Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
135. Persiapan Menikah



Di dalam sebuah pesawat umum, sepasang oma dan cucunya tengah menikmati penerbangan mereka menuju ke Indonesia.


"Bagaimana perasaan kaka?" tanya sang oma.


"Senang tapi kaka juga sedih kalena jauh dali mommy dan adik-adik" ucapnya dengan nada sendu.


"Itu karena kaka baru kali ini pergi tanpa mereka" ucap oma sambil membawa sang cucu masuk dalam dekapannya. Ia paham akan perasaan sang cucu yang tidak pernah terpisahkan dengan mommynya sejak kecil. Oma bahkan pernah dengar ceri tentang Mey dan Reno yang pernah tersesat di jalan pulang saat memeriksa lokasi pembangunan sehingga mereka berakhir di hotel karena tidak bisa pulang malam itu juga. Saat itu Maggie kecil bahkan tidak mau tidur di ranjang dan gelisah sepanjang malam sehinga Novi harus memangkunya hingga menjelang pagi.


"Kaka harus belajar mandiri dari sekarang ya? jika kaka mau melindungi daddy, mommy sama abang dan dede maka kaka harus menjadi kuat dan mandiri mulai dari sekarang. Bisakan?" ucap oma menasehati cucunya.


"Bisa oma, tapi ini kan peltama jadi kaka boleh sedih kan?" ucap gadis kecil itu polos dengan suara bergetar seperti menahan tangisnya. Ucapannya itu membuat oma tersenyum sekaligus merasa haru.


"Boleh sayang" ucap oma sambil mengeratkan pelukannya kepada sang cucu.


Merasa aman dalam dekapan omanya, Maggie akhirnya tertidur. Oma yang merasa cucunya sudah tertidur karena nafas gadis kecil itu mulai teratur, akhirnya membetulkan posisi tidur cucunya dan tak lupa memberi kecupan sayang di kening gadis kecil itu.


"Dunia semakin kejam, jadi oma akan mendidikmu jadi gadis kuat dan tangguh dari sekarang. Jika kamu ditakdirkan menjadi pelindung keluarga kecilmu maka kamu juga harus siap untuk bersahabat dengan dunia yang kejam ini. Mara Salvatrucha ada di tanganmu nantinya, karena kamu adalah cucu oma maka darah manusia monster juga mengalir di dalam tubuhmu. Jadilah pemimpin yang berguna untuk melindungi orang-orang lemah" gumam oma sambil menatap wajah cantik cucunya.


Menurut opa Alberth, Maggie terlalu imut dan cantik untuk menjadi seorang penerus perguruan Mara Salvatrucha, dia sama sekali tidak cocok jika menjadi manusia kejam karena wajah polos nan cantik itu. Tapo oma membantah karena melihat sisi lain dari gadis kecil itu sejak kecil bahkan sepenggal video saat ia membunuh kekasih gelap Nina saat penculikan dirinya di gedung tua pinggiran kota waktu itu menunjukan aura monsternya dan di situ oma yakin bahwa kecantikan dan kepolosannya akan membius para musuh sehingga dengan mudah ia akan membasmi para orang jahat.


Melihat keahlian Maggie yang mampu menguasai senjata tajam sejak usianya masih dini, membuat oma akan melatihnya secara khusus bahkan sejak sekarang oma sudah mulai melatihnya menyelesaikan masalah-masalah kecil.


Penerbangan yang memakan waktu cukup lama akhirnya membawa sepasang oma dan cucu itu tiba di salah satu bandara yang berada di Indonseia.


"Akhirnya tiba, nanti tidurnya dilanjut saat di apatermen ya sayang" ucap oma yang melihat cucunya masih mengucek matanya karena baru bangun tidur.


"Iya oma, tapi kaka lapal." jawabnya sambil menguap.


"Oke kita akan cari makan dulu baru pulang ke apartemen" ucap oma. memang kedatangan mereka tidak akan pergi ke Mansion karena pasti Alfa ada di sana jadi oma memilih tinggal di apartemen yang tidak di ketahui oleh puteranya sendiri.


Keduanya melangkah keluar dari bandara menuju salah satu mobil yang sudah terparkir di sana. Oma memang sudah menghubungi orang-orangnya untuk membawa salah satu mobil kesayangannya ke bandara karena dia akan menyetir sendiri. Dan tentu para anak buahnya sudah tersebar dimana untuk mengawasi mereka dari jarak jauh.


"Loh oma, mobil siapa? oma mau disebut penculi ya?" ucap gadis kecil itu dengan polos karena oma memasukan coper mereka ke bagasi lalu membuka pintu terlebih dahulu untuk Maggie dan setelah itu oma memutar ke bagian kemudi lalu masuk dan duduk di balik kemudi.


"Hahaha kamu ada-ada saja sayang. Memangnya oma kelihatan sangat miskin sampai kamu bilang oma pencuri?" ucap oma merasa lucu dengan ucapan cucunya itu.


