Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Indonesia



Satu minggu telah berlalu dan hari ini dengan berat hati opa Gaston melepaskan dua orang kesayangannya yang selalu membuatnya terhibur.


Kedua anak dan cucu kesayangannya akhirnya harus berangkat meninggalkan Kalifornia dan terbang ke Indonesia untuk menjalani misi para orang tua yang mereka sendiri juga belum tahu apakah itu. Tapi dengan patuh keduanya tetap melakukannya walaupun ada sedikit keraguan.


"Opa baik-baik ya? ingat makan dan jaga kesehatan" ucap Maggie dengan mata berkaca-kaca.


"Iya pa, tetap sehat ya? Rockzy akan meluangkan waktu datang mengunjungi papa jika hari libur" ucap Rockzy anak angkat opa Gaston.


"Iya, opa tahu kalian sangat menyayangi opa tapi kalian juga harus menjaga diri kalian dan ingat! opa tidak dengar kalian membuat onar apalagi sampai identitas kalian terkuak" ucap opa tegas walaupun ada nada gelisahnya karena ia bahkan sudah merindukan mereka sebelum mereka pergi dari hadapannya.


"Iya sampai jumpa opa, kaka sayang opa" ucap Maggie sambil mencium kedua pipi opanya dan langsung pergi dari sana tanpa berbalik. Gadis itu bahkan sudah meneteskan air mata, mengingat sang opa yang dengan sabar meneladani sifat kekanak-kanakannya selama dari usia 12 hingga 18 tahun.


Banyak hal yang dia dapatkan dari sang opa, walaupun opa sangat memanjakannya tapi mereka akan sangat serius saat sedang berlatih.


Maggie dan Rockzy akhirnya hilang dari pandangan opa Gaston, pria tua itu pun pergi meninggalkan bandara dengan hati yang sedih karena setelah bertahun-tahun bersama akhirnya sekarang ia harus sendiri hanya ditemani anak buahnya saja.


(Semoga anak dan cucuku baik-baik saja. Hidup kalian akan semakin keras, tapi opa yakin kamu gadis yang luar biasa) batin opa sebelum masuk ke dalam mobil yang dikemudi oleh anak buahnya.


.


.


"Me' apa kamu bisa menahan rindu untuk tidak bertemu keluargamu dulu?" tanya Rockzy saat mereka masih berada di ruang tunggu.


"Apakah aku punya hak untuk protes pada opa?" tanya balik Maggie membuat lawan bicaranya bungkam. Setelah bertahun-tahun tinggal dengan opa Gaston, Rockzy mengenal betul siapa itu tuan Gaston walaupun dari sisi lemah lembutnya pria tua itu lebih lembut dari mama Ratna. Tapi jika sudah menyangkut keselamatan keluarganya maka dia orang yang bisa dijuluki sebagai iblis. Pria tua itu juga tidak ingin dibantah oleh siapa saja termasuk Maggie cucu kesayangannya.


*****


Seminggu kemudian, Maggie baru mulai masuk kuliah. Namun tidak dengan Rockzy yang langsung masuk kuliah setelah dua hari ada di Indonesia.


Jika ditanya, mengapa sangat mudah mereka masuk kuliah? ya itu semua karena cara kerja anak buah mama Ratna sehingga walaupun terlambat pendaftaran tapi bisa dengan mudahnya mereka masuk kuliah kampus tersebut.


"Halo semuanya" sapa bu dosen yang baru melangkah masuk ke ruangan kuliah jurusan Manajemen Bisnis.


"Hai" jawab semua serentak.


"Hari ini kita kedatangan mahasiswi baru" ucap bu dosen


"Silahkan masuk" ucap bu dosen sekali lagi sambil mempersilahkan seorang gadis yang masih berdiri di balik pintu masuk kelas.


Gadis cantik dengan postur tubuh mungil itu melangkah masuk dengan anggun walaupun penampilannya biasa saja tapi kelihatan mewah dengan pakaian sederhana yang melekat ditubuh kecilnya yang berkelas itu.


Gadis itu tersenyum ke semua mahasiswa yang ada di dalam ruangan itu tanpa terkecuali. Matanya bertemu dengan seorang mahasiswa yang duduk di bagian paling belakang namun keduanya seolah tidak saling mengenal satu dengan yang lain.


"Silahkan memperkenalkan namanya" ucap bu dosen kepada gadis tersebut.


