Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
88. Ngidam



"Mas, kapan buatnya?" ucap Mey yang tidak sabaran karena sejak tadi Alfa dan puterinya berdebat tidak habis-habis.


"Iya sayang tapi mas tidak tahu buatnya, gimana nih?" ucap Alfa mengakui kalau memang ia tidak bisa memasak apa lagi membuat piza.


"Aku mau makan piza mas" ucapnya yang sudah menangis dan kembali tidur dan menutup seluruh tubuhnya bahkan ujung rambutnya juga tidak kelihatan.


"Sayang, nanti tidak bisa nafas. Oke aku biatkan pizanya" ucap Alfa mengalah.


"Daddy telus punya kakak?" tanya gadis kecil itu lagi.


"Iya sekalian punya kakak" ucap Alfa sambil turun dari tempat tidur meninggalkan kedua perempuan tercintanya itu.


"Daddy mau dibantu?" tawar Maggie


"Tidak usah" jawab Alfa melangkah pergi.


Setiap hari Alfa tidak hanya melayani permintaan Mey yang suka ane-ane tapi puterinya juga yang ikut-ikutan minta yang ane-ane.


Alfa tidak ingin mengecewakan mereka jadi sebisa mungkin dia memenuhi permintaan mereka.


Alfa tiba di dapur dan mulai memakai cemelek. Seorang ART yang sudah paruh baya mendengar ada suara berisik bangun dan melihat ternyata tuan mudanya yang sedang mengobrak-abrik isi dapur.


"Tuan muda, apa yang tuan lakukan?" tanya bibi tersebut.


"Aku mau membuat piza dam spageti untuk isteri dan anakku" jawabnya jujur.


"Boleh bibi bantu?" ucap sang wanita paruh baya itu.


"Boleh tapi bibi cukup memberi tahu campurannya dan cara buatnya aja ya" ucap Alfa karena ia tidak mau Mey ngambek lagi.


"Iya tuan" ucap bibi yang sudah mulai membantu Alfa masak-masak.


Alfa juga menelepon mama Ratna untuk membantu memberi resep untuknya. Perbedaan waktu London yang lebih cepat 11 jam dari Australia, sehingga di sana sudah jam 9 pagi.


📹Halo nak,


📹Ma, bantu aku dong resep buat piza sama spageti.


📹Di sana tengah malam kan?


📹Iya mah tapi Mey pengen makan sekarang


📹Hah? apa cucuku yang lain sudah otw?


📹Ya begitulah ma


📹Kenapa mintanya dua sekalian?


📹Mey mintanya piza, kalau spageti permintaan cucu mama yang satu, si kakak.


📹Wah menantu dan cucu-cucuku memang pintar mintanya.


📹Ma, sudah deh kalau tidak mau bantu ya dimatiin saja teleponnya.


📹Ko, ngambek emang enak? makanya jangan kebanyakan buat kecewa mommynya kalau tidak di buly anak-anak sendiri tu rasain.


Bukannya bantu malah meledek sang anak. Mama Ratna yang melihat ada bibi di samping anaknya memilih mematikan telepon.


Huh, berasa punya emak tiri, tidak ada kasih sayangnya sama sekali. Batin Alfa


Dengan telaten Alfa mulai membuat adonan hingga proses masak-memasak selesai.


Jam yang sudah menunjuk 12 malam namun pria itu tidak lelah, ia malah bahagia melihat hasil lerja kerasnya di malam hari.


Dengan semangat Alfa melangkah masuk ke dalam kamar sambil membawa piza dan spageti pesanan Mey dan Maggie namun kebahagiaannya pudar saat melihat ke arah tempat tidur, kedua orang itu sudah pulas bahkan Maggie yang sudah ngorok lagi.


Sabar daddy, demi anak isterimu. Batin Alfa


"Sayang, hei ayo bangun makan yuk?" ucap Alfa sambil mengusap kedua pipi sang isteri. Namun tidak ada pergerakan sama sekali dari wanita yang sedang mengandung itu.


