Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Kedatangan Daffa di Sekolah



Alfa dan puteranya tiba di indonesia sekitar pukul 22.00. Mereka pun langsung di jemput dan menuju ke mansion keluarga Adipaty.


Keesokan harinya Alfa bangun terlebih dahulu sedangkan Daffa masih nyaman dalam mimpinya ditambah dengan kecapean sehingga sang daddy membiarkannya untuk tidur lagi karena hari ini akan cukup melelahkan.


Alfa menghubungi Arjo untuk menanyakan tentang perkembangan persiapan dan hal lain yang akan mereka lakukan beberapa hari ke depannya.


Setelah mendapat info dari Arjo, Alfa merasa sedikit lega karena ia bisa menggunakan waktu luang hari ini untuk mendatangi perusahaannya.


"Ya syukurlah, hari ini aku datang ke kantor saja" gumam Alfa. Beberapa saat kemudian timbullah ide dari pria beranak tiga itu untuk puteranya hari ini.


Dengan cepat ia menukar pakaiannya dengan pakaian kantoran lalu bergegas pergi.


"Tuan, sarapannya sudah disiapkan" ucap salah satu asisten rumah tangga yang melihat sang majikannya baru turun dari tangga lantai atas.


"Aku sarapannya diluar saja. Bi' tolong bangunkan Daffa dan siapkan sarapan untuknya" ucap Alfa yang akhirnya pergi menuju ke kantor.


Seperti yang Alfa katakan tadi, dia akhirnya mencari makan terlebih dahulu untuk mengisi perutnya. Sebenarnya ia mau sarapan di mansion tadi tapi mengingat jika Daffa bangun dan mendapati nya.


Sambil menunggu pelayanan membawa makanan untuknya, Alfa mulai melancarkan aksinya.


Di Mansion


Tring tring tring


Bunyi ponsel Daffa di atas nakas yang ada di kamarnya.


"Siapa sih telepon pagi-pagi" gerutunya sambil menyikbakkan selimut lalu menurunkan kakinydan meraih ponselnya yang masih berbunyi.


"Daddy... kenapa?" gumam Daffa lagi.


📞Halo dad


📞Abang, sudah bangun?


📞Baru aja bangun karena daddy telepon


📞Oh ya, daddy sekarang sudah di kantor. Kata om Arjo hari ini kita menunggu informasi dari kaka iparmu. Jadi papa bisa minta bantuan darimu untuk hari ini?


📞Apa itu dad


📞Daddy akan monitoring ke kantor dan abang tolong ke sekolah kita yang ada di pusat kota


📞Baik dad.


Tanpa menaruh curiga kepada sang daddy dan ia juga yang tidak tahu apa-apa hanya mengikuti perintah daddy nya.


Daffa bersiap-siap dan keluar dari kamar setelah mengenakan pakaian bebas rapi. Celana jins hitam dan kaos putih dipadukan dengan jaket kulit menambah ketapanan seorang putera Adipaty.


"Bang, sarapannya sudah siap." ucap bibi sang pelayanan di mansion itu.


"Iya bi. Daddy makan tidak?" tanya Daffa.


"Tuan buru-buru pergi jadi katanya sarapan di luar saja" ucap Bibi.


"Aku harus menggunakan alasan apa biar bisa bertemu sama Ike? tidak mungkin tiba-tiba aku datang secara langsung ke rumah om Arjo dan bilang mau ketemu sama dia. Dan jika dia pindah karena sikap dinginku selama ini, maka akan sangat sulit untuk bertemu dengannya. Huh, atau aku cari tahu sekolahnya aja dan menjemputnya nanti keluar sekolah, dengan begitu aku bisa punya waktu untuk berbicara dengannya." gumam Daffa sambil memikirkan cara yang harus dia pakai untuk bisa bertemu dengan gadis itu.


Setelah beberapa saat dalam berjalanan dengan salah satu mobil koleksi sang kaka, Daffa akhirnya tiba di sekolah yang dimaksud.


Ia tiba disaat jam istirahat yang pertama sehingga banyak siswa-siswi yang berkeliaran di sana. Para ABG mulai histeris begitu melihat seorang pemuda yang tampan dan berkharisma turun dari mobil sport dengan kaca mata gelap yang bertengger diatas barang hidungnya yang tinggi, apalagi pakaian santainya yang serba branded, membuat satu sekolah heboh.


