“Aku hanya ingin menanyakan bagaimana keadaanmu,” kali ini misa berhasil membuka percakapan dengan benar, namun sejujurnya apa yang Arley terima, sangat berbeda dengan apa yang Misa pikirkan.
Seketika itu juga, arley langsung melihat dan memegang sekujur tubuhnya demi mengetahui, mengapa Misa menanyakan hal tersebut.
"-E-errm, sepertinya aku baik-baik saja," ujar Arley untuk memberikan kepastian kepada Misa.
Lalu perasaan Misa sangatlah lega. "Ohh begitu, baguslah kalau demikian," Lantas, Misa mulai menutup kaca kereta kencananya, dan segera ia mengancing gorden kereta tersebut, di balik gorden tersebut, wajah misa langsung memerah padam, dan ia merasa sangat senang.
Kemudian ia langsung menyuruh pengemudi kereta tersebut untuk lekas berangkat, agar Arley tidak mengintipnya dari luar kereta. "Pak, ayo kita lanjutkan perjalanan," pinta misa dengan sepeuh hati.
Setelah kereta mereka berangkat dari tempat tersebut, tiba-tiba saja Arley berteriak kepada misa.
"-Kak Misa! terima kasih banyak atas pertolonganmu! terima kasih banyak karena kau telah menyelamatkan aku dari insiden itu! pokoknya! terima kasih yang sebesar-besarnya kak Misa!"
Seketika itu juga, misa membalikkan badannya, dan ia mencoba untuk melihat Arley, namu ia lupa jika kereta kencana yang ia miliki tidak memiliki kaca belakang.
Demikianlah wajah Misa semakin memerah dan ia hanya menempelkan wajahnya di kursi tempat ia duduk.
***
Perjalanan misa pun berakhir dengan selamat.
Selepas ia pergi keluar dari desa durga, Misa langsung menghampiri kota terdekat untuk menaiki satu-satunya kendaraan terbang yang ada di daerah tersebut.
Mereka menyebut kendaraan itu Sky Horse, atau kuda langit.
Pada dasarnya yang mereka sebut Sky Horse itu adalah sebuah kapal laut yang di pasang beberapa perlengkapan sihir yang mampu mengangkanya terbang. 80% bahan bakarnya dalah [Elemental orb] berwarna hijau, atau berelemen angin.
Perjalanan udara hanya memakan waktu dua hari.
Sesampainya misa di ibu kota. Saat itu juga ia lagsung pergi menghadap Uskup Agun Steven benedict untuk melegalisir surat yang ia terima.
Setelah Misa menyelesaikan segala urusan administrasi, saat itu juga Misa langsung menghampiri Universitas Penyihir [Barbaron].
Sesampainya ia di sana, bertemulah Misa dengan dua orag temannya, ya Yufi dan Nina.
Pertemuan itu bagaikan sebuah takdir, mereka bertemu di gerbang pintu masuk, lalu tak disangka-sangka jika mereka ternyata satu kamar, semenjak itu, kemanapun mereka pergi akan selalu berbarengan.
Mulai dari belajar, kekantin, bermain, belanja, hampir segala hal mereka bertiga akan selalu bersama-sama.
Sampai pada akhirnya, hari itu pun tiba.
Hari dimana misa harus menghadapi kenyataan pahit jika cita-citanya harus terputus sampai di sini saja.
Saat itu, misa dan Nina sedang berad di taman sekolah, Misa menceritakan tentang keindahan desanya yang penuh dengan keharmonisan dan ketentraman.
Demikian pada akhirnya ia mengingat Arley, saat tu juga ia menyimpan perasaan itu dalam-dalam, ya, jika ada yang berhubungan dengan Arley, maka Misa tidak akan menceritakan itu kepada siapapun.
Namun, tiba-tiba Nina menceritakan sebuah informasi yang mengejutkan. Informasi yang telah menjadi rahasia umum, namun siapa saja aktornya masih dirahasiakan.
Mengetahui jika salah satu orang yang nina ceritakan adalah Arley, saat itu juga Misa merasa terkejut. Perasaannya campur aduk, antara sedih, kasihan dan sayang.
Kemudian, belum netral perasaan Misa pada hari itu. datang sebuah informasi yang menghancurkan hati misa.
Pada hari itu juga misa di kejutkan dengan informasi yang kepala sekolah universita Barbon berikan kepadanya, Kepala Sekolah Marlin memberi tahu Misa, jika desa Durga telah hancur luluh lantah akibat penyerbuan yang di lakukan oleh bandit gunung.
Seluruh keluarga misa tewas di sana, ibunya, ayahnya, para pembantunya, juga warga-warga desa yang ia sayangi. Juga orang yang Misa sangat tertarik padanya, ya, Arley.
Hancurlah hati misa.
Namun tiba-tiba ia kembali mendapatkan informasi jika ada seorang anak yang selamat dari kejadian itu, orang tersebut sering di panggil Argog, biasanya masyarakat desa sering mengucilkan anak tersebut.
Sontak Misa terkejut, ia bisa mendengar nama Argog di tempat ia terkulai lemas saat ini adalah sebuah anugrah.
Lalu ia menjelaskan kepada kepala sekolah jika orang yang bernama Argog itu adalah Arley gormik, sedangkan nama Argog tersebut adalah nama cercaan yang warga desa berkan kepadanya.
Cerita mengapa Arley di panggil Argog pun Misa jelaskan kepada Yufi dan Nina
Setelah mendapatkan banyak informasi, Akhirnya misa kembali kekamarnya.
Semenjak hari itu, Misa menjadi pendiam dan lebih suka murung, ia lebih suka berdiam diri dikamarnya dibandingkan mendatangi kelas dan berinteraksi dengan kedua temannya tersebut.
Hal itu terjadi selama beberapa hari. Sampai akhirnya Misa memilih untuk bunuh diri.
Pada pagi hari itu, Yufi dan Nina berniat membawa Misa keliling kota untuk merehabilitasi dirinya yang tak juga kunjung membaik dengan keadaan yang telah terjadi.
Niatnya, selepas mereka pergi berjalan-jalan mengelilingi kota, pada malam harinya Misa akan melancarkan niat bunuh dirinya. Namun malah musibah yang terjadi, entahlah ini musibah atau Anugrah, tapi berkat hal ini, Nyawa misa terselamatkan.
Pertemuan pertama Misa dengan arley adalah pada saat Arley sedang berniat untuk pergi ke universita kependetaan.
Tak sengaja Misa menabrak Arley akibat Misa tengah melamun saat berjalan. Akibatnya mereka berdua terjatuh ketanah.
Sontak ketika Misa melihat Arley, betapa terkejutnya ia. Tubuh Arley tampak begitu kurus, dan tampak beberapa sobekan pada baju Arley.
Teringatlah Misa dengan kehidupan Arley, juga tentang nasib buruk yang Arley selalu hadapi.
Misa tak sanggup memikirkan kemalangan yang Arley derita, sempat Misa mengira jika Arley lah penyebab Desa Durga menjadi hancur tak beraturan, sebab Kemalangan Arley lah desa itu harus musnah.
Di luapkanlah amarahnya terhadap Arley saat itu juga. Tanganya mencengkram leher Arley yang mungil tersebut, lalu ia mencekik Arley dengan tenaga yang cukup keras, namun ia masih ada rasa takut untuk melakukannya. Maka dari itu ia tidak sanggup mencengkram Arley lebih kuat dari kekuatannya sekarang.
Demikian pikirannya makin kalut, saat itu juga ia berteriak cukup kencang selepas pandangan Misa menggelap.
“SIALAN! ANAK TERKURUK! BERANINYA ...! BERANINYA KAU MENUNJUKKAN WAJAH MU DI HADAPANKU! ARLEYY!”
Teriak Misa yang ketika itu kehilangan cara berpikir jernihnya.
***
----------------------------------------------
Hai semua sahabat pembaca dimanapun kamu berada! Jangan lupa untuk support Author ya!
Caranya gampang banget kok, cukup tekan tombol like, comment, dan rate *5 pada bagian depan!
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!
Juga bagi kalian yang berkenan memberikan sedikit pointnya, Author akan sangat senang sekali dan akan semakin bersemangat untuk menuliskan chapter demi chapternya!
Bahkan Author bisa saja loh memberi Crazy Up!
Baiklah! Demikian salam penutup dari Atuhor untuk kalian semua!
Jangan lupa untuk tetap berbahagia! dan selalu berpikiran positif!
Always be Happy
And Happy Reading Guys!