
"Selamat pagi tuan, siang ini ada meeting bersama tua Abraham saat jam makan siang nanti" ucap Dita melaporkan kegiatan Alfa hari ini.
"Baiklah kamu boleh kembali ke tempat kamu" jawab Alfa.
Setelah Dita sang asisten itu pergi dari hadapannya, pria itu mengambil ponselnya menelepon sang isteri untuk menanyakan tentang puterinya yang akan berangkat hari ini menuju ke London.
📱 Halo mom. Apa mama sama Maggie sudah berangkat?
📱 Belum dad, ini masih siap-siap
📱 Jangan lupa siapkan semua perlengkapannya ya mom.
📱 Iya daddy, puterimu sangat antusias untuk berlibur sehingga semalam ia sendiri sudah menyiapkan semua perlengkapannya.
📱 Dan bilang sama mama jangan sampai dia melepaskan kalungnya.
📱Iya dad, mau bicara dengannya?
📱 jika boleh.
📱Daddy, kaka mau libulan sama oma.
📱 iya hati-hati di sana yang sayang.
📱Daddy juga hati-hati.
Obrolan mereka berakhir. Ini adalah pertama kalinya Maggie pergi jauh tanpa daddy atau mommynya sehingga membuat sepasang suami isteri itu sedikit gelisah, namun antusiasnya gadis kecil itu membuat kedua orang tuanya terpaksa memberikan ijin padanya.
Alfa yang tidak berada di tempat tenttu paling posesif pada anak gadisnya sehingga ia selalu memantau dengan terus menelepon. Tanpa mereka sadari, oma Ratna sudah merancang satu kalung cantik lagi yang mirip dengan kalung yang Alfa rancang kusus untuk bisa memantau puterinya di manapun ia berada. Kalung yang di pakai Maggie akan dibawa pulang oleh Riko kembali ke London agar mereka yakin jika Maggie benar-benar berada di London dan Maggie kembali memakai yang oma siapkan.
Alfa terus melakukan tugasnya hingga waktu menunjuk jam makan siang. Pria itu yang tahu bahwa siang ini ada pertemuan penting, segera beranjak dari kursi kebesarannya dan melangkah keluar, di saat yang sama Dita juga hendak mengetuk pintu sehingga keduanya sama-sama kaget saat Alfa membuka pintu dari arah dalam.
"Ayo kita jalan sekarang." ucap Alfa tanpa menatap gadis itu, ia melangkah pergi dengan tampang judesnya.
"Baik tuan" ucap Dita sambil mempercepat langkahnya menyusul Alfa yang sudah menjauh darinya.
Setibanya di parkiran, Alfa langsung masuk saat sang sopir sudah membuka pintu untuknya.
"Kamu duduk di depan saja, aku gerah jadi ingin sendiri" ucap Alfa dengan nada dinginnya membuat Dita yang sudah bersemangat membuka pintu yang di samping Alfa langsung menutup kembali. Gadis itu marah karena kesempatannya bedekatan dengan Alfa tidak jadi. Dengan wajah malu bercampur malu, Dita membuka pintuk penumpang yang berada di samping kemudi dan masuk. Mereka akhirnya meninggalkan parkiran kantor Royal-Adipaty.
Setibanya di Restoran yang merupakan tempat mereka mengadakan Meeting, Alfa langsung turun tanpa menunggu sopir membukakan pintu. Hari ini mood Alfa benar-benar buruk, bukan karena apa tapi ia tidak tenang dengan kepergian puterinya itu walaupun bersama mamanya sendiri.
Alfa dan Dita masuk ke dalam Restoran dan ternyata tuan Abraham sudah menunggu mereka bersama sang asistennya.
"Maaf aku terlambat, ini sekretarisku" ucap Alfa sambil menjabat tangan tuan Abraham sekaligus memperkenalkan Dita.
"Tidak apa-apa anak muda" ucap tuan Abraham yang tidak mengetahui jika Alfa sudah beristeri dan memiliki anak, karena yang dia tahu Alfa sudah bercerai dengan isterinya beberapa tahun yang lalu.
"Silahkan duduk" ucap pria paruh baya itu.
"Sebaiknya kita pesan makannya dulu." ucap tuan Abraham dan merekapun memesan makan.
