Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
97. Oma Ratna vs Maggie



Saat sedang menikmati sarapan, ponsel mama Ratna berbunyi tanda bahawa ada pesan masuk. Wanita itu membuka dan melihat pesan itu sepintas.


"Adam telah mati di tangan Reno" ucap mama Ratna tenang.


Deg


Novi yang sejak tadi melow kembali menegang mendengar Reno membunuh orang.


"Bukannya dia pulang ke Australia?" tanya papa Alberth.


"Sebelum ke bandara ia mampir ke sana, mama rasa dia punya beban pribadi kepada Adam" ucap mama Ratna lagi membuat semua orang menatap ke arah novi yang menunduk menikmati makannya tanpa kata.


"Novi, apa kamu tahu kenapa sampai Reno melakukan itu?" tanya Mey penuh selidik.


Gadis itu hanya menggeleng tanpa suara.


"Apa kamu juga tahu kenapa dia lebih dulu pulang?" tanya Mey lagi.


Gadis itu kembali menggeleng.


Mey dapat membaca suasana jika kedua orang itu lagi tidak baik-baik saja. Akhirnya Mey mendiamkannya karena ia akan kembali bertanya jika sudah tidak ada orang lagi.


Keluarga itu kembali makan dengan tenang kecuali Maggie yang menunggu suapan sang oma sambil memainkan Apetnya.


"Kaka, makan yang benar jangan sambil main begitu" tegur Mey keras.


"Mom, kaka lagi jawab peltanyaan dali bu gulu" ucap gadis kecil itu sambil jari-jarinya terus menotak-atik benda itu.


"Selesaikan makannya dulu sayang" ucap Alfa menengahi agar perdebatan itu jangan terjadi.


"Daddy pelnah sekolah tidak? Sedikit lagi waktunya habis loh" jawabnya dengan nada culas.


Alfa langsung diam setelah mendengar ucapan skakmat dari sang anak.


Mereka kembali menikmati sarapan tanpa ada yang berani menegur singa kecil itu.


Ya sejak, keadaan yang mengancam keluarga nomor 1 di Negara Australia, para guru lebih memilih untuk mengajarkan Maggie secara online. Namun begitu, gadis kecil itu tetap memberikan yang terbaik untuk meningkatkan pendidikannya.


Setelah menyelesaikan sarapan, wanita hamil itu mengajak gadis yang sudah dia anggap sebagai adik itu menuju ke taman.


Keduanya duduk di sebuah bangku panjang yang ada di taman samping mansion itu.


"Vi, apa yang sebenarnya terjadi pada kalian berdua?" tanya Mey langsung pada intinya.


Gadis itu diam sejenak, ia bahkan berat untuk berucap. Novi memandang jauh ke arah taman itu entah apa yang dia pikirkan.


"Apa dia pergi lebih dahulu karena kalian lagi berantam?" tanya Mey sekali lagi.


"Ka Mey, bolehkah ka Mey mengabulkan satu permintaanku" tanya balik Novi yang sejak tadi diam saat ditanya oleh Mey.


"Apa yang kamu inginkan? mintalah jika aku mampu mengabulkan maka aku bisa melakukannya" ucap Mey sungguh-sungguh karena sejak Novi hidup bersamanya, gadis itu tidak pernah meminta apapun padanya.


"Aku ingin kembali ke Indo ka, ayah sama ibu tidak tahu jika aku sudah ada di sini lagi, aku takut mereka kecewa" ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Apa Reno pergi karena ini?" tanya Mey yang berprasangka jika Reno pergi karena tidak ingin Novi kembali ke Indonesia.


Gadis itu mengangguk setelah beberapa detik ia terdiam.


Maaf ka, aku terpaksa bohong sama kaka. Biarkan aku kembali agar tidak menjadi beban untuk kalian. Batin Novi terasa sesak karena keadaan ini.


"Baiklah aku akan mengurus kepulanganmu dan biar dia harus sendiri ke sana untuk meminta ijin kepada orang tuamu untuk membawamu kembali" ucap Mey mantap.


