Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Salah Paham



Alfa yang kini berada di kantornya tengah berbincang dengan Rakyat selain untuk pekerjaan kantor, juga untuk persiapan pekerjaan Maggie.


"Roky, bagaimana perkembangan kantor kita?" tanya Alfa.


"Baik tuan. Semuanya berjalan dengan baik. Semenjak dunia bisnis tahu jika Adipaty-Group punya hubungan dengan Macquarie-Group, banyak perusahaan yang minta kerja sama namun aku menerima yang sesuai dengan kita butuhkan" jelas Roky.


"Bagus, kamu memang anak papa dan mama yang bekerja dengan hati" Alfa mengagumi cara kerja sepasang saudara kembar yang sudah menjadi saudara angkatnya itu. Mereka selalu ada kapan saja Alfa membutuhkan.


"Tapi kamu terlalu fokus dengan pekerjaan sampai lupa dengan urusan pribadi. Aku tidak mau ficap sebagai orang yang terlalu keras sampai tidak mengijinkan kamu untuk menikah" ucap Alfa.


"Kapan kamu menikah, kaka bahkan sudah mau menikah lalu kamu?" tanya Alfa serius.


"Aku tidak Terima alasan apapun. Di acara kaka nanti, kamu sudah harus membawa pasangan. Suruh asistenmu melakukan pekerjaan untuk sementara waktu dan kamu fokus mencari jodoh" tegas Alfa.


Tidak puterinya, tidak daddynya, sama-sama gampang omongnya. Gerutu Roky karena beberapa hari lalu pun Maggie sempat membahas soal pasangan hidup dari pria ini.


"Baiklah, aku akan pergi dan nanti aku akan mengabari kamu lagi jika Roberth sudah memberi informasi." ucap Alfa dan keluar dari ruangan dimana Roky tempati yakni yang dulu dia tempati.


"Aku jadi penasaran sama abang, apa yang terjadi di sana. Apakah dia sudah bertemu sama Ike apa belum ya?" gumam Alfa sambil menyetir mobilnya memutari keramaian kota itu.


"Oh sudah jam 12 rupanya, aku bahkan belum makan siang. Baiklah, aku mampir dulu cari makan" gumambya lagi.


Alfa akhirnya mencari tempat untuk makan siang karena waktu makan siang sebelum lewat.


...****************...


Di sekolah.


Ike kembali di panggil oleh kepala sekolah ke ruangannya atas perintah Daffa tentunya. Dan hal itu membuat Ike sangat kesal karena hari ini cukup sial baginya karena ulah Daffa.


"Pak, sebenarnya isu soal anak baru yang bertunangan itu tidak benar. Eunike adalah kekasihku dan kami belum bertunangan karena status kami masih pacaran" jelas Daffa kepada kepala sekolah setelah Ike ada di sana.


"Hah, jadi Eunike kekasih tuan muda? lalu berita pertunangan yang diumumkan oleh tuan muda Mike? " tanya kepala sekolah bukan apa-apa tapi karena ia beruntung tidak bertindak berlebihan sebelumnya kepada siswi tersebut. Jika tidak, mungkin kini dia sudah tidak tahu akan seperti apa hidupnya.


"Maaf Pak, Roberth Mike adalah sepupuku. Dia memang sudah bertunangan tapi karena tunangannya itu kaya jelangkung yang datang dan pergi gitu aja jadi aku yang dikira tunangan ka Roberth" jelas Ike santaibuat Dafa menarik nafas panjang karena rupanya gadisnya ini cukup berani menyebarkan fitnah untuk calon kakak iparnya sendiri.


Hanya ada dua gadis di dunia ini yang cukup berani. Saling sayang tapi juga saling menusuk dari belakang. Berani sekali kamu mengatai orang yang adiknya sangat dekat denganmu. batin Daffa sambil menatap Ike tajam namun yang ditatap malah asyik berbincang sama kepala sekolah.


"Oh begitu, baiklah tuan muda, nona Ike, untuk informasi ini biar kami bisa memperhatikan lebih lanjut kesalahan pahaman yang terjadi selama ini." jelas kepala sekolah.


Jam pulang sekolah sudah tiba dan kini siswa-siswi mulai berhamburan keluar dari kelas menuju ke gerbang sekolah.


"Baiklah, sudah jam pulang sekolah jadi sekalian kami mohon pamit." ucap Daffa.


"Terima kasih sudah berkunjung" balas kepala sekolah.


