
Not Edited !
Berdiri tegap menempel di dinding gorong-gorong labirin. Tepat di samping kanan mereka bertiga, ada sebuah ruangan kecil, berkisar lima meter persegi. Dalam ruangan itu, tampak belasan tubuh yang sudah tak bernyawa lagi, terbaring mengelilingi seseorang yang menggenggam senjata terkutuk.
Hexa tampak mendekap Allyzabeth, sedangkan Sharlie berada di lini terdepan dari posisi mereka saat ini. Tampak mereka bertiga sangat terkejut, saat melihat sosok yang begitu aneh, berdiri di hadapan mereka.
Tubuh orang itu sudah tidak seperti manusia normal. Wajahnya menumbuhkan kulit baru yang terlihat runcing dan aneh, bercak-bercak putih menempel di sebagian kulitnya, menjadikan penampilan orang yang satu ini tampak begitu menjijikkan. Selain itu, pada bercak-bercak putih tersebut, perlahan tumbuh daging yang menggumpal padanya.
Perlahan, dan sangat-sangat perlahan … tubuh si pria yang memegang pedang hitam itu, mulai berubah menjadi sosok monster mengerikan.
“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Sharlie kepada sang pria berambut merah.
Namun Hexa hanya diam dan menatap tajam pergerakan si pria yang menggenggam pedang hitam itu. Kondisi pun kembali menjadi sunyi, mereka bertiga hanya melihat orang itu mondar mandir di ruangan penuh mayat tersebut. Lantas, tiba-tiba monster itu melarikan diri menuju gorong-gorong satunya, yang kemungkinan besar, ia akan meloloskan diri demi keluar dari dalam labirin ini.
Setelah Monster itu pergi. Hexa bersama dua wanita lainnya langsung menghembuskan napas yang begitu panjang. Demikian mereka bertiga langsung mengecek kondisi ruangan yang ada di sana.
Dengan teliti mereka bertiga melihat konsekuensi yang belasan orang ini hadapi.
“Tampaknya, orang-orang ini bukanlah bandit.” ucap Allyzabeth, setelah dirinya menganalisa identitas belasan orang ini. “mereka adalah kelompok pencuri kelas kakap, yang tampaknya sudah mengincar kita selama beberapa bulan belakagan.” Selepas menganalisa tubuh-tubuh itu, Allyzabeth kemudian menatap ke arah Hexa, dengan wajah penuh pertanyaan. “B-bagaimana kau bisa tahu jika orang-orang ini sedang mengincar kita?”
Hexa kemudian berdiri dari duduknya, tampak jika dirinya juga telah selesai menyelidiki tubuh-tubuh itu. “Aku juga baru menyadarinya tadi, saat pedang hitam itu menghilang, dan di saat rekan-rekan kita yang lain berkumpul di ruangan peti putih itu … sejenak aku mengingat jika beberapa hari yang lalu aku mendengar ada suara langkah kaki mengikuti perjalanan kita. Namun aku kira itu hanya tikus atau hewan semata. Dan sekarang aku tahu ternyata orang-orang inilah yang mengikuti kita.” Jelas Hexa dengan analisanya.
Sharlie lalu menyambung ke pembicaraan Hexa dan Allyzabeth. “Tapi mengapa pria itu membunuh seluruh rekan-rekannya …?” Kemudian Sharlie memasang wajah sedihnya saat mendengarkan kisah Hexa bersama Allyzabeth. “bukankah tindakan ini begitu keji?”
Tak ada jawaban, Hexa dan Allyzabeth hanya menatap Sharlie dengan pandangan yang serupa, mereka bertiga tak tahu jawaban dari pertanyaan sang wanita berambut ungu.
Di saat kepenatan menghantui mereka bertiga, lantas, tiba-tiba Radits Totom datang ke lokasi yang tak di duga itu.
“A-apa-apaan ini?!” teria Radits dengan ekspresi terkejut bukan main. Ia senejak terperanga di atas kedua kakinya, sambil menganalisa apa yang sedang terjadi. “K-kalian yang membunuh mereka semua?!”
“Tidak,” gumam Hexa. “kita sudah kecolongan. Tetapi, mereka semua adalah kelompok pencuri yang sedang di incar-incar oleh seluruh Guild. Juga pedang hitam terkutut itu berhasil lolos dari labirin ini.” menggunakan ekspresi datar dan penjelasan yang amat tenangnya, Hexa berhasil menjelaskan situasi yang sedang terjadi.
