Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
57. Ulang Tahun



"Daddy, akhh ade cape. Daddyna nenak cekali tidulna" ucap Maggie yang tidak mendapat respon dari sang daddy.


"Tapi ade tan mauna daddy ada cebental di acala ulang tahunna ade" ucap gadis kecil itu mulai berkaca-kaca dan membuat semua orang sedih. Mey memilih mendekati puterinya dan duduk di sampingnya.


"Ade, daddy sudah tidak ada lagi" ucap Mey menahan sesak di dadanya.


"Mom, daddy tan ada di cini tenapa mommy bilang daddy tida lagi" protes Maggie karena jelas-jelas daddynya tengah berbaring di sampingnya.


"Daddy sudah meninggal sayang. Daddy sudah mati" ucap Mey yang tidak dapat menahan air matanya lagi.


"Ade ta mau daddy mati. Ade mauna daddy ada di pecta ade cebental mom" ucap anak kecil itu mulai histeris sambil menggoncang tubuh mommynya.


"Permisi tuan, nyonya kami akan memindahkan ke ruang mayat" ucap petugas Rumah Sakit.


Maggie yang hendak menggendong puterinya dikejutkan dengan tarikan dari samping di mana tangan kecil puterinya tengah di genggam kuat oleh sebuah tangan yang sangat lemah.


"Mas!!" seru Mey antara senang dan sedih.


Semua yang mendengar langsung berlari ke arah tempat tidur Alfa dan menyaksikan mukjizat itu yang sedang terjadi.


Pria yang masih terbaring dan dengan mata tertutup rapat itu tetap setia menggenggam tangan kecil puterinya. Sedangkan Maggie jangan ditanya lagi, anak kecil itu sudah berbinar karena daddynya meresponnya.


"Dad, bangun daddy" Maggie kambali duduk di tempat tidur sambil menggoncangkan tubuh daddynya. Beberapa menit kemudian mata yang tertutup hampir empat bulan itu kembali terbuka.


Semua orang berucap syukur melihat peristiwa ini.


Alfa yang melihat banyak orang ada dalam ruangan itu kembali dibuat heran.


"Aku dimana?" tanya Alfa


"Kamu di Rumah Sakit boy," ucap papa Alberth sambil menjamah pucuk kepala puteranya.


"Lalu siapa mereka?" ucap Alfa sambil melihat ke arah Mey dan puterinya


Deg


Semua yang ada di situ dibuat terkejut saat Alfa tidak mengenal puterinya dan ibu dari puterinya. Tanpa sadar air mata Mey menetes, wanita itu memilih membawa puterinya keluar.


Sejak awal kami memang sudah tidak ada di hidupmu jadi wajar jika kau tidak mengenal kami. Batin Mey yang sudah membuka pintu dan keluar bersama Maggie.


Anak kecil itu seolah mengerti dengan suasana hati mommynya. Ia terdiam saat dibawa pergi dari depan semua orang yang ada di sana.


"Kita pulang ya sayang?" ucap Mey dan dibalas dengan anggukan oleh puterinya.


Ayah Devid yang mengerti dengan suasana ini langsung menggenggam tangan puteri angkatnya dan membawa pergi dari sana.


Alfa hanya menatap orang-orang yang mulai meninggalkannya satu per satu. Tanpa suara bahkan hanya diam dengan posisi yang masih terbaring di atas tempat tidur.


xxxxxxxxxxx


Keluarga tuan Devid pergi meninggalkan rumah sakit itu saat hari mulai gelap. Dengan emosi yang semakin memuncak, pria paruh baya itu memilih pergi dari sana.


Sepanjang perjalanan, semua diam dengan pikiran masing-masing. Tidak ada seorangpun yang berani bersuara, Novi merasa paling bersalah saat ini.


Seharusnya aku tidak bertindak untuk melakukan hal itu agar pria itu tewas dan sakit hati k Mey dan Maggie segera berakhir. Batin Novi geram


Tibalah mereka di apartemen tempat mereka menginap. Suasana sepi sejak mereka di atas mobil tadi hingga masuk ke dalam apartemen itu.


Hari mulai malam dan Mey mulai mendandani puterinya untuk merayakan ulang tahun gadis kecil itu.


"Ade mau jadi olang kuat cupaya bica jaga mommy" ucap Maggie saat mommynya memilih pakaian yang akan ia pakai malam ini.


Mey tersenyum dan menghadiahkan puterinya satu kecupan di pipinya.


