Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
67. Merasa Bersalah



Kedua insan yang tengah berpelukan itu dikejutkan dengan bunyi ponsel Mey. Alfa akhirnya melepaskan pelukannya dan membiarkan wanita itu mengangkat telepon yang entah dari siapa.


📹Halo, ada apa? (Mey)


📹Apa kamu ada waktu? aku ingin mengajak kamu makan siang.


Alfa menatap Mey dengan tatapan seolah bertanya, siapa yang menelepon?


Mey hanya menjawab dengan bibir yang bergerak namun tanpa suara. Alfa yang tahu siapa maksud Mey langsung naik pitam dan mengambil alih ponsel Mey.


📹Jika kamu ingin makan siang, datanglah ke mansion Smith kebetulan kami sekeluarga belum makan siang.


Telepon langsung di matikan sepihak oleh si penelepon.


"Apa kamu masih berhubungan dengan pria itu?" tanya Alfa penuh selidik


"Tidak. Aku juga bingung, kenapa sekian lama tiba-tiba ia datang dengan alasan makan siang" ucap Mey tidak mau Alfa salah paham.


Alfa yang bisa menebak jika pria itu punya niat buruk terhadap Mey menjadi gelisah.


Sudah lima bulan mereka menghilang dan sekarang baru mereka mau melancarkan aksi mereka. batin Alfa


"Daddy" ucap Maggie dalam tidurnya. Alfa melangkah mendekat ke arah tempat tidur dan melihat ternyata gadis kecil itu masih pulas.


Dalam tidur saja kamu terus memanggilku. Apakah dulu juga kamu seperti ini? Alfa kembali membatin.


"Apakah dia sering seperti ini" tanya Alfa penasaran.


"Iya. Sejak dulu dia selalu seperti ini jika tidur apalagi kalau lagi sakit" jawab Mey apa adanya.


Deg


Alfa kembali mengingat kebejatannya saat Mey memintanya untuk datang le Rumah sakit sebelum mereka pergi dari rumah.


Alfa tidak lagi bertanya, pria itu melangkah masuk ke kamar mandi tanpa pamit. Di sanalah pria itu menumpahkan penyesalannya.


"Maafkan daddy, maaf membuat kamu menderita selama ini. Aku memang pria brengsek yang tidak pantas di sebut daddy. Maaf." gumam pria itu sambil meneteskan air mata di dalam sana.


Hampir setengah jam, pria itu berdiam diri sampai pelayan datang memanggil mereka untuk turun makan karena ayah Devid dan yang lainnya sudah menunggu.


"Mas, mas... kamu buat apa di dalam sana? ayah sudah menunggu di meja makan." seru Mey dari depan pintu kamar mandi.


"Kamu turun lebih dulu, perutku sakit." ucap Alfa agar Mey tidak curiga jika ia tengah menangis di dalam kamar mandi.


"Oke. Nanti turun ya" ucap Mey lalu melangkah keluar dari kamarnya.


Alfa yang masih betah di dalam kamar mandi, sedang merenungkan dosa-dosanya yang sudah mengecewakan hati seodang gadis kecil yang bahkan kembali menerimanya tanpa mrningat perbuatan jahatnya dulu.


Pria itu melangkah keluar dan mendapati puterinya masih damai dalam tidurnya sambil memeluk boneka pemberian oma Ratna saat ia berulang tahun yang ke 4.


"Maafkan daddy sayang. Kamu malaikat kecil yang sudah daddy kecewakan berulang-ulang. Tetap sehat ya? jadi anak yang baik buat daddy sama mommy. Daddy janji akan membuat hidupmu sempurnah." ucap Alfa sambil berjongkok dan mengusap kepala puterinya sekaligus mengecup kening gadis kecil itu.


Dari balik pintu, Mey mengintip setiap gerak-gerik mantan suaminya itu. Ya, Mey yang turun dan bergabung bersama yang lain di meja makan sambil menunggu Alfa yang tak kunjung turun, berniat kembali ke kamar untuk memanggil pria itu lagi atas perintah ayah namun yang ia dapati di sana, pria itu tengah berjongkok tepat di samping puterinya berbaring sambil berbicara dan sesekali menghapus air matanya.


