Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
62. Dendam Aldrich








Kedua keluarga tersebut mencari makan di Restoran terdekat yang ada disekitar pantai karena Maggie yang sejak tadi mengeluh kelaparan.


Maggie dan Novi lomba lari agar tiba lebih dulu di Restoran yang mereka tuju sedangkan yang lainnya berajalan santai sambil berbincang, namun tidak dengan Mey dan Alfa yang sejak tadi saling diam sambil mengikuti ketida orang tua itu dari belakang.


"Om Devid, aku minta waktu bicara sebentar sama Mey, boleh?" ucap Alfa meminta ijin pada ayah dari wanita di sampingnya ini. Mey membulatkan matanya seolah ingin menelan Alfa hidup-hidup.


"Terserah kalian, ayah hanya bisa mendukung" ucap aya Devid tenang.


Alfa langsung menggenggam tangan Mey dan membawanya menuju salah satu rumah payung yang tidak ada orang dan sedikit jauh dari keramaian orang-orang di sana.


"Kenapa kamu membawaku ke sini hah?" bentak Mey pada Alfa


"Aku hanya ingin bicara serius sama kamu Mey" ucap Alfa melemah.


"Memangnya apa yang perlu diperbincangkan lagi" ucap Mey masih dengan suara tinggi.


"Ada yang mengikutiku dan Mey sejak tadi, bahkan saat ini dia juga tengah mengikuti kita. Posisinya di arah jam 9 tapi kamu jangan berbalik nanti dia tahu kalau kita curiga dengan keberadaannya" ucap Alfa membuat Mey tercekat dan menegang.


"Maksud kamu anak kita dalam bahaya?" karena panik, Mey tidak sadar telah mengucapkan kata anak kita dan itu membuat Alfa bahagia.


'Kemungkinan bukan cuma Maggie, tapi kamu, aku dan keluarga kita saat ini menjadi targetnya. Mereka bisa saja memanfaatkan salah satu dari kita untuk mencapai keinginan mereka" jelas Alfa yang membuat Mey semakin panik.


""Dari mana kamu tahu, dia orang jahat?" tanya Mey penasaran. Mereka akhirnya terlibat dalam komunikasi yang sehat.


"Di samping pria itu ada sepasang kekasih dan mereka adalah orang ku yang sejak tadi juga mengikutinya, dan saat tadi kita berkumpul di sana, pria itu sempat menghubungi seseorang dan mungkin saja dia melaporkan semua kegiatan kita hari ini" jelas Alfa.


"Lalu apa yang harus kita perbuat?" tanya Mey


"Apa kamu masih berhubungan dengan Aldrich" tanya balik Alfa


"Apa maksudmu?" ucap Mey dengan suara yang kembali tinggi karena Alfa menyinggung pria itu.


"Jangan ngegas Mey, kita lagi mencari solusinya" ucap Alfa gemas dengan wanita beranak satu namun masih kelihatan seperti gadis tulen.


"M mmmaksudnya apa hubungannya masalah ini sama hubungan aku dan Aldrich?" ucap Mey gugup.


"Kamu cukup menjawab jujur saja karena ini ada hubungannya dengan kasus ini. Kamu tahu? yang menculik Maggie adalah tangan kanan Aldrich yang adalah kekasih Nina. Dan yang membunuh tangan kanan Aldrich adalah anak kita dan kamu tahu apa artinya itu?" jelas Alfa membuat Mey menganga, jika kemarin pengakuan puterinya ia kurang percaya, maka hari ini ia kembali dibuat tegang kalau gadis kecilnya seorang pembunuh yang merenggut dua nyawa sekalian.


"Mas, aku takut anak kita jadi psikopat masih kecil" ucap Mey yang ketakutan.


"Ayah memang melatih kami bertiga untuk bisa menjaga diri kelak" ucap Mey dan Alfa hanya mengangguk mengerti. Pantas saja anak itu begitu cekatan disaat yang sudah darurat.


"Jadi maksud kamu Aldrich akan membalas dendamnya pada Maggie?" tanya Mey yang kembali frustrasi, itu artinya puterinya dalam bahaya.


