Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
51. Alfa Kritis



Hi para pembaca setiaku.


Maaf karena bebrapa hari ini Author pulang kampung dan baru pulang semalam. Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan


*****


Maggie melihat kepergian daddynya dengan mata berkaca-kaca. Gadis kecil itu masih mengatur nafasnya setelah menghabiskan dua orang sekaligus.


Jika ditanya, masa Maggie bisa menngunakan senjata tajam padahal usianya masih kecil. Ya selama ini Maggie dan Novi juga diajarkan ilmu bela diri secara dasarnya saja walaupun tidak sedetail yang dipelajari oleh mommynya, bahkan mereka diajarkan cara menembak, memanah dan beberapa senjata tajam lainnya karena itu Maggie secara reflex bisa mengoperasi pistol itu.


Gadis kecil itu sama sekali tidak merasa takut, pistol itu bahkan masih melekat di tangan kecilnya sampai ada suara dari arah depan ternyata Mey dan Reno.


Alfa yang diakhir kesadarannya tersenyum melihat mantan isterinya datang tepat waktu untuk menolong puteri mereka, sesaat kemudian hilanglah kesadaran itu dan semua terasa gelap gulita.


Roky Membawa tubuh tuan mudanya yang sudah tidak bergerak itu pergi, padahal sejak tadi sudah dipaksa untuk segera pergi namun pria itu tidak ingin meninggalkan puterinya ditempat seram seperti ini.


"Adeeee" seru Mey berlari menuju puterinya dan memeluknya erat. Air mata yang sejak tadi ditahan wanita itu akhirnya luruh juga.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" ucap Mey sambil memeriksa seluruh tubuh puterinya


"Siapa yang memberimu ini?" tanya Mey sambil berusaha mengambil pistol itu dari tangan puterinya tapi sama sekali tidak dilepasnya


"Daddy" jawabnya singkat


"Apa?? tidak mungkin nak, itu cuma halusinasi kamu saja, mana mungkin daddy mau datang" ucap Mey tidak percaya


Maggie kembali diam tanpa menjawab mommynya.


Mey tidak tahu apa yang merasuki puterinya hanya menurut dan menuntun puterinya keluar dari rumah itu.


Namun saat akan melangkah, Mey dengan jelas melihat salah satu karyawannya yang terkapar tak bernyawa dan seorang pria yang tak dikenalinya.


Hingga sesuatu kembali menarik perhatiannya saat Aldrich yang mulai bergerak karena baru sadar.


"Aldrich??" teriak Mey karena kaget


"Mey, maaf aku tidak bisa membawa pulang puterimu" ucap Aldrich pura-pura merasa bersalah.


"Tidak apa-apa yang penting kamu sudah menolongnya sampai mengorbankan diri sendiri seperti ini" ucap Mey merasa berhutang budi.


"Atu ditolong oleh daddy butan olang jahat itu mom" ucap Maggie tegas tapi tidak meyakinkan Mey sehingga Aldrich merasa di atas awan.


Aldrich berniat menatap Maggie dengan tatapan mengejek namun saat matanya bertatapan langsung dengan gadis kecil itu, dia langsung tertunduk dan ketakutan karena seolah ia berhadapan langsung dengan iblis kecil yang tengah menatapnya dengan tajam dan menusuk.


Mey hendak memapah Aldrich tapi kata-kata Maggie langsung menghentikan niatnya.


"Tenapa mommy lebih pelcaya cama olang jahat, tapi tida pelcaya cama ade?" ucap Maggie langsung melangkah pergi meninggalkan para orang tua itu termasuk Reno yang melongo melihat gadis kecil itu dengan santai melangkah pergi membawa pistol di tangannya.


(Apa maksud semua ini?) batin Mey bingung


Reno memapah Aldrich dan Mey memilih mengejar puterinya.


"Maafkan mommy sayang. Tapi kita harus berterima kasih pada om Aldrich yang sudah menolongmu nak" ucap Mey memberi pengertian pada puterinya.


"Mommy celalu anggap ade anak tecil tapi ade bicala yang benal mom" ucap anak kecil itu yang mulai emosi


Mey antara percaya dan tidak tapi memilih diam dan membawa puterinya masuk ke mobil dan melaju pergi meninggalkan Reno yang tengah mengurus Aldrich.


