Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Serba Malas



Roberth membiarkan isterinya kembali tidur, dengan setia ia memijit kepala isterinya. Satu jam kemudian, Maggie terbangun dengan wajah pucat nya tadi sudah kembali cerah.


"Sudah baikan?" tanya Roberth.


"Sudah" jawabnya tersenyum.


"Tadi, daddy sama mommy telepon" ucap Roberth memberitahu sang isteri.


"Bicara apa aja?" tanya Maggie penasaran.


"Mommy bertanya, kapan kita pulang dan jadi mampir atau tidak" jelas Roberth.


"Lalu kamu bilang?" tanya Maggie.


"Ya aku bilang kita mampir. Kan kemarin sayang bilang sudah merindukan mommy sama daddy" ucap Roberth lagi.


"Makasih ya sayang? sudah mengerti sama aku" ucap? Maggie berkaca-kaca.


"Ya kamu isteriku, wanitaku Satu-satunya. Apapun keinginanmu aku akan berusaha semampuku untuk memenuhinya" ucap Roberth sambil merangkul isterinya yang masih betah di atas ranjang.


"Mau ke kamar mandi?" tanya Roberth.


"Malas" jawab Maggie


"Lalu mau apa?" tanya Roberth lagi.


"Makan" jawab Maggie.


"Iya sarapan tapi sebelumnya ke kamar mandi dulu dan sikat gigi." ucap Roberth lembut.


"Nggak mau" ucapnya yang mulai ngambek.


"Sayang, sarapannya sedikit lagi sampai tapi kamu sikat gigi dulu ya?" ucap Roberth lagi dengan penuh kesabaran.


"Aku malas sentuh air, aku mau duduk dan makan di atas ranjang aja" ucapnya dengan mata kembali berkaca-kaca. Gadis yang sangat rapi dan bersih itu mendadak malas melakukan apa saja.


"Oke, tunggu sebentar ya? sarapannya sementara otw" ucap Roberth mengalah. Ia juga merasa bersalah mungkin karena ia terlalu banyak mengajak isterinya melakukan hal-hal yang melelahkan sehingga seluruh tubuhnya remuk dan malas beraktifitas.


"Kalau begitu dikumur dulu biar bisa makan oke?" ucap Roberth lagi.


"Nggak mau" ucap Maggie lagi namun Roberth akhirnya memaksa dengan cara menggendongnya ke kamar mandi.


"Nggak mau" serunya lagi namun Roberth berhasil membawanya hingga ke dalam kamar mandi dan mendudukan nya di atas kloset.


Roberth mengambil sikat gigi dan menaruh pasta gigi di atasnya lagu menantunya untuk menyikat gigi.


Setelah selesai ia kembali mengangkat tubuh isterinya ke dalam gendongannya dan membawanya keluar menuju ke kamar dan kembali mendudukan nya di atas ranjang.


Beberapa saat kemudian sarapan mereka datang dan Roberth dengan telaten menyiapkannya lalu keduanya menikmati sarapan mereka.


"Hari ini masuk ke mana sayang?" tanya Roberth sambil kembali menyimpan tempat makan mereka.


"Nggak mau ke mana-mana, mau baring aja di kamar" ucap Maggie yang sudah kembali menarik selimut untuk berbaring lagu.


"Hei tunggu sebentar jangan langsung tidur setelah makan" ujar Roberth namun tidak diindahkan oleh sang isteri.


"Ngantuk" ucapnya sambil memejamkan matanya membuat suaminya menggeleng kepala karena tingkah aneh sang isteri pagi ini.


Hanya butuh waktu beberapa menit, isteri kecilnya itu sudah kembali larut dalam dunia mimpinya.


Roberth yang tidak memiliki teman berbincang hanya duduk bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya, apalagi diluar sana sudah mulai turun hujan.


Banyak wanita karier diluar sana yang sudah menikah namun memilih untuk menunda dulu menimang anak, namun tidak dengan Maggie yang walaupun dunianya cukup keras tapi keinginan memiliki anak pun cukup besar.


Roberth akhirnya memposisikan diri untuk menyusul isterinya tidur dan membawa isterinya masuk dalam pelukannya.


Sepasang suami isteri itu menikmati hari terakhir mereka di negara ini dengan berkurung dalam kamar seharian tanpa ingin bepergian ke mana-mana.


