The 7 Books of God

The 7 Books of God
Chapter 152 : Dua Iblis Vs Delapan Manusia!



Not Edited!


 


Penuh dan sesak. Pada Sore hari itu, seluruh masyarakat tengah berbaris di depan kastil kerajaan, untuk membuka akses menuju bungker bawah tanah.


 


 


Terlihat jutaan orang masih mengantri dengan rapinya. Walaupun sesak, mereka tetap berbaris dengan teratur dan harmonis.


 


 


Jika ada yang kesusahan membawa perlengkapannya, maka salah seorang dari mereka akan membatu individu yang kesusahan itu, dengan saling bergotong royong.


 


 


Sebuah negara yang makmur dan harmonis. Hal ini tidak mungkin di dapat jika pemimpin dari kerjaan tersebut adalah seorang diktator. Demikian dengan adanya ilmu pengetahuan dan adab yang baik. Masyarakat kota ini sangatlah rendah hati dan mulia.


 


 


Akan tetapi. Kerumunan masyarakat ini tidaklah mengetahui jika nyawa mereka akan segera terancam, dengan kedatangannya dua individu iblis, yang memang berniat untuk membunuh mereka semua.


 


 


Pada antrian yang begitu harmonis. Tiba-tiba fokus mereka teralihkan dengan suara ledakan yang meluluh lantahkan kastil kerajaan[eXandia], menjadi setengah bagian.


 


 


Kastil yang besar nan megah, dalam sekali kejapan mata, telah hancur menjadi gubuk tak berarti.


 


 


Terpelongolah seluruh masyarakat melihat kejadian  tersebut, sebuah kejadian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.


 


 


Lantas, terdengan teriakan seorang pria dengan begitu arogannya dari atas langit bagian Selatan.


 


 


“Hoi-hoi-hoi! Manusia!” pekiknya dengan begitu angkuh.


 


 


Menolehlah seluruh orang yang melihat kejadian tersebut. Bulu kuduk mereka berkedik seusai melihat dua individu yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.


 


 


Tepat di pandangan mereka, terdapat seorang Orc dan seorang Lamia, tengah terbang sambil menatap keji kumpulan masyarakat yang tengah mengantri.


 


 


Berteriaklah seluruh masyarakat melihat kehadiran kedua iblis tersebut. Mereka berhamburan dan memilih untuk masuk ke dalam istana kerajaan demi mempertahankan diri.


 


 


Namun, dibalik keriuhan tersebut. Pihak lelaki dan orang yang pernah veteran perang yang telah pensiun. Berdiri tegap untuk menghadang kedua iblis tersebut, dari penyerangan mereka terhadap keseluruhan masyarakat.


 


 


“Hoo ~ takku sangka ada manusia yang ingin mati secepat ini,” ucapnya tanpa belas kasih.


 


 


Tiba-tiba, sang lamia terbang menuju ke depan sang Orc, senyumannya sangatlah mengerikan, seperti ia sangat kelaparan dan ingin memakan daging segar.


 


 


“Daging manusia …! Wah, lihat! Ada remaja pria juga! Sepertinya malam ini aku akan pesta dengan daging lembut itu,” cakap si Lamia. Liurnya menetes ke tanah, tampak jika dirinya benar-benar tengah dalam kondisi kelaparan.


 


 


“H-Hoi … Jashin, bisa kah kau tidak berkata hal seperti itu di depanku … kau membuat nafsu makanku berkurang.”


 


 


Meliriklah sang Lamia bernama Jashin—ke wajah si Orc. “Pilogram! Inilah sebabnya mengapa kau tak pernah populer di kalangan wanita! Mengomentari nafsu makan seorang wanita adalah sebuah kesalahan yang fatal tahu!” Degan juteknya, Jashin menoleh kencang menjauhi wajah sang Orc bernama Pilogram.


 


 


Menghela napaslah sang Orc, tampak jika dirinya cukup tersinggung dengan perkataan si Lamia tadi. Lalu, dirinya terbang landai menuju sebuah pohon yang tertanam di depan gerbang istana kerajaan.


 


 


Dengan perasaan pundung, Pilogram mengumel tak jelas di bawah batang pohon tersebut.


 


 


“Kau benar … palingan aku akan hidup menjomblo sampai akhir khayatku … mungkin lebih baik jika aku mati saja ya …,” gumamnya dengan pemikiran super negative.


 


 


“E-eugh …,” merasa bersalah, si Lamia akhirnya memaklumi hal yang tadi. “Ahh! Baiklah! Aku akan membantumu untuk mencari teman kencan selepas semua ini berakhi! Makanya, ayo kita cepat selesaikan misi kali ini!” ucap Jashin terhadap Pilogram.


 


 


Sontak, wajah Pilogram berubah menjadi senang. Gigi taring yang terpampang di bibirnya terbuka lebar. Tampak wajahnya sedikit memerah sebab kalimat Jashin tadi.


 


 


Dengan cepat ia terbang tinggi dan meghampiri si Lamia. “Jashin! Terimakasih banyak! Aku tidak akan melupakan kebaikanmu sampai aku mati!” ucapnya sembari menggenggam kedua tangan Jashin.


 


 


Akan tetapi, tiba-tiba wajah Jashin malah ikut memerah. Ucapanya menjadi kaku, dan dirinya malah salah tingkah.


 


 


“O-o-oke! Aku pasti akan membantumu! Tenang saja Pilogram! Hahaha!” ujarnya dengan wajah yang memerah layaknya udang goreng.


