Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
122. Flasback Arjo



SMA Pelita Husada, salah satu Sekolah Menengah Atas yang sangat bermutu di kota itu. Reni yang adalah puteri tunggal pemilik sekolah itu banyak disukai oleh cowok-cowok matre di sekolah. Bahkan para orang tua mereka mendukung mereka untuk mengambil hati gadis tersebut, namun beda dengan Reny, ia justru menyimpan rasa untuk seorang cowok yang sederhana namun ketampanannya tidak diragukan apalagi dia adalah seorang siswa terpintar di sekolah itu. Veron, nama cowok yang telah mencuri hati gadis istimewa tersebut.


Reny sudah sering mencuri pandang pada Veron sejak mereka masih kelas 1 namun cowok itu sama sekali tidak menyadarinya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu sendiri untuk belajar karena ia adalah siswa yang bisa sekolah di sana karena beasiswa. Veron berasal dari pelosok tapi karena ketampanannya, ia akhirnya mendapat beasiswa sekolah di kota.


Perasaan Reny semakin bertumbuh seiring berjalannya waktu, apalagi penampilan Veron yang dulunya sangat kelihatan kampung kini mulai ada perubahan, bahkan kulit yang dulu kering kini mulai ada perubahan sehingga menambah kegantengannya.


Suatu hari, Veron ingin menghabiskan waktu di belakang gedung sekolah saat yang lain tengah ramai di lapangan voly menonton pertandingan antar sekolah di kota itu.


Veron yang malas dengan suara brisik para penonton akhirnya memutuskan pergi ke taman belakang.


Setelah beberapa saat berdiri di sana, anak laki-laki itu samar-samar mendengar suara seseorang yang sedang merintih kesakitan. Veron ragu untuk mendekat namun ia tidak tega jika tidak menolong orang tersebut. Veron melangkah dengan pelan mendekat ke arah sumber suara, ternyata seorang gadia tengah meribgkuk di balik pohon yang ada di taman belakang sekolah itu.


Veron tidak dapat melihat dengan jelas siapa gadis itu karena rambutnya yang sudah berantakan menutupi wajah pucatnya.


Dengan berani, Veron menyentuh pundaknya.


"Hei, kamu kenapa?" tanya Veron. Tanpa menjawab, Reni menegakkan wajahnya menatap siapa yang sudah menemukannya saat ini.


"R re ny?" ucap Veron terbatah karena melihat wajah pucat gadis itu dan darah mentah yang masih ada di sudut bibirnya dan juga hidungnya. Mendengar cowok itu menyebut namanya untuk pertama kalinya, bembuatnya terkekeh namun disaat yang sama, ia kembali terbatuk dan darah gumpal itu kembali keluar dari mulutnya. Veron yang panik langsung mengangkat tubuh langsing itu dan keluar dari gerbang belakang yang lebih cepat.


Dengan sedikit berlari, Veron membawa Reny hingga tiba di jalan besar di samping sekolah, ia menahan sembarang taksi untuk membawa gadis itu menuju rumah sakit.


Veron berhasil membawa Reny sampai di rumah sakit dan ternyata cowok itu membawanya ke rumah sakit yang selama ini menanganinya.


Beberapa saat kemudian, orang tua gadis itu datang mendapati seorang anak laki-laki yang berseragam sama dengan puterinya namun sudah kotor karena darah puteri mereka.


"Apa kamu yang membawanya kesini?" tanya seorang paruh baya yang berjas.


"Iya om, saya teman satu kelasnya, saya menemukannya di belakang gedung sekolah sehingga langsung membawanya ke sini." ucap Veron sopan.


Hingga sore menjelang akhirnya Veron pamit pulang dengan diantar sopirnya papa Reny.


Waktu terus berlalu dan sejak saat itu papanya Reny meminta Veron untuk menjaga puterinya.


Dan saat mereka duduk di bangku kelas 3, papanya Reny mendatangi kos Veron untuk menikahi puterinya. Seperti keinginan Reny ia akan mengahbiskan usianya dengan orang yang dia cintai dan itu adalah Veron sehinggap papanya mengiyakan dan menikahkan mereka secara tertutup saat masih sekolah.


Reny yang kondisinya sudah semakin lemah, membuatnya putus sekolah dan tidak sempat tamat. Ternyata dalam waktu dua bulan setelah menikah, Reny mendapati bahawa dirinya sudah hamil dan itu membuatnya bahagia namun tudak dengan Veron yang takut karena kondisi fisik isterinya yang semakin memburuk.


Setelah mengetahui dirinya hamil, Reny malah punya perubahan besar, ia mulai kelihatan sehat dan tidak lagi sering mengeluh.


Putera mereka lahir setelah satu bulan suaminya tamat dari SMA dan sedang mempersiapkan diri untuk kuliah. Arjo, anak laki-laki yang lahir dari rahim Reny. Sejak saat itu mereka semakin bahagia, walaupun di tengah kesibukan dengan kuliahnya tapi Veron tetap menomor satukan keluarga kecilnya. Hidupnya berubah dalam sekejap kerana menikahi puteri tunggal seorang pengusaha sukses di kota itu.


