
Deg
Jantung Roberth serasa ingin copot saat melihat posisi tidur Maggie sambil duduk.
Sayang
Hanya kata itu yang mampu di ucapkan melalui kata hatinya. Gadis yang sudah satu bulan lebih tidak ditemuinya bahkan tidak mendengar suaranya ternyata saat ini ada di depannya.
Melihat meggir yang masih mengenakan dress cantik itu membuat Roky mengerti.
"Sepertinya kaka mau memberi kejutan untukmu di acara tadi tapi digagalkan karena pria penjahat tadi. Lihat pakaiannya seperti orang yang baru pulang dari acara" ucap Roky.
Terima kasih sayang, sudah menyelamatkan aku dari bahaya tadi. Batin Roberth sambil berjongkok di depan Maggie, Roky yang mengerti keadaan itu akhirnya menyingkir dari sana untuk memberi ruang bagi kedua sejoli tersebut.
"Sayang, jangan tidur seperti ini nanti leher kamu bisa sakit" ucap Roberth sambil mengelus tangan gadis itu yang terkulai di atas sofa.
"Hei, bangun dan tidurlah yang benar" ucap Roberth sekali lagi.
Gadis itu terusik tidurnya dan perlahan mulai membuka matanya. Sambil mengumpulkan nyawanya, ia juga mengucek kedua kelopak matanya hingga kesadarannya pulih.
"Mmmm ahhhh" Maggie yang baru sadar langsung berteriak saat melihat ada yang tengah berjongkok di depannya.
"Sttt, jangan teriak nanti om Roky pikir aku lagi ngapain kamu" ucap Roberth yang gemas dengan tingkah gadis itu.
"Hah? sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Maggie.
"Sejak tadi" jawab Roberth santai.
"Hah? apa tadi aku ileran?" ucap Maggie sambil cepat-cepat memastikan sudut bibirnya kalau-kalau mengeluarkan liurnya.
"Emangnya kenapa kalau tidurmu ileran?" tanya Maggie. Sejak resmi berpacaran dengan Roberth ia sangat menjaga imagenya, bukan karena ingin terlihat sempurna di depan teman kecilnya ini tapi setidaknya ia tidak memalukan kekasihnya di depan orang lain.
"Masa kekasih seorang CEO group Abadi jorok bangat sih?" gerutu Maggie sambil merapikan dressnya yang kusut.
"Yang akan melihatmu saat tidur dan bangun tidur cuma aku sayang" ucap Roberth gemas.
"Hah? kog gitu sih?" ucap Maggie tak Terima.
"Kan kita akan menikah sayang, apa kamu nggak mau nikah sama aku?" tanya Roberth.
"Emang kamu mau nikah sama siapa?" tanya balik Maggie.
"Ada deh" umpan Roberth.
"Aku akan membunuhnya" ucap Maggie tegas dan langsung bangun hendak pergi meninggalkan kekasihnya.
"Maaf sayang, aku cuma bercanda. Emang selain kamu, siapa lagi cewek yang aku kenal hmm?" ucap Roberth yang ikut berdiri dan langsung memeluk sang kekasihnya dari arah belakang.
"Pasti kamu belum makan kan sayang? Aku juga belum. Kita cari makan yuk?" tawar Roberth dan diangguki oleh sang kekasih.
Jam sudah menunjuk pukul sebelas malam, Roberth keluar dengan menggandeng tangan sang kekasihnya dan keluar dari gedung tersebut.
"Om Roky, yuk kita cari makan" ajak Roberth.
"Nanti aku cari makan di dekat apartemen biar sekalian pulang." jawab Roberth.
"Om Roky bawa mobilnya kaka aja ya?" ucap Maggie sambil membuang kunci mobilnya. Gadis itu memang tidak melihat mobil om Roky sehingga ia menawarkannya dan diisukan.
Roberth membawa sang kekasih untuk makan di restoran yang buka 24 jam dan setelah itu ia langsung mengantarkan sang kekasih kembali ke mansion Adipaty.
