Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
47. Mimpi



Alfa mulai bersiap-siap saat hari mulai cerah, namun perasaannya tidak tenang karena mimpinya semalam. Firasat buruk tentang dirinya dan gadis kecilnya dalam mimpi itu terus mengganggu ketenangannya.


Roky yang sudah siap datang menjemput tuan mudanya untuk segera berangkat ke bandara.


Tok tok tok


"Masuk" ucap Alfa dari dalam


Roky masuk dan membawa koper tuan mudanya keluar lebih dahulu sementara Alfa masih mempersiapkan segala seuatu untum berkaga-jaga jika mimpinya jadi kenyataan.


Alfa keluar dari kamarnya dan menuruni tangga mendapati Roky di ruang keluarga.


"Bi Ani, jaga rumah baik-baik ya! aku pergi hanya untuk beberapa hari" ucap Alfa saat bertemu dengan Bi Ani di ruangan itu. wanita paruh baya yang akhir-akhir ini jarang berkomunikasi dengan tuan mudanya hanya menganggung dan berlalu pergi.


Alfa sama sekali tidak mempermasalahkan itu semua. Ia memilih pergi bersama asistennya.


Alfa sempat-sempatnya menoleh ke belakang melihat bangunan besar yang telah menjadi tempat berteduh sejak kecil dan tempat dimana ia menyakiti hati seorang wanita dan seorang gadis kecil.


Mobil yang dibawa sopir itu membawanya dan asistennya menuju bandara. Walaupun punya jet pribadi tapi Alfa jarang menggunakannya kecuali dalam keadaan mendesak. Jadi jet itu lebih banyak dipakai orang tuanya.


Keluar dari mobil, keduanya masing-masing menarik koper menuju ruang tunggu. Goncangan dalam diri Alfa semakin kuat sehingga tanpa sadar ia meneteskan air matanya tapi ia berusaha menyembunyikan dari asistennya.


Beberapa waktu kemudian merwka akhirnya sudah berada di atas pesawat yang akan membawa mereka pergi ke Australian. Perjalanan mereka cukup menyenangkan hingga tiba di negara itu dengan selamat.


Saat turun dari pesawat dan menginjakan kaki di tanah, Alfa lansung bersyukur karena kegelisahan sepenjang penerbangan bisa redah.


"Kita langsung ke hotel atau kemana dulu tuan?" tanya Roky


"Langsung ke sana saja, nantj kita pesan makan saja" ucap Alfa


"Baik tuan" ucap Roky sambil membiarkan koper mereka dibawa oleh pengawal yang ada di sana ke mobil.


Sepanjang perjalanan menuju hotel Alfa hanya diam menikmati gedung-gedung tinggi sepanjang perjalanan, hingga tiba di parkiran hotel mewah tersebut.


Tanpa mengeluarkan suara juga Alfa melangkah masuk mengikuti Roky yang sudah membawa kopernya berjalan mendahuluinya.


"Aku akan istirahat sebentar, kamu cari makan dahulu" ucap Alfa kepada asistennua sebelum menutup pintu kamarnya.


"Akhhh cukup melelahkan" gumam Alfa sambil membuang dirinya di atas tempat tidur tanpa membuka sepatunya.


Alfa tertidur dengan posisi yang dalam keadaan kakinya bergantung. Dalam tidurnya ia kembali bermimpi yang sama, ada seorang gadis kecil yang berteriak minta tolong padanya namun saat berusaha untuk menolong ia kembali terkejut dan sadar dari tidurnya.


Alfa langsung duduk dan menyapu keringat di dahinya, ternyata hari sudah malam. Alfa Menuju kamar mandi lalu membersihkan diri dan memesan makanan karena ia malas untuk keluar dari kamarnya apa lagi pikirannya yang tidak tenang sama sekali.


Tok tok tok


Alfa membuka pintu, ternyata pelayan hotel yang mengantar makanan untuknya.


Setelah pelayan itu pergi dari kamarnya, Alfapun langsung menyantap makanan itu hingga habis.


Alfa yang sudah menyelesaikan makan malamnya tidak ingin untuk tidur lagi karena takut jika mimpi itu kembali datang. Pria itu menghabiskan waktunya dalam kamar sepanjang malam ini hanya dengan mendengar musik.


