Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Kepergian Ike



Roberth tiba di California dan langsung menuju ke alamat yang dikirim oleh Alfa.


Setibanya di depan gerbang gedung besar yang ada di tempat yang jauh dari keramaian, hatinya menjadi ragu untuk masuk karena kurang yakin dengan mansion besar itu. Walaupun mewah namun Roberth sedikit merasa gelisah karena bagunan itu letaknya terpisah cukup jauh dari keramaian.


Nyalimu cukup besar anak muda. Tapi aku senang dengan kegigihanmu yang begitu nekad mengejar cinta cucuku. Batin opa Gaston. Rupanya pria tua itu sudah memantau kedatangan Roberth melalui CCTV yang terpasang di semua sisi gedung itu bahkan hingga tembok luarnya.


Opa Gaston menelepon salah satu penjaga yang ada di gerbang mansion itu untuk membuka gerbang kepada tamu yang sedang terbengong di sana antara masuk dan tidak.


Gerbang tiba-tiba bergerak mundur ke arah yang berlawanan dari masing-masing sisi sehingga tampaklah Roberth yang tengah berdiri dibaliknya. Anak muda itu bahkan sampai terkejut karena gerbang yang tiba-tiba terbuka itu seolah tahu akan kedatangannya.


"Silahkan masuk tuan muda, anda sudah di tunggu oleh tuan besar di dalam" ucap sang penjaga membuat Roberth kembali terbengong.


Kenapa kedatanganku seolah sudah jadi tersangka? Apakah om Alfa sudah menghubungi mereka? ahh masuk ajalah, yang penting ketemu sama kekasihku. Batin Roberth.


Dengan perlahan ia melangkah masuk ke halaman yang terbentang luas, dan datanglah seorang pemuda yang sangat ia kenali.


"Hai bro, ketemu lagi" ucap Rockzy dengan senyum tulusnya.


"Kamu juga di sini?" tanya Roberth sambil menyamakan langkahnya dengan Rockzy.


"Ya, inilah tempatku yang sebenarnya" jawab Rockzy santai.


"Sudah berapa lama kamu kembali ke sini?" tanya Roberth lagi.


"Aku baru datang ke sini bersamaan dengan Maggie" ucapnya lagi dengan santai dan tanpa ia ketahui jika pria di sampingnya ini sedikit tidak suka dengan kedekatan mereka.


"Apa yang membuatmu kemari?" tanya balik Rockzy.


"Menurutmu?" ucap Roberth penuh penekanan.


"Aku rasa kamu datang diwaktu yang tidak tepat" ucap Rockzy yang sedikit ibah dengan perjuangan teman masa kuliahnya itu.


"Maksudmu?" tanya Roberth penasaran.


"Masuk saja, kamu akan tahu nantinya" ajak Rockzy saat mereka sudah berada di depan pintu utama mansion itu.


Rockzy melangkah masuk terlebih dahulu dan Roberth mengekorinya dari belakang. Keduanya terus melangkah hingga tiba di salah satu pintu yang terbuka secara otomatis.


Roberth kembali terbengong karena suasana hari ini penuh dengan kejutan.


"Papa, kami datang" ujar Rockzy saat masuk ke ruangan tersebut.


Pria yang duduk di kursi kebesaran sambil membelakangi mereka akhirnya memutar kursi dan berhadapan dengan kedua anak muda itu.


"Selamat sore opa" ucap Roberth mantap karena memang dia sudah pernah bertemu dengan pria tua ini waktu di Indonesia.


"Hmm, selamat datang ke mansion ini anak muda. Silahkan duduk" ucap opa Gaston sambil berdiri dari kursi kebesarannya dan mengajak Roberth untuk duduk di sofa ruangan itu.


"Pa, aku keluar dulu, ada yang harus aku selesaikan" pamit Rockzy yang mengerti keadaan dan ingin memberi ruang untuk kedua orang itu berbicara.


"oke boy" jawab sang papa.


Walaupun sudah tahu siapa Rockzy tapi Roberth tetap penasaran dengan kehidupan Rockzy.


