The 7 Books of God

The 7 Books of God
Chapter 234 : Ayo Berangkat!



Not Edited !


Semenjak kejadian di hutan [Terrapin] berlalu, dua minggu, lima hari telah terlewati dengan begitu cepat. Quest yang seharusnya di selesaikan dalam waktu dua minggu, mampu Arley selesaikan dalam waktu dua hari.


Rumor aneh pun beredar, Ketika itu, Rogue tidak bisa menahan mulutnya, dan menceritakan kisah menegangkannya di saat Arley menyelamatkan Party mereka, dari serangan Diamond Bear.


Semenjak itu, legenda baru pun tercipta. Dua orang Rookie, berhasil membunuh salah satu raja hutan. Begitulah bunyi dari legenda tersebut.


***


Satu hari sebelum Arley, Varra, dan keluarga Tomtom, bersiap pergi untuk mencari barang dagangan ….


Lebih tepatnya, satu malam sebelum mereka berangkat pergi. Saat ini, di dalam penginapan [Grabalt], paman Radtis beserta kedua anak angkatnya, tengah menikmati makan malam terakhir mereka, sebelum kelompok ini pergi berangkat, pada pagi esok harinya.


Saat itu, meja tempat dimana Arley dan keluarganya sering gunakan, kali ini mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa. Rata-rata, mata orang-orang yang berada pada bar tersebut, melihat semua ketempat Arley dan Varra duduk.


Menyikapi hal ini, paman Radtis tak bisa bergerak leluasa, namun di lain pihak, Emaly beserta kedua kakaknya hanya asik menyantap hidangan yang telah tergelar di atas meja.


“Paman, kau tidak lapar?” ujar Arley kepada sang paman.


Namun si paman tidak berkata apa-apa, ia hanya menata Arley dengan tatapan bertanya-tanya. “H-hey … selama dua minggu ini, sebenarnya apa yang kalian lakukan?” Pertanyaan itu pun terlontar dari bibr si paman.


Lantas, Varra tersenyum lebar, kemudian, ia menjawab pertanyaan orang yang paling tua di grub ini. “Hehe! Tampaknya kami sedikit membuat kehebohan, selama dua minggu ini, kami berhasil naik peringkat menjadi, Class-F,” ucapnya.


Mendengar hal itu, paman Radits langsung terkejut setengah mati. “H-heee?! Kalian sudah berada di, Class-F?! B-bukankah itu terlalu cepat?! Biasanya, butuh waktu tiga bulan untuk bisa naik ke Class-F, itu pun, kalian harus banyak melakukan misi yang sesuai dengan, Class-G.”


“Bukan hanya itu paman!” imbuh Varra. “saat ini, kami juga sudah berada di peringkat satu dan dua, pada puncak, Class-F.” Dengan melipat kedua tangannya, Varra memamerkan kemampuan mereka saat ini, yang di lihat dari kelas peringkat mereka, pada rangking Guild.


Sistem rangking, seperti yang kita ketahui, Class Adventurer pada Guild terbagi menjadi delapan peringkat. Namun, untuk naik ke Class yang lebih tinggi, kriteria yang harus di penuhi adalah, minimal mereka harus berada di atas rangking sepuluh besar, barulah mereka boleh mengambil ujian untuk naik ke Class yang lebih tinggi.


Dalam setiap Class, memiliki ratusan Adventurer yang teridentifikasi di dalam Rangking mereka. Bagi mereka yang berada di Class-G, maka di dalam Class tersebut, memiliki seribu orang lebih yang tercatat dalam Data Base Guild. Demikian pada Class-F, ada lebih dari lima ratus orang yang terperingkat di dalamnya. Semakin naik Class yang di raih, maka semakin sedikit jumlah orang yang berada di dalam Class tersebut.


Saat ini, dari lima ratus orang lebih yang berada di Class-F. Arley den Varra berada di puncak dari rantai Rangking tersebut.


