Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
93. Kesalahan Reno



Markas Mara Salvatrucha yang dilengkapi dengan alat-alat medis yang berkelas itu dapat membantu para anggota yang sakit bisa ditangani dengan cepat seperti saat ini, Novi, Reno, Roky dan papa Alberth sudah ditangani dengan baik sehingga walaupun belum pulih total tapi mereka sudah mulai membaik saat ini.


"Sayang, maaf karena sudah menarik kamu masuk dalam dunia yang kejam ini." ucap Reno yang berada dalam satu ruang perawatan bersama sang kekasihnya.


"Tidak apa-apa ka, jangan menyalahkan diri kakak" ucap Novi yang mengerti dengan kegelisahan sang kekasih.


"Apa masih ada yang sakit?" tanya Reno kembali.


"Sudah lebih baik ka, lalu kakak apa yang masih sakit" tanya Novi kepada sang kelasihnya juga.


"Aku juga baik" balas reno.


"Bagaimana dengan Roky?" ucap Novi membuat wajah Reno langsung berubah merah.


"Kenapa? kenapa kamu bertanya tentangnya?" ucapnya dengan penuh penekanan.


"Aku melihatnya juga banyak luka seperti kamu ka" ucapnya santai karena memang ia tidak peka dengan perubahan sikap sang kekasih.


"Cukup Novi, jangan buat aku emosi" ucap Reno dengan nada tinggi membuat Novi terkejut melihat ke arahnya. Gadis yang tidak pernah dikasari oleh siapapun itu merasa tersentak saat mendengar suara Reno yang ada sedikit bentakan di sana.


Novi terdiam dan memilih berbalik badan dan tidur tanpa peduli dengan Reno. Gadis itu yang tidak tahu di mana letak kesalahannya itu merasa tidak puas dibentak tanpa hujan angin.


Reno baru menyadari kesalahannya karena sudah sempat membentak gadisnya itu.


"Ma mmaaf sayang," ucap Reno gugup karena janji untuk tidak membuat kekasihnya menangis lagi tapi kini ia sudah kembali melakukannya.


Novi bahkan tidak mau mendengar ucapan maafnya dan sama sekali tidak mau juga melihat ke arahnya.


Reno terdiam sambil menatap pungguk kekasihnya yang bergetar karena menangis. Ia merasa sangat menyesal dengan perbuatannya barusan, rasa cemburu membuatnya hilang kendali hingga membentak gadis itu yang hanya bertanya soal keadaan Roky.


*****


"Mas, kamu baik-baik saja?" tanya Mey saat melihat suaminya yang baru masuk ke dalam kamar mereka.


"Iya sayang aku baik" jawab Alfa.


"Bagaimana kakak?" tanya Mey karena puterinya yang belum juga kelihatan.


"Kakak baik sayang. Ia ada di bawah bersama ayah" jelas Alfa yang tahu kegelisahan sang isteri.


"Baiklah mas. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu. Novi tidak apa-apakan?" tanya Novi lagi.


"Iya. dia tidak apa-apa, hanya kekurangan cairan karena selama diculik, dia tidak di beri makam dan minum. Saat ini dia ditangani di rumah sakit dan di jaga sama Reno" bohong Alfa karena tidak ingin terpengaruh dengan janinnya itu.


"Syukurlah mas. Aku takut sekali jika terjadi sesuatu sama kamu semua. Siapa orang yang berani sekali mengusik keluarga kita mas" ucap Mey yang masih penasaran. Ibu hamil itu benar-benar menguji kesabaran Alfa tapi mau tidak mau dia harus menuruti semua keinginan sang isteri.


"Dia adalah ayahnya Aldrich sayang" ucap Alfa.


"Wah mau cari mati ni orang. Kenapa tidak dibunuh saja mas?" ucap Mey sambil meninju telapak tangannya sendiri.


Gawat, ini bukan karakter isteriku. Apa semua anak-anakku akan mewarisi darah mafia sang oma? Sepertinya isteriku akan spot jantunh setiap saat jika anak-anak pada hobi dengan dunia gelap. Batin Alfa bingung karena sejak kapan isterinya itu berubah menjadi sosok yang suka membunuh.


