
Waktu terus berlalu dan kini sudah satu minggu berlalu. Roky yang berada di London seminggu ini, ternyata diberi kemudahan untuk melangsungkan pernikahannya bersama Alice dua hari lagi.
Hari ini semua keluarga mulai berdatangan ke negara itu. Dari Australia Alfa dan Mey, Reno dan Novi, Riko dan Lili mereka yang akan menghadiri acara tersebut dan dari Indonesia hanya papa Arjo yang diminta untuk menggantikan Maggie karena lagi hamil.
Opa Albert dan oma Ratna yang bertanggung jawab penuh atas pernikahan itu seperti Riko karena kedua saudara itu adalah anak angkat mereka yang dianggap sebagai adik-adik Alfa.
Dua hari kemudian, keduanya pun melangsungkan pernikahan dan sah dimata agama maupun hukum.
"Selamat ya de, ingat kamu sudah punya isteri jadi jaga dan sayangi dia. Jangan buat mama papa menyesal di alam sana" ucap Riko menasihati adik Satu-satunya itu.
"Iya bang" ucap Roky berkaca-kaca.
"Selamat ya Roky, bahagialah bersama isterimu" ucap Alfa sambil memeluk saudara angkatnya.
"Selamat ya de, kamu sudah jadi suami. Jika kerja ingat pulang, ada isteri yang setia menunggumu" nasehat Mey.
"Uhhh selamat ya sayang, akhirnya anak mama bisa melepas masa lajangnya. Alice kalau anak mama ini nakal jangan sungkan untuk melaporkan kepada mama ya?" ucap Oma Ratna diikuti oleh opa Alberth
"Iya ma, terimakasih sudah banyak membantu" ucap Alice sopan kepada mama mertuanya walaupun dia tahu wanita itu bukan ibu kandung suaminya tapi wanita itu sangat mencintai Riko dan Roky sama seperti Alfa.
Acara pun berjalan dengan lancar hingga selesai.
Dua hari kemudian Roky membawa isterinya pulang ke Indonesia dan menetap di sana.
.
.
.
Tiga bulan kemudian Maggie sudah semakin membaik, Mandi tanpa di suruh lagi dan Roberth sangat bersyukur karena Maggie hamil tidak seperti perempuan pada umumnya yang muntah-muntah atau mual terhadap bau apa saja yang tidak disukai, itu semua tidak dialami oleh Maggie.
Nafsu makan ibu hamil itu meningkat sejak hamil diusia bulan pertama dan sekarang kandungannya sudah berusia empat bulan masuk lima bulan.
Maggie sudah mulai membantu Roky dalam menangani masalah kantor jika dibutuhkan dan seperti biasa ia selalu di bekerja dibalik layar.
Maggie yang tahu bahwa keluarga suaminya masih memiliki musuh maka ia tidak pernah menujukkan diri agar merepotkan suaminya. Sehebat apapun dia tapi ia sadar bahwa saat ini dalam kandungannya sedang tumbuh buah cinta mereka sehingga ia tidak mau membahayakan janinnya.
Maggie meminta bantuan kepada para anak buahnya untuk menjaga suaminya, adik-adiknya dan semua yang masih punya hubungan dengannya agar tidak di bahayakan.
Papa Arjo sudah berbicara dengan Maggie soal pribadinya dan juga soal pertemuannya bersama paman papa Arjo waktu itu.
Tring tring tring
📞Halo om Roky?
📞Kaka, apa kamu bisa bantu om Roky?
📞Ada apa om?
📞Sepertinya data kantor kita sengaja dimasukkan virus oleh seseorang.
📞Baik aku akan segera mencari tahu.
Maggie mulai mengambil laptopnya dan naik ke atas ranjang dan mengotak atik benda tersebut. Ia sangat serius dalam melakukan tugasnya sampai suaminya yang pulang pun ia tidak menyadarinya.
"Sayang, duduknya jangan seperti itu nanti babynya kejepit" ucap Roberth sambil menata bantal dan menarik pundak sang isteri agar bersandar karena sejak tadi bumil itu membungkuk.
"Nah seperti ini kan baik" ucap Roberth setelah melihat posisi duduk isterinya yang sekarang.
"Sudah pulang? ko Maggie nggak tahu sih?" ucapnya sambil mengambil tangan suaminya dan mencium punggung tangan pria itu.
"Kamu terlalu serius makanya tidak sadar kalau suami sudah pulang" ucap Roberth sambil melepaskan dasinya.
"Maaf ya ka?" ucap Maggie merasakan besalah.
"Tidak apa-apa. Lagi kerja apa sih sampai serius seperti tadi?" tanya Roberth penasaran.
"Perusahaan Adipaty yang di sini lagi bermasalah jadi om Roky minta bantuan untuk melacak pelakunya" jelas Maggie.
"Sudah tahu pelakunya?" tanya Roberth.
"Belum, sepertinya dia terlalu pintar untuk menghilangkan jejak" ucap Maggie yang merasa curiga karena sepertinya orang ini tahu semua cara-cara grup Adipaty saat melacak seseorang sehingga ia tidak meninggalkan jejak sama sekali di setiap situs yang dia kunjungi.
Maggie membiarkan pelaku itu untuk terus berkarya. dan Maggie tidak mengunci keamanan bagian keuangan karena itu salah satu triknya untuk bisa menangkap orang tersebut.
Wanita hamil itu menyimpan laptopnya di atas nakas dan mengambil ponselnya lalu keluar ke balkon untuk menghubungi seseorang.
Beberapa saat kemudian orang tersebut mengangkatnya.
📞Halo kaka
📞Om Riko, apakah om Roky sudah menghubungimu soal hacker yang meretas data kantor Royal-Adipaty?
