Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
118. Hari Baik




...BI ANI...



OPA DEVID


Satu minggu sudah berlalu dan kini merupakan hari H pernikahan sepasang manusia yang sudah menyandang status opa dan oma.


Alfa yang bekerja keras selama seminggu ini ternyata hasilnya sangat memuaskan walaupun acaranya hanya keluarga inti saja.


Pagi-pagi sekali, bu Ani sudah dirias oleh beberapa orang yang dikhususkan untuk menanganinnya.


Opa Devid merasa nervous karena ini merupakan kali pertama ia menikah karena ada niat ingin menikah. Berbeda dengan mendiang isteri pertama yang ia nikahi bukan karena cinta melainkan karena napsu.


"Oma Ani cantik" ucap Maggie yang juga tidak mau kalah dan ikut berdandan.


"Kaka juga cantik" balas oma


"Jelaslah kaka cantik, mommy aja cantik daddy sampe telgila-gila" ucap Magigie santai.


"Hah? belajar dari mana bahasa seperti itu?" tanya oma Ratna heran karena otak cucunya ini sungguh ajaib dan semua kosa kata yang dikeluarkan pasti beracun.


"Kata ka Novi, daddy itu telgila-gila sama mommy kalena mommy cantik" jawabnya polos.


Wah Novi, aku perlu memberimu penghargaan. Untung Alfa tidak ada, bisa kebakar jenggot ni pria bucin. Batin oma Ratna yang malah memuji Novi.


"Iya betul, daddymu itu sampai frustrasi tidak mengurus diri karena ditinggal mommymu" ucap oma menimpali.


"Daddy kan tidak laku lagi, untung mommy aja yang masih cinta" balas gadis kecil itu.


"Heh bukannya kamu yang merengek minta dekat selalu sama daddymu?" ucap Mey tidak terima baik karena anaknya seolah-olah menyudutkannya.


"Yeee buktinya setelah daddy kembali, daddy ta pelnah tidul sama kaka tapi sama mommy telus" balas Maggie tidak mau kalah membuat Mey geram melototkan matanya ke arah sang puteri sedangkan ke dua oma itu sudah cekikikan.


"Wah benihnya Alfa ni memang tidak bisa biarin, enak aja dia menyalahkan aku" ucap Mey melangkah keluar hendak mencari perhitungan sama sang suami.


"Eh kabul olangnya" ucap Maggie santai saat mengangkat kepala dan berpaling dari cermin dan melihat mommynya yang sudah keluar dari kamarnya itu. Ya oma Ani dirias di kamar Maggie karena selama ini dialah yang menemani cucunya tidur.


Di luar Alfa tengah duduk dengan para orang tua lainnya, ya para pria-pria itu sudah selesa bersiap dan tinggal menunggu para wanita itu keluar untuk berangkat ke tempat nikahan.


"Kenapa sayang, ko belum siap?" tanya Alfa yang melihat isterinya sudah berdandan namun rambutnya belum karena masih dicepol ke atas.


"Aku sebal sama anak kamu tu" ucap Mey dengan emosi.


"Kenapa? anak aku, maksud kamu kaka?" tanya Alfa.


"Siapa lagi kalau bukan si biang kerok itu?" ucap Mey dengan mode ngambek membuat Alfa akhirnya sadar kalau gadis kecil itu pasti sudah menyinggung isterinya.


"Memangnya kaka ngapain?" tanya Alfa selembut mungkin.


"Masa aku dibilang yang ngerayu kamu untuk kembali rujuk, bukannya dia yang rengek minta kita jangan pisah? lalu dia bilang kamu tergila-gila sama aku karena aku cantik dan katanya kamu tidak laku tapi untung aja aku yang nerima kebali kamu" nyerocos Mey tidak pakai koma dan titik membuat semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak, dan Mey malah semakin memayunkan bibirnya.


Sejak adanya Alfa, sifat kekanak-kanakan Mey kembali muncul walaupun sudah ada si kembar. Alfa berasa punya empat orang anak. Tapi pria itu memaklumi karena jarak umur mereka hampi seperdua usianya.


