Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
159. Menyelamatkan Reno Terlebih Dahulu



Alfa samar-samar mendengar suara Reno yang kesakitan.


"Reno??" ucap Alfa panik setelah menemukan keberadaan Reno.


"Apa yang terjadi?" tanya Alfa mendesak Reno.


"S s elamat kan pa pa, ma ma dan adik ku" ucap Reno terbata-bata.


"Maksud kamu?" desak Alfa lagi.


"Me reka sudah di bawa pergi sebelum aku datang" jawabnya lemah.


"Mari, kamu harus kuat terlebih dahulu. Aku akan menelepon mama juga untuk membantu kita" jelas Alfa sambil membopong tubuh Reno ke arah mobil.


"Loh om Lenonya kenapa?" tanya Maggie yang berdiri di samping mobil sambil menepuk nyamuk-nyamuk yang berkeliaran di sekitar kakinya.


"Om Reno dihajar penjahat" jawab Alfa.


"Di hajal balik aja apa susahnya?" ucap Maggie santai membuat para anak buah opanya menganga. Gadis kecil itu tidak seperti anak kecil pada umumnya yang gemetaran jika ada di situasi seperti itu. Ia malah dengan santainya berkata tanpa merasa beban.


"Kaka, masuk mobil" perintah Alfa saat berhasil memasukan Reno ke tempat duduk belakang.


"Loh, telus penjahatnya ga di tangkap?" tanya Maggie yang belum mau masuk mobil.


"Sudah pada kabur kaka" ucap Alfa menahan kesabarannya.


"Ya dikajal aja" ucap gadis kecil itu santai membuat Alfa langsung menggendongnya masuk ke dalam mobil.


"Ahhh daddy nyebelin" teriak Maggie membuat Alfa frustrasi menghadapi puterinya.


"Bedi, kamu sama yang lain bawa mobilnya Reno ikut dari belakang" perintah Alfa pada sopir pribadi puterinya.


"Siap tuan" ucap Bedi.


"Kaka mau iku om Bedi aja" ucap Maggie karena jengkel dengan perbuatan daddy padanya tadi.


"Kaka, kamu mau om Reno mati karena kehabisan darah? tuh lihat om Reno hampir mati" ucap Alfa sambil duduk di kursi kemudi samping Maggie.


"Iya tuan muda Adipaty. Silahkan jalankan mobilnya" gerutu Maggie membuat Alfa dan Reno terkekeh mendengat julukan baru bagi daddynya.


Mobil Alfa dan Reno akhirnya beriringan membelah jalab kota menuju rumah sakit untuk mengobati luka Reno terlebih dahulu.


Tring tring tringgg


📱Halo ma,


📱Alfa, mama sudah kirim beberapa orang terbaik mama untuk membebaskan keluarga Sandro, dan mama jiga sudah menelepon mereka yang ada di sana untuk mulai bergerak.


📱Iya ma, terima kasih.


📱Omaaa kilim sama ole-ole apa buat kaka.


📱Tidak ada kiriman buat kaka, hanya ada tugas buat kaka.


📱Ihhh iya deh nyonya latu


📱Tetap menjaga keamanan uang perusahaan om Reno ya?


📱Yee ditlaktil dulu sama om Leno balu kaka lanjut ployeknya. Tendelnya belum masa udah kelja sih.


Ucapnya membuat Alfa dan Reno menatap gadis kecil itu penuh tanya. Sedangkan oma sudah memutuskan telepon karena bosan mendengar cucunya yang hanya membahas soal makanan yang gratisan, seolah dia terlahir dari keluarga yang sangat miskin.


"Apa yang kamu lakukan ka?" tanya Alfa penasaran.


"Ga" jawabnya singkat.


"Daddy tanya loh kaka" ucap Alfa yang merasa diuji dengan kata-kata puterinya.


"Kaka tahu tapi kita masih di jalan loh, nanti daddy malah ga fokus nyetil" ucapnya malas dan langsung memilih tidur dari pada merespon daddynya.


Alfa membawa Reno tiba di sebuah Rumah Sakit besar di kota itu untuk mengobati luka-lukanya. Walaupun tidak begitu paraj namun Reno cukup mendapat penganiayaan dari para penjahat itu.


"Bagaimana keadaaan orang tuaku?" tanya Reno setelah lukanya diobati.


"Aku mohon, jangam sampai terjadi sesuatu sama mereka apalagi adikku" ucap Reno sedih karena adiknya itu sangat manja dan pasti dia sangat menderita saat ini.