“Ha?! Apa?! Kenapa kau membiarkannya lari!? I-Ini berbahaya … jikalau peringatan itu benar adanya, daerah ini sudah tidak punya harapan lagi untuk di selamatkan!” Menyadari jika kondisi mereka saat ini sedang dalam kondisi genting, Radits Tomtom menunjukkan sedikit sentimen panik, beserta perasaan amarah, yang terlihat mulai menguasai dirinya.
Ketika permasalahan ini mulai berkembang, muncullah seluruh rekan-rekan tim: Circle of Desire, dari arah belakang Radits Tomtom.
“Kami mendengar semuanya,” potong Dante, tampak berjalan keluar dari gorong-gorong gelap. “ini juga merupakan kesalahan kita … jika terjadi sesuatu di luar sana, akulah yang akan bertanggung jawab atas ini semua, jika saja kita tidak mencari peti itu, kejadian ini pasti tidak akan bergulir.”
Demikian mereka semua langsung keluar dari labirin itu. Berbeda dari sebelumnya, keluar dari labirin itu tidak butuh waktu yang lama, hanya sekitar dua belas jam saja mereka bisa langsung keluar dari ruangan bawah tanah itu.
Rintangan dan Puzzel di awal permulaan adalah hal yang menjadi penghalan utama bagi Kelompok ‘Circle of Disre’ untuk menjelajahi reruntuhan itu. Seperti itulah cara mereka membuka sebuah petaka yang tak mereka kira bisa menjadi trauma untuk seluruh anggota kelompok.
Berhasillah mereka berdua belas keluar dari ruangan bawah tanah. Kondisi saat itu sudah sangat terik, matahari sudah berada di atas langit, tak mengulur-ulur waktu, mereka langsung berpencar mencari orang yang Hexa maksudkan dengan ciri-ciri yang telah di jelaskan oleh Allyzabeth.
Namun, seharian penuh mereka mencari si pencuri senjata terkutuk, tak ada satu jejak pun yang di temukan. Kecurigaan di taruh kembali di dalam ruangan bawah tanah, tetapi selama satu minggu penuh mereka menjelajah di bawah tanah, tetap saja mereka tidak menemukan titik terang.
Sampai pada akhirnya, titik tenang mereka langsung berubah menjadi bencana ketika peti putih yang dahulu mereka teliti, tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat, layaknya bayangan di tengah malam.
Mereka semua langsung terjasar, jika menjelajah di dalam reruntuhan adalah pilihan yang salah, berlarilah kembali mereka semua, keluar dari labirin itu. Mereka langsung berpencar ke seluruh penjuru benua [Horus], dan berjanji akan bertemu kembali di titik pusat benua, yaitu di kerajaan [Exandia], tepat pada hari ke tiga puluh, semenjak senjata itu di curi dari mereka.
Pencarian pun mulai, kedua belas anggota itu berpencar menuju kedelapan mata angin. Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut, Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara … seluruh penjuru memiliki porsinya masing masing.
Tetapi anggota pokok dari pencarian ini terfokus pada lima orang, yaitu, Radits Tomtom, Baster Fosseys, Prinatalia Kale, Hexa Gormik, dan Waltz Dante. Keempat orang ini adalah tim inti dari kelompok, Circle of Disre, dan entah kenapa tim ini terbentuk di dalam ketegangan waktu.
Mungkin takdir yang menyatukan keempat orang ini. Entahlah, semuanya terjadi sangat cepat dan tak terkendali.
Berjalannya waktu, tiga puluh hari telah lewat, pertemuan pertama di lakukan, tetapi tak ada jalan keluar. Akhirnya pencarian di perpanjang menjadi lima puluh hari dari hari pertama kunci terkutuk itu hilang. Tetapi tetap saja tidak menuai hasil.
Sampai pada puncaknya, hari keenam puluh dari hari pertama senjata itu di temukan … tiba-tiba tampak sebuah kabut hitam di sudut tenggara dari pusat benua. Kabut yang menyebar dengan sangat cepat, bahkan terbilang aneh.
Dengan adanya kabut itu, kelompok Circle of Desire, yang ketika itu tengah dalam kondisi terpencar-pencar, seketika itu juga berjalan menuju satu titik. Ya, mereka berjalan menuju kabut hitam itu, untuk meneliti apa yang menyebabkan hal tersebut.
Lantas, kelompok pertama yang sampai di lokasi tujuan adalah lima orang dari tim utama. Mereka adalah Radits Tomtom, Hexa Gormik, Prinatalia Kale, Baster Fosseys, dan Waltz Dante.