Mey kembali turun dan tidak jadi memanggil Alfa.


Terima kasih mas, sudah mau menerima puterimu seutuhnya. Batin Mey sambil terus melangkah turun menuju meja makan.


"Sepertinya ade tidak ingin melepasnya ayah" bohong Mey.


"Kalau begitu kamu bawa makannya ke kamar, kasihan dia belum makan sejak pagi" ucap ayah penuh perhatian.


"Iya ayah, setelah makan nanti aku bawakan makannya" balas Mey.


Mereka akhirnya makan dengan diam seperti biasanya, beberapa saat kemudian Alfa melangkah menuruni tangga menuju meja makan.


"Apakah si kecil itu sudah mau melepasmu?" ucap ayah membuat Alfa sedikit bingung tapi akhirnya mengiyakan ucapan ayah Devid.


"Om, setelah makan aku kembalu ke hotel, nanti aku datang lagi esok." ucap Alfa. Dia memang selalu datang tapi tidak pernah tidur di mansion itu karena tidak mau ada gosip miring tentang Mey dan puterinya.


"Kalau ade bangun lalu mencarimu, bagaman?" tanya ayah


"Aku akan menunggu samapai dia bangun agar aku bisa pamit baik-baik" ucap Alfa yang baru sadar. Takut anaknya itu kecewa lagi.


Mey dengan telaten melayani pria itu. Walaupun status mereka masih gantung tapi Mey memang sudah membiasakan diri untuk melayani Alfa setiap kali pria itu berkunjung.


******


"Kurang ajar. Ternyata si brengsek itu sudah satu langkah di depanku, aku harus cepat bertindak sekarang" ucap Aldrich geram, sambil meninju senua barang yang ada di depanku.


Nasya yang baru datang dan bergabung di ruangan itu atas penggilan Pria itu tadi langsung dibuat heran dengan tingkah Aldrich yang berubah dalam sekejap seperti binatang buas yang kelaparan.


Pria itu langsung berdiri dan menjatuhkan wanita itu di sofa dan tanpa ampun ia melancarkan aksinya. Untung ruang itu cukup privasi sehingga tidak ada yang masuk ke sana.


Dengan kasar Aldrich menyetubuhi Nasya untuk melampiaskan amarahnya. Dengan kasar ia memporak-porandakan wanita yang tengah meringis kesakitan bercampur nikmat di bawahnya itu. Aldrich juga terus menyebut nama Mey disetiap gerakan pinggulnya itu, membuat Nasya tidak suka.


"Ahh, Al pe lan se di kit" ucap Nasya yang mulai kesusahan mengimbangi permainan pria itu.


Tanpa menghiraukan keluhan wanita itu, ia semakin menggila saat akan mencapai puncaknya, hingga wanita itu pingsan sebelum pria itu menyelesaikan ritualnya.


Adrich baru sadar jika wanita itu sudah tak sadarkan diri saat ia sudah mencapai puncak kenikmatannya.


"Ahh payah wanita ini, belun apa-apa sudah pingsan" gumam Aldric.


*******


"Ade,, daddy ada kerjaan sedikit jadi daddy tinggal dulu ya?" ucap Alfa yang tengah memangku puterinya yang baru bangun tidur.


"Tidak lama kan daddy" ucapnya memastikan.


"Esok pagi daddy sudah di sini lagi" jelas Alfa.


"Kenapa sampai besok? daddykan sudah janji mau tidul sama ade satu malam" ucapnya mengingat janji daddynya.


"Tapi belum sekarang sayang. Daddy harus selesaikan tugas dulu biar saat tidur sama ade tidak di ganggu orang karena pekerjaan kan?" ucap Alfa mengelabui.


"Oke deh. Daddy halus cepat selesaikan kerjanya ya?" ucap Maggie


"Iya sayang. Ade sama mommy dulu ya tunggu daddy kerja" ucap Alfa sambil mengecup pucuk kepala puterinya dan Maggie juga yang kembali memberi dua kecupan di pipi kiri dan kanan daddynya.


*****


-Bersambung-