"Anak mommy akan tumbuh jadi anak yang hebat nantinya" ucap Mey pada akhirnya.



Maggie yang cepat sekali melupakan peristiwa sore tadi, kini mulai kelihatan ceriah lagi. Kostum ulang tahunnya yang unik sesuai keinginannya membuat gadis kecil itu terlihat semakin luar biasa.


Papa Alberth dan mama Ratna tengah memberi pengertian kepada putera mereka.


"Nak, betul kamu tidak mengingat wanita tadi dan anaknya?" tanya mama Ratna.


"Ma, jangankan mengingat, bertemu saja aku tidak pernah" ucap Alfa


"Baiklah, jangan dipikirkan. Sudah seharusnya mereka bahagia sejak dulu, tapi ini semua mama yang salah telah mengikat mereka dengan warisan itu" ucap mama yang sudah meneteskan air mata.


Papa Alberth juga sedih dengan keadaan yang terjadi sekarang. Alfa hanya menatap tajam mama dan papanya bahkan sekarang mereka masih di Rumah sakit karena keadaan Alfa yang masih lemah.


"Pa, mama keluar sebentar ya? Sepertinya acara ulang tahun cucu kita sudah mulai.


Deg


Ada sesuatu yang menganggu batinnya, sepenggal pertemuannya dengan wanita di dalam mimpi itu kembali terlintas di kepalanya dan kejadian setahun yang lalu saat puteri kecilnya tepat berusia tiga tahun juga kembali berputar di kepalanya.


Aku tidak sanggup lagi untuk berpura-pura. Sudah cukup aku membuat mereka menderita selama ini, masalah pria brengsek itu akan aku pikirkan cara lain untuk membuktikan kebusukannya. Batin Alfa yang sebenarnya tidak hilang ingatan tapi ia ingin berpura-pura untuk menjebak seorang pria brengsek yang memanfaatkan mantan isteri dan anaknya.


Pria itu perlahan-lahan mulai bangun dari tempat tidur dan melangkah masuk ke kamar mandi sambil dituntun papanya.


"Apa kamu bisa sendiri di dalam?" ucap papa


"Bisa pah" sambungnya sambil menutup pintu. Ia berjalan menuju kaca besar yang ada di kamar mandi.


"Kau tidak boleh lemah, kau harus berjuang demi puterimu" ucap Alfa pada bayangannya.


Alfa selesai dengan ritual mandinya di kamar mandi lalu keluar mendapati papanya yang duduk di sofa ruangan itu.


"Pah, temani aku datang ke acara puteriku" ucap Alfa membuat papanya tersentak.


"Maksud kamu? jadi kamu sudah mengingatnya?" tanya papa beruntun


"Nanti saja aku jelaskan tapi sekarang kita ke sana karena aku tidak mau terlambat lagi" ucap Alfa


"Tapi apa kamu sudah kuat nak?" tanya papa khawatir.


"Aku sudah lebih baik pah" tambahnya


"Oke boy, kalau begitu kita pergi." putus papa


"Tapi aku tidak membawa apa-apa" ucap Alfa baru menyadari jika ia tidak membawa hadiah untuk puterinya


"Mereka akan mengerti karena kamu baru sembuh boy" ucap papa


Mereka akhirnya melangkah pergi menuju apartemen keluarga Smith tempar acara berlangsung.


Jika ditanya kenapa mama Ratna dan papa alberth bisa tahu soal apartemen tempat menginap keluarga Devid? Ya saat tahu jika Devid datang ke negara ini, anak buah mama Ratna langsung ditugaskan untuk membantu menjaga keamanan mereka.


******


"Selamat ulang tahun ade, bahagia selalu ya sayang" ucap Novi yang saat ini tengah membawa kue ulang tahun ke depan Maggie.


Gadis kecil itu yang sudah ancang-ancang untuk mencomot kue itu langsung dihentikan oleh Novi.


"Hetss, buat permohonan dulu baru tiup lilin dan potong kuenya sayang" ucap Novi


Gadis kecil itu mengatup kedua telapak tangannya dan membuat permohonan.


"Di ulang tahun ini, cebenalna ade mau ada daddy di cini tapi daddy cakit jadi ade mau bisa tetemu daddy cetali lagi nanti" ucapnya dengan suara lantang. Saat membuka mata, ia dikejutkan dengan sosok pria yang telah berjongkok di depannya.


Sementara semua orang terpaku menyaksikannya.


"Daddyyyyy" seru anak kecil itu bahagia.


-Bersambung-