
Daffa mengantar pulang Ike ke mansion keluarga Papa Arjo. Mereka tiba tepat dengan Roberth dan Maggie yang akan berangkat. Tepat jam 19.00 Roberth dan Maggie diantarkan ke bandara.
"Hati-hati di sana ya sayang. Mama doakan setelah satu bulan ini kalian kembali dengan membawa kabar baik" pesan mama mertua kepada Maggie.
"Amin. Mama sama papa juga baik-baik di sini ya?" jawab Maggie sambil memeluk mama mertuanya.
"Ka Novi, om Reno, kaka berangkat lebih dulu ya?" pamit Maggie kepada sepasang suami isteri itu juga.
"Iya sayang. Hati-hati ya? ka Novi bahagia lihat kamu bahagia seperti sekarang" jawab Novi yang sudah berkaca-kaca dan suaranya yang ikut bergetar. Rasanya baru kemarin ia menjadi teman untuk gadis kecil ini mengungkapkan keluh kesahnya saat kedua orang tuanya pisah namun kini ia sudah menikah. Keduanya berpelukan saling memberi ketenangan.
"Abang, salam sama semua di mansion ya? kalau sempat kaka sama ka Roberth mampir di Australia. Kapan kamu balik bang?" tanya Maggie kepada adiknya setelah melepas pelukannya dari Novi.
"Iya ka, belum tahu juga tapi sepertinya aku sama ade pulang lebih dahulu soalnya aku tidak kuliah sudah satu minggu lebih" jawab abang.
"Kaka doakan yang terbaik untuk kalian berdua. Turunin dikit egonya dan saling percaya. Perjalanan cinta kalian masih panjang dan pasti akan ada badai yang lebih besar akan datang, apalagi kalian terpisah oleh negara" nasehat Maggie kepada adiknya agar jangan mempermainkan hati perempuan.
"Iya ka" Daffa yang notabenenya lebih takut sang kaka daripada kedua orang tuanya, hanya menjawab iya dan iya.
"Oke semuanya kemi pergi dulu, papa, Ike" ucap Maggie lagi kepada papa mertua dan adiknya Ike.
"Iya sayang" jawab papa Arjo
"Iya ka Maggie" jawab Ike
"Semuanya,, kami berangkat ya?" akhirnya Roberth pun ikut bersuara.
"Iya Jaga menantu papa baik-baik" ucap Arjo penuh penekanan.
"Aku juga pamit. Om, tante, semuanya" ucap Daffa.
"Langsung pulang atau?" tanya Reno kepada Daffa.
"Abang ikut ke bandara terlebih dahulu baru pulang ke mansion." jawab Daffa.
"Oke, Hati-hati dijalan" ucap Reno lagi dan Daffa pun bergegas menuju ke mobilnya dan menyusul kaka dan kaka iparnya.
"Iya" balas Daffa
Setelah kepergian mereka, Arjo dan isterinya serta ipar dan adiknya kembali duduk di ruangan itu.
"Aku bersyukur, Roberth bisa menikah baik-baik. Banyak anak muda yang berhasil dalam kariernya dan menjadi CEO tapi latar belakang cinta mereka sangat buruk. Sejak kecil Roberth hanya mengenal satu wanita sampai menikah" ucap Mamanya Roberth yang bangga karena puteranya tidak seperti kebanyakan orang di luar sana.
"Iya, masalah yang kita alami dengan opa sama oma sehingga membuat kita pindah ke Australia ternyata ada hikmahnya. Di sana Roberth bisa bertemu dengan Maggie" ucap Arjo yang turut senang.
"Kaka, anak yang baik dan periang. Ia sangat pandai menutupi masalah walaupun waktu itu dia masih sangat kecil. semua proses hidupnya membuat dia tumbuh jadi gadis yang kuat bahkan sangat kuat. Sampai dia dinobatkan menjadi ketua Mara Salvatrucha" ucap Novi yang terlalu serius sampai keceplosan. Roberth tahu soal Maggie tapi tidak dengan kedua orang tuanya. mereka hanya tahu kalau Maggie adalah Puteri dari keluarga Adipaty yang cukup disegani dan tahu soal turunan mafia namun soal jabatan Maggie mereka sama sekali tidak tahu.
"Sayang.." ucap Reno dengan suara lembut membuat sang isteri tersadar.
"Eh ma ma af" ucapnya terbatas karena gugup.
"Maksudnya?" tanya Arjo penasaran.
"Jo, aku harap kamu mau Terima kenyataan kalau menantumu adalah ketua mafia Marah Salvatrucha." jelas Reno karena sudah tidak bisa menutupinya lagi.