"Selamat pagi semuanya, perkenalkan namaku Maggie Asrian. Panggilnya Maggie. Saya berasal dari Kalifornia dan senang berjumpa dengan kalian semua" ucapnya dengan tersenyum ramah. Ya gadis itu adalah Maggie yang telah mengubah identitasnya walaupun nama pertamanya tetap memakai nama aslinya karena setidaknya orang mengenalnya sebagai cucu atau puteri Adipaty


"Salam kenal Maggie cantik"


"Selamat datang isteri masa depanku"


"Selamat bergabung cantik"


Masih banyak lagi kata-kata yang dilontarkan oleh pria-pria yang ada di dalam kelas itu, namun tidak ditanggapi oleh Maggie. Banyak pula gadis-gadis yang mulai timbul perasaan benci kepada Maggie karena hampir semua pria populer dikelas itu langsung beralih perhatian kepada Maggie walaupun ia terlihat sangat sederhana namun kecantikannya tidak bisa dipungkiri.


"Silahkan duduk di kursi yang masih kosong" perintah bu dosen dan Maggie pun langsung menuju ke tempat tersebut.


"Silahkan" jawab gadis itu singkat.


"Siapa nama kamu?" tanya Maggie lagi.


"Aku Maria, panggil saja Ria" jawab gadi pemilik Maria itu dengan senyum ramah ke arah Magggie, yang hanya dibalas dengan anggukan karena bu dosen sudah memulai pelajarannya.


Jam pelajaran berjalan dengan baik namun sebagian besar mahasiswa-mahasiswi yang tidak foku pada pelajaran, beberapa cowok yang sibuk melihat ke arah Maggie dengan senyum-senyum tidak jelas sehingga membuat beberapa cewek yang ngefans sama mereka ikut menatap Maggie dengan tatapan benci.


.


.


Jam pelajaran pun berakhir dan semua mahasiswa dan mahasiswi mulai berhambur keluar kecuali Sela dan tiga orang temannya.


"Heh gadis kampung, jangan sok cantik ya?" ucap Sela sambil membanting tas Maggie yang masih tersimpan di atas meja.


"Lihat saja penampilannya kaya begitu" tambah Vira teman Sela yang berambut pendek.


"Maaf ya? teman-teman ada masalah apa sama aku?" ucap Maggie dengan santai.


"Ehh kamu jangan pura-pura bego ya gadis miskin, jelas-jelas tadi kau menarik perhatian para cowok di kelas ini kan?" jawab Sela dengan suara mulai meninggi.


"Oh itu, tapi akunya nggak tahu soal itu. Matahari aja boleh dilihat padahal silau apalagi aku yang kalian bilang sederhana" jawabnya santai membuat keempat gadis itu semakin emosi.


"Lihat tu Sel, ni gadis baru masuk aja udah ngelunjak" ucap Mira seorang teman Sela lagi yang bertubuh sedikit gemuk.


"Jangan macam-macam jika mau bertahan kuliah di kampus ini" ancam Sela dengan nada penuh penekanan.


"Ya berthanlah, orang akunya mau dapat ijazah gimana sih?" ucap Maggie yang malah dianggap tidak serius.


"Oh berani nantang aku ya? lihat aja nanti" ucap Sela geram karena ternyata gadis yang bernama Maggie itu tidak bisa ditaklukkan jika hanya dengan kata-kata.


Sela, Vira, Mira dan Adel melangkah keluar dari ruagan itu dengan emosi yang memuncak.


"Ayo Ria, kita ke kantin" ajak Maggie.


"Kamu pergi aja Maggie, aku bawa bekal ko?" ucap Ria menolak dengan halus padahal ia tidak membawa apa-apa.


"Lah masa kamu biarin aku sendiri di kantin sih? kalau ada orang jahat gimana" ucap Maggie dengan jurus manjanya.


"Serius Me' kamu pergi aja" ucap Ria lagi berusaha menolak.


"Oke deh kalau begitu kamu bagi ya bekalnya sama aku?" ucap Maggie membuat Ria panik karena terlanjur berbohong kepada gadis yang ada di depannya itu.


"Jangan begitu Me' bekalku tidak pakai lauk" ucapnya lagi berusaha agar Maggie tidak memaksanya. Dari gerak-geriknya membuat Maggie menangkap sesuatu yang aneh karena sejak tadi melihat tasnya yang kempes dan kemungkinan hanya mengisi buku-buku saja.


"Apa kamu mau jadi temanku?" tanya Maggie serius dan tidak manja seperti tadi lagi.


"Iya, kita beisa berteman" jawab Ria.


"Aku harap kamu tidak menutupi apapun dari aku, karena seiring berjalannya waktu kamu juga akan menjadi sahabatku" ucap Maggie penuh penekanan.


BERSAMBUNG