
Aku di mana? kenapa tubuhku terasa sakit semua? Oh tidak! Novi pasti panik sejak semalam aku tidak ada kabar. Batin Reno yang baru sadar dari pengaruh obat.
Beberapa saat kemudian seorang wanita paruh baya yang mengenakan pakaian seragam, rupanya itu adalah seragam asisten di rumah mewah tersebut.
"Tuan, ini makan dulu bubur ayamnya" ucap wanita itu.
"Siapa kamu dan kenapa aku bisa ada fi sini" ucap Reno sinis.
"Kamu ditemukan tuan muda dan di bawa ke sini subuh tadi dalam keadaan tidak sadar" jelas wanita itu sebagai jawaban kepada Reno. Dilihat dari raut wajahnya, sepertinya Reno kurang puas dengan penjelasan wanita itu.
"Aku tidak mau makan" tolak Reno.
"Makanlah, ini perintah dari tuan muda sebelum berangkat ke kantor. Katanya kamu harus makan dan minum obat biar cepat sembuh" jelas wanita itu sekali lagi.
Reno akhirnya mengalah dan menepis semua prasangka buruk terhadap wanita itu dan pria yang sejak tadi dia sebut tuan muda. Reno makan dengan lahap karena saat ini hari sudah mulai malam. Setelah menyelesaikan makannya, Reno pun minum obat yang sudah disiapkan oleh wanita itu.
"Mau ke mana tuan?" tanya wanita itu saat melihat Reno hendak turun dari ranjang.
"Aku harus pulang karena isteriku sudah menunggu" ucap Reno sambil berdiri dan membenarkan pakaiannya yang acak-acakan.
"Sebaiknya tunggulah sampai tuan muda pulang dari kantor." ucap ART itu berusaha menahan Reno agar tunggu sampai tuan mudanya itu pulang.
"Sampaikan saja terima kasihku, tapi maaf aku harus pergi sebelum hari semakin malam" jelas Reno.
"Baiklah, kalau begitu biarkan sopir yang mengantarmu" ucap sang ART.
"Iya terima kasih" jawab Reno.
Wanita paruh baya itu akhirnya mengantarnya keluar dan mendapati seorang pria yang sudah siapkan mobil di depan mansion tersebut.
"Mari tuan, saya antarkan" ucap pria itu sambil membuka pintu.
"Terima kasih" ucap Reno dan langsung masuk ke dalam mobil.
Pria itu pun masuk dan duduk dibalik kemudi lalu mulai menjalankan mobil tersebut.
Sesuai arahan Reno, pria itupun menurut dan mengantar Reno hingga tiba di sebuah rumah mewah dan itu adalah rumah orang tua angkatnya.
"Pak, aku turun di sini saja" ucap Reno saat sudah tiba di gerbang rumah orang tuanya.
"Baik tuan" jawab sopir itu dan langsung memberhentikan mobil tersebut di sana.
Reno keluar dari mobil dengan pakaiannya yang sudah seharian tidak diganti. Melihat putera tuan mereka yang datang langsung dengan tergesa-gesa mereka membuka gerbang setelah mobil yang membawa Reno pergi.
"Papa sama mama ada?" tanya Reno.
"Ada tuan" jawab mereka sambil sedikit membungkuk.
Reno melangkah pergi begitu saja dari hadapan mereka semua menuju rumah orang tuanya itu.
Reno membunyikan bel rumah itu dan beberapa saat kemuadian mama Jeni datang membukakan pintu untuk puterinya.
"Hah anak mama kenapa jadi begini?" ucap Mama Jeni dengan sedikit berteriak karena terkejut dengan penampilan puteranya yang jauh dari keadaan setiap harinya.
"Biasalah ma, anak cowok" ucap Reno santai sambil memeluk mamanya dengan manja.
"Heh kamu itu bukan anak cowok lagi tapi suami orang jadi jangan ane-aneh deh" gerutu mama Jeni sambil melangkah beriringan dengan puteranya.
"Itu dia ma, makanya aku ke sini untuk berganti pakaian dan bersihak diri sebelum pulang ke apartemen" jelas Reno jujur karena memang dia tidak mau membuat Novi sedih.
"Hah? jadi kamu belum pulang sejak kapan?" tanya mama dengan melototkan matanya ke larah puteranya.