*****


Roky yang sejak tadi menancap gas dengan kecepatan tinggi karena tuan mudanya yang sudah diambang kematian, sehingga mendengar ponsel Alfa berdering di saku celananya pun Roky tidak peduli dan terus mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga sampai di salah satu Rumah Sakit dan langsung disambut para medis dengan brankar lalu membawa Alfa ke UGD.


Roky baru menyadari jika banyak panggilan juga yang masuk ke ponselnya ternyata telepon dari nyonya besar. Sehingga iapun kembali menghunginya.


"Halo nyonya, aku lagi di Rumah Sakit xxx"


"Apa yang terjadi?"


"Alfa terluka saat menolong nona kecil"


"Oke kami segera ke sana"


Ponsel dimatikan dan Roky kembali ke tempat semula dimana Alfa diperiksa.


"Keluarga pasien?" ucap dokter yang baru keluar dari ruang UGD


"Aku asistennya, orang tuanya dalam perjalanan dan akan tiba sebentar lagi" ucap Roky


"Pasien lagi kristis jadi akan di pindahkan ke ICU" ucap dokter


"Lakukan saja yang terbaik dokter" ucap Roky


Roky membiarkan dokter dan perawat untuk memindahkan Alfa ke ruang ICU sementara ia menghubungi anak buahnya untuk memantau keadaan Aldrich.


Tidak lama kemudian papa Alberth dan mama Ratna tiba.


"Bagaimana cucuku?" tanya mama Ratna pada asisten puteranya


"Dia baik" ucap Roky tidak habis pikir dengan nyonya besarnya yang baru saja datang dan yang ditanya bukan puteranya yang lagi kritis tapi malah cucunya yang ditanya


"Bagaimana Alfa?" tanya papa Alberth yang tidak sabaran tahu keadaan puteranya.


"Tuan muda lagi kritis dan baru saja dipindahkan dari ruang UGD ke ruang ICU" jawab Roky lemah dan menceritakan kejadiantadi dari awal hingga akhir.


Papa Alberth langsung syok mendengar kenyataan itu, mama Ratna malah mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan menelepon seseorang.


"Bagaimana keadaan cucuku? apa dia syok?"


"Bagaimana? Apa puteramu sudah menemukan dia?"


"Alfa sekarat di Rumah Sakit dan cucuku sudah di jemput oleh Mey"


"Alfa sekarat? apa yang terjadi?"


"Hal biasa yang sering dihadapi para pria. Selanjutnya tanya saja pada cucuku karena dia lebih tahu permasalahannya"


"Baiklah, dan terima kasih sudah membantu menemukan cucuku"


"Dia cucuku juga"


Ucap mama Ratna tidak terima sedangkan ayah Devid sudah mematikan teleponnya.


"Keluarga pasien?" ucap dokter yang baru saja keluar


"Aku papanya dok" ucap papa Alberth


"Pasien masih kritis tapi harus dioperasi untuk mengeluarkan gumpalan darah mati yang membeku di kepalanya" ucap dokter


"Lakukan saja yang terbaik dokter" ucap papa


Keadaan Alfa saat ini cukup mengkhawatirkan karena bahkan sampai saat ini pria itu belum sadarkan diri tapi harus segera dioperasi.


*S**emoga kamu baik-baik saja sayang. Mama akan membuat perhitungan sama orang yang telah membuatmu ada di tempat ini*. Dan tempatnya akan langsung ke liang lahat. batin mama Ratna


Operasi berjalan dengan baik namum Alfa malah koma, sehingga membuat mama Ratna mengambil tindakan untuk membawa puteranya kembali ke London.


"Papa, bawa aku pergi ke ruangan dokter yang tadi menangani Alfa" ucap mama


"Mama mau apa?" tanya papa


"Mama mau kita bawa Alfa kembali le London agar kita lebih leluasa untuk bergerak" ucap mama


"Baiklah, papa juga berpikir begitu" sambung papa


Kedua orang tua Alfa berjalan menuju ruangan dokter untuk membicarakan soal keinginan mereka yang akan membawa Alfa pergi, dan diiyakan oleh sang dokter karena berbagai paksaan dari kedua orang tua ini.


Siang ini Alfa sudah dibawa pergi oleh kedua orang tua dan asistennya karena itu saat ini mereka sudah mulai beres-beres.


*****


-Bersambung-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya!


Dukung penulis dengan memberikan Vote, like n comen sebanyaknya 🙏