Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Restoran



Maggie keluar dan berjalan ke gerbang, sambil menunggu ojek andalannya yang sudah dia pesan. Tiba-tiba sebuah mobil mewah ikut keluar dari gerbang sekolah dan berhenti tepat di sampingnya.


"Naik" perintah Roberth sambil melepas kaca mata hitamnya sekaligus menurunkan kaca mobilnya. Maggie memicingkan matanya merasa heran dengan pria satu ini. Entah apa yang merasukinya sehingga ia juga ikut keluar begitu Maggi minta ijin pulang lebih awal hari ini.


"Aku bilang naik ya naik sayang" ucap Roberth yang gemas dengan sang kekasih karena ia malah bengong sambil melihat Roberth tanpa bergerak naik ke atas mobil itu.


Gadis itu pun naik dengan tenang tanpa berniat untuk bertanya. Roberth kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Apakah masih sakit?" tanya Roberth sambil mengusap kepala Maggie yang tadi terkena meja. Maggie hanya tersenyum sambil menggeleng kepalanya sebagai jawaban kepada sang kekasihnya itu.


"Sekarang kita akan kemana?" tanya Roberth kepada Maggie.


"Kita?" tanya Maggie karena pria ini bahkan ingin mengikutinya kemana ia pergi.


"Iya kita. Emang kamu pikir aku bolos kuliah untuk apa?" tanya balik Roberth membuat Maggie menganga.


"Rob, ini urusan aku sama mommy kenapa kamu harus ikut?" ucap Maggie sambil mengetatkan giginya serasa ingin menggigit pria yang ada di sampingnya ini.


"Oh jadi calon mama mertua lagi di Indo ya? mommy di mansion atau di mana biar aku antar" ucapnya santai tanpa menanggapi ucapan Maggie.


Maggie mengalah dan menunjukkan arah kemana mereka akan pergi dari pada harus berdebat dengan pria ini.


Mereka akhirnya tiba di depan hotel tersebut. Maggie kembali mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang mommy untuk keluar.


"Halo sayang? apakah kamu sudah datang?" tanya Mey begitu teleponnya tersambung dengan puteri semata wayangnya.


"Aku sudah ada di depan mom, cepat keluar" ucap Maggie kepada sang ommy.


Dari kejauhan muncullah Mey dengan gaya jadulnya membuat sang puterinya ingin tertawa.


"Apaan sih mommy?" gerutu Maggie dengan wajahnya yang tersenyum geli melihat penampilan sang mommy.


Maggie keluar dari mobil dan melambaikan tangan kepada sang mommy sehingga wanita itupun mendekat ke arah mereka.


"Eh nak Roberth, emang kamu mau diajak bolos sama kaka?" tanya Mey yang sudah masuk dan duduk manis di dalam mobil calon menantunya.


Maggie kembali masuk ke dalam mobil lebih tepatnya duduk di sambing Roberth sedangkan sang mommy sendiri di belakang mereka.


"Iya tante, aku juga diajak bolos" jawab Roberth mengaduh.


(Cih, kaya anak kecil. Dari tadi juga dia yang kepanasan mau ikut sekarang malah aku yang di salahin) gerutu Maggie dalam hatinya.


"Eh, kalau mau ngadu sama ibu lo, jangan sama mommy gue" ucap Maggie berapi-api.


"Kan nanti jadi mommy gue juga" ujar Roberth santai membuat Maggie memutar bola matanya malas.


"Itu dia nak, kaka tu suka monopoli" jawab Mey seolah membela Roberth membuat Maggie emosi.


(Ahha aku punya ide, tunggu pembalasanku nanti) batin Maggie sambil tersenyum licik.


"Mommy nggak kabur dari rumah kan?" tanya Maggie penuh selidik.


"Enak aja mommy kabur. Emang itu ruahnya siapa sehingga mommy harus kabur segala" ucap Mey mengelak dengan pertanyaan sang puteri.


