
📝Selamat sore nona. Jika kamu ingin mendapatkan tuan Alfa Adipaty maka datanglah ke gedung ini jam 6 sore nanti. Kamu bisa mendapat kelemahannya untuk membuat isterinya melepaskannya.
Salah satu pesan dari nomor tak dikenal masuk di ponsel Dita, bahkan dalam pesan itu ada juga foto gedung tua yang harus ia datangi sebentar menjelang magrib.
Mendapat pesan singkat itu membuat Dita bertanya-tanya, ia sangat penasaran karena tiba-tiba ada orang tak dikenal yang mau membantunya mendapatkan pria yang dia taksir.
"Ahhh itulah jodoh, dewi keberuntungan selalu ada buat aku. Baiklah aku akan datang untuk mendapatkannya agar pujaanku seutuhnya milikku" gumam Dita penuh bahagia.
Sudah jam empat sore, Bela sudah tidak sabar untuk datang ke alamat yang dikirim orang misterius tadi. Ia terus bergerak gelisah hingga jam lima sore, Dita langsung minta ijin untuk pergi lebih dahulu.
"Alfa, aku ijin pulang lebih dahulu ya?" ucap Dita tanpa embel-embel tuan. Gadis itu sangat lancang sehingga membuat Alfa terkejut sekaligus menatapnya tajam.
"Apa kau sudah bosan hidup? siapa kau memanggil namaku dengan mulut kotormu itu hah?" bentak Alfa membuat keberanian gadis itu hilang.
"Maaf tuan" ucap Dita menundukan kepalanya.
Tunggulah sebentar lagi, isterimu akan membencimu bahkan akan melepaskamu. Gerutu Dita dalam hati.
"Pargi, keluar dari ruanganku" bentak Alfa sekali lagi. Pria itu mulai menyadari ada kejanggalan dengan sikap sekretarisnya itu.
Dita melangkah keluar dan tekadnya semakin kuat untuk meghancurkan keluarga Alfa. Kata-kata pedas Alfa dia abaikan yang penting pria jahat itu jatuh dalam pelukannya.
Dita melajukan mobilnya gedung yang ada dalam penjelasan pesan tadi. Setelah beberapa saat berkeliling, Dita akhirnya tiba di gedung yang di maksud, gadis itu mencocokan gedung itu dengan foto yang dia terima dalam pesan singkat siang tadi.
"Sama. Akhirnya aku menemukannya. Tapi ko angker ya gedungnya" gadis itu sedikit ragu karena gedung tua itu sedikit angker seperti tidak berpenghuni.
📝Jika anda sudah tiba, masuklah sesuai petunjuk anak panah dari pintu masuk. Di dalam sana kamu akan menemukan banyak komputer, bukalah salah satu file dengan sandi keamanan 6666.
Satu pesan lagi masuk ke ponsel Dita. Membaca angka 6666 membuat bulu kuduknya merinding tapi demi mendapatkan apa yang diinginkan, gafis itu tidak peduli dengan angka keramat yang ia dapatkan.
Untuk mendapat sesuatu yang baik, perlu proses yang sulit. Batin Dita menguatkan diri sendiri.
Gadis itu membuka pintu yang ternyata tidak dikunci. Ia melangkah masuk mengikuti arah anak panah yang menempel di anak tembok. Walaupun sedikit merinding, Dita terus melangkah untuk mencapai ruangan yang di maksud. Diwaktu yang sama, seorang gadis kecil tengah menampilkan senyum termanisnya tapi oma yang melihat saja merinding walaupun senyum cucunya sangat menggemaskan.
"Akhh akhilnya kemakan unpan juga." gumam Maggie merasa lega karena usahanya menarik Dita masuk perangkapnya sangat mudah.
Ternyata sejak tadi Maggie tengah memantau Dita dari kamera tersembunyi yang ada di sepanjang lorong menuju ruangan yang di maksud.
"Apa kamu puas dengan trikmu itu?" tanya oma yang melihat cucunya yang lega.
"Tidak" jawabnya singkat.
"Loh, kenapa?" tanya oma lagi karena tidak puas dengan jawaban sang cucu.
"Kalena belu dikasih pelajalan sama olangnya" jawab gadis kecil itu santai.
"Ternyata kamu benar-benar cucu oma" ucapan ambigu dari oma membuat Maggie melongo.
"Hah? apa daddy anak yang oma pungut di hutan?" tanya Maggie serius.
