Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
116. Pengganti Pemimpin Mara Salvatruca



Alfa akhirnya pulang ke rumah bersama sang mama dan anaknya sedangkan Reno kembali ke kantor. Ketiga orang itu kembali ke rumah dengan banyak tanda tanya yang ada di kepala Alfa. Pria itu heran karena mamanya datang tanpa kasih tahu dan entah untuk apa tidak diberitahukan.


Setibanya di Mansion Smith, ternyata semua orang sedang panik, apa lagi Mey yang melihat puterinya digendong oleh Alfa karena gadis kecil itu tertidur saat dalam perjalanan tadi.


"Dapa dimana anaknya mas?" tanya Mey pada sang suami


"Mama juga baru datang?" lanjut Mey saat melihat mertuanya yang berjalan di belakang Alfa sambil menenteng tas dan sepatu sekolahnya Maggie.


"Anaknya diculik oma" jawab Alfa memberi tahukan.


"Hah? jadi kaka sama oma tadi?" tanya Mey.


"Tanya sama suami kamu tu, antar anak malah ditinggal di depan gerbang dan main pergi begitu saja" gerutu mama Ratna yang sebenarnya mencari aman.


"Untung mama lewat sana jadi langsung bawa kaka pergi dan tidak masuk kelas alias bolos" ucap mama menjelaskan.


"Bukannya tadi bu guru katakan kalau Maggie diijin sama omanya?" tanya Alfa mulai curiga.


"Begitu ya? kog mama lupa sih, baiklah kalau mama sempat ijin" ucap mama dengan tampang bego.


"Rada-rada pikun, akui saja ma kalau sudah tua" cibir Alfa sambil meletakan puterinya di atas sofa.


"Tuh lihat tuh, anak tidur bukannya dibawa ke kamar malah ditidurin di sofa" ucap mama dengan suara lantang membuat Maggie terganggu.


"Blisik," serunya dengan mata yang masih tertutup.


"Al, sepertinya anakmu mabok makanan deh" ujar mama


"Yang kasih makan juga mama kan?" tanya bali Alfa membuat mama Ratna jelous dan melangkah pergi begitu saja. Wanita paruh baya itu melangkah ke kamar tamu dengan bersungut-sungut.


"Nak, bagaimana ceritanya mamamu sampai tidak kasih tahu kalau mau datang" tanya opa yang sejak tadi merasa heran namun melihat perdebatan anak mama itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"Alfa juga tidak tahu ayah, tadi mama sama Maggie di restoran dan di sana juga ada Reno" ucap Alfa


"Bukannya Reno hari ini ada pertemuan di perusahaan milik orang tua kandungnya ya?" ucap Mey ikut nimbrung


"Apa yang sudah dilakukan Ratna dan Maggie, jangan bilang mereka lagi merayakan kemenangan mereka karena sesuatu" ucap ayah.


"Bisa jadi ayah, soalnya tadi sebelum pulang kaka sempat bicara kalau baru oma yang mentraktirnya jadi Reno masih ngutang traktiran sama dia." jelas Alfa.


"Benar-benar licik" gumam Ayah mengingat watak besannya itu.


"Sepertinya mamamu sudah mulai menyiapkan pengganti untuk menggantika geng Mara Salvatruca" ucap ayah.


"Maksud ayah, Maggie?" tanya Alfa terkejut.


"Bisa jadi" jawab ayah santai.


"Kenapa tidak tunggu Daffa atau Daffi saja sih ayah? mereka kan laki-laki" ucap Mey sedikit takut jika anak perempuannya yang akan menjadi penerus dunia hitam sang oma.


"Kaka itu beda nak, walaupun dia perempuan tapi dia punya naluri yang kuat. Kamu ingat? saat dia baru berusia empat tahun namun ia sudah melenyapkan banyak nyawa. Yang pertama saat daddynya dalam bahaya dan yang kedua saat kita dalam bahanya. Itulah nampak jiwa mafianya kaka" jelas ayah membuat Mey jadi syok.


