Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Mobil Baru



"Nyonya, pesanannya sudah siap." ucap si pelayan tadi.


"Baik, Terima kasih ya?" ucap Mey yang langsung meninggalkan meja makan tempat mereka sarapan dan mengambil nampan yang berisi sarapan yang ia pesan tadi, lalu pergi ke lantai atas dimana Puteri dan menantunya tempati di kamar presiden suite.


Tok'- tok tok


Roberth yang sejak tadi duduk di ujung tempat tidur di samping isterinya berbaring, begitu mendengar ketukan pintu langsung bangun dan membukakan pintu.


"Mommy?" ujar Roberth begitu melihat siapa yang datang.


"Ini sayang, sarapannya. Mana isteri kamu?" tanya Mey.


"Masih tidur mom" ucap Roberth.


"Oke, bangunkan kaka untuk sarapan dulu nanti baru tidur lagi ya?" saran Mey.


"Iya mom" jawab Roberth. Mey kembali turun dengan suasana hati yang bahagia.


"Sayang... " ucap Roberth sambil membenarkan rambut gadis yang acakan menutup wajah cantiknya.


"Sayang, bangunlah dulu. Kita sarapan sebelum dingin" ucapnya lagi sambil menoel-niel hidung mancung isterinya.


"Hmmmm badanku sakit semua ka, kaya digilas truk" gumamnya dengan mata tetap terpejam membuat Roberth tersenyum lebar.


"Kalau tidak bangun nanti digilas lagi mau?" ucap Roberth membuat mata Maggie itu langsung terbuka lebar.


"Hah? memangnya kamu truk ya?" gerutu Maggie.


"Apa kamu lupa tentang kejadian subuh tadi?" ucap Roberth menggoda isterinya.


"Ahhh" teriak Maggie yang baru menyadari dan langsung duduk.


"Ashhh" desisnya lagi saat gerakannya terlalu kuat sehingga menimbulkan rasa sakit ditubuh bagian intinya.


"Kenapa sayang?" tanya Roberth begitu melihat wajah isterinya memerah dan seperti sedang menahan sakit.


"Kenapa sakit gini sih?" tanya Maggie.


"Itu karena kamu masih gadis sayang" ucap Roberth membuat Maggie kembali malu.


Maggie semakin terkejut begitu tubuhnya tiba-tiba melayang bersama selimut sekaligus karena perbuatan suaminya.


"Kenapa?" tanya Maggie.


"Kamu kelamaan geraknya sayang. Kamu harus segera mandi dan sarapan" jelas Roberth yang sudah berhasil membawa sangat isteri masuk ke kamar mandi dan mendudukan nya di atas kloset lalu mengecek air hangat yang sudah dia siapkan tadi sebelum isterinya bangun.


"Airnya sudah siap sayang. Ayo mandi" ucap Roberth sambil hendak membuka selimut yang membalut tubuh isterinya.


"Mau ngapain?" tanya Maggie.


"Membantumu mandi" ucap Roberth santai.


"Nggak, aku bisa sendiri. sekarang kamu keluar" usir Maggie yang sudah malu.


"Benar ni? tidak mau dibntu?" goda Roberth.


"Iiiiih" Maggie berdecak malas karena suaminya yang tidak mau keluar. Roberth akhirnya mengalah dan keluar agar isterinya lebih cepat mandi.


...****************...


"Sebaiknya kita cek out lebih dahulu, mungkin mereka masih lelah" ucap Alfa mendapat tatapan maut dari sang isteri.


"Iya sebaiknya begitu" jawab Novi.


Kini giliran isteri Arjo yang mendatangi kamar anak dan menantu mereka untuk pamit pulang lebih dahulu.


Tok tok tok


"Mama, ada apa?" tanya Roberth saat membuka pintu dan mendapati sang mama sudah ada dibalik pintu.


"Mana menantu mama?" tanya sang mama.


"Masih di kamar mandi" jawab Roberth.


Saat sedang asyik berbicara di depan kamar, Maggie keluar dan mendapati mereka.


"Ma, masuk" ucap Maggie yang sudah fresh setelah mandi tadi.


"Sudah sayang, mama hanya mau pamit untuk pulang lebih dahulu. Mungkin kita semua segera pulang. Nikmati dulu masa berdua kalian" ucap mama dengan senyum tulusnya kepada anak dan menantunya.


"Mungkin sebentar lagi kami akan pulang juga ma, iya kan sayang?" ucap Maggie.


"Iya ma, setelah sarapan kami juga akan segera pulang untuk persiapan keberangkatan kami" ucap Roberth memperjelas maksud sang isteri.


"Iya lebih cepat, lebih bagus. Mama sudah tidak sabar pengen menimang cucu" ucap wanita paruh baya itu bahagia.


"Iya ma, doakan ya? kita juga tidak menunda punya anak ko?" ucap Maggie.


"mama senang dengarnya. Oke mama pulang lebih dahulu ya?" ucap wanita itu dan langsung pergi meninggalkan kedua anak dan menantunya itu.


Roberth dan Maggie kembali masuk ke kamar dan mulai menikmati sarapan yang diantar oleh mommy Mey tadi.