Mey masuk ke kamar mereka ternyata di sana Alfa dan puteri sulungnya sedang bercakap sambil berbaring di atas tempat tidur.


"Mom, kata daddy nanti adenya kelual cewek lagi ya?" tanya Maggie setelah melihat Mey masuk ke kamar mereka.


"Terus menurut kaka nanti adenya cewek atau cowok?" Tanya Mey pada puterinya.


"Cowok" jawab gadis kecil itu mantap.


"Kalau adenya dua?" tanya Mey lagi membuat kedua anak daddy itu melongo.


"Emang dua sayang?" tanya Alfa memastikan.


"Iya mom, emang kaka punya ade dua?" tanya Maggie yang juga penasaran.


"Aku juga belum tahu mas, tapi kehamilanku kali ini sedikit berbeda, baru mau genap tiga bulan aja perutku sudah besar sekali" ucapnya yang juga tidak yakin.


"Bagaimana kalau kita ke Rumah Sakit sekarang sayang" ucap Alfa bersemangat apalagi setelah dia dengar jika anak dalam kandungan isterinya kemungkinan kembar. Dia sendiri tidak begitu memperhatikan kehamilan Mey waktu pertama hamil Maggie.


"Aku sih terserah mas aja" ucap Novi.


"Oke let's goooo" seru gadis kecil itu ikut bersemangat.


"Tapi mas, nanti urus kepulangan Novi ke Indo ya, soalnya kedua orang tuanya tidak tahu jika dia ada di sini" ucap Mey.


"Lalu Reno?" tanya Alfa.


"Reno tidak mengijinkannya, tapi sebaiknya dia kembali dulu agar orang tuanya tidak kecewa sama dia." ucap Mey sekali lagi.


"Iya sayang." jawab Alfa.


"Mommy... Daddy.. Come on" ucap gadis kecil itu yang sudah membuka pintu namun melihat kedua orang tuanya masih asyik berbicara.


"Iya sayang" jawab Alfa dan Mey serentak. Alfa mengangkat jaket isteri dan anaknya.


Keluarga kecil itu akhirnya melangkah menuruni anak tangga dengan Maggie duluan dan Alfa dengan setia menuntun isterinya yang hamil itu agar turun dengan hati-hati.


"Mau ke mana anak-anak mama" tanya Mama Ratna saat melihat puteranya bersama isteri dan anaknya seperti akan keluar.


"Mau ke Rumah sakit ma" jawab Alfa.


"Hah? kenapa dengan menantuku? apa yang sakit? papa... papa!!!" ucap Mama Ratna panik sehingga langsung berteriak memanggil suaminya.


"Iya ma, kenapa? ada apa?" ucap papa Alberth yang tidak kalah paniknya ketika isterinya berteriak tadi.


"Hisss oma latu dlama" ucap Maggie dengan gaya culasnya karena merasa sang oma terlalu berlebihan tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Maksudnya?" ucap papa Alberth dan mama Ratna bersamaan.


"Kita itu mau ke lumah sakit bial tahu, adenya dua apa satu,, kenapa oma teliak-teliak? kaya talsan saja" ucapnya sinis membuat kedua orang tua itu melongo bahkan ayah Devid dan Novi yang juga ikut keluar karena saking kuatnya mama Ratna berteriak tadi.


"Jadi? mommymu tidak apa-apa?" tanya mama Ratna.


"Ialah, mommy itu lagi sehat tapi dede bayinya yang halus dipeliksa bial jelas sepelti kata mommy apa dua atau satu" ucapnya menjelaskan membiat semua orang memukul kening masing-masing. Sementara Alfa dan Mey jangan ditanya lagi, keduanya sudah cekikikan melihat gadis kecil itu menceramahi opa dan omanya.


"Mey, apa benar ini anakmu? jangan-jangan ketukar waktu lahiran?" ucap Mama Ratna yang ikut kesal pada gadis kecil yang memberi julukan kepadanya sebagai ratu drama.


"Iyalah, aku anak mommylah." jawabnya yang ikut kesal memuat semua orang kembali tersenyum tapi takut tertawa karena yang perang sekarang adalah dua singa beda generasi.


BERSAMBUNG