
Hari ini, kepulangan Roberth dan Maggie ke Indonesia dan itu sangat dinantikan oleh semua keluarga terkususnya keluarga Roberth.
"Nak hati-hati sampai tujuan ya?" pesan Mey. Satu keluarga mengantarkan Maggie dan suaminya ke bandara untuk pulang ke Indonesia tanpa terkecuali Reno dan Novi pun ikut serta mengantarkannya.
"Iya mom, kalian juga sehat selalu ya di sini? mungkin kaka belum bisa bepergian lagi sampai lahiran nanti." ucapnya sedih karena ia akan diam dirumah dari sekarang.
"Jangan sedih, nanti daddy sama mommy akan sering mengunjungimu di sana. Apapun yang kaka inginkan, kasih tahu sama suami kamu oke?" ucap Alfa sambil menghadiahkan satu kecupan sayang di pucuk kepala Puteri semata wayangnya.
"Iya dad, kaka tunggu" jawab Maggie.
"Satu per satu mulai bergantian memeluk si bumil sebagai ucapan perpisahan dan tak lupa juga Roberth menyalami para orang tua itu satu per satu.
" Jaga kaka ya? jangan biarkan dia sedih nanti babynya ikut sedih." pesan Mey lagi.
"Semuanya kami berangkat ya?" pamit Roberth sambil menggandeng tangan isterinya mulai melangkah menjauhi keluarga yang tengah berdiri sambil menatap kepergian mereka.
"Ka, salam buat ade ya?" seru Daffi tanpa peduli ada mata yang menatapnya tajam. Hal itu membuat para orang tua calon besan itu menahan tawa karena Daffi seolah-olah sudah mengibarkan bendera perang dengan kembarannya.
Setelah Roberth dan Maggie hilang dari pandangan mereka, Daffa langsung pamit pergi lebih dahulu.
"Mom, dad. Om tante, abang berangkat kuliah dulu ya?" pamitnya.
"Iya sayang" jawab Mey
"Iya bang" jawab yang lainnya.
"Ya... kita juga berpisah. Novi, kamu ngapain hari ini?" tanya Mey.
"Nggak ngapa-ngapain ka" jawab Novi kepada kakak angkatnya itu.
"Ke mansion yuk" ajak Mey
"Loh sayang, bukannya kamu sudah pakai pakaian kantor ya?" ucap Alfa heran karena isterinya mendadak berubah pikiran.
"Malas ah" jawab Mey santai. Akhir-akhir ini dia jarang masuk kantor karena sudah 50% Daffa ambil alih pekerjaannya.
Reno hanya menggrleng kepala melihat mantan majikannya yang belum juga berubah sejak dulu masih terbilang mudah.
"Benar ka? ahh syukur deh biar punya teman. Lili udah punya suami, Ike juga pergi. Sedih banget nasibku ditinggal semua orang" ucap Novi menyampaikan keluh kesahnya.
"Hei sayang, lalu aku kamu anggap apa?" gerutu Reno karena tidak dianggap oleh sang isteri.
"Ya suamilah masa bantal peluk?" balas Novi sewot.
"Ya sudah kalau begitu pulang sama sopir ya? daddy langsung ke kantor" ucap Alfa menyuruh isterinya dan Novi dijemput sopir karena ia akan membawa mobil ke kantor.
"Tunggu sampai aku jemput ya sayang" tambah Reno memberi pesan kepada isterinya.
Beberapa saat sebuah mobil dari keluarga Alfa datang untuk menjemput kedua wanita itu.
Setelah memastikan para isteri pulang, kedua pria itu pun bergegas untuk masuk ke mobil masing-masing menuju ke kantor.
Kedua wanita itu tiba di mansion Smith, mereka melangkah masuk bersama, entah apa yang akan mereka lakukan hari ini karena semuanya belum terencana.
"Sudah pulang sayang?" tanya bu Ani yang baru keluar dari kamar dan mendapati puterinya sudah kembali. Ya pagi tadi oma Ani dan opa Devid tidak ikut mengantar sepasang pengantin baru itu, karena opa Devid yang kurang enak badan.
"Iya bu, Mey malas masuk kantor hari ini." ucapnya mengeluh.
"Iya sayang, jangan dipaksakan" ucap wanita tua itu merasa kasihan dengan wanita beranak tiga itu yang sepertinya sangat kelelahan.