.


.


.


.


Selama sebulan ini, Rockzy pergi pulang Mexico-Indonesia untuk membantu menangani perusahaan papanya. Anak muda itu benar-benar melakukan semuanya dengan penuh hati karena hanya diangkat menjadi anak saja pun ia sudah bersyukur sehingga mau membantu dengan melakukan apa saja untuk keluarga tersebut.


Hari ini, Rockzy sudah kembali berada di Indonesia. Ia tiba malam tadi sehingga pagi ini ia bisa bersantai bersama sang papa dan asisten papanya.


"Papa mau kemana pagi ini?" tawar anak muda itu.


"Papa mau diam di kamar saja nak" jawab opa Gaston.


"Mau ke mall untuk berbelanja mungkin?" tawar Rockzy lagi sambil terkekeh. Ia tahu benar karena aktifitas itu sangat dibenci oleh orang tua itu.


"Kamu pikir papa kaya emak-emak yang gila sama belanjaan ya?" gerutu sang papa karena merasa digoda oleh puteranya.


"Ya papa harus menikmati hidup juga, kan selama hidup mungkin papa tidak pernah melakukan yang satu itu jadi Rockzy mau menemani papa kalau papa mau" ucap Rockzy lagi sambil beranjak jauh dari papanya karena ia tahu bahwa pria tua itu akan mengomel habis-habisan.


"Anak kurang ajar! bahagia sekali ya kamu meledek papamu ini?" gerutu opa Gaston sambil melemparkan bantal sofa ke arah Rockzy.


"Kamu jangan cuma menggoda papa terus tapi carilah gadis yang kamu sukai untuk segera kamu nikahi, kaka saja mungkin sudah punya hasil sekarang" perintah Papa kepada puteranya.


"Nanti Rockzy akan usahakan" ucapnya dengan masih ragu dan hal itu membuat pria tua itu dapat menangkap gelagat anehnya.


"Jika sudah ada jangan ditunda-tunda, papa mau menimang cucu dari putera papa sendiri sebelum kembali ke pemilik kehidupan." ucap orang tua itu membuat Rockzy berkaca-kaca. Ternyata pria tua itu menganggapnya sebagai anak dan ingin memiliki cucu darinya. Padahal Maggie dan kedua adiknya adalah cucu kandungnya namun ia masih menagih cucu dari anak angkatnya itu.


"Rockzy belum bisa memastikan karena tidak begitu mengenal semua tentangnya" ucap Rockzy jujur soal gadis yang dia incar selama ini.


"Dari kalangan mana dia? dan orang Indo atau luar?" tanya opa Gaston.


"Orang Indonesia dan dia dari kalangan bawah pa, dia hanya seorang gadis desa yang mengejar nasibnya di kota" ucap Rockzy sedikit berat karena takut sang papa tidak merestui.


"Segera pertemukan papa dengannya. Sebaiknya jangan sia-siakan gadis seperti itu karena papa tahu gadis desa lebih bermartabat dari gadis kota, hanya sebagian gadis kita yang benar-benar murni dan itu tergantung cara didik orang tua." ucap opa Gaston yang senang karena puteranya tidak jatuh cinta dengan gadis kita sesuai harapannya.


"Akan Rockzy lakukan pa" ucap Rockzy dan ketiganya melanjutkan obrolan.


Karena sang papa Yang tidak ingin bepergian akhirnya kedua anak muda itupun ikut mengurung di di dalam apartemen mewah itu. mereka hanya memesan makanan untuk sarapan dan nanti makan siang akan mereka pesan lagi.


Menjelang makan siang, Rockzy minta ijin untuk keluar sebentar kepada sng papa dan pria tua itu mengijinkannya.


"Pa, Rockzy pergi sebentar ya?" pintar anak muda itu.


"Iya, Hati-hati di luar sana." pesan sang papa.


"Iya pa" jawabnya sambil mengambil jaket kulitnya dan melangkah keluar meninggalkan apartemen mewah itu.


Dengan motor kesayangannya, ia mulai menyusuri jalan kota metropolitan itu. Antara yakin dan tidak dengan keputusannya siang ini namun ia berusaha untuk mencobanya agar tidak menyesal seperti yang diucapkan oleh papanya untuk tidak menyia-nyiakan gadis itu.


Bersambung