"Aku tidak mau puteriku kenapa-kenapa ayah" ucap Mey dengan air mata yang sudah mulai menetes. Alfa hanya menyimak dan memilih mendiamkan sang isteri dengan cara merengkuhnya,


"Aku akan membicarakan ini dengan mama dan papa serta paman yang ada di markas utama nanti" ucap Alfa.


"Ikuti saja alurnya, jika itu hanya hobinya sesaat maka saat dewasa nanti ia akan memilih jalan lain. Tapi jika itu memang takdir hidupnya maka apa mau dikata" ucap ayah sambil menatap cucunya yang anteng tidur dengan pakaian sekolahnya itu.


*******


"Nak, ayah nak" ucap ibu Nur dengan suara yang tercekat seperti orang menangis melalui telepon


"Ayah kenapa bunda?" tanya Novi panik, takut terjadi sesuatu pada ayahnya.


"Ayah masuk rumah sakit dan belum sadarkan diri" jelas bunda dengan sesugukan.


"Ayah sakit apa sampai begitu bun?" tanya Novi yang sudah ikut menangis.


"Ayah jatuh di kamar mandi sayang" jawab bunfa.


"Baiklah bunda, Novi akan pulang sekarang" ucapnya semakin panik.


Sambungan telepon akhirnya putus dan Novi langsung bersiap-siap untuk pulang ke tanah airnya.


"Kamu mau kemana beb?" tanya Deli saat melihat sahabatnya yang menaruh pakaiannya ke dalam koper.


"Aku harus pulang beb, ayahku lagi kritis di rumah sakit" ucapnya dengan suara bergetar.


"Hah? kog bisa?" ucapnya kaget. Deli sudah menganggap ayah Novi seperti orang tuanya sendiri. sejak masih sekolah, mereka keluar masuk rumah Novi jadi dia kenal baik dengan ayah dari sahabatnya itu.


"Oke, kamu hati-hati ya, mari aku antar kamu ke depan" ujar Deli sambil menyeret koper sahabatnya.


Sebelum mereka keluar dari rumah itu, Novi sempatkan diri untuk pamit pada sang majikan. Tuan rumah itu juga sempat berpesan jika ayahnya Novi sudah sembuh, ia boleh kembali lagi untuk bekerja di sana. Nivi hanya mengiyakan karena ia juga tidak tahu apakah ia akan kembali atau tidak.


Novi akhirnyapergi meninggalkan rumah itu dan sahabatnya. Sepanjng perjalanan menuju Bandara, ia terus menangis mengungat sang ayah.


"Tuan, nona Novi sudah sudah pergi adari rumah majikannya dengan menangis" ucap seorang pria suruhan.


"Apa yang terjadi? apa dia diusir karena melakukan kealahan?" tanya Reno dibalik telepon.


"Sepertinya tidak tuan. Kemungkinan ada masalah dikeluarganya" jelas pria tadi.


"Oke" ucap Reno yang langsung memutuskan teleponnya.


******


Reno kembali mencari tahu tentang apa yang terjadi dalam keluarga gadis pujaannya. Setelah beberapa jam akhirnya Reno tahu jika ayah dari kekasihnya lagi sekarat di rumah sakit.


Reno akhirnya harus menahan niatnya untuk datang ke Indonesia karena sudah terlanjur melangkah untuk menjalankan misinya yang sudah sekian tahun ia pendam.


(Aku akan memantau dari sini saja, dan aku harus betul-betul menghindarinya untuk sementara waktu agar dia juga bebas dari bahaya) Batin Reno.


Setelah berperang dengan pikirannya yang bercabang karena banyak masalah yang dihadapinya, terakhir Reno memutuskan untuk pulang ke apartemennya padahal hari masih jam 4 sore.


Pria itu betul-betul terkuras habis tenaganya, baru akan memulai untuk menuntaskan satu masalah, kini sudah datang lagi masalah baru.


(Hambatan dan tantangan menjelang hari bahagia) batin Reno terkekeh mengingat banyak sahabatnya yang sering mengatakan jika menjelang hari-hari pernikahan, akan ada banyak sekali masalah dan hambatan untuk menguji kekuatan cinta mereka.


*


*


BERSAMBUNG