"Ade, ayo bangun sayang pesanan kamu sudah jadi tu" Alfa beralih membangunkan sang anak namun tidak ada respo juga.


"Ya sudah, simpan saja biar esok saat mereka bangun baru makan" gumam Alfa bangun dan menyimpan makanan yang dia buat tadi dan kembali masuk ke kamar lalu menyusuk anak isterjnya tidur.


Keluarga itu akhirnya tidur bertiga hingga pagi menjelang. Alfa selalu berusaha lebih dahulu untuk menyiapkan air hangat untuk isteri dan anaknya di pagi hari agar mereka tidak kesusahan lagi saat mandi.


*****


Indonesia


Reno dan Novi yang mencari makan diluar akhirnya pulang kembali ke apartemen setelah mengisi perut mereka.


"Sudah malam, ayo tidur" ucap Reno menuntun Novi ke kamar.


"Hah? tidur di mana?" tanya Novi kaget karena Reno juga ikut masuk ke kamar tersebut.


"Kamar sayang" ucap Reno gemas


"Terus ka tidur di mana" tanyanya lagi.


"Ya tidur sama kamu sayang" ucap pria itu santai.


"Tidak, tidak.. aku tidak mau" ucap Novi sambil menggeleng kepalanya kuat.


"Hei dengar aku. Sebrengsek-brengseknya aku, tapi tidak ada **** diluar nikah. Aku cinta sama kamu dan aku tidak akan melakukan itu sebelum kamu sah jadi milikku sayang" kelas Reno sambil menangkup kedua sisi wajah gadisnya.


"Tapi kita sudah berciuman dengan bibir" ucap gadis itu polos membuat Reno semakin gemas dan semakin mencintainya.


"Kita hanya sebatas ciuman sayang tidak sampai melakukan yang lebih intim, aku bisa melakukan dengan cara lain agar tidak merugikan kamu" ucap Reno berusaha membuat Novi tidak takut dengannya.


"Hah? dengan cara lain? jadi kamu mau melakukan dengan wanita lain?" ucap gadis itu yang sudah mulai meneteskan air matanya. Ia bahkab sudah menjauhkan tubuhnya dari Reno.


Salah lagi. Apa aku yang terlalu dewasa apa dia yang terlalu polos ya? Batin Reno bingung.


"Aku akan melakukan sendiri di kamar mandi sayang jadi kamu jangan takut bahwa aku selingkuh, karena itu tidak akan" ucap Reno sambil kembali menuntun isterinya yang tadi sempat mereka berhenti di depan pintu kamar.


Pria itu menuntun gadisnya menuju tempat tidur dan mereka rebahan di sana. Awalnya Novi membuat batas dengan Reno menggunakan bantal tapi pria itu malah menyingkirkan semua penghalang.


"Ka janji ya, tidak melakukan itu padaku" ucap Novi.


"Melakukan apa?" tanya Reno pura-pura bego.


"Itu ah ka Reno nyebelin." ucap Novi yang langsung berbalik membelakangi Reno dan mulai terpejam akhirnya beberapa menit kemudian Reno dapat memdengar nafas teratur sang kekasih.


Terima kasih sayang, Batin Reno sambil membetulkan posisi tidur sang kekasih lalu memeluknya dan ikut tertidur di samping isterinya.


Reno betul-betul menepati janjinya tidak akan melakukan hal yang belum saatnya dia lakukan pada kekasihnya. Sehinhga keduanya tidur hingga pagi menjelang.


Seperti janji Reno, hari ini ia membawa Novi menghadap kedua orang tua gadis itu dan meminta ijin untuk menikahi Novi.


Reno tahu bahwa gadisnya ini masih sangat labil tapi dari Mey ia belajar bahwa wanita akan dewasa seiringnya jalannya waktu jika dia sudah hamil dan melahirkan.


Reno sangat bersyukur dengan hadirnya Novi dalam hidupnya. Gadis kecil yang sederhana namun mampu menggetarkan seluruh jiwa dan raganya.


BERSAMBUNG