Suasana cukup sepi dan hanya mereka sekeluarga yang ada di ruang keluarga sedangkan para art sudah masuk ke kamar masing-masing.
"Iya Jo, itulah kenyataannya. Dia baru diangkat untuk menggantikan opanya beberapa bulan yang lalu saat dia tiba-tiba pergi dari sini" jelas Reno.
"Dan insiden malam itu di acara ulang tahun perusahaan, dia yang menolong Roberth dari tembakan itu dan dia pula yang sudah menangkap orang itu." lanjut Reno.
"Dan soal foto yang dikirim ke sini saat ia bertemu dengan pamanmu itu juga benar adanya. Jadi sekarang masalah keluargamu juga masalah dia"
Deg
Arjo tercekat. Menantunya sudah bertindak sejauh ini.
"Jangan tertipu dengan wajah polosnya karena sebenarnya dia adalah iblis berwujud manusia. Dia bisa menjadi buas jika keluarganya diusik. Dan kamu bersyukur karena mendapat menantu yang tepat walaupun kehidupannya ke depan akan sangat rumit." ucap Reno lagi. Kedua orang itu terdiam antara yakin dan tidak kalau itu adalah menantu mereka. Isteri dari putera mereka.
"Tapi satu yang aku minta. Jangan pernah bocorkan soal kedudukannya di dunia gelap., karena tidak semua orang mengetahuinya dan banyak pula kelompok dunia hitam yang sedang mencari tahu soal pengganti opa Gaston dan salah satunya adalah El Chalo yang kemarin menculik opanya.
" Lalu dimana pria itu sekarang?" tanya Arjo yang penasaran karena diantara pemimpin dunia gelap, belum ada yang mampu mengalahkann pria itu.
"Menantumu cukup licik, dalam waktu kurang dari satu malam, ia sudah memporak-porandakan seisi Mexico. Putera El ditangkap bahkan beberapa pesawat sampai ikut diledakan dan malam itupun ia langsung menumbangkan El Chapo dan sekarang ada di Markas yang di London" jelas Reno membuat keduanya merinding.
Sehebat apa Puteri Alfa? aku bahkan baru tahu saat ini. Aku hanya tahu kalau Alfalah yang iblis namun ternyata puterinya adalah raja iblis. Batin Arjo.
"Jangan heran ka, dia sudah menggunakan senjata api sejak usia 4 tahun, dan saat itu juga ia sudah menghabisi banyak nyawa" ucap Novi membuat sepasang suami isteri itu semakin kagum sekaligus ngeri dengan menantu mereka.
"Jangan sampai ada yang tahu soal ini" ucap Reno lagi penuh penekanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Daffa baru tiba di mansion tepat pukul 9 malam. Keluarganya pun belum pada tidur karena barusan mereka menelepon sepasang pengantin baru yang mengatakan kalau mereka sudah di bandara dan akan segera terbang.
"Malam semuanya" sapa Daffa kepada satu keluarganya.
"Rupanya jam terbangun semakin tinggi bang?" ucap Alfa.
"Keheboan apa lagi yang sudaah kamu buat di mansion Arjo?" tanya oma Ratna. Barusan wanita tua itu mendapat pesan dari anak buahnya jika cucunya itu mengirim satu mobil keluaran terbaru ke mansion Arjo.
"Heboh apanya?" ucap Daffa pura-pura tidak tahu.
"Abang belikan mobil untuk Ike kan? mau cari muka sama Reno ya kamu?" gerutu oma Ratna karena tindakan cucunya itu sungguh nora.
"Cih siapa juga yang mau belikan untuk om Reno? aku beli buat Ike karena mulai sekarang ka Roberth akan lebih sibuk sama keluarganya jadi tidak punya waktu buat antar jemput Ike di sekolah" gerutu Abang.
"Abang pikir setelah beli mobil lalu Ike bisa bawa sendiri?" tanya oma.
"Mana bisa dia bawaa sendiri? umurnya saja baru 16 tahun. Abang sudah siap sekalian sopir untuk antar jemput dia" ucap abang membuat para opa dan oma bangga dengannya.
"Sungguh gentle cucuku ini, walaupun sempat menyia-nyiakan tapi segera sadar" ucap opa Alberth memuji sayang cucu tanpa ia ketahui jika kata-katanya itu tertohok tepat di ulu hati puteranya yang merasa tersindir.
"Sebaiknya kita istirahat karena sudah larut. Tidak baik para orang tua tidur kemalaman" ucap Mey yang mengerti akan suasana yang tadi sempat berubah.
Merekapun Masing-masing masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
BERSAMBUNG