"Nak, kamu itu sudah jadi suami, yang namanya jalan tanpa pamit apalagi seharian tidak pulang dan tidak ada kabar itu tidak baik. Usia pernikahan kamu baru seumur jagung dan jangan sampai ada kesalah pahaman." nasehat mama Jeni.
"Hai anak papa kenapa malam-malam baru datang?" tanya papa Sandro yang baru turun dari kamar yang berada dilantai atas.
"Tuh lihat anak papa pulang bawa luka-luka" lapor mama Jeni kepada papa Sandro.
"Hah kenapa nak? kenapa sampai luka? dimana isterimu?" tanya papa Sandro tanpa jeda.
"Pa, tanya satu-satu dong" ucap Reno kesal.
"Iya kenapa, jelaskan sama papa" tuntut sang papa.
"Aku gagal pa" ucap Reno sendu.
"Maksud kamu? jangan bilang kamu sama isteri kamu lagi dalam masalah. Jangan sakiti anak orang Reno" ucap papa yang mulai memanas.
"Ini tidak ada hubungan dengan isteriku. Aku hanya tidak mau dia tahu dan jadi sedih makanya aku lebih memilih untuk ke sini dulu" jelas Reno.
"Kalau begitu apa yang kamu maksud dengan kegagalan tadi hah?" tanya papa.
"Aku semalam sudah datang ke perusahaan daddy tapi ternyata, perusahaan daddy hanya tinggal nama dan semuanya sudah minus" jelas Reno denga nada sedih.
"Apa kamu serius?" tanya papa panik. Jika demikian maka ia juga akan merasa sangat bersalah karena janjinya untuk sang kaka tidak tercapai.
"Serius pa, aku sendiri yang membuka filenya pa" jawab Reno sungguh-sungguh.
Papa Sandro yang sejak tadi berdiri di depan puteranya dan isterinya itu mendadak lemah seluruh tubuhnya sehingga ia perlahan-lahan mendudukan bokongnya di sofa singgle yang berhadapan dengan kedua orang kesayangannya itu.
Mereka sempat diam beberapa saat sampai ada sesuatu yang mengganjal di hati papa.
"Tadi kamu bilang kas perusahaan minus?" tanya papa tiba-tiba.
"Iya pah" jawab Reno sambil memijit keningnya.
"Apa kamu yakin? coba kamu pikirkan, jika demikian kenapa tidak ada berita tentang kebangkrutan perusahaan daddymu?" ucap Papa menyadarkan Reno yang tadi sempat putus asa.
"Hah? kenapa aku tidak kepikiran ke sana? tapi subuh tadi saat kami akan pergi dari perusahaan itu, kami dihadang oleh anak buahnya orang-orang jahat itu dan aku sempat mendengar ucapan mereka bahwa yang mereka cari adalah orang yang sudah berani mengacaukan rencana bos mereka, itu artinya mereka juga tidak tahu soal ini. Apa ada orang yang ada dibalik ini ya?" ucap Reno panjang lebar.
"Bukannya kamu pernah bilang kalau keluarga Smith dan Adipaty akan membantumu?" tanya Papa.
"Tapi aku belum mengatakan kepada mereka kalau aku akan bergerak sekarang" ucap Reno heran.
"Jika mereka sudah berjanji untuk membantumu maka sudah pasti mereka akan selalu sianga jika ada sesuatu yang terjadi tanpa kamu ketahui" ucap papa.
"Mereka orang baik nak, pasti mereka akan bertindak tanpa kamu ketahui. Apalagi selama ini kamu sibuk mengurus pernikahanmu dan pasti mereka tidak ingin mengganggu kebahagiaanmu" ucap mama yang sejak tadi diam.
Siapa dibalik ini. Jika dia yang sudah bertindak melindungi perusahaan daddy maka aku akan sangat berterima kasih kepadanya. Batin Reno.
Malam semakin larut, Reno akhirnya masuk ke kamarnya untuk membersihakan diri sekaligus menukar bajunya dan beristirahat.
Reno baru menyadari jika ponselnya tidak berbunyi sejak tadi. Setelah diperiksa ternyata kehabisan batrei. Pria itu akhirnya mengisi daya sambil megaktifkan kembali.
Banyak sekali pesan dan panggilan masuk dari isterinya namun satu pesan yang menarik perhatiannya.
📹 Om Leno, aku tunggu telaktilannya nanti. Pokoknya halus bayal kelja kelas kaka.
Mungkinkah itu kamu sayang?
BERSAMBUNG