Alfa akhirnya menuntun sang isteri untuk tidur karena sejak semalam pasti ia sangat panik dan tidak bisa tidur.


"Pasti semalam kamu tidak tidurkan? ayo tidur sekarang" ucap Alfa kepada sang isteri.


"Iya sayang." Alfa turut naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut.


Mey malah tidak tidur. Tangannya menyelusup masuk ke kaos suaminya dan mengusap dada bidang sang suami.


Alfa menahan nafas karena ulah isterinya itu yanh seolah menggodanya sehingga hasratnya bangkit.


"Sayang" ucap Alfa denga suara beratnya yang menahan seauatu.


Tanpa peduli suaminya yang tengah memderita menahan seauatu yang sudah tegak di bawa sana, tangan wanita hamil itu teris bergerak ke sana ke mari.


Alfa yanh sudah tidak menahan hasratnya lagi langsung menarik dagu sang isteri fan melabuhkan ciuman dibibir wanita hamil itu. Alfa dapat merasakan perubahan dalam diri isterinya sejak hamil, setiap akan melakukan hubungan suami isteri tentu saja ia yang lebih aktif dan itu membuat Alfa senang. Seperti saat ini, Alfa yang hanya menempelkan bibir mereka namun dengan sepat Mey langsung **********.


"Hmmpp " Suara lenguhan Mey membuat suaminya bersemangat dan langsung melancarkan aksinya.


Tanga Alfa yang tadi ada di tengkuk sang isteri, kini sudah menjalar ke mana-mana.


Suasana pagi menjelang siang di dalam kamar sepasang suami isteri itu kian memanas. Tangan Alfa sudah naik sampai di atas bukit kembar sang isteri.


"Mashhh" ucap Mey bercampur *******.


"Bagaimana sayang" ucap Alfa pura-pura bego jika isterinya itu sudah meminta lebih.


Alfa mengambil posisi duduk di samping isterinya dan tangannya mulai bekerja. Tangan yang satu di atas bukit kembarnya dan yang satu sudah mengobrak-abrik dibawah sana.


"Mashhh please" rancau Mey yang benar-benar hilang kendali.


Alfa tidak ingin membuat isterinya semakin menderita kenikmatan akhirnya melepaskan semua pakaian keduanya.


Pria itu memposisikan dirinya tepat di depan isterinya dengan kedua paha yang sudah terbuka lebar. Dengan perlahan ia memasukan tongkat emasnya ke dalam sana sambil mengaduk-aduk dengan tempo yang pasti dan memabukan sang isteri.


Suara wanita hamil itu terus menyerukan namanya disetiap hentakan.


Pria itu melakukan dengan selembut mungkin karena tidak ingin menyakiti isterinya.


Sepasang suami isteri itu saling memuaskan dari pagi hari hingga siang hari.


"Mas.. aku lapar" rengek Mey dengan tubuh masih polos dan tongkat emas sang suami masih terbenam di area terlarangnya.


"Mau makan apa sayang?" ucap Alfa sambil menggoda isterinya dengan menggoyangkan pinggulnya membuat Mey kembali keenakan.


Setelah itu Alfa mencabutnya namu dengan cepat Mey mencegahnya.


"Jangan mas, sekali lagi" ucapnya.


"Tapi kamu lapar sayang" ucap Alfa.


"iya mas, nanti setelah ini aku makan" ucap Mey sambil memutar bokongnya membuat Alfa langsung menghentak kembali pinggulnya dan keduany kembali melanjutkan olah raga mereka siang ini.


"Akhhhh ahhh ahhh" rancau Mey yang hampir mencapai puncak, Alfa yang peka langsung menaikan ritmenya sehingga beberapa menit kemudian Wanita hamil itu sudah bergetar hebat namu Alfa terus bergoyang tanpa memberi jedah untuk menikmati pelepasannya hingga beberapa saat kemudian ia juga sampai.


BERSAMBUNG