Daffa membawa Ike pergi dari ruang kepala sekolah menuju ke parkiran. Dan ternyata banyak mata yang memandang ke arah mereka termasuk Jackson dan juga komplotannya Lia.


Jackson menatap aneh ke arah Ike yang mudah sekali mendapat teman padahal sudah beberapa bulan ada di sekolah ini, ia bahkan tidak punya teman kecuali Jackson.


"Ike, apakah kakamu menjemputmu?" tanya Jackson berusaha menyangkal keberadaan Daffa di sana.


"Mmm nggak" jawab Ike.


"Kalau begitu aku antar pulang ya?" ajak Jackson.


"Dia pulang sama aku" ucap Daffa tegas dan penuh penekanan.


"Tidak bisa begitu pak, kamu orang baru dan jangan memanfaatkan kekuasaan untuk memanfaatkan gadis yang tak berdaya seperti Ike" ucap Jackson tidak Terima jika gadis itu harus pulang dengan Daffa yang dikenalnya sebagai pemilik sekolah ini.


"Aku sudah katakan, dia pulang bersamaku" ucap Daffa lagi yang sudah kelihatan aura dinginnya.


"Jika Ike tidak bermasalah, pasti pak tidak mengenalnya kan? Karena itu tidak perlu mangantarnya karena aku yang akan mengantarnya" ucap Jackson juga yang tidak mau mengalah juga.


Tanpa mereka sadari, sudah dikerumuni oleh siswa-siswi yang hendak pulang tadi.


Daffa menarik nafasnya dan menghrmbuskannya cukup kasar.


"Hei anak baru, apa sih yang sudah kamu lakukan sehingga dia pewaris raja bisnis bisa bertengkar gara-gara kamu?" ucap Lia yang merasa tidak suka. Baik Daffa, maupun Ike sama-sama menatap ke arah Lia.


"Jack, aku akan pulang diantar oleh dia. Dan Terima kasih karena sudah peduli sama aku" ucap Ike berusaha untuk menengahi kedua pria itu. Ike tahu siapa itu Daffa, jika dikompori pasti akan segera meledak. Ike juga sudah mulai mengenal Jackson walaupun belum lama ini tapi kedua laki-laki ini punya tipe yang sama. Sama-sama dingin dan tidak mengalah.


"Jadi kamu memilih jalan sama pria yang baru kamu kenal satu jam yang lalu? apa kamu yakin dia tidak punya niat buruk sama kamu?" ucap Jackson antara peduli dan tidak Terima.


"Dia baik dan aku percaya padanya" ucap Ike membuat Jackson semakin emosi karena rupanya gadis ini terlalu cepat berubah.


"Aku bingung sama kamu Ike, setelah kamu dikabarkan bertunangan dan kamu menyangkal itu semua, lalu sekarang ada cowok baru dan dengan mudahnya kamu menerima dia. Cih, aku bahkan tidak tahu cewek macam apa kamu!" ucap Jackson yang sudah emosi.


Deg


"Benar tu Jackson, sepertinya dia cewek nggak benar" kompor Lia.


"Tutup mulutmu" ucap Daffa sambil menatap Lia tajam.


"Dan kau, aku sudah berusaha sabar dan tidak ingin berurusan sama anak kecil sepertimu" ucap Daffa yang langsung menghadiahkan satu bogem di pipi Jackson.


"Abang...!" teriak Ike yang terkejut dan langsung melingkarkan kedua tangannya di perut Daffa dari arah belakang. Hal itu membuat siswa-siswi itu tercengang dengan aksi nekad gadis itu yang berani memeluk pria idaman banyak cewek.


"Kau boleh bicara apapun tapi jangan sekali-kali merendahkan gadisku" ancam Daffa.


"Cih gadismu? berapa harga yang dibayar sehingga cepat sekali dia nemplok sama kamu?" ucap Jackson membuat Daffa hendak kembali ingin melayangkan tangannya untuk memberi pelajaran lagi kepada Jackson.


"Abang!!! Please, cukup!" teriak Ike lagi smbil mengan Daffa.


"Kalau abang nggak mau pulang, aku telepon ka Maggie" ucap Ike mangancam.


"Jangan macan-macam Eunike?" ucap Daffa penuh penekanan.


Melihat keanehan yang yang terjadi, Lia sedikit penasaran dengan hubungan antara Daffa dan Ike. Tidak mungkin mereka baru saling kenal jika Ike bisa mengancam pria itu dengan menyebutkan nama orang lain.