"Iya deh kaka tahu itu rumahnya opa dan kita sama-sama numpang" ucap Maggie membuat sang mommy membulatkan matanya.


"Loh, kenapa kita harus ke sini nak?" tanya Mey kepada Roberth karena sejak tadi ia tidak mengatakan kalau harus ke tempat ini.


"Direkomendasikan oleh Maggie tante" ucap Roberth membuat sang mommy membuka mulutnya lebar.


"Wah anak ini, tidak bisa dibiarkan. Ini akal-akalan dia biar bisa makan enak" gerutu Mey sambil turun. Mau tidak mau ia harus turun meladani sang puteri.


"Kaka, kenapa harus di sini? inikan banyak orang." ucap Mey mengomeli sang puteri.


"Sesekalilah ma, masa di warung pinggir jalan terus kan nggak lucu mom" ucap Maggie santai.


"Tapikan penampilan kita kaya gini" ucap Mey sambil memperlihatkan penampilannya kepada sang anak.


"Emang kenapa? kita kan nggak telanjang kan?" jawab Maggie santai sambil melangkah masuk mendahului dua orang itu.


Mereka masuk ke dalam restoran mewah itu apalagi sekarang jam makan siang sehingga banyak pengunjungnya. Banyak pula mata yang menatap ke arah Mey dan puterinya dengan tatapan merendahkan. Lain halnya mereka menatap Roberth dengan tatapan mendamba apalagi kaum hawa.


Maggie yang melirik banyak cewek menatap ke arah Roberth langsung melangkah perlahan menunggu pria itu dan langsung bergelayut manja di lengan sang kekasih. Bisikan-bisikan cibiran pun terdengar oleh ketiganya membuat Mey tersenyum geli karena tingkah sang puteri jika sedang cemburu.


Roberth membiarkan gadisnya melakukan apa yang dia inginkan dari pada mereka harus perang dunia ketiga nantinya.


Mereka akhirnya mendapat tempat untuk duduk. Roberth dengan sigap menarik kursi untuk calon sang mertua dan juga sang kekasih. Maggie tidak langsung duduk, ia malah meminta ijin kepada sang kekasih dan juga mommynya untuk pergi ke toilet sebentar.


*****


Di toilet, Maggie malah bertelepon ria di sana.


"Halo kaka?" ucap Alfa begitu telepon masuk dari sang puteri.


"Daddy lagi berantam sama mommy ya?" tanya Maggie langsung pada intinya.


"Tidak juga sayang, cuma mommy tiba-tiba aja marah nggak jelas. Apa kamu lagi sama mommy? biar daddy nyusul" tanya Alfa yang sejak tadi mondar mandir tidak jelas karena ponsel sang isteri dinon aktifkan.


"Daddy ada di Indo juga ya?" tanya Maggie.


"Iya sayang, daddy lagi di mansion" jawab Alfa.


"Oke, daddy datang aja ke restoran A" ucap Maggie memberitahu sang Daddy.


"Oke daddy matiin ya? daddy akan segera ke sana."


Maggie kembali memasukan ponsel cantiknya ke dalam saku celananya dan melangkah keluar dari dalam toilet.


"Wah ada gadis miskin salah masuk tempat" ucap seorang gadis yang termasuk orang yang encibir waktu Maggie dan mommy serta Roberth masuk.


Maggie tidak peduli namun lengannya di tarik dengan kasar oleh gadis itu dan ditertawakan oleh teman-temannya dan beberapa gadis yang memang sudah ada di dalam toilet sejak tadi.


"Apakah aku punya urusan sama kamu?" tanya Maggie santai.


"Wah wah wah, ada ya ibu yang menjual anaknya demi makan di tempat yang mewah" cibir gadis itu yang meyakini Mey sebagai ibu dari Maggie karena penampilan keduanya sama-sama sangat sederhana.


"Emang masalah jika aku mengajak mommyku juga untuk makan di tempat beginian" jawab Maggie dengan tatapan tajamnya.


BERSAMBUNG