 


 


Sontak, seluruh orang yang melihat kejadian tersebut, menyadari jika ada hubungan sesuatu di antara mereka berdua.


 


 


“Ahh ~ sepertinya wanita itu sedang jatuh hati dengan pria kekar itu,” gumam seluruh pria yang menyaksikan kejadian tersebut. Wajah mereka ikut memerah ketika menyaksikan kejadian aneh ini.


 


 


Lalu, tiba-tiba muncul delapan orang dari arah Selatan. Mereka berlari dengan begitu cepatnya demi mengejar kedua monster tersebut.


 


 


“Itu dia!” ucap salah seorang wanita yang mengenakan jubah kuning, berlambangkan burung elang pada kainnya.


 


 


Melompatlah mereka berdelapan menuju ke depan para pengungsi yang sedang menahan pergerakan kedua iblis tersebut.


 


 


 


 


“Kami baik-baik saja. Mereka hanya menghancurkan kastil istana. Sejauh ini tidak ada yang terluka sebab kedua makhluk itu …,” jawab salah seorang pria yang tampak seperti bekas prajurid.


 


 


“Apakah kau seorang Veteran perang?” Lagi, Trevor bertanya pada si pria paruh baya.


 


 


“Ya, aku baru saja pensiun tahun ini!” jelasnya dengan sigap.


 


 


“Bagus! Kalau begitu, kami mohon bantuan dari kalian! Dengan cara mengambil jarak di antara pertempuran ini dengan diri kalian!” Sambil memasang kuda-kuda tempur, Trevor beserta ketujuh temannya, siap membantai kedua iblis yang  terbang di depan pandangan mereka.


 


 


Akan tetapi, sang iblis hanya tersenyum melihat aksi para manusia di bawah mereka. Kedua iblis itu tak menyangka jika akan ada perlawanan dari pihak manusia terhadap kedua iblis tersebut.


 


 


“Ini cukup mengejutkan. Aku tidak menyangka kalian akan memilih bertarung dibandingkan melarikan diri.” Sang Lamia terbang maju, sembari melipat kedua tangnnya di dada. “Kalau begitu ….” Lantas, tiba-tiba Wanita bertubuh setengah ular bernama Jashin tersebut, menjulurkan jari tunjuknya kehadapan Trevor dan teman-temannya.


 


 


Terkejut, Trevor langsung memerintahkan mereka semua dalam satu kali instruksi.


 


 


“Berpencar!” ujarnya dengan keras.


 


 


Seketika itu juga, seluruh orang yang berkumpul di depan istana kerajaan, langsung berlari kencang dan berpencar tak tentu arah.


 


 


Terdiamlah si Lamia melihat kejadian itu. kemudian bibirnya tesenyum lebar sampai menyentuh telinga. Lidahnya yang panjang keluar layaknya ular.


 


 


Jashin kemudian menoleh menuju ke arah Trevor, dirinya meyakini jika Trevor adalah dalang dari sikap pertahanan para manusia.


 


 


“Kau cukup menarik wahai anak manusia!” tunjuk Jashin ke arah Trevor dengan jari telunjuknya.


 


 


Kala itu, Trevor hanya berlari demi menghindari serangan yang akan Jashin lontarkan terhadapnya. Akan tetapi, perbuatan Trevor sepertinya sisa-sia.


 


 


Tiba-tiba, muncul gelombang cahaya berwarna ungu dari ujung jari si Lamia. Lantas, gelombang itu tertembak dengan cepat mengejar postur lari Trevor.


 


 


Langkah kaki trevorpun di kejar oleh butiran cahaya ungu tersebut. “Aku tak bisa menghindar!?” ujarnya dengan penuh kepanikan.


 


 


Betul saja, seketika itu juga, bola-bola ungu itu mengejar Trevor, dan menghujani tubuhnya dengan serangan yang bertubi-tubi.


 


 


“Aaaghk!” pekik Trevor sembari terlempar cepat menghantam sebuah rumah kosong. Lantas, Trevor harus tertanam di dalam bangunan tersebut sedangkan teman-temannya yang lain hanya mampu melihat dirinya tersakiti.


 


 


“Trevor!” pekik ketiga teman satu tim trevor dengan lantang. Sedangkan tim Yellow Eagle hanya terdiam kaku melihat kejadian tersebut. Mengucur keringat dari pori-pori mereka semua sambil menunggu kondisi terbaru dari Trevor.


 


 


Apakah yang terjadi dengan Trevor?! Bisakah dirinya selamat dari serangan kedua iblis tersebut!?


 


 


Bersambung!~


 


----------------------------------------------


 


 


Hai! sahabat pembaca di manapun kalian berada!


Ingat! jangan lupa untuk support Author ya!


Caranya gampang banget kok; cukup tekan tombol like, komen, dan rate *5 pada bagian depan!


 


 


Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!


 


 


Juga bagi kalian yang berkenan untuk menyumbangkan pointnya!


Author akan merasa sangat berterima kasih!


dan akan semakin bersemangat untuk menuliskan chapter-chapter selanjutnya!


Bahkan Author bisa saja loh memberi Crazy Up!


 


 


Baiklah!


 


 


Demikian salam penutup dari Author untuk kalian semua!


 


 


Jangan lupa untuk tetap berbahagia—dan selalu berpikiran positif!


 


 


Have a nice day, and Always be Happy!


 


 


See you on the next chapter!