"Hah?" tanya oma bingung dengan pertanyaan cucunya.
Kenap cucuku sangat pintar? Apa aku yang terlalu bodoh ya? tidak-tidak, yang bodoh itu Alfa sama papanya. Batin oma berperang.
Di Gedung tua
Dita berhasil masuk ke dalam ruangan yang memang betul dipenuhi dengan berbagai jenis komputer dan laptop. Dita menuju kursi yang ditunjukkan oleh anak panah terakhir, otaknya yang cerdas mulai berpikir bahawa ternyata komputer di meja dan kursi itulah yang harus ia buka untuk menemukan semua kelemahan Alfa.
Dengan tersenyum lebar, Dita membuka komputer yang ada di atas meja, ia memasukan sandi keamanan tadi dan semuanya terbuka dengan sempurnah.
Dita kembali membuka satu file yang menarik perhatiannya, begitu file itu terbuka dan ia memutar video-video itu.
Video pertama, Dita melonjak kaget karena melihat aksi seorang gadis kecil yang membunuh dua orang sekaligus. Siapa lagi kalau bukan videonya Maggie saat membunuh Lexi dan wanita yang menculiknya dulu.
buset siapa anak kecil itu? apakah dia iblis berwujud manusia?
Video kedua, Dita kembali terkejut melihat seorang pria yang tengah menyelamatkan seorang wanita yang dalam bahaya. Dan diakhir video, terpampang foto pria tadi dengan anak panah menancap tepat di dadanya. Itu artinya pria itu adalah buronan. Siapa lagi kalau bukan Ridho? pria yang membawa kabur Nina. Ternyata pria itu adalah kakanya Dita.
Video terakhir membuat Dita semakin gemetar karena aksinya mengganti file untuk menggoyahkan perusahaan beberapa hari lalu tertangkap kamera. Dan hal yang sama, diakhir video terpampang fotonya dengan anak panah berwarna merah yang menancap di jantungnya.
Keseriusannya menonton video-video itu membuatnya lupa akan satu hal. Ia lupa kalau saat ini dia sudah masuk dalam jebakan seseorang. Saat ia menyadari ternyata sudah terlambat, pintu ruang itu sudah terkunci rapat tanpa ada lubang angin satu pun.
Tiba-tiba ada suara anak kecil berbicara dengan suara lantang melalui pengeras suara.
"Hai tante, apa kabalnya? Maaf ya, aku cuma ingin belmain-main sebental sebelum mengilim tante le lumah sakit jiwa, hahahaha" walaupun ucapannya belepotan karena sebutan huruf R yang belum jelas hingga saat ini, tapi mampu membuat gadis itu menciut.
"Siapa kau hah anak kecil? kalau berani tunjukan dirimu, aku akan membunuhmu" teriak Dita dengan panik.
"Uhhhh aku takut dibunuh. Mau kenalan sama aku? aku gadis kecil yang kamu tonton di video peltama tadi" ujar Maggie santai.
Dita langsung gemetar mendengar gadis kecil itu mengakui siapa dirinya.
"Terimalah hadiah yang aku kilim lima menit lagi, oke?" ucap Maggie membuat Dita kembali merinding.
Seperti kata gadis kecil itu, lima menit kemudian muncul binatang-binatang aneh yang merayap masuk ke ruangan itu membuat gadis itu histeris dan tepat waktu yang sama, sebuah layar lebar yang menempel di tembok mulai menyala dan menampulkan wajah seorang hadis kecil yang sangat imut dan menggemaskan namu manik matanya terlihat seperti malaikat maut.
"Itu pelajalan untuk wanita tidak tahu dili sepelti tante. Jangan coba-coba melebut daddyku kalau ingin hidup nyaman. Daddy hanya punya mommy dan aku sama adik-adikku" setelah mengucapkan kalimat tersebut, layar lebar itu kembali padam.
Dita semakin histeris karena binatang-binatang aneh itu semakin dekat dan mejangkau kakinya.
"Tolong tolong tolong....." teriak Dita, namun memang sepertinya di gedung itu tidak ada orang.
Perlahan-lahan suaranya mulai melemah.
Disaat yang sama Alfa menerima pesan yang aneh dari nomor Dita.
📝 Maaf tuan, aku mengundurkan diri mulai sekarang. Maaf karena tidak sempat memberikan surat pengunduran diri.
Rupanya Maggie dan oma sudah menghack ponsel milik gadis malang itu.
BERSAMBUNG