Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
44. Kabur Dari Penjara



Jangan lupa Vote, Like n Comen ya!


Usai bersiap, masing keluar dari kamarnya dan berkumpul di meja makan, karena sebelum makan semuanya harus sarapan pagi. Saat ini waktu sudah menunjuk puku 08.20 pagi.


Maggie yang baru turun bersama mommynya sambil membawa tas bulunya, berjalan ala model yang lagi fashion show di panggung meliuk-liukan pinggulnya sehingga membuat dress kembang berbunga terang itu ikut bergoyang. Gadis kecil itu kelihatan sangat bahagia, dengan menyanyikan lagu andalannya.


Kasih ibu, kepada beta


tak telhingga, sepanjang masa


hana membeli, tak halap kembali


bagi sangsulya meninali dunia


Novi yang melihat gadis kecil itu menor dari ikat rambut hingga sepatunya, timbul niat mengganggu gadis kecil itu.


"Wihh taman berjalan datang!" ucap Novi tenang


"Taman beljalan mana ta Novi" ucap Maggie yang belum menyadari jika dirinya yang dimaksud


"Ada deh, tadi baru turun dari tangga" ucap Novi


"Ta Novi stles, yang bica jalan itu cuma manusia sama binatang, mana ada taman beljalan" ucap Maggie mengejek


"Ya adalah, ini ini ini yang namanya taman berjalan" ucap Novi terkekeh sambil menunjukkan ikat rambut, baju serta sepatu Maggie


"Opa, ta Novi nebelin. Tatana ade taman beljalan, ade manucia tan opa?" adu Maggie pada opanya


"Iya, ade manusia dan ade cantik kalau berpakaian seperti itu" ucap opa mendukung


"Huuuu dengal tu, opa aja bilang ade cantik. Mommy nanti beli lagi ade baju yang banak taya gini ya?" ucap Maggie yang merasa di atas awan saat dipuji opanya


"Iya sayang. Nanti kita beli lagi" jawab Mey


"Sekalian beli taman yang ada kupu-kupunya" ucap Novi menyindir


"Olang beli baju butan taman ta Novi" ucap Maggie jengkel


"Kalau marah, cantiknya hilang" ucap Novi membuat Maggie yang tadinya cemberut langsung tersenyum lebar.


Semua yang ada di meja makan hanya tersenyum melihat interaksi kedua gadis beda usia itu.


Setelah menyelesaikan sarapan semua keluar dengan membawa koper masing-masing kecuali Maggie yang membawa tas bulu pinknya itu.


Reno yang menyetir dan opa duduk di sampingnya sambil memangku cucu kesayangannya sementara Mey dan Novi duduk di bagian belakang.


Naik-naik te puncak gunung


Tinggi-tinggi cetali


Tili tanan tulihat caja


banak pohon cemala


Lagu yang sejak tadi dinyanyikan oleh Maggie sepanjang perjalanan untuk menghibur mereka. Gadis kecil yang sejak tadi bernyanyi sambil berpindah pindah tempat dari depan ke belakang membuat perjalanan mereka terasa tidak membosankan.


"Om Leno, ta Novi taya talcan" ucap Maggie mengadu pada Reno membuat Novi mempelototinya


"Oh ya, kenapa jadi tarsan?" ucap Reno memancing agar Novi menjadi sasaran bullyan mereka


"Tadi ta Novi teliak-teliak di lumah. Itu tan talcan to tata om Leno" ucap Maggie


"Iya betul, tapi tarsankan hidup di hutan de" ucap Reno menahan senyumnya karena Novi yang hampir meledak di belakang


"Hihihihi" Maggie semakin cekikan membuat Novi geram dan Reno gemas melihatnya.


Perjalanan satu keluarga ini akhirnya tiba di puncak dengan selamat. Maggie yang sejak tadi aktif di atas mobil, kini sudah terlelap dipangkuan sang opa.


Mereka semua melangkah masuk dengan Maggie yang tetap digendong opa. Reno meminta para pelayan untuk membawa koper mereka ke kamar masing-masing.


