Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
103. Ultah Maggie



"Semua siap dan lebih dahulu ke sana biar ayah yang membujuknya." putus ayah Devid


Akhirnya semua masing-masing masuk ke kamar untuk bersiap ke tempat acara dan sang opa masuk ke kamar cucunya.


Tok tok tok


"Sayang ini opa, buka pintunya ya?" seru opa Devid dari balik pintu kamar cucunya.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan menampilkan seorang gadis kecil yang sudah rapi dan cantik.


"Kaka?" ucap opa kaget dengan penampilan cucunya.


"Ssstt jangan banyak bicala opa" ucapnya sambil menarik tangan sang opa untuk masuk dan langsung mengunci pintu lagi.


"Kaka mau ke mana sudah rapi begini" tanya opa yang masih mencerna penampilan sang cucu.


"Ke acala ulang tahunlah" ucapnya santai.


"Jadi kaka tahu?" ucap opa.


"Tahulah" balasnya lagi.


"Tapi opa jangan bilang-bilang ya, ini lahasia kuta beldua. Ayo opa kita kabul duluan" ucapnya sambil membuka pintu dan mengendap-endap keluar. Sang opa hanya mengawasi tingkah cucunya yang luar biasa itu.


Opa Devid dan Maggie akhirnya lebih dulu sampai di tempat acara sebelum keluarganya sendiri.


gadis kecil itu duduk manis di kursi pincess yang sudah di sediakan khusus untuknya.


Maggie yang sejak dulu paling tidak bisa menahan diri jika ada makanan enak di depannya langsung mengambil buah strowbery yang ada di atas kue ulang tahunnya.


Untung tidak ada Novi maka tangannya selamat dari ketokan. Saat sedang menikmati kue ulang tahun yang ada di depannya, tiba-tiba lampu padam.


"Akhhh kenapa opa sama oma buat ulang tahun kaka di tempat begini sih? lampunya aja ta jelas" gerutu gadis kecil itu sambil terus menjilat jari-jarinya walaupun gelap.


Tiba-tiba lampu di nyalakan kembali oleh opa Devid dan yang terkejut bukan orang yang berbahagia tapi para orang tua.


Mereka terkejut melihat gadis kecil itu yang santai dengan keadaan padahal pagi tadi, mereka dibuat frustrasi gara-gara anak kecil itu yang ngambek.


"Kaka? anak mommy?" seru magge dengan senangnya karena anaknya tidak marah sampai berlarut-larut.



"Oke. Sekarang kaka ganti kostumnya dulu ya sayang?" ucap Mey pada putreinya.


"Tapi kaka sudah cantik mom?" jawabnya.


"No... temanya beda sayang" ucap Mey yang akhirnya dituruti sang puteri.


Gadis kecil itu sangat bahagia karena kali ini ulang tahunnya dirayakan dengan tema yang luar biasa. Sebenarnya itu semua masuk dalam kejutan tapi ternyata anaknya yang membuat mereka terkejut.


Kebahagiaan gadis kecil itu ditunjukan dengan berbagai gayanya.


"Daddy potlet kaka ya" serunya pada sang daddy yang akhirnya dituruti oleh pria itu.


"Oke sayang" jawab sang daddy.






"Jadi kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah hadir malam ini di acara cucu pertama kami" ucap opa menjeda ucapannya.


"Diacara ini kamu berharap yang terbaik dari Tuhan untuk anak dan cucu kami dan kami juga minta doa dari semuanya untuk turut mendukung tumbuh kembangnya. Jadi sebelum kita mulai ke acara selanjutnya, kita berdoa terlebih dahulu untuk cucu, anak Maggie Pradania Adipaty. Dan yang memimpin doa adalah daddynya sendiri" ucap opa Alberth panjang lebar.


"Lobelt!!!" seru Maggie merusak suasana ketika daddynya akan mulai berdoa. Gadis kecil itu melihat sahabatnya yang ternyata juga hadir membuatnya bahagia berlipat ganda.


"Maggie, namaku Roberth bukan Lobelth" ucap Pria kecil itu dengan gaya colnya.