"Oke tapi kamu siap dulu sayang. Sebentar lagi kita akan berangkat." ucap Alfa mengusap kepala isterinya. Seperti anak kecil Mey menurut dan kembali ke kamar mereka untuk bersiap.


Alfa tersenyum saat melihat isterinya kembali naik ke atas. Dan para opa-opa dan yang lainnya juga ikut tersenyum.


"Terima kasih nak, maaf jika Mey banyak menyusahkan kamu" ucap ayah Devid sedih.


Setelah menunggu cukup lama, akhir pengantin dan para dayang-dayang alias anak cucunya mulai menuruni anak tangga.


Ayah Devid sudah menunggu di tangga terakhir, begitu wanita pujaannya menginjak lantai terakhir, ayah Devid langsung memberi lengannya dan bu Ani langsung menggandengnya.


Rombongan itu akhirnya menuju ke tempat berlangsungnya pernikahan. Setibanya di sana mereka langsung masuk dan melangsungkan pernikahan itu.


Setelah itu mereka kembali ke hotel karena acaranya akan dirayakan di sana walaupun cuma keluarga saja. Keluarga ayah Devid hanya ingin yang terbaik untuk ayah, opa dan tuan mereka, apalagi dia seorang mantan pemimpin perusahaan nomor satu di negara ini.


*****


Di negara lain, Novi dan bundanya tengah panik dengan sang ayah yang tiba-tiba kejang, Gadis itu sudah menangis saat para dokter masuk untuk memeriksa sang ayah.


Clekk


Pintu terbuka dan keluarlah seorang dokter tampan dan masih sangat muda.


"Bagaimana suami saya dok? Bagaimana ayah saya dok?" ucap Novi dan bu Nur serentak.


"Bisa ikut saya ke ruangan?" ucap dokter.


"Baik dok" ucap keduanya bersamaan lagi.


"Boleh satu saja? satunya temani tuan di dalam." ucap dokter.


"Kamu ikut dokternya biar bunda yang nemani ayah" putus bunda.


"Baik bunda" jawab Novi.


"Mari nona" ajak dokter itu untuk masuk ke ruangannya.


Bunda masuk ke ruang rawat suaminya dan Novi mengikuti dokter itu dari belakang.


Setibanya di ruangan itu, sang dokter mempersilahkan Novi untuk duduk.


"Bagini nona, ayahmu menderita penyakit yang komplikasi, beliau menderita diabetes tipe-1. Tingginya kadar gula darah pada diabetes tipe 1 mengakibatkan kerusakan pankreas. Dan ditambah lagi dengan gagal ginjal stadium akhir." jelas dokter membuat Novi syok setengah matu.


"Lalu apa yang harus kami lakukan dok?" ucap Novi dengan mata berkaca-kaca membuat dokter tampan itu ikut ibah melihatnya.


"Jalan satu-satunya harus mencari pendonor yang bisa mendonor Pankreasnya dan ginjalnya karena jika tidak, akan berakibat fatal."jelas dokter.


Dimana aku harus mencari pendonornya? aku bahkan tidak punya uang yang banyak. Aku harus mengambil tindakan, jangan sampai aku menyesal nantinya. Batin Novi.


"Berapa lama aku harus mendapatkan pendonornya?" tanya novi.


"Secepatnya nona," ucap dokter.


"Kalau begitu ambil punyaku" putus Novi karena tidak mungkin dia akan mencari, uang saja tak punya.


Deg


Dokter itu terkejut saat Novi mengucapkan pernyataan itu.


"Nona, ini sangat berbahaya apalagi kamu masih sangat muda" ucap Dokter.


"Apapun resikonya aku mohon dok, tolong selamatkan ayahku, aku hanya punya mereka" ucapnya dengan sudah menangis tersedu-sedu.


"Nanti kita akan melakukan pemerilsaan terlebih dahulu untuk mengetahui kecocokannya. Dan kita hanya bisa mengambil tindakan oprasi untuk salah satunya saja. Jika pankreas maka tidak bisa untuk ginjal lagi atau jika ginjalpun maka hanya salah satunya saja dan tidak juga penkreasnya." jelas dokter membuat Novi kembali frustrasi.


BERSAMBUNG