Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Kritis



"Hai mantan menantuku. Pertunjukamu sangat menarik bukan? Aku bahkan salut sama kamu, ibu yang begitu kejam yang tega membunuh putera kandungnya sendiri" ucap Oma tegas.


Deg


Bukan hanya Nina yang terkejut tapi Alfa dan beberapa orang lainnya termasuk Maggie dan Roberth.


"Lihatlah puteramu tengah menderita karena tanganmu sendiri" ucap Oma lagi.


"Maksud mama?" tanya Alfa menuntut.


"Rockzy adalah Jeffino" ucap Oma.


Jedrrrr


******


Nina terkejut dengan kenyataan yang sungguh pahit yang sudah dia lakukan dengan tangannya sendiri.


"Apa maksudmu?" tanya Nina dengan suara bergetar dan juga tangannya pun ikut bergetar.


"Cepat bawa dia ke rumah sakit!" perintah Alfa dengan suara lantang sedangkan Rockzy sudah tak sadarkan diri karena darahnya yang begitu banyak keluar.


Disaat yang sama saat anak buah Alfa mangangkat tubuh anak muda itu, masuklah seorang pria yang tidak sembarang muncul di tempat umum, bahkan Alfa sebagai keponakannya pun hanya bertemu sekali dengannya saat berusia 14 tahun.


"Jika anakku tidak selamat, maka aku sendiri yang akan kengirimmu ke neraka" ucap pria itu dengan suara tegas.


"Jangan kau berharap akan bertemu dengannya lagi untuk ke depannya, karena darah yang tertumpah saat melahirkannya telah lunas dibayar dengan darah yang mengalir akibat perbuatan tanganmu sendiri." ucap papa Gaston.


"Bawa dia ke tempat penyekapan. Aku masih memastikan kondisi puteraku" ucap papa Gaston yang langsung keluar dengan didampingi beberapa anak buahnya.


"Aaaaaaa" Nina teriak histeris entah karena tidak berhasil membunuh Maggie atau menyesal telah melukai putera kandungnya sendiri.


Para anak buah Oma Ratna langsung meringkus Ridho dan Nina menuju ketempat penyekapan Mara Salvatrucha yang ada di setiap negara khususnya Indonesia.


Roxkzy saat ini sudah dibawa ke salah satu Rumah Sakit yang ada di daerah itu untuk diberi pertolongan pertama terlebih dahulu.


"Dokter, jika sudah ditangani langsung rujuk ke rumah sakit kota" perintah opa Gaston yang baru saja tiba bersama Oma Ratna dan juga Alfa.


"Baik tuan, akan segera kami usahakan" jawab sang dokter sopan.


Saat ini Rockzy dalam masa kritis karena kekurangan darah namun berhasil ditangani karena ada beberapa anak buah dari mereka yang punya golongan darah yang sama dengan Rockzy dan cocok sehingga mereka bersedia mendonorkan darah mereka kepada anak muda itu. Namun tragedi itu sungguh luar biasa sehingga sampai saat ini sudah tiga jam lebih, anak muda itu masih tak sadarkan diri.


Maggie adalah orang yang sangat rapuh, pakaiannya yang penuh dengan darah Rockzy yang sudah mengering membuatnya tidak peduli.


"Sayang, makanlah dulu" ucap Roberth yang selalu ada disampingnya.


"Aku belum lapar, tadi sebelumnya aku sudah diberi makan" jawab Maggie padahal saat ini sudah hampir terang.


"Tuan, semua sudah siap. Kita akan berangkat sekarang" walaupun bisa untuk membawa Rockzy pergi sejak tadi tapi tuan Gaston tidak mau ambil resiko jika terjadi apa-apa kepada puteranya di tengah jalan sehingga ia patuh kepada aturan rumah sakit agar puteranya aman di perjalanan.


"Roberth, kamu sama Maggie ikut dengan Rockzy di mobil Rumah Sakit" perintah Alfa dan dianggiki oleh Roberth.


Mobil pun mulai beriringan satu per satu, dengan mobil opa Gaston yang ada di depan dan di belakang mobil Oma Ratna dan Alfa.


Perjalanan yang memakan waktu hampir tiga jam karena membawa pasien itu harus melewati beberapa hutan untuk bisa sampai di kota.