šŸ“¹Halo tuan muda, ada yang bisa kami bantu?


šŸ“¹Perketat penjagaannya kusus untuk puteriku


Panggilan diakhiri oleh Alfa. Kegelisahan tentang puterinya semakin menjadi sehingga ia memilih menghubungi orang-orangnya yang sudah ditugaskan untuk lebih jeli lagi dalam berjaga.


Pria itu akhirnya kembali tertidur dengan tenang hingga pagi menjelang.


*****


Lexi yang seorang anggota mafia, dengan gampangnya bisa melacak siapa yang mewarisi harta yang diincar wanitanya.


"Sayang, nama yang ada di sini Meylani Larasaty" ucap Lexi saat berhasil melacak pemilik perusahaan Royal-Adipaty.


"Apa??? jadi wanita itu yang mengambil alih semua harta Alfa?" ucap Nina kaget. Selama ini Alfa bahkan mempermalukan Mey di depan umum tapi dibelakang ia merelakan semua hartanya pada perempuan itu.


"Ini tidak benar, wanita itu pasti menggunakan cara licik, tidak mungkin Alfa mau memberi hartanya pada wanita yang sudah dibuang dan dipermalukannya" ucap Nina lagi


"Ini tidak adil, aku harus bertindak. Enak saja aku istrinya tidak mendapat apa-apa, lalu wanita kampung itu dengan gampangnya mengambil semua" ucap Nina yang semakin emosi.


"Tenangkan dirimu dulu sayang. Kita bisa mengatasi itu dengan jalan pintas jika kamu tahu letak kelemahan wanita itu dan mantan suamimu itu" ucap Lexi


"Kelemahan? Mereka berdua?.... aku tahu" ucap Nina membuat Lexi memandangnya dengan kedua alis terangkat seolah bertanya apa kelemahan lawannya itu.


"Mereka memiliki satu anak perempuan yang masih kecil. Tapi aku yakin itu akan susah jika orang tua Alfa ada di dalam permainan ini" ucap Nina Lesu


"Kenapa?" tanya Lexi


"Mamanya Alfa adalah puteri dari ketua mafia Mara Salvatrucha yaitu gengster terseram yang ada di California.


(Gengster ini menghalal segala tindakĀ kejahatan, sama sekali tidak ada yang terlarang. Mereka berbasis di California. Anggota pendirinya adalah sekelompok pengungsi dari El Salvador.


GengĀ ini beranggotakan sekitar 70.000, di mana mereka seperti binatang buas yang tanpa ampun dan siap membunuh siapa pun, tak terkecuali wanita dan anak-anak.


Mereka dikenal karena berbagai aksiĀ pembunuhanĀ dan terlibat dalam penyelundupan marijuana dengan operasi di seluruh Amerika Utara dan Amerika Tengah)


Mendengar Nina menyebutkan nama gengster itu, Lexi terkejut dan wajahnya berubah pias karena ternyata kali ini lawannya di atas rata-rata.


"Dari mana kamu tahu?" tanya Lexi kurang puas


"Aku tahu dari Alfa dan aku juga pernah mendengar langsung saat mamanya tengah berbicara dengan Alfa di ruang kerja papanya" ucap Nina


"Apa salahnya jika kita mencoba" ucap Lexi


"Semoga berhasil" ucap Nina kurang semangat.


Melihat Nina yang putus asa, membuat Lexi merasa kasihan. Pria itu mendekati Nina dan memeluknya untuk menenangkannya. Lexi yang awalnya hanya memeluk kini tangannya mulai menjalar kemana-mana; melihat reaksi Nina yang tidak menolak dan malah menikmati, membuat Lexi semakin bersemangat.


Kedua bibir yang sejak tadi menyatuh dan semakin turun ke bawa hingga beberapa menit kemudian keduanya sudah dalam keadaan polos. Ditambah cuaca yang lagi mendung membuat kamar itu seketika berantakan dan hanya suara ******* yang bersahutan hampir dua jam lamanya.


Kegiatan panas kedua manusia itu akhirnya selesai setelah keduanya sama-sama puas dan terkapar di atas tempat tidur karena lelah.


"Terima kasih, kamu semakin luar biasa" ucap Lexi sambil tersenyum dan keduanya akhirnya terlelap dengan saling berpelukan.


-Bersambung-