Reno akhirnya beristirahat sebentar karena pengaruh obat. Tanpa mereka sadari, gadis kecil itu juga sudah tertidur di sofa yang ada di ruang Reno dirawat.


"Kamu pasti mengantuk dan kecapaian kan sayang. Usia seperti inj seharusnya masih usia bermain tapi omamu sudah mengajarimu dengan keras karena hidupmu ke depannya pasti sangat keras. Tetap sehat dan ceria buat daddy sama mommy dan adik-adikmu ya? ya walaupun kadang kamu memang nyebelin dan selalu menantang daddy, tapi kamu kebanggaan daddy dan napas kehidupan daddy. Terima kasih sayang sudah ada dalam cerita hidup daddy." gumam Alfa panjang lebar sambil mengusap pucuk kepala puterinya dan diakhiri dengan satu kecupan sayang di kening gadis kecil itu.


Alfa memperbaiki tidur puterinya dan mengambil salah satu selimut di laci lemari yang ada di sana lalu menutupi tubuh puterinya.


Setelah menata tidur puterinya, Alfa keluar dari ruangan itu dan mendapati Bedi bersama yang lain ada di sana.


"Bedi, kamu dan yang lain cari tahu di mana orang tua Reno di sekap. Telepon Riko karena mungkin dia sudah tahu keberadaan mereka." perintah Alfa.


"Baik tuan" jawab Bedi yang langsung menjauh sedikit dan mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Riko sang anak kepercayaan oma Ratna.


Tring tring tring


📱Halo dad, kalian di mana? kenapa daddy sama kaka semuanya pada tidak ada? apa yang kalian lakukan sampai pergi tidak pamit?


📱Tanya satu-satu sayang. Aku masih ada, tidak diambil orang dan juga kaka.


📱Iya tapi kalian di mana mas?


📱Lagi di Rumah Sakit sayang.


📱Hah? siapa yang sakit? daddy atau kaka? tidak ada penyakit seriuskan dad?


📱Hei jangan panik, aku sama kaka tidak apa-apa. Yang sakit itu Reno.


📱Hah? ka Reno sakit apa? kenapa Novi tidak meneleponku.


📱Sayang, boleh panik tapi jangan paniknya kamu itu lebih terasa kepada suami orang ketimbang suami sendiri.


📱Cih, kebiasaan. Sudah aku mau telepon Novi buat marahin dia.


📱Jangan, Novi tidak tahu dan jangan biarkan dia tahu untuk saat ini karena keluarga Reno lagi dalam bahaya.


📱Kog bisa?


📱Iya, orang tua Reno dan adiknya sudah diculik dan sekarang Reno juga di hajar. Baik-baik sama si kembar ya? aku kabari lagi nanti.


📱Bagaimana dengan kaka?


📱Dia baik. Sekarang lagi tidur dan aku masih butuh penjelasan serta bantuannya.


📱Loh kenapa?


📱Panjang ceritanya. Oke aku matiin dulu ya sayang. nanti aku telepon lagi.


📱Iya mas. Hati-hati.


Sambungan telepon antara sepasang suami isteri itupun berakhir. Alfa kembali masuk ke dalam ruangan Reno di rawat dan Maggie tidur.


"Alfa, apakah sudah ada perkembangan soal pencarian keluargaku?" tanya Reno yang baru kembali sadar.


"Tidurlah, kamu harus istirahat sampai pagi supaya punya tenaga untuk menyelamatkan mereka oke?" ucap Alfa.


Malam itu mereka habiskan untuk berada di rumah sakit menemani Reno. Alfa tidur sambil memeluk puterinya karena ukuran sofa yang lumayan besar sehingga bisa muat tubuh mereka berdua.


"Akhh tidul aja kaya pikul beban" gerutu Maggie yang sudah sadar namun masih sulit membuka mata.


Pelahan-lahan matanya mulai yerbuka dengan sempurnah.


"Oh telnyata ini bebannya" gumamnya saat melihat tangan kekar daddynya yang masih pulas sambil memeluknya.


Tumben mereka akur, biasanya juga tidak seperti ini. Kayanya semalam mereka dijamah malaikat maut. Batin Reno sambil melihat keduanya.


Pria itu sudah bangun dari tadi namun melihat keakuran kedua manusia itu membuatnya tidak inhin melewatkan momen.


BERSAMBUNG