"Akan berapa lama kita di sana?" tanya Maggie.


"Sebulan, apakah kurang?" tanya Roberth.


"Lebih dari cukup, kalau bisa dua minggu aja, kasihan kerjaan harus ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama" ucap Maggie yang mengerti kalau suaminya seorang CEO.


"Tidak apa-apa. Mama mau untuk menangani perusahaan selama sebulan ke depan" ucap Roberth karena ini juga keinginan papanya.


Keduanya menyelesaikan sarapan mereka dan beristirahat sebentar lalu pergi dari sana.


...****************...


"Om, aku akan pergi sebentar sama Ike, boleh?" ijin Daffa kepada orangtua gadisnya itu.


"Tumben ijin" ledek Reno.


"Sayang, kamu dibaikin salah... dicuekin salah lagi" gerutu Novi yang tidak habis pikir dengan suaminya yang suka menggoda putera dari wanita yang sudah menjadi kakaknya itu.


Sedangkan Reno suka menggoda Daffa karena anak muda itu dijuluki sebagai kulkas dua pintu yang selalu datar dengan siapapun.


"Oke boleh tante ijinkan. tapi pulangnya jangan kemalaman ya, soalanya esok Ike harus masuk sekolah." ucap Novi menjawab abang.


Daffa pun membawa Ike ke beberapa tempat untuk menghabiskan hari ini karena esok dia harus pulang ke negara asalnya. sudah seminggu lebih ia tidak masuk kuliah. Namun keberangkatannya tidak dikasih tahu kepada gadis itu.


Setelah mendatangi beberapa tempat rekreasi, mereka akhirnya tiba di sebuah showroom.


"Kenapa ke sini?" tanya Ike karena berpikir ucapan anak muda itu hanya iseng saja.


"Seperti yang aku ucapkan tempo hari." seorang petugas disana membawa mereka berkeliling untuk memilih mobil mana yang di sukai oleh Ike.


"Mana yang kamu suka?" tanya Daffa kepada Ike.


"Aku bingung milihnya bang" gumamnya tapi masih bisa di dengar oleh abang.


"Oke aku kasih kamu dua pilihan." ucap Daffa sambil menunjukkan dua mobil yang dirasa cocok buat Ike.


"Tapi mahal bang" ucap Ike memelas.


"Pilih sekarang. Waktu satu menit" ucap Daffa tidak ada kompromi.


"Hitam aja deh" pilihannya jatuh pada mobil sport warna hitam.


Daffa pun menyelesaikan pembayaran dan meminta pihak showroom untuk mengantarkan ke mansion keluarga Arjo. Keduanya kembali menghabiskan waktu.


...****************...


Keluarga Arjo yang tengah sibuk untuk keberangkatan anak dan menantu mereka dua jam lagi, dikejutkan dengan kedangan tamu tak diundang yang datang dengan membawa satu mobil keluaran terbaru.


Bel rumah berbunyi, Arjo meminta sang isteri untuk membukakan pintu.


"Apa benar ini rumah saudari Eunike?" tanya seorang pria.


"Benar, ada apa ini?" tanya mamanya Arjo.


"Begini nyonya, kami dari showroom mengantarkan mobil yang baru dibeli atas nama nona Eunike" jelas pria itu.


"Kenapa ma" tanya Arjo yang menyusul sng isteri karena agak lama.


"Ini nyonya, kunci kontaknya. Kami permisi" ucap pria tadi dan pergi. Arjo menatap benda persegi panjang yang digenggam isterinya dan bergantian dengan menatap kepergian dua orang tadi. Ia kembali menatap isterinya dan juga sebuah mobil keluaran terbaru yang yang terparkir di sana.


"Maksud apa ini?" akhirnya Arjo bertanya juga kepada sang isteri.


"Sebaiknya kita bicarakan di dalam sama Reno dan Novi." ajak isterinya dan keduanya kembali masuk.


Di ruang tamu, ada Reno, Novi, Roberth dan Maggie tengah berbincang sambil menunggu waktu berangkat.


"Kenapa pada tegang begitu?" tanya Reno saat melihat ipar dan isterinya seperti orang bingung.


"Ren, apa kamu membeli mobil untuk Ike?" tanya Arjo.


"Tidak, umurnya saja belum genap 17 tahun?" ya Ike baru SMA kelas satu dan baru berusia 16 tahun.


"Lalu?" ucap Isteri Arjo sambil mengangkat benda yang diberikan oleh orang-orang tadi.


"Mobil yang diantar katanya atas nama Ike" ucap Arjo.


Roberth dan Maggie hnya menyimak karena tidak tahu dengan hal itu.


"Mobil apa?" tanya Reno.


"Sport keluaran terbaru berwarna hitam" jelas Arjo.


"Ckck anak itu pandai sekali mencari muka denganku" gumam Reno dan masih di dengar oleh yang lain.


"Maksud sayang, abang yang belikan untuk Ike?" tanya Novi dan mendapat anggukan dari Reno membuat semuanya menganga dengan bibit Alfa yang satu ini.


Maggie tersenyum licik saat yang lain tengah membahas soal sang adik.


Bersambung