Kebahagiaan Veron tudak berlangsung lama karena kondisi isterinya kembali drop ketika anak mereka berusia 7 tahun. Reny kembali menderita dan hidup keluar masuk rumah sakit selama 2 tahun dan akhirnya meninggal.


Veron sangat terpukul bahkan ia sampai menjauh dari kantor, dan papa mertuanya memaklumi itu.


Dimasa harus membesarkan anak seorang diri dan mengurus perusahaan, membuat Veron tidak mengeluh karena dengan begitu ia bisa melupakan sakit hatinya sejenak.


Saat anaknya berusia 12 tahun, Veron membawa sang anak menghadiri resepsi pernikahan dari salah seorang sepupu isterinya Reny.


Namun ternyata malam itu mala petaka besar menimpanya, adik dari mama mertuanya merencanakan sesuatu yang jahat hingga menjebaknya dengan seorang pelayan hotel yang bernama Nurlita.


Veron yang dikuasai obat perangsang, akhirnya pergi ke kamar mandi setelah pamit pada anaknya. Namun entah apa yang terjadi pagi ini mereka berakhir di sebuah kamar hotel dengan keadaan polos. Dan hal itu disaksikan langsung oleh puteranya.


Sejak saat itulah Arjo semakin benci kepada ayahnya, bahkan beberapa kali ayah Veron kembali untuk membujuknya namun sama sekali dia tidak peduli karena sudaj dihasut oleh adik dari omanya.


Oma dan opa sedih melihat kebencian cucu mereka yang begitu besar pada sang ayah.


Dua bulan kemudian.


"Nak, biarkan dia dewasa dulu baru kamu membujuknya." ucap papa mertua padanya.


Veron yang sudah tahu jika ia dijebak adik dari mama mertuanya meresa sangat sedih apalagi anaknya yang sudah tidak mengakuinya lagi, anaknya dari wanita yanh sangat ia cintai.


"Kamu boleh tinggal di apartemen yang dulu sering kamu tinggal bersama Reny. Papa juga mau kamu tetap bekerja di perusahaan, kenapa selama inu kamu tidak masuk kantor?" bujuk papaertua.


"Maaf pa, aku masuk ke keluarga papa tanpa membawa apapun jadi aku akan pergi tanpa membawa apapun. Jika puteraku sendiri sudah tidak mengakuiku maka aku akan meninggalkan semua kemewahan seperti awal aku datang karena aku harus bertanggung jawab kepaa gadis yang sudah aku hamili." ucap Veron dengan berkaca-kaca.


"Aku mohon, tolong jaga dia untukku. Jika dia sudah bisa menerimaku dan ibu sambungnya maka aku akan membawanya" ucapnya lagi. Sudah tidak terhitung jumlahnya Veron datang mengemis belas kasihan pada puteranya tapi tidak sekalipun ia diterima. Hari ini Veron sudah memutuskan pergi dari kota ini, ia ingin hidup bersama dengan gadis yang saat ini hamil anak keduanya. Mereka akhirnya memutuskan tinggal di desa yang dekat dengan pantai dan sejak saat itu juga ia beralih profesi sebagai seorang nelayan. Waktu terus berlalu dan setiap bulan Veron akan turun kota untuk membujuk anaknya namun yang ia dapatkan hanya hinaan dari puteranya sendiri yang sudah beranjak remaja karena saat ini sudaj berusia 17 tahun.


Sayang, aku harap kamu tidak sedih karena aku dan putera kita yang hidup berpisah. Mungkin dia betul-betul kecewa karena tumbuh tanpa ibunya dan ayahnya yang terlibat masalah dengan wanita lain.


Veron bahkan tidak menikahi Nur, walaupun tinggal seatap. Mereka hanya menjalani peran sebagai orang tua yang utuh bagi gadis kecil (Novi) yang sangat imut.


Aku terpaksa menhorbankan orang lain untuk bisa mendapatkan kamu kembali nak. Ayah tidak butuh harta seperti hinaanmu kepada ayah. Ayah hanya butuh kamu, ayah kasihan dengan puteri ayah yang sebentar lagi akan sekolah tapi ia tidak punya keluarga yang jelas, ayah juga sedih karena seorang wanita yang bertahan ada disamping ayah tanpa status yang jelas. Veron larut dalam lamunannya, ia hidup dekat dengan puterinya dan ibu dari puterinya tapi rasanya sangat jauh.


Kehidupan yang seperti itu terus berlanjut hingga Novi dewasa.


Papa merrua dan isterinya baru tahu kenyataan itu saat Veron sudah tidak pernah lagi muncul di rumah itu. Hal itu membuat papa dan mama murka terhadap saudara mama.


BERSAMBUNG