"Yee ngelti aku kenapa sih?" ucapnya bermanja pada anak laki-laki kecil itu.


Ya aurel, kenapa puteriku genit begini? perasaan mommynya tidak.


"Sini, temani aku di sana" ucap gadis kecil itu sambil menarik Alberth ke atas panggung. Entah sejak kapan dia turun untuk menemui sahabatnya itu. Keduanya kembali ke tempat Maggie dengan bergandengan tangan, membuat semua orang tersenyum geli, apalagi kedua orang tua Roberth yang sejak tadi melongo karena anak laki-laki mereka terlihat keren seperti seorang pria dewasa yang yang memperlakukan gadisnya.


"Oke, sudah kan? kaka mau daddy doanya apa aja?" tanya Alfa pada puterinya.


"Mmm doain kaka, daddy, mommy, ade-ade, opa dan oma semua. Jangan lupa doain kaka sama Lobelth ya" ucapnya diakhir kalimat.


Oh anakku sudah minta doain jodohnya. luar biasa, daddymu ini dapat jodoh sudah kepala tiga loh nak. Batin Alfa tidak habis pikir.


Alfa akhirnya memimpin doa untuk acara syukuran ulang tahun anaknya. Setelah doa bersama, mereka melanjutkan dengan acara tiup lilin dan potong kuenya.


"Ayo kaka, buat permohonan dulu baru tiup lilinnya" ucap Mey yang sudah menyalahkan lilin di atas kue.


Gadis kecil itu mengatup kedua tangannya lalu tutup mata dan buat permohonan.


Beberapa detik kemudian ia membuka mata dan meniup lilin tersebut.


Masuk pada acara potong kue dan suap-suapan. Potongan kue pertama disuapkan ke dalam mulutnya sehingga membuat semua orang tertawa.


Potongan Kue ke dua diberikan pada Roberth, semua kembali tertawa meliha ekspresi daddynya yang membulatkan matanya.


Alfa baru menerima suapan keempat setelah Mey dan selanjutnya para opa dan omanya.


Bisa-bisa anakku menikah muda ni. batin Alfa kembali.


Acara malam ini akhirnya terus berlanjut hingga selesai. Semua undangan pulang, kecuali keluarga Alfa dan Mey yang memilih nginap di hotel karena tidak mau Mey kecapaian.


"Cape ya sayang" tanya Alfa saat mereka tiba di kamar.


"Iya mas, pegal semuanya" jawab Mey yang duduk sambil bersandar di atas tempat tidur.


Sang suami akhirnya berjongkok dan memberi pijatan-pijatan di kedua kaki isterinya. Tanpa sadar Mey akhirnya tertidur sambil bersandar di kepala tempat tidur.


Dengan penuh hati-hati Alfa membetulkan tidur isterinya dan menyelimutinya. Kemuadian ia juga menyusul dan berbaring di sampang Mey. Alfa mengecup kening serta perut isterinya dan itulah ritual setiap malam dan pagi bahkan siang.


"Terima kasih sayang, sudah melukiskan sejuta warna dalam hidupku" Alfa sangat bersyukur karena wanita hamil yang ada di sampingnya ini adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhan untuknya, wanita yang sangat dewasa walaupun usianya masih sangat muda, mereka terpaut usia cukup jauh bahkan belasan tahun tapi itu tidak membuat sang isterinya terlihat kekanak-kanakan. Terkadang Mey memang manja dan Alfa memaklumi hal itu dan ia juga senang jika isterinya bisa bermanja dengannya.


Kehidupan keluarga Alfa semakin hari semakin bahagia dengan hidup mereka yang terlihat sempurnah, mereka juga sangat antusias menanti kelahiran si kembar apa lagi Maggie dan ketiga opa dan omanya.


Alfa bahkan hanya kerja setengah hari karena ia tidak ingin meninggalkan isterinya terlalu lama karena takut terjadi sesuatu dengan tiba-tiba.


Dokter menganjurkan untuk operasi namu Mey bersi keras untuk melahirkan kedua buah hatinya dengan normal.


BERSAMBUNG