Daffa yang dasarnya dijuluki sebagai manusia freezer oleh Ike, benar-benar menunjukan jika dia adalah pria yang sulit disentuh.


Dengan santai ia melangkah melewati para siswa-siswi itu dan menuju ke ruang kepala sekolah.


"Tuan muda Alfa?" tanya seorang guru yang sudah diberitahukan jika hari ini ada kunjungan dari salah satu cucu pemilik sekolah tersebut.


Jika Maggie datang dengan identitas tertutup, namun tidak dengan Daffa yang memang jalan hidupnya sudah dipublish sejak bayi namun orang lebih banyak mengenalnya di Australia bukan di Indonesia.


"Iya Pak" jawabnya santai namun matanya beredar melihat pemandangan sekolah yang cukup indah.


Hampir semua sekolah dan kampus yang didirikan oleh keluarga Adipaty dan Smith, bahkan kantor pun harus sesuai dengan keinginan kaka. Benar-benar wanita elit nih kaka. Batin Daffa yang melihat hampir semuanya harus ada taman karena Maggie suka dengan taman yang indah.


"Mari masuk tuan muda" ucap pak guru yang menjemput Daffa.


Keduanya melangkah masuk ke ruang kepala sekolah daan setelah memastikan Daffa duduk baru pak guru itu keluar dari ruangan tersebut.


"Tuan muda Daffa, selamat datang" ucap kepala sekolah sambil menjabat tangan anak muda itu.


"Senang juga berkunjung ke sini" ucap Daffa mantap. Aura pemimpinnya benar-benar nampak dan membuat sang kepala sekolah merasa kagum dengan seorang anak muda yang bahkan belum genap usia 20 tahun itu.


"Apakah semuanya aman pak?" tanya Daffa mulai dengan pertanyaan sekitar keadaan sekolah.


"Untuk sementara bisa dibilang aman dan tidak tuan muda" ucapnya sedikit kurang enak dengan tatapan Daffa yang seolah sedang menuntut.


"Loh kenapa? apakah ada masalah dari para guru atau dari siswa-siswi, atau sistem kerja sekolah ini?" tanya Daffa mulai mengintimidasi sang kepala sekolah.


"Ini masalah anak baru yang baru saja pindah masuk beberapa bulan yang lalu" ucap kepala sekolah mulai menjelaskan.


"Loh kenapa siswa bermasalah harus diterima di sekolah ini? apa kalian tidak tahu soal aturan sekolah yang cukup ketat? kita disini menerima anak yang berprestasi bukan bermasalah" ucap Daffa yang mulai tidak Terima dengan kecolongan para guru dan kepala sekolah.


"Memangnya apa kesalahan anak baru itu?" tanya Daffa setelah kepala sekolah hanya diam saja.


"Begini tuan muda, awalnya kita tidak mengetahui jika dia sudah bertunangan. Dia datang dengan latar belakang anak berprestasi dan bahkan membawa nama orang berpengaruh di kota ini. Setelah beberapa saat dia di Terima, tiba-tiba muncul isu jika dia sudah bertunangan dan itu disampaikan langsung oleh tunangannya dalam acara resmi perusahaan. Dan hal itu cukup menggemparkan sekolah ini bahkan berita sempat beredar diluar. Namun satu hari kemudian, berita itu langsung ditake off oleh seseorang dan bertepatan dengan itu, seorang gadis yang sepertinya kakanya sendiri datang dan mengancam untuk berita itu harus dihentikan jika tidak, kami guru dan kepala sekolah akan tahu akibatnya" jelas kepala sekolah panjang kali lebar.


"Siapa siswi itu dan apakah dia masih bersekolah di sini?" tanya Daffa.


"Iya tuan muda, kami tidak punya kuasa untuk mengeluarkannya dari sekolah ini." ucap kepala sekolah sedikit gemetar takut diturunkan jabatannya.


"Baiklah, kumpulkan semua Siswa-siswi di aula, aku akan memberikan beberapa arahan dan aturan serta sanksi bagi yang melanggar aturan sekolah ini." Ucap Daffa tegas.


"Baik tuan muda." jawab kepala sekolah dan langsung menelepon salah seorang guru untuk mengumumkan para siswa-siswi agar berkumpul di aula.


BERSAMBUNG