"Apa yang membuatmu kemari?" tanya opa Gaston


"Tentu opa tahu, apa yang membawaku kemari" ucap Roberth mantap membuat sudut bibit opa Gaston sedikit terangkat ke atas.


"Jika aku mengatakan bahwa kamu tidak bisa bertemunya sekarang?" tanya opa Gaston lagi.


"Pergilah dan buktikan jika kau mencintai cucuku. Aku akan mendengarnya maka aku akan menentukan kapan kamu akan bertemu dengannya." ucap opa Gaston memberi persyaratan kepada calon cucu menantunya.


Roberth bingung, apa yang harus dia lakukan tapi ucapan opa seolah mengandung perintah sehingga ia harus melakukannya.


Keduanya akhirnya mengalihkan pembicaraan dan membahas tentang pekerjaan. Pembicaraan terus berlanjut hingga jam makan malam.


Rockzy kembali masuk ke ruangan itu.


"Boy, bawa Roberth ke kamar tamu" perintah opa Gaston.


"Baik pa" jawab Rockzy.


"Bersihkan dirimu dan kita akan makan malam bersama." ucap opa Gaston kepada Roberth.


*****


Di tempat lain, hari ini keberangkatan Ike ke Indonesia.


"Sayang, mama akan sangat merindukanmu" ucap Novi yang sudah meneteskan air mata.


"iihhh mama kan bisa ke sana kapan saja kan?" ucap Ike berusaha menutupi kesedihannya.


"Enak aja kamu. Tugas isteri menemani suami bukan anak" gerutu Reno.


"Papa pelit" ucap Ike ngambek.


"Biarin" cibir Reno kepada sang Puteri.


Satu keluarga itupun berangkat ke bandara walaupun yang pergi hanya Reno yang mengantar Puteri kesayangannya.


Ini adalah hari terberat bagi Reno dan sang isteri yang harus menjalani Hari-hari mereka tanpa Puteri mereka yang selama ini mewarnai kehidupan mereka.


"Ma, mama harus jaga diri ya? ade akan baik-baik di sana ko" ucap Ike menasehati sang mama saat mereka berada di atas mobil.


"Iya sayang, ade juga harus Hati-hati di sana dan nurut sama om, tante dan abangmu oke?" nasehat balik Novi kepada puterinya.


Merekapun tiba di bandara, Novi keliahatan berat melepaskan puterinya namun karena ia memang harus memberi sedikit kebebasan agar puterinya itu bisa mengenal dunia luar, Novi akhirnya memendam perasaannya. Egois jika ia terus menahannya, Sama seperti waktu dia diberi ijin untuk ikut ayah Devid ke Australia oleh kedua orang tuanya.


"Hati-hati ya de" ucap Novi yang tengah memeluk Puteri kesayangannya.


"Iya ma, ade pasti akan selalu menghubungi papa sama mama" ucap Ike sambil melepas pelukan sang mama. Mereka akhirnya melangkah menjauh dari pandangan Novi dan sang sopir. Ike melambaikan tangannya sambil tersenyum dan terus melangkah. Ternyata perpisahan itu tengah diabadikan oleh Novi menggunakan ponsel cantiknya.


Setelah Reno dan puterinya menghilang dari pandangannya, Novi akhirnya meneteskan air mata.


Mama tidak tahu apa yang kamu sama papa sembunyikan, tapi sebagai seorang ibu yang mengandung dan melahirkanmu, mama tahu betul jika memilih untuk pergi adalah caramu menghidari sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu. Batin Novi


Setelah suami dan puterinya pergi, Novi dan sopirnya pun kembali ke rumah.


Novi mengirim sebuah caption berserta video puterinya saat pergi dengan melambaikan tangan ke arahnya.


Mama pasti akan sangat merindukanmu sayang, tapi demi semua yang kamu impikan, mama akan selalu mendukungmu. Anak mama sehat selalu ya? Love you ade sayang.


Setelah mengirim caption tersebut Novi memandang keluar jendela mobil memandang pepohonan yang ada di sepanjang perjalanan.


Aku harus kuat agar puteriku juga kuat. Ini hanya karena pertama kali kami berpisah, lambat laun aku akan terbiasa juga. Novi kembali membatin.