📞Iya Roky sudah menghubungiku dan aku belum berhasil menangkap pelakunya.
📞Bekerja samalah dengan abang, siapa tahu dia bisa mengatasinya. Aku baru saja mengikuti jejaknya namun sepertinya orang itu tahu jadi setiap aku menemukan jejaknya tidak berselang beberapa detik langsung terhapus permanen.
📞Iya om, salam sama tante Lili
📞Iya kaka, jaga kandunganmu baik-baik.
📞Iya om Maggie matikan teleponnya ya?
📞Iya.
Sambungan telepon berakhir. Maggie berbalik dan ternyata suaminya ada di belakangnya.
"Apakan masalahnya cukup serius?" tanya Roberth yang kasihan dengan isterinya. Selama ini wanita itu tidak pernah mengeluh dalam menyelesaikan suatu masalah namun kali ini ia sampai menghubungi Riko yang adalah raja IT untuk perusahaan Royal-Adipaty dan Maquerie-group.
"Masalahnya cukup serius namun aku nggak bisa ambil tindakan karena jika itu terjadi dan dia adalah salah satu dari orang-orangku maka akan sangat berbahaya untuknya." jelas Maggie.
"Siapa yang kamu curiagai?" tanya Roberth.
"Aku belum memastikannya. akan aku coba lagi" jawab Maggie.
"Coba hubungi daddy" ucap Roberth
"Iya sepertinya begitu" jawab Maggie.
Maggie kembali menghubungi sang daddy untuk membantunya menangani masalah tersebut. Maggie tidak sembarang mengeluarkan kekuatan supernya karena itu hanya ia lakukan jika mendesak dan berbahaya.
📞Halo kaka
📞Dad, bagaimana perkembangan yang dihadapi om Roky?
📞Masih dalam proses sayang. Apa kamu sudah mengetahui pelakunya?
📞Belum dad. Kaka baru saja menghubungi om Riko untuk bekerja sama dengan abang siapa tahu bisa.
📞Iya sayang, akan daddy coba sekali lagi.
Nggak mungkin dia orangnya. Eh masa aku salah mencurigai orang sih? Baiklah mari kita buktikan, jika Dia maka aku akan sangat terkejut. Batin Maggie yang mencurigai seseorang yang sangat dekat dengannya.
Maggie keluar dari kamar bersama suaminya untuk bersantai karena masih sore jadi mereka menghabiskan waktu di pinggir kolam ikan.
"Ka Aku jadi pengen makan ikan deh" ucap Maggie yang sejak tadi melihat ikan-ikan bergerak ke sana ke mari di dalam kolam.
"Mau makan ikan? kaka ambilkan ya? mau goreng apa dipanggang?" tanya Roberth yang langsung mengiyakan keinginan isterinya.
"Panggang aja deh" ucap Maggie.
Roberth mengambil jalan yang biasa dipakai untuk menangkap ikan lalu mulai menangkap ikan yang ada di kolam tersebut.
Maggie hanya minta dibuatkan satu ekor dan Roberth melakukan sesuai keinginannya karena takut jika salah melakukan dan wanita hamil itu ngambek.
Roberth menangkap sekitar empat ekor tapi yang diminta cuma satu jadi ia melepaskan kembali yang lainnya.
Keduanya membawa ikan itu masuk ke dalam dan Roberth mulai meracik bumbu-bumbunya untuk dioleskan ke ikan tersebut. Sedangkan Maggie duduk di meja makan yang ada di dapur dan menyanggah dagunya di kedua telapak tangan yang menjadi penopang sambil melihat suaminya bekerja.
"Suamiku idaman bangat sih? bisa apa aja. Seandainya kita jatuh miskin aku mau kita buka usaha warung aja gimana?" ucapnya berandai-andai.
Roberth tidak habis pikir dengan cara pemikiran isterinya. Mana ada Royal-Adipaty dan Maquerie-group dan juga Abadi-grup bangkrut dalam waktu yang sama.
"mau nggak?" tanya Maggie.
"Mau apa?" tanya Roberth
"Yang tadi aku bilang. Seandainya kita jatuh miskin kaka mau kan kita buka usaha warung makan" ucap Maggie menuntut jawaban sang suaminya.
"Bangkrut dulu baru mikir ya?" jawab Roberth membuat sang bumil tidak puas.
"Tara... ikannya masak. Mau makan pakai nasi?" tanya Roberth yang berhasil memasak ikan untuk isteri tercinta.
"Nggak, aku mau ikannya aja" ucapnya sambil menarik piring yang berisi ikan bakar ala suaminya itu.
Dengan lahap ia mulai makan ikan tersebut sampai menjikat jari-jarinya.
"Ka nanti esok lagi ya, ikannya sangat enak" ucap Maggie memohon.
"Jika kamu senang, kita bisa membuatnya setiap hari" ucap Roberth membuat Maggie senang dan semakin lahap menghabiskan ikan buatan sang suami.
Beberapa saat kemudian ikan itu ludes dan tinggal tulang-tulangnya saja.
"Ahhh nikmat" ucapnya sambil mengusap perutnya yanng sudah mulai kelihatan membuncit.
"Dede sayang, kamu harus membantu mama untuk menghabiskan masakan papa ya? tahukan masakan papa paling ternikamat" ucap Maggie mengajak anaknya berbicara. Melihat pemandangan itu, Roberth sangat senang dan bahagia.
"Iya sayang papa harus mulai terbiasa masuk dapur untuk memasak makanan untuk dede sama mama" ucap Roberth ikut mengusap perut isterinya dan berbicara dengan sang bua hati.
Bersambung