"Yang pertama, dia akan menggunakan cara halus dengan dalih bahwa ia menyukaimu dan selanjutnya dia akan bertindak lebih saat dia sudah berhasil masuk dalam keluargamu" ucap Alfa membuat Mey kecewa, karena dari bahasanya seolah tidak ada rasa cemburu saat dia berbicara tentang hubungan Mey dan Aldrich.


"Yang kedua, dia menggunakan kerja sama perushaan untuk bisa menguasai kamu" lanjut Alfa.


"Jadi jika esok kalian pulang tolong jaga diri baik-baik apa lagi Maggie dan Novi. Aku akan secepatnya menyelesaikan urusanku dan menyusul kalian ke sana" jelas Alfa, yang membuat mood Mey kembali membaik.


Keduanya melangkah kembali ke arah keluarga mereka menikmati makan siang. Mey dapat melihat dengan jelas pria yang diceritakan Alfa yang tengah mengikuti mereka.


"Daddy cama mommy temana cih?" ucap Maggie dengan muka masamnya karena kali ini ia dilayani oleh Novi bukan Mey.


"Mommy sama daddy lagi pacaran sayang" ucap Novi memanasi gadis kecil itu.


"Novi,, jangan rasuki otak kecilnya" ucap Mey sambil melotot ke arah adik angkatnya. Sedangkan yang ditatap malas tahu.


"Ta Novi pacalan itu apa cih?" Tanya Maggie yang mulai terpancing dengan bahasa tersebut.


"Ade kan pernah bilang kalau di sekolahnya ade, ada cowok ganteng kan?" ucap Novi terus memancing tanpa peduli dengan yang lain.


"Oh, ade ingat ta Novi... yang ade cuka cama dia tan?" ucap Maggie sambil membayangkan cogan yang ada di sekolahnya.


"Belalti daddy cama Mommy caling cuka ya?" ucap gadis kecil itu dengan senyum jahilnya.


"Cukup Novi" ucap Mey yang membuat dua orang itu akhirnya tenang. Sedangkan yang lain hanya tersenyum menanggapi.


"Ayo makan dulu nak" ucap mama Ratna kepada kedua anak dan mantan menantunya.


"Untuk menyelesaikan sebuah kasus butuh tenaga jadi kalian harus makan dulu" ucap mama Ratna yang juga sudah tahu soal mata-mata yang sejak tadi ada disekitar mereka.


Disisi lain


"Aku pikir kamu menikmati luburan sendiri dengan keluargamu, ternya kamu bermain api di belakangku sayang. Jangan salahkan aku jika aku pakai jalan pintas untuk mendapatkanmu" geram Aldrich yang masih setia dengan botol alkohol yang berserakan di ruangannya itu.


"Yos, cari dan belikan aku satu apartemen di Australia karena untuk sementara aku akan menetap di sana sampai tujuanku tercapai" ucap Aldric pada bawahannya yang sejak tadi setia menemaninya tapi tidak ikut minum,


"Baik tuan muda." ucap pria itu dan langsung keluar untuk menghubungi orang mereka di negara itu untuk melaksanakan tugas yang baru saja diberikan oleh tuan muda mereka.


"Sayang, bersenang-senanglah memang dengan kehidupanmu yang masih aku bebaskan, karena jika kamu sudah menjadi milikku maka aku akan mengurungmu dalam sangkar emasku. Aku tidak akan main-main dengan ucapanku, karena kamu yang menginginkannya dengan cara telah menipuku, hahahahah" ucap Aldrich sambil mengeluarkan tawa iblisnya dan jika ada yang mendengar atau melihatnya maka pasti mereka akan ketakutan.


Pria itu semakin jahat saat tahu jika Alfa tidak mati dan lebih membuatnya menyimpan dendam adalah saat tahu jika wanita pujaannya ternya pergi berlibur dengan mantan suaminya.


-Bersambung-


Hi jangan lupa VOTE, LIKE, n COMEN ya biar author semakin semangat.