Sekitar beberapa kilometer lagi mereka akan mencapai jalan tol, tiba-tiba ada dua mobil tak dikenal menghadang mobil opa Gaston. mobil itu seolah tidak memberi ruang untuk mobil opa Gaston lewat.


"Siapa yang mau bermain-main denganku" gumam opa Gaston.


"Terus melaju, sampai di mana dia akan bertindak konyol seperti itu" perintah opa Gaston.


Namun hal yang tidak diinginkan pun terjadi. Para preman atau orang suruhan itu melintangkan mobil mereka di sana sehingga menutupi jalan untuk dilewati.


Sekitar delapan orang yang keluar dari mobil itu dan berdiri sambil bersandar di bodi mobil mereka yang terparkir.


Mobil opa Gaston berhenti diikuti mobil pasien dan juga mobil-mobil lain yang di belakang.


Maggie lebih dahulu turun karena tidak sabaran melihat keadaan di depan yang menjengkelkan.


Dua orang anak buah opa Gaston pun akhirnya ikut turun atas perintah pria tua itu.


"Hei bajingan! jalan ini punya nenek Lo ya?" teriak Maggie membuat mereka tertawa mengejek.


"Hahaha hai cantik, ketemu lagi sayang" ucap salah seorang dari mereka.


"Rupanya kita sudah saling kenal sebelumnya" ucap Maggie ikut mengejek.


Terjadila saling tatap menatap dengan versi mereka masing-masing.


"Mana kunci, jika kau tidak bisa memindahkan mobilmu, sini aku pindahkan" ucap Maggie yang sudah berdiri tepat di depan mereka.


Salah satu dari mereka ingin lancang untuk menjamah tubuh Maggie namun belum sempat menyentuh tubuh gadis itu, tulangnya sudah berbunyi seperti dipatah oleh seseorang. Maggie ikut terkejut saat tahu bukan dirinya yang melakukan hal itu. Ternya Roberth, pria yang sejak tadi mengekori Maggie namun karena terlalu serius ia tidak menyadarinya.


Acara baku hantam kembali terjadi, semua anak buah dari opa Gaston dan Oma Ratna serta Alfa yang baru datang ikut ambil bagian.


"Non, pasien kejang-kejang" ucap seorang pria dari pihak rumah sakit yang diutus ikut bersama mereka.


Maggie langsung melepaskan satu tendangan kepada pria yang memegang kuci tadi dan langsung menuju ke mobil para penjahat untuk dipindahkan.


"Sayang, cepat ambil alih mobil rumah sakit, kita harus segera pergi" perintah Maggie yang langsung diikuti oleh sang kekasih.


Mereka berhasil membawa Rockzy pergi dan meninggalkan para anak buah untuk melayani para bajingan tadi.


"Ro' kamu harus bertahan apapun keadaanmu. Kamu kuat, kamu pasti bisa" ucap Maggie dengan panik karena sejak tadi Rockzy masih kejang-kejang.


Roberth melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata agar cepat tiba di rumah sakit kota yang dimaksud.


*****


Nina terus histeris sepanjang hari akibat penyesalannya sehingga mulutnya diikat dengan kain.


"Inilah akibatnya jika hidupmu banyak melakukan kejahatan hingga dara dagingmu sendiripun kau habisi nyawanya" cibir Roky kepada wanita yang dulu membuat keluarga Alfa berantakan.


Nina meneteskan air mata, anak yang dia pikir sudah mati karena ditinggalkan dengan kondisi yang sangat mengenaskan itu ternyata tumbuh dengan sangat baik.


"Usiamu sudah tidak muda lagi, bahkan kau lebih tua dari nyonya Mey tapi nyonya sungguh lebih dewasa darimu" ucap Roky, asisten Alfa dulu yang kini sudah dipercayakan untuk memegang perusahaan Adipaty yang ada di Indonesia.


Kini wanita itu disekap di tempat yang privasi karena tidak ingin mengulangi kesalahan yang dulu lagi dan kali ini wanita itu tidak boleh sampai kabur karena kali ini dia akan ditangani langsung oleh opa Gaston.


BERSAMBUNG