Tiba-tiba seorang pria menerobos kerumunan itu dan langsung berdiri di antara Daffa dan Jackson.


"Apa yang terjadi?" tanya Alfa. ya pria itu adalah Alfa yang setelah makan siang dan pulang. saat melewati depan sekolah, ada kumpulan Siswa-siswi yang berkerumuanan entah apa yang mereka tonton, namun karena penasaran Alfa akhirnya membanting stir dan masuk ke lokasi sekolah.


"Om Alfa?" ucap Ike yang langsung memeluk Alfa sambil menangis.


"Kenapa, apa yang sebenarnya terjadi hmm?" ucap Alfa sambil mengusap pucuk kepala gadis manja itu.


"Abang jelaskan sama daddy, apa yang sebenarnya terjadi hah?" ucap Alfa tenang.


"Aku hanya memberinya pelajaran karena sudah berani berbicara buruk tentang Ike" ucap Daffa.


"Hah? Daddy?" bisikan punterjadi. Mereka semua sangat terkejut jika pria itu adalah daddy dari anak muda yang mereka kenal sebagai pemilik sekolah itu.


Dan apa? Ike bahkan mengenalnya dan sepertinya sangat dekat sehingga memanggilnya om.


"Oke baik. Nak, siapa namamu? sebaiknya kita kembali ke dalam untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Alfa memposisikan diri sebagai orang tua untuk semua. Daffa masih emosi karena omongan orang-orang yang merendahkan Ike tadi.


Alfa merangkul Jackson masuk kembali ke gedung sekolah dan diikuti oleh Daffa dan Ike.


setelah kepergian ke empat orang tadi, Siswa-siswi kembali heboh dengan pemandangan yang baru saja mereka lihat. Lia bahkan sudah ketakutan karena sempat ikut menjatuhkan Ike.


Alfa membawa mereka masuk dan ternyata guru-guru belum pulang dan juga kepala sekolah.


"Selamat datang tuan Alfa, apakah kami melakukan kesalahan?" ucap kepala sekolah mewakili para guru.


"Tidak, aku hanya ingin menyelesaikan masalah percintaan segi tiga dari anak-anak muda ini" ucap Alfa terkekeh dan hal itu membuat semuanya lega.


Setelah semuanya duduk, Alfa pun mulai angkat bicara.


"Kenapa ini sampai terjadi?" tanya Alfa yang menatap ke arah Ike dan Daffa.


"Tadinya aku mau pulang sama abang, tapi Jackson nggak mau karena dikira aku baru mengenal abang dan mau aja diantaranya" jelas Ike.


"Ya kalian salah lah, Jackson melakukan itu karena sebagai teman dia peduli sama kamu. Seharusnya kamu jelaskan sama dia kalau kamu sudah mengenal abang dari jaman kamuasih orok." ucap Alfa.


"Om...?" ucap Ike yang mode manjanya kumat lagi. Jackson sebenarnya malu karena dia sudah mengatakan yang tidak-tifak kepada Ike. Setelah melihat keakraban antara Ike dan Alfa membuatnya menyesal.


"Nak, Sebagai daddynya dia, om minta maaf ya? ini semua kesalahan pahaman. Sebenarnya Daffa sama Ike sudah bersama dari bayi. Ada sedikit kesalah pahaman dalam hubungan mereka sehingga Ike melarikan diri ke sini" jelas Alfa lagi.


"Om.. Ike nggak lari" ucap Ike bete dengan Alfa yang sejak tadi terus meledaknya.


Kalian mau kan saling memaafkan?" ucap Alfa lembut.


"Maaf, karena aku sudah salah menilai Ike. Ike, aku minta maaf. Pak Daffa aku juga minta maaf" ucap Jackson tulus.


"Iya aku juga minta maaf karena tidak sempat menjelaskan tapi langsung pakai kekerasan" ucap Daffa juga tulus.


"Ike kamu mau kan maafkan aku?" ucap Jackson.


"Iya aku maafkan dan aku juga maafkan. Kamu masih mau temanan sama aku kan?" ucap Ike dan diangguki oleh Jackson. Daffa memutar bola matanya malas karena ia sudah melarang Ike dekat dengan pria lain tapi sepertinya gadis ini lupa.


Merekapun akhirnya pulang setelah melurusakan kesalahan pahaman ini.


BERSAMBUNG