"Kamu jangan pulang, tidurlah di kamar tamu. Mungkin saja ada musuh kamu yang lain, apalagi kamu baru diangkat jadi pemimpin perusahaan jadi pasti banyak orang yang tidak menyukai itu" ucap Maggie yang tahu akan maslah tersebut apalagi yang dia tangkap tadi bukan musuh yang sebenarnya melainkan hanya suruhan dan dia akan kembali esok ke markas untuk menanyakan hal itu.
"Nanti.. " ucap Roberth.
"Ayolah, telepon om Arjo biar tidak panik menunggumu pulang" saran Maggie yang dipatuhi oleh kekasihnya.
📞Bagaimana acara di sana malam ini?
📞Acaranya berantakan karena ada musuh tuan Arjo yang hampir membahayakan tuan muda Roberth.
📞Apakah calon menantuku terluka?
📞Tidak tuan, kaka datang tepat waktu sehingga berhasil menangkap pelakunya.
📞Sudah ku duga. Baiklah.
Sambungan telepon antara Roky dan Alfa berakhir.
"Ada apa sayang?" tanya Mey yang melihat suaminya sedang menelepon seseorang.
"Roky memberitahukan soal acara ulang tahun group Abadi" jawab Alfa.
"Sayang ngga ikut ya?" tanya Mey kepada suaminya.
"Aku menugaskan Roky untuk menghadirinya, lagian ada kaka juga di sana" jelas Alfa.
"Hah? Anak itu, sepertinya dia lupa kalau punya mommy" gerutu Mey karena anak gadisnya yang langsung terbang ke Indonesia.
"Ya mau gimana lagi sayang, kita hanya menunggu abang sama ade menyelesaikan kuliah mereka dan mengambil alih perusahaan biar kita menikmati masa tua kita" ucap Alfa.
"Hahahahaha ngaku tua kamu sayang?" tanya Mey meledek sang suami.
"Ya mau gimana lagi, udah takdir sayang. Kamu ingin kita menghabiskan masa tua kita di mana?" tanya Alfa.
"Aku ingin kembali ke Indonesia. Kaka akan segera menikah dan itu artinya kaka akan menetap di sana bersama suaminya. Aku hanya ingin menghabiskan masa tuaku dengan puteri junjung sebagaimana dulu" ucap Mey mengenang kembali masa-masa di mana ia dan Puteri kecilnya yang tidak bisa dipisahkan. Ia akan membayar kembali semua waktu yang telah terlewati tanpa puterinya.
"Iya sayang, apapun keinginanmu" jawab Alfa sambil memeluk sang isterinya. Jarak usia mereka yang cukup jauh, kadang membuat Alfa harus extra kesabaran terhadap isterinya itu.
****
Hari ini pertama Roberth masuk kantor dengan status yang berbeda. Jika kemarin ia hanya sebagai staf biasa maka tidak dengan hari ini, ia akan datang sebagai seorang pemimpin perusahaan.
Pagi ini ia bangun di mansion keluarga Adipaty. Anak muda itu langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci muka setahun menggosok gigi karena ia tidak memiliki pakaian ganti jika harus mandi.
tok tok tok
"Sayang, sudah bangun?" tanya Maggie dari balik pintu kamar.
"Sudah sayang" jawab Roberth yang baru membuka pintu.
"Sarapan dulu ya?" tawar Maggie karena ia tahu kekasihnya harus ke kantor.
"Iya sayang" ucap Roberth yang langsung ikut turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama sang kekasih. Pria itu ingin menolak untuk tidak sarapan karena ia harus segera ke kantor, namun ia tidak tega mengabaikan ajakan kekasihnya itu.
Keduanya makan dengan tenang dan gadis itu mengantarkan sang kekasih menuju ke parkiran untuk pulang ke mansion keluarganya karena ia bahkan belum mandi.
"Apa yang kamu lakukan hari ini sayang?" tanya Roberth.
"Aku nggak ke mana-mana, mungkin kembali ke markas" ucap Maggie.
"Tunggu aku menyelesaikan tugas kantorku, aku akan menemanimu ke sana karena ada yang ingin aku tanyakan kepada pria itu" ucap Roberth.
"Baiklah, jika sudah selesai segera hubungi aku" ucap Maggie
"Siap ibu negara" ucap Roberth sambil mengusap pucuk kepla sang kekasih sebelum benar-benar pergi.
BERSAMBUNG