Betapa mengerikannya kondisi bagian timur dari benua [Horus]. Hanya dalam waktu dua belas jam, sudah sepertiga dari bagian Timur benua [Horus], rata dengan tanah. Dahulu, pada bagia Timur tersebut, merupakan lahan hutan yang sangat lebat dan rimbun, tetapi saat ini, segalanya sudah berubah menjadi pasir yang tandus dan gersang.
Apa yang terjadi? tak ada yang mengetahuinya …
Ketika kelima orang itu sampai pada pusat kabut, mereka melihat sesosok monster bertubuh tiga puluh meter. Sebuah sosok yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun di masa itu.
Pertempuran hebat pun terjadi di sana. Kelima orang ini degan bersusah payah menghadapi seorang monster yang mereka tak tahu identitasnya.
Beberapa kali mereka hampir kehilangan harapan, tetapi, batuan terus berdatangan dari seluruh Guild yang ada di benua [Horus], tidak ada pasukan kerajaan yang membantu, hanya para Adventurer yang datang menghadapi monster ini.
Tidak ada yang tahu sebab mengapa pihak kerajaan tak ada yang mau membantu mereka, tetapi hal ini membuat pihak Guild dan kerajaan menjadi bermusuhan, bahkan sampai masa Arley hidup.
Pertempuran berlangsung cukup cepat, dibandingkan pertarungan antara manusia. Jika biasanya peperang bisa bertahan sampai berbulan-bulan, untuk pertempuran kali ini, umat manusia berhasil mengalahkan monster bertubuh besar itu, hanya dalam waktu tiga hari dan tiga malam, tanpa tidur, dan tanpa istirahat.
Segalanya di korbankan … Harta, Kekuatan, Pangkat, Cinta, Harga diri, Waktu, dan Nyawa. Segalanya ditumbalkan hanya untuk membunuh monster satu ini.
Demikian, nyawa salah seorang yang paling berperan penting dalam penaklukan monster ini adalah Dante. Dirinya tewas bukan sebab dikalahkan oleh monster tersebut, namun ia mengorbankan nyawanya untuk memurnikan kembali, peti yang berada di labirin sebelumnya.
Kesebelas anggota, Circle of Desire, adalah orang yang sangat berpengaruh di setiap bidangnya. Ada yang merupakan ketua Guild, ada juga yang merupakan calon Ratu dan Raja, demikian ada juga penyihir yang bisa memberikan kemakmuran untuk sekitarnya.
Di lain pihak, Dante hanyalah seorang anak yatim piatu, yang kebetulan bertemu dengan salah seorang kesatria yang membesarkannya. Hidupnya tidaklah semenarik dari sisa anggota timnya. Ia mengira jika dirinya yang ditambalkan, maka segalanya akan baik-baik saja.
Tetapi tidak seperti itu … dugaan Dante salah besar. Di saat ia berada di ambang garis kematian, ia menyadari suatu hal, dan teman-temannyalah yang memberitahu dirinya tetang itu.
Kondisi saat itu, terasa begitu tenang. Di ruangan yang memulai dan mematikan segalanya, tampak cahaya bulan purnama masuk dari atas ruangan berisi peti legendaris itu.
Hanya ada dua belas orang yang berdiri di ruangan itu. Salah satu dari mereka terlihat hampir tewas, tubuhnya di taruh, tepat di depan peti raksasa itu. Sebilah pedang hitam ia genggam dengan tangan kirinya, napasnya tersengal-sengan menahan sakit. Ditambah keringat dingin terus mengguyur tubuhnya.
Kesebelas orang lainnya tampak sedih saat melihat kondisi sang kapten kelompok. Walaupun kondisi mereka sangat babak belur, tetapi mereka tidak separah orang yang mereka lihat.
Tubuh Dante perlahan mati rasa, tetapi ia masih bisa berbicara kepada sahabat-sahabatnya. Sejenak Dante bertanya-tanya, mengapa orang-orang yang mengelilinginya kala itu, terlihat begitu sedih atas kepergiannya.
“Hey, Haah … ahh … k-kenapa kalian bersedih …?” tanya dante dengan suara paraunya.
Sejenak, seluruh orang tak mampu menjawab panggilan sang kapten, terjadi keheningan untuk sesaat, sampai pada akhirnya dua orang maju mendekati sang kapten. Mereka berdua adalah Hexa dan Radits.
