The 7 Books of God

The 7 Books of God
Chapter 25 : Plan A for Arley



Tiba-tiba sehulaian angin datang merambah kulit setiap orang yang ada di tempat itu.


Angin kencang datang menerpa mereka semua, tak seorang pun menyadari jika diri mereka telah terhempas terbang jauh tinggi ke langit.


Mereka semua terombang-ambing tak beraturan bagaikan gulungan kapas di terpa badai.


"-H-HUWAAA!!?! APA-APAAN INIII !!?!“


Teriakan histeris terpekik ke seluruh penjuru, pekikan itu membuat para budak yang lain keluar dari tenda-tenda mereka. seluruh orang yang menyaksikan hal itu terperanjat matanya.


Mereka tak menduga bahwa hari di mana orang yang paling mereka benci bisa menjadi seperti itu.


***


Sang pengepul budak tertarik ke udara bersamaan dengan para Algojonya. mereka terlempar ke sana dan ke sini, tak ada yang bisa mengontrol tubuh mereka.


Beberapa Algojo bahkan ada yang muntah saat terputar di udara.


Tak terkecuali si budak wanita dan suaminya. mereka ikut terperangkap di udara. tetapi mereka terselamatkan. Aku dan bocah berambut pirang berhasil menyelamatkan mereka.


Semarak, usut punya usut ternyata ini semua adalah rencana telah aku rancang dalam misi menyelamatkan mereka berdua.


Tampaknya sampai sejauh ini rencanaku berhasil, Yes, Plan A For Arley.


Secepatnya Aku menangkap sang budak wanita yang di tubunya penuh dengan luka, demikian anak berambut pirang berhasil menangkap sang suami dari wanita tersebut.


Mengigil, sekilas aku melihat wajah sang budak wanita, ia tidak dapat membuka matanya. badannya bergetar hebat dengan hanya sentuhan kecil.


Tubuhnya terlihat seperti sedang menahan pedih yang sangat amat menyakitkan.


"Lux Sanator~"


Dari ujung tongkat ku keluar cahaya yang lembut, ku sentuhkan cahaya itu ke kulit sang wanita, perlahan seluruh memar dan luka di tubuhnya tersamarkan. wanita itu pun sembuh seperti sediakala.


Beberapa saat kemudian, telapak kaki ku menyentuh tanah. kami mendarat dengan sempurna, aku melirik ke arah bocah berambut pirang, syukurnya dia juga mendarat dengan sempurna.


“… Kakak tidak apa-apa?” Aku menurunkan wanita tersebut dengan lemah lembut.


“U ... um … terimakasih-”


Perlahan ku turunkan sang budak wanita ke tanah, lalu aku melanjutkan rencana selanjutnya.


Selepas itu, pandangan ku berubah hanya terfokus pada cecunguk cungkring yang masih di atas udara, tak boleh lengah, pokoknya rencana ini harus berjalan sesuai planing yang sudah ku rancang sedemikian rupa ....


*****


Namun diluar dari ini semua terdapat pandangan lain yang merambah hanyut dalam mimpi ....


Tak sengaja, pandangan mata sang wanita bertemu dengan bola mata Arley. Berdebar dengan kencang jantung sang wanita, dentumannya terpacu bagaikan kuda yang berlari dengan kencang di padang rumput.


"-Ah~" Wajah sang wanita menjadi memerah, lambang hati berseliweran di mata nya. tampak sangat terpesona.


Sang wanita di mabuk cinta. di angan-angan sang wanita terasa seperti terompet pernikahan di tiupkan lagi untuk yang kedua kalinya.


Sang wanita terpesona dengan Arley. pesona nya yang unik meluluhkan hati sang wanita. wajah sang budak memerah dan sesaat ia melupakan statusnya yang merupakan istri lelaki lain.


"... Tunggu lah di sini, sebentar lagi suami kakak akan tiba."


Arley kemudian meninggalkan sang wanita tanpa mengetahui hal sensitif seperti ini. tidak mempedulikan hal lain, Arley langsung mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan sang pengepul budak.


Dari langit yang amat tinggi, sang pengepul budak dan para Algojonya berjatuhan ke bumi layaknya hujan yang terlepas dari awan, tubuh mereka berhamburan di hadapan Arley, ia memasang wajah serius, karena ia harus memainkan rencana selanjutnya.


Sedangkan sang wanita, hanya bisa menatap Arley dari kejauhan, ia menyadari jika ia sedang jatuh cinta kepada nya. sampai akhirnya dia di sadarkan oleh suami yang datang untuk menjemputnya.


“Luri! Kau tidak apa-apa!?!” Sang pria memegang punggung wanita bernama Luri yang tadi hampir di perkosa.


“Pats!” wanita tadi baru tersadar. “L-Leo?! LEO!!!” Lalu sang wanita menangis sejadi-jadnya di dekapan sang suami.


Sang suami lalu membalas dekapan sang istri dengan hangat, ia merasa lega, seperti ia baru saja terlepas dari siksaan neraka yang pedih.


"Syukurlah Luri, syukurlah kau tidak kenapa-kenapa. "


Selepas itu, sang lelaki baru menyadari bahwa tubuh sang istri sama sekali tidak ada bekas goresan.


Terkejut hebat, sang suami langsung memegang punggung sang istri dengan kekap, kemudian ia memperhatikan setiap sudut demi sudut tubuh sang istri.


"Luri?! tubuhmu!! bagaimana bisa? tadi aku melihat tubuhmu penuh dengan luka, mengapa sekarang bisa bersih seperti ini!?"


Sang pria lalu memeriksa rambut sang wanita, dan benar saja rambut sang wanita kembali tumbuh, walaupun tidak sepanjang rambut yang lainnya.


"Luri!!? ini mukjizat!! bagaimana bisa!!!??"


"Sepertinya, ini semua berkat anak itu Leo,(sang wanita menunjuk ke arah Arley). aku merasa ketika aku di rangkul olehnya, tubuhku terasa ringan dan rasa perih di sekujur tubuhku perlahan menghilang. "


Senyum manis sang wanita memandang kagum Arley.


"Mukjizat!! ini mukjizat!!"


Tak habis-habisnya sang suami memberikan pujian, ia merasa sangat bersyukur, hal yang sangat ia takutkan, tidak terjadi seperti yang ia bayangkan.


***