"Iya kan oma sudah tidak punya apa-apa lagi, semua halta kan sudah milik kaka jadi oma halus baik-baik sama kaka kalau tidak oma bisa jatuh miskin" ucap Maggie panjang lebar membuat oma seamakin gemas.


Oma bergeser dan memasang sabuk pengaman untuk cucunya.


*Al, puterimu memang anak yang luar biasa, mengatai omanya sendiri miskin dan lebih parah lagi pencuri. Betul kata mitos, anak yang dibuat karena nafsu memang begini watanknya. Suka menguasai dan meremehkan. Untung cantik dan pintar dan lebih untung lagi dia cucu kesayanganku.* Gerutu oma dalam hati.


"Siap oama, Lets goooo" seru Maggie bahagia.


Perjalanan keduanya dari bandara membelah jalan kota Jakarta dengan penuh berisik karena Maggie yang selalu punya banyak cerita untuk menghibur sang oma. Keduanya tertawa sepanjang perjalanan hingga tiba di salah satu Restoran favorit oma Ratna.


"Ayo turun sayang" ajank oma setelah kembali melepas sabuk pengaman dari cucunya. Keduanya memasuki Restoran itu dengan dengan tersenyum bahagia sehingga banyak mata yang menatap mereka. Banyak orang yang mengenal oma sebagai isteri dari seorang pebisnis terkenal membuat mereka menunduk hormat tapi yang lain juga yang mencibir karena kesalahan Alfa di masa lalu yang kawin cerai sehingga banyak yang menganggap bahwa Alfa adalah anak yang tidak dididik orang tua sehingga mengecewakan hati perempuan yakni Nina.


Tidak mau ambil pusing dengan pandangan orang yang berbeda-beda tentang dirinya, oma malah menggandenga sang cucu masuk ke ruang VIP, karena ia ingin makan dengan tenang.


Setelah menyelesaikan makan mereka, oma kembali menggandeng cucu kesayangannya keluar menuju parkiran dan pergi meninggalkan Restoran tersebut menuju apartemen tempat mereka menginap untuk beberapa hari hingga masalah selesai.


*


*


*


Reno lebih banyak menghabiskan waktu untuk berada di Indonesia karena mempersiapkan penikahan mereka yang masih tiga minggu lagi. Pria itu berusaha untuk terlebih dahulu memberi status yang jelas kepada Novi baru setelah itu ia menjalankan misinya untuk mengambil alih perusahaan orang tuanya. dalam seminggu Reno harus pulang pergi Australia- Indonseia. Bagaimanapun ia masih punya tanggung jawab untuk perusahaan keluarga Smith karena jika saatnya ia merebut apa yang menjadi haknya maka opa Devidlah yang akan berdiri di belakangnya untuk menopangnya, apalagi saat ini keluarga Adipaty sudah bersedia membantunya jadi ia akan memberi yang terbaik untuk kedua keluarga itu.


"Sayang, kita harus menyelesaikan semua persiapan kita mulai dari cincin, gaun dan yang lainnya sekarang." ucap Reno saat ia dan Novi tengah menikmati pemandangan dari atas balkon apartemen tersebut.


"Ia ka, emang ka Reno masih pulang lagi ke Australia?" tanya Novi.


"Iya sayang, aku akan kembali dan mungkin dua minggu di sana karena aku harus menyelesaikan pekerjaan agar tidak mengganggu acara kita nanti" jelas Reno.


"Baiklah, ka Reno sudah kasih tahu sama ayah Devid dan ka Mey ya?" tanya Novi.


"Ayah sudah, tapi Mey nya belum" ucap Reno jujur.


"Aku sudah merindukan mereka," ucap Novi sedih.


"Kamu akan lebih banyak waktu bersama mereka nantinya sayang. Karena mau tidak mau kita harus tinggal di sana, tidak mungkin kan aku harus pulang pergi setiap minggu seperti sekarang?" ucap Reno.


"Iya tapi bagaimana dengan ayah?" tanya Novi, bagaimanapun Veron adalah ayah kandungnya.


"Ayah masih koma sejak saat itu. Mungkin oma tidak ingin berpisah sama kamu dan bunda tapi rupanya kaka tirimu sangat egois, dia belum membuka pintu untuk menerima kamu tapi aku akan berusaha semampuku agar walaupun kamu tidak lagi hidup bersama ayah seperti dulu tapi kamu tetap punya hubungan baik sehingga kamu bisa bebas mengunjunginya." Reno sebenarnya marah karena Novi masih peduli dengan pria yang sudah menorehkan luka kepadanya, tapi mau bagaimana lagi, gadis itu terlanjur mencintai sang ayah sehingga mampu menghilangkan rasa bencinya.


BERSAMBUNG


BERSAMBUNG