“Kamu adalah yang terbaik dari kita semua,” ucap Hexa sambil menaruh telapak tangannya di atas tangan kiri Dante, yang ketika itu tergeletak di atas dadanya.
“K-Kapten … tanpa dirimu, aku … kami … tidak bisa berlaku apa-apa, semua ini berkat dirimu …,” jelas Radits yang mengguyurkan air matanya.
Hexa adalah wakil ketua, sedangkan Radits adalah bendahara dari kelompok ini. Kedua orang ini adalah sahabat terdekat dari Dante, ditambah Kale dan Foss. Namun, kedekatan Dante dengan rekan-rekan yang lainnya tidak pilih kasih, seluruh anggotanya, ia anggap sama dan netral.
Itulah yang membuat orang-orang merasa begitu kehilangan, dengan sosok kritis dan periangg dari Dante.
Jika kondisi berubah menjadi kelam, Dante selalu hadir di sana untuk mencairkan segalanya. Jika kondisi sedang kesusahan, entah bagaimana Dante bisa melenturkannya, dan membuat segalanya baik-baik saja.
Berbagai hal di jelaskan oleh Hexa kepada sang kapten. Demikian penjelasan itu membuat air mata sang kapten, pada akhirnya ikut tumpah, dan membuat dirinya sangat bahagia, tepat di akhir masa hidupnya.
“Syukrulah … Syukurlah …,” berkali-kali Dante menyebutkan kalimat itu. Dan rekan-rekan yang lainnya, dengan hanya mendengarkan kalimat itu, mereka semua langsung mengguyurkan air mata mereka. Tidak itu wanita, ataupun pria. Bahkan Hexa juga menumpahkan air matanya.
Mereka semua tahu, jika di dunia ini tidak ada yang memisahkan antara si kaya dan si miskin. Mereka mengambil pelajaran dari apa yang Dante tunjukkan kepada mereka semua. Mausia yang paling bijaksana, di bandingkan seorang Jendral, atau pun seorang Raja.
Ya, dengan permohonan terakhirnya, Dante tewas sebagai tumbal untuk menetralkan peti suci itu.
Sebenarnya Dante mampu bertahan hidup jika dirinya disembuhkan menggunakan mantra cahaya, tetapi ia lebih memilih untuk mengorbankan dirinya, untuk menyelamatkan ratusan juta nyawa manusia lainnya.
Ya, kala itu … bahkan Tuhan mengakui, jika nyawa seorang Dante sangat bernilai tinggi. Nyawa seorang Dante, langsung di akui memiliki harga lebih dari seratus tahun. Seketika itu juga peti yang tadinya berwarna hitam pekat, langsung berubah menjadi putih, bahkan memancarkan cahaya kemurniannya.
Kepergian sang Kapten, diluputi oleh tangisan yang membahana. Tidak ada satupun orang yang berhasil menahan air mata mereka.
Kalimat terakhir dari sang kapten kala itu adalah. “Terima kasih, Kelompok ini adalah yang terbaik. Mulai saat ini, kalian dibubarkan.” Lantas, setelah kata dibubarkan, nyawa sang Kapten terlepas.
Demikianlah, petualangan dan legenda, dari perjalanan kelompok, Circle of Desire, pada akhirnya menemui titik usai. Ya, selesai dengan sebuah penyesalan yang mendalam untuk seluruh anggotanya ....
Namun, ada kejadian yang membuat ingatan kesepuluh orang lainnya saat itu menjadi kabur, dan bahkan masuk keranah lupa ingatan.
Apa yang menyebabkan hal itu?
Bersambung ….
----------------------------------------------
Hai! sahabat pembaca di manapun kalian berada!
Ingat! jangan lupa untuk support Author ya!
Caranya gampang banget kok; cukup tekan tombol like, komen, dan rate *5 pada bagian depan!
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan, sudah bisa menambah semangat Author untuk melanjutkan kisah ini!
Terimakasih sebanyak-banyaknya Author berikan kepada seluruh pembaca kisah yang satu ini.
Semoga hari kalian tetap mendapatkan keberkahan dan kebahagian, sebagai balasan karena kalian semua sudah membaca karya saya yang receh.
Selalu jaga kesehatan dengan cara menggunakan Masker dan cuci tangan selepas bepergian keluar.
Baiklah!
Demikian salam penutup dari Author untuk kalian semua!
Jangan lupa untuk tetap berbahagia—dan selalu berpikiran positif!
Have a nice day, and Always be Happy!
See you on the next chapter!
----------------------------------------------