"Kamu mau kamar yang mana?" umpan Reno karena sejak tadi Novi tidak mau berbicara dengannya


"Mana aku tahu kamarnya yang mana?" ucap Novi jengkel


"Dekat kamarku saja ya?" ucap Reno sambil menyembunyikan senyum jahilnya


"Ka Renooooo!" teriak Novi yang sudah tidak menahan emosinya lagi dan itu menundang gelak tawa Reno


"Apa?" ucap Reno mas bodoh


"Pokoknya antar aku ke kamar yang dekat dengan kamar ka Mey" putus Novi dengan wajah dibuat galak


"Oke sayang" ucap Reno yang menarik koper Novi sambil berjalan mendahului gadis itu sambil menarik kedua sudut bibirnya keatas.


Novi yang geram dengan sikap pria ini mengangkat kepalan tangan ke arah tengkuk Reno seolah ingin meninju pria yang di depannya. Reno yang melihat gerakan Novi dari bayangan itu berhenti mendadak sehingga hidung gadis itu mendarat sempurnah dipunggungnya.


"Aduhh" ucap Novi sambil memijit pangkal hidung yang terasa sakit


"Kenapa?" tanya Reno cuek


"Kenapa kamu bilang? aku kesakitan lalu kamu bilang kenapa" Novi tidak terima baik dengan ucapan pria yang ada di depannya ini


"Siapa suruh kamu jalan tidak fokus? atau kamu memang berniat ingin menciumku ya" ledek Reno kepada Novi


"Ingin mencium kamu, jangan kegeeran ya? lebih baik aku menciun Kim Soo Hyun dari pada kamu" ucap Novi sambil tersenyumembayangkan wajah artis korea kesayangannya.


Tanpa di duga, Reno langsung emosi saat Novi menyebut nama pria lain walaupun itu cuma idolanya, dan lebih marah lagi saat gadis itu mengatakan untuk mencium pria itu.


"Apa kamu bilang?" ucap Reno tegas dan sedikit kasar saat menggenggam pergelangan tangan Novi sampai memerah. Novi yang tidak pernah dikasari langsung berkaca-kaca, Reno tidak menyadari itu karena Novi sudah menundukan kepalanya.


Reno kaget saat ada tetesan air yang jatuh ke tangan yang sedang menggenggam tangan hadis itu.


"N nnovi?" ucap Reno terbatah saat tahu jika gadis itu tengah menangis.


"Maaf" ucap Reno lagi yang merasa bersalah dan tanpa canggung ia langsung membawa gadis itu ke dalam dekapannya saat mereka sudah ada di kamar yang akan ditempati Novi.


"Maaf, aku tidak bermaksud menyakiti kamu. Aku cemburu saat kamu menyebut nama pria lain di depanku" ucap Reno sambil terus mendekap Novi dengan sayang


Novipun terkejut dengan ucapan pria itu dan menyembulkan kepalanya keluar dari pelukan pria itu untuk melihat keseriusan Reno yang sedang berbicara.


*****


📹Halo, ini dari kantor polisi pak. Kami mau menginformasikan bahwa semalam saudara Nina telah melarikan diri dari tahanan.


📹Kenapa bisa begitu pak.


📹Sepertinya dia dibawa pergi seseorang. Saat ini dari pihak kepolisian sementara melakukan tindak lanjut


📹Baik. Terima kasih pak


"Nina, rupanya kamu semakin menjadi. Jangan harap setelah bebas dari penjara kamu bisa hidup tenang" ucap Alfa emosi


📹Cari tahu ke mana wanita itu melarikan diri.


📹Baik tuan muda


Percakapan antara Alfa dan pria misterius itu akhirnya berakhir


Alfa menjadi tidak tenang karena jika mereka sudah mengetahui bahwa warisan ada di tangan Mey dan Maggie maka kedua orang itu akan dalam bahaya saat ini.


Alfa mulai bertindak memasang orang untuk turut menjaga mantan isteri dan puterinya, jika dulu ia gagal menjaga mereka maka kali ini ia tidak mau untuk gagal lagi.


******


-Bersambung-


Jangan lupa juga membaca karya author yang berjudul "Kau Yang Memintaku Pergi"