"Aku salut sama kamu anak muda, kamu mampu memulihkan kambali perusahaan yang sudah tidak ada harapan, itu sungguh luar biasa" ucap tuan Abraham memuji Alfa saat menunggu makan siang mereka datang
"Aku memang harus berjuang untuk mempertahankan apa yang sudah orang tuaku berikan, karena suatu saat itu akan menjadi warisan juga untuk anak-anakku" ucap Alfa sambil tersenyum mengingat jika perusahaan yang ia kelolah sekarang bukan lagi miliknya tapi milik puterinya, hanya menunggu waktu saja.
"Maka cepatlah menikah agar kamu bisa memiliki anak sebagai pewaris" ucap tuan Abraham sambil terkekeh, namun Ditu tersenyum paksa karena ia sudah tahu tuannya ini sudah menikah bahkan memiliki anak.
"Sepertinya kamu cocok jika bersanding dengan sekretarismu" lanjut tuan Abraham dengan tawanya untuk menggoda Alfa.
"Oh ya? apakah benar? aku harus memberimu selamat. Aku hanya tahu jika kamu sudah bercerai dengan isterimu." ucap tuan Abraham.
Makanan mereka pun datang dan mereka menghentikan obrolan mereka untuk menikmati makan siang. Seteleh makan siang, mereka membahas kerja sama mereka.
"Apakah benar kamu sudah menikah?" tanya tuan Abraham kembali karena penasaran jika Alfa sudah menikah bahkan memiliki tiga anak sekaligus.
"Iya benar, puteriku sudah berusia lima tahun lebih dan kedua puteraku sudah hampir satu tahun" ucap Alfa jujur.
"Siapa wanita beruntung yang kamu nikahi?" tanya pria itu karena melihat Alfa yang sepertinya sangat menyayangi keluarga kecilnya.
"Bukan dia yang beruntung tapi aku yang beruntung mendapatkannya. Wanita cantik yang sungguh luar biasa" ucap Alfa tersenyum bangga. pria itu seolah menunjukan kepada duania bahwa wanita yang dia nikahi adalah sebuah berlian yang sangat berharga.
"Teruslah berbahagia, jangan biarkan pengganggu masuk dan merusak kebahagiaan keluargamu. Wanita patut dihargai dan dijaga bukan cuma fisiknya tapi hatinya" nasehat tuan Abraham dengan tulus.
"Terima kasih tuan, aku sangat mencintai keluargaku jadi aku akan melakukan apapun untuk melindungi mereka kalaupun harus mengorbankan nyawaku" jawab Alfa.
"Jika berkenan, bawalah isteri dan anakmu untuk makan siang bersma jika ada waktu. Isteriku akan senang jika ada anak-anak" ucap tuan Abraham sedih mengingat puteri kecilnya yang meninggal saat dilahirkan dan sejak itu isterinya tidak bisa hamil lagi karena penyakit.
"Sayangnya mereka semua ada di Australia, aku hanya ke sini karena perusahaan dalam masalah." ucap Alfa jujur.
"Oh ya, sayang sekali. Tapi kita bisa bertemu jika kami ada keperluan di sana" ucap tuan Abraham.
"Baiklah aku akan selalu menanti kedatangan tuan di sana" jawab Alfa.
Pertemuan hari ini berakhir. Mereka berpisah di parkiran.
Alfa dan sang sopir masih menunggu Dita yang tadi ijin ke Toilet.
*
*
📱Halo, ada yang bisa saya bantu nona?
📱 Aku butuh bantuan kamu untuk bisa membuat pria ini bertekuk lutut di depanku.
📱 Dengan cara apa nona?
📱 Kamu punya otak tidak? apapun itu harus kamu lakukan agar dia tidak kembali kepada isterinya lagi.
📱 Baiklah nona.
Dita akhirnya pergi meninggalkan toilet dan kembali ke parkiran karena tuannya itu sudah menunggunya.
Mereka kembali ke kantor dengan Alfa yang moodnya kembali membaik saat bertemu dengan tuan Abraham sedangkan Dita yang arah karena Alfa memuji isterinya di depannya. Gadis itu semakin bersemangat menyusun rencana licik untuk membawa Alfa masuk dalam perangkapnya.
BERSAMBUNG
Jangan lupa dukungannya, dengan cara Like, komentar dan beri vote sebanyak mungin.
*
*
Love U All.