
Setelah sekian lama berdebat, Maggie akhirnya mengingat sahabatnya Ria yang sudah janjian untuk mencari kerjaan.
"Mengenai kerjaan untuk Ria, apakah kamu bisa membantunya?" tanya Maggie kepada Roberth.
"Aku belum ngasih tahu kepada papa tapi aku akan membawanya ke sana untuk meminta papa memberinya kerjaan" jelas Roberth membuat Maggie sedikit lega.
"Baiklah, thanks ya" jawab Maggie apa adanya.
Ria akhirnya berhasil masuk di perusahaan keluarga Roberth walaupun hanya dengan ijazah SMA. Gadis itu bisa melanjutkan kuliahnya tanpa memikirkan banyak hal. Tentu semua itu terjadi karena seorang sahabat yang turut bermain di belakang layar agar sang sahabatnya tidak merasa terpuruk.
⭐
⭐
⭐
*****
Empat tahun kemudian
Roberth dan Maggie serta yang lainnya akhirnya menyelesaikan kuliah mereka. Ria tetap bekerja di perusahaan pak Arjo yakni papanya Roberth, walaupun hanya sebagai OB.
Hubungan Roberth dan Maggie semakin ada kemajuan, bahkan Maggie sudah bertemu secara langsung dengan kedua orang tua kekasihnya, sehingga kesalah pahaman waktu itu sudah diluruskan.
Mengenai Ria, Pak Arjo juga berjanji akan menaikan jabatan gadis itu jika ia sudah memiliki ijazah yang layak. Karena pak Arjo juga tidak ingin mengistimewakan siapapun di kantornya walaupun itu adalah sahabat puteranya ataupun bahkan puteranya sendiri.
Kini Roberth tengah dipersiapkan oleh sang papa untuk menggantikan posisinya sebagai CEO. Hal itu bembuat anak muda tersebut harus melewati beberapa tahap seleksi bahkan ia juga harus turun ke lokasi secara langsung untuk menjalankan tugasnya.
Untuk semnetara, Roberth yang benar-benar sibuk karena persiapannya untuk menggantikan posisi sang papa membuatnya sedikit jarang berkomunikasi dengan kekasihnya apalagi bertemu secara langsung.
Maggie memaklumi hal itu namun kadang ia merasa kesal jika ia sedang tidak punya tugas dari orang tuanya atau opa serta Omanya bahkan opa Gaston. Maggie kini hanya bisa bekerja dari rumah tanpa harus turun langsung ke kantor.
Untuk saat ini, Rockzy lah yang melakukan tugasnya di kantor opa Gaston, ayah angkatnya padahal yang menjabat sebagai CEO adalah Maggie.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Maggie belum diberi tugas untuk menangani perusahaan secara nyata karena masih ada beberapa musuh keluarganya yang belum menunjukan jati dirinya dan itu akan membahayakan Maggie nantinya.
****
Hari ini Roberth harus turun ke salah satu desa yang terkena musibah banjir. Papa Arjo menugaskannya untuk datang membantu masyarakat yang terkenal musibah tersebut.
Tring tring tring
Bunyi ponsel Maggie yang terletak di sampingnya.
📞Halo sayang
📞Iya
📞Kamu kenapa sayang, kaya bete gitu telponan sama aku.
📞Nggak, lagi nggak enak badan aja.
📞Lagi di mana dan lagi ngapain
📞Di rumah, ni lagi baring aja.
📞Sayang, hari ini aku akan berangkat ke desa yang lagi terkena musibah itu.
📞Sama siapa?
📞