"De, tunggu sebentar ya aku gantian pakaian dulu" ucap Mey.
"Iya ka" jawab Novi sambil duduk bersandar di sofa bersama bu Ani.
"Kamu kenapa wajah kaya orang yang kalah judi aja" ucap bu Ani sambil terkekeh.
"Ibu bisa aja. Malas aja bu, percuma punya anak perempuan, eh main pergi-pergi aja sebelum menikah" gerutunya membuat bu Ani kembali terkekeh.
"Ceritanya lagi galau karena ditinggal nih?" ucap Bu Ani mengajak wanita itu berbincang.
"Iya bu, aku bahkan nggak punya teman berantam di rumah. Adiknya Reno juga udah menikah lagi. Benar-benar sepi" ucapnya lagi.
"Sabarlah nak, pasti ada waktu buat mereka kembali berkumpul sama keluarga" ucap Oma Ani menenangkan wanita itu.
Mey kembali turun dan mendapati dia wanita itu tengah curhat.
"Hari ini kita mau ngapain ya?" tanya Mey.
"Gimana kalau kita shoping aja. Jarang-jarang loh kita bocorin tabungan para suami." ucap Novi.
"Ide bagus, berarti aku harus shoping pakai kartunya Alfa biar seru" ucap Mey yang kembali naik ke lantai atas mengambil tas salempangnya dan tak lupa black cart suminya.
"Bu, Mey sama Novi pergi dulu ya?" seru Mey yang baru kembali turun dari lantai atas dengan membawa yang dia perlukan.
"Iya sayang, Hati-hati ya? dan jangan lupa hubungi suami kalian" ucap Bu Ani yang menatap kepergian dia wanita yang sudah tidak muda lagi tapi masih tetap cantik dan modis.
"Iya bu" jawab Mey dan keduanya langsung beriringan keluar dari mansion tersebut.
"Pakai sopir? tanya Novi.
" Ahh kurang seru" jawab Mey dan langsung mengambil salah satu kunci kontak mobil yang akan dia pakai hari ini.
"Oke, let's Go" seru Novi bersemangat. Saking semangatnya sampai mereka lupa kalau sudah punya anak, apalagi Mey yang sebentar lagi akan punya cucu.
Mey melakukan mobil keluar dari gerbang mansion Smith dan saat ini tujuan mereka adalah mall tempat menghabiskan uang para suami.
Mereka tiba di salah satu mall terbesar di kota itu, dan mulai menjelajah semua bentuk belanjaan yang mereka inginkan.
"Sebaiknya kita masuk ke bagian tas dulu siapa tahu ada keluaran terbaru" ajak Novi.
"Iya benar, jangan sampai ketinggalan." balas Mey yang langsung mengikuti adiknya menuju ke toko tas branded.
"Ah dapat" ujar Mey saat berhasil mendapatkan apa yang dia mau.
"Aku juga" ucap Novi yang juga mendapatkan apa yang dia cari.
"Yang silver harganya $3.000 dan yang abu $3.100" keduanya masing-masing mengeluarkan kartu mereka. Total belanja mereka diperkirakan masing-masing 30-an juta jika dihitung dalam mata uang Indonesia.
Keduanya kembali melangkah keluar dan menuju ke toko sepatu. Masing-masing mencari dan membayarnya lagi setelah mendapatkan. Tidak hanya itu, keduanya bahkan masuk ke toko emas, pakaian bahkan beberapa barang branded lainnya
Di tempat lain.
Alfa mengernyitkan keningnya saat melihat pesan masuk yang melaporkan rincian pengeluaran dari kartunya.
"Kenapa ada laporan pengeluaran sebanyak ini?" gumam Alfa.
Masih dalam model hayal, pesan lainnya masuk lagi dengan rincian pengeluaran dan semuanya cukup fantastis.
Alfa yang merasa tidak puas langsung menelepon Reno.
📞Halo Alfa, Apa kamu juga punya masalah yang sama dengan aku?
📞Maksudnya?
📞Sejak tadi laporan pengeluaran dari kartuku yang dipegang Novi terus masuk ke ponselku.
📞Kok sama ya?
📞Sepertinya hari ini mereka benar-benar lagi bernafsu untuk belanja
📞Biarkan saja.
📞Sebaiknya kita nyusul sebelum mereka memindahkan mall itu ke rumah kita.
📞Biarkan mereka menikmati Ren, kan sesekali
📞Iya sih tapi bagaimana kalau ada pria yang mengganggu mereka.
📞Oke kita ke sana sekarang.
Putus Alfa. Jiwa posesif nya langsung muncul begitu dipanasi oleh Reno.
**Para isteri Sultan tengah memborong barang-barang branded keluaran terbaru.
Tandingan belanja antara isteri-isteri pengusaha.
CEO Maquerie-Group tampil cantik dengan berpakaian santai**.
Begitulah artikel yang tengah viral beberapa menit yang lalu dengan menampilkan foto dia wanita yang masih terlihat cantik saat asyik berbelanja di pusat perbelanjaan.
"Sial. Aku harus mengurungnya. Bisa-bisanya dia keluar tanpa pamit" gerutu Alfa yang sudah melakukan mobilnya menuju tempat dimana sang isteri berbelanja.
Reno pun sudah dalam perjalanan menuju mall yang diketahui isterinya tengah menghabiskan waktu.
Sepanjang perjalanan, Reno terus membayangkan wajah Alfa jika sedang posesif. Padahal tadi Reno hanya memberi umpan dan ternyata ia langsung kebakaran jenggot.
Alfa dan Reno tiba bersama-sama di parkiran mall.
"Kamu sudah menelepon Novi dimana posisi mereka?" tanya Alfa.
"Aku tidak meneleponnya" jawab Reno santai sedangkan Alfa kelihatan sudah tidak baik-baik saja.
"Kalau begitu kita masuk sekarang" ajak Alfa yang sudah tidak sabaran. Apalagi membaca artikel yang beredar tadi.
"Apa sebaiknya kita menunggu mereka di tempat makan saja?" tawar Reno.
"Tidak bisa, kita harus menemukan mereka" ucap Alfa. Dalam hati Reno sudah tertawa puas melihat mantan playboy yang bucin itu.
"Ya sudah, kita masuk" keduanya melangkah masuk ke dalam mall dan menyusuri tempat-tempat belanjaan namun tidak menemukan kedua wanita itu.
Di sisi lain mall tersebut.
"Ka sepertinya makan Chicken Parmigiana enak deh" tawar Novi.
"Oke aku telepon anak bual Alfa dulu untuk membawa barang-barang kita ke mobil" ucap Mey sambil mengangkat ponselnya dan menghubungi salah satu anak buah Alfa yang biasa tahu kalau anak buah itu yang selalu menjaga Mey dari jarak jauh jadi otomatis dia ada di sekitar mall ini.
Dan ternyata benar, tidak selang beberapa menit pria itu sudah ada di depan mereka.
"Pak, tolong taruh di mobil ya, ini kuncinya. Nanti kembalikan di sebelah sana ya, kami ingin makan Chicken Parmigiana dulu" perintah Mey sekaligus memberitahukan keberadaan mereka agar pria itu kembali dan tidak pusing mencari mereka.
"Baik nyonya" jawab Pria itu sambil mengambil alih barang belanjaan mereka masing-masing dan membawanya ke mobil yang dibawa oleh Mey tadi.
Kedua wanita itu kembali melangkah ke tempat penjual Chicken Parmigiana.
"Chicken Parmigiana dua ya? minumnya Lemon Barley Water. Kamu minumnya apa? " pesan Mey.
"Disamain aja" jawab Novi.
Keduanya beristirahat sambil menunggu pesanan mereka datang.
Di sisi lain
kedua pria tengah pusing mencari mereka. Lebih tepatnya Alfa yang frustasi karena Reno cukup santai, ia hanya mengikuti kemana Alfa melangkah.
Saat sedang pusing mencari para isteri-isteri, tiba-tiba mata Alfa menangkap seorang pria yang dia tugaskan untuk menjaga sang isteri sedang membawa banyak barang belanjaan akan keluar dari mall tersebut.
Alfa cepat-cepat menghadangnya.
"Barang siapa ini?" tanya Alfa.
"Barang belanjaannya nyonya Mey dan Nyonya Novi" jawab pria itu.
"Di mana mereka sekarang" tanya Alfa tidak sabaran.
"Nyonya berdua sedang di tempat jualan bakso" jawab pria itu.
Alfa langsung melangkah pergi dengan tergesa-gesa. Reno hanya menggeleng kepala melihat kelakukan suami mantan majikannya itu.
BERSAMBUNG