Mendengar jika Arley dan Varra, bahkan sudah berada di papan atas Class-F, reaksi paman Radits pun sudah tak bisa di bendung lagi. Ia langsung berdiri dan berteriak kencang. “Apaaaa?! Kalian sudah berada di puncak kelas semen?!” ujarnya dengan eksrpesi terkejut.


Emaly yang tadinya sempat menikmati santapan malamnya, tiba-tiba menjadi terkejut dan melihat takut sang ayah. “A-ayah …?” gumam Emaly.


Begitu juga orang-orang yang ada di dalam bar tersebut, seketika sang paman berteriak, suasana bar langsung sunyi, dan perhatian mereka semua teralih ke wajah paman Radits.


Paman Radtis pun sadar jika suaranya terlalu besar. Sambil mengelus kepala Emaly, dirinya mulai menghembuskan napas untuk menetralkan rasa terkejutnya. “Ma-maafkan ayah, Emaly. Ayah hanya terkejut saja,” ucap sang paman.


“Moo! Ayah bikin Emaly terkejut saja!” Setelah itu, Emaly melanjutkan makan malamnya dengan lahap.


“Hahaha~ aku rasa paman tidak perlu berteriak seperti itu,” tutur Arley, yang ketika itu sudah menghabiskan porsi makan malamnya. “Wajar saja jika kami bisa berada di posisi saat ini. Semua itu tidak kami dapatkan dengan mudah, ada kerja keras di dalamnya.” Arley menjelaskan sebab mengapa mereka bisa seperti sekarang ini.


“Benar paman, selama dua minggu ini, tidak satu hari pun kami lewati tanpa menyelesaikan Quest, beberapa ada yang berbahaya, dan sebagian ada yang di berikan kepada kami berupa permohonan dari seseorang.”


Keringat dingin pun mengalir pada wajah paman Radits. “Haah, sepertinya aku harus mulai terbiasa dengan hal-hal semacam ini.” setelah dirinya mulai merasa tenang, sang paman mulai menyantap makan malamnya yang berada di atas piringnya saat itu. “Hey Arley, jangan-jangan kau memanjat cepat seperti ini, itu semua gara-gara aku memerintahkanmu untuk menaikan peringkat, ya?”


Namun Arley hanya tersenyum sambil ia menikmati kondisinya saat ini. Tentu saja sang paman langsung tahu, jika Arley sengaja melakukan hal itu. “Ahh~ anak yang benar-benar cerdik.” Demikian, paman Radits pun ikut tersenyum saat melihat ekspresi Arley.


Malam itu pun berakhir, Keluarga Tomtom  akhirnya tidur untuk mengisi tenaga mereka kembali, karena besok adalah hari yang besar untuk mereka.


Perjalanan jauh untuk mencari bahan dagangan yang kali ini harus di capai oleh Arley dan Varra, sebab, uang yang mereka dapatkan dalam perjalanan ini, akan di gunakan untuk biaya sekolah Varra.


.


.


.


***


.


.


.


Keluarga Tomtom sudah bangun, begitu juga dengan Arley dan Varra. Mereka tengah merapikan kereta dagang mereka, untuk segera berangkat saat matahari tiba.


“Apakah ikatannya sudah kencang, di bagian sana, Arley?” tanya paman Radits, yang menanyakan ikatan pada kereta kuda, yang mereka sewa untuk perjalanan kali ini.


“Aku rasa sudah sangat kencang Paman,” jawab si remaja, yang ketika itu, sudah menggunakan baju tempur lengkapnya.


Di bagian dalam kereta, tampak Emaly dan Varra, sedang menyusun barang bawaan mereka, yang isinya berupa bekal mereka dan beberapa kebutuhan khusus seperti obat-obatan, juga peralatan berkemah. Ini sangatlah penting, jika ada yang terlupakan, maka perjalanan ini bisa sangat berhaya.


“Bagian bekal bagaimana?” tanya si paman kepada Varra.


“Aman Paman! segalanya sudah lengkap.” Dari dalam kereta, Varra berteriak cukup keras, agar sang paman bisa mendengarkan ucapannya.


“Baiklah, semuanya sudah siap, sekarang tinggal menunggu matahari terbit.” Setelah ia memastikan segalanya dalam kondisi sempurna, paman Radits, lalu menaiki kereta dagangnnya, dan mereka bersiap-siap untuk meluncur ke bagian Barat, dari benua [Horus], demi mencari barang yang paman Radits sangat ingin olah.


Saat ini, kereta kuda sudah berada di depan gerbang, bagian Selatan kota [Dorstom]. Para prajurit penjaga pintu gerbang, yang dahulu sempat mencegat Arley dan Paman Radits, masih tampak menjaga tempat itu dengan kondisi sudah berubah. Mereka terlihat lebih disiplin dan tidak malas-malasan.


Tak sengaja, beberapa prajurit melihat kereta paman Radits, yang berjalan menjauh dari depan pintu gerbang mereka.


“Oiii! Hati-hati di jalan yaa! Kami menunggu kalian kembali!” Sontak, salah seorang prajurid, yang dahulu pernah Arley pukul perutnya, memberikan salam hangat mereka kepada orang yang sudah merevolusi sistem kerja prajurid pertahanan kota.


Semenjak insiden itu, banyak hal yang secara signifikan mulai berubah. Dari sistem kerja mereka, tata kota, bahkan gaji mereka pun di naikkan oleh pemerintah kota. Hal ini lah yang membaut mereka sangat respek terhadap keluarga Tomtom, terutama Arley, yang saat ini sudah mencatatkan namanya, sebagai Adventurer yang berpotensi menjadi Class-S.


Melambailah paman Radits kepada mereka, lalu, dari dalam kereta, muncullah kepala Arley, Emaly, juga Varra. Mereka juga melambaikan tangan untuk memberikan salam perpisahan kepada mereka semua. Lepas lah beban di dalam hati mereka. Dengan niat untuk menikmati perjalanan ini, mereka semua berangkat dengan kondisi bahagia.


Perlahan, sinar matahari mulai bangkit ufuk horizon bagian Timur. “Okey, waktunya berangkat!” Demikian, paman Radits memukul pecut kudanya untuk menggerakkan kereta dagang mereka menuju sisi Selatan, dan akan bergeser ke sisi Barat, setelah menemukan jalan utama, menuju kota yang di tuju.


Dalam memulai hari yang baru, di butuhkan perasaan yang segar dan bahagia untuk menerima aura positif ke dalam tubuh.


Perjalanan ini, bukan memiliki peruntukan lain bagi keluarga Totmom, yaitu untuk mempererat tali keluarga mereka, dengan mengadalan perjalanan dan mengetahui sisi di balik individu mereka masing-masing.


“Ayo Berangkaat!” pekik paman Radits. Dalam teriakan yang panjang, kereta kuda pun menghilang dari pandangan para prajurit penjaga gerbang.


Bersambung !


----------------------------------------------


Hai! sahabat pembaca di manapun kalian berada!


Ingat! jangan lupa untuk support Author ya!


Caranya gampang banget kok; cukup tekan tombol like, komen, dan rate *5 pada bagian depan!


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!


Terimakasih sebanyak-banyaknya Author berikan kepada seluruh pembaca kisah yang satu ini.


Semoga hari kalian tetap mendapatkan keberkahan dan kebahagian, sebagai balasan karena kalian semua sudah membaca karya saya yang receh.


Selalu jaga kesehatan dengan cara menggunakan Masker dan cuci tangan selepas bepergian keluar.


Baiklah!


Demikian salam penutup dari Author untuk kalian semua!


Jangan lupa untuk tetap berbahagia—dan selalu berpikiran positif!


Have a nice day, and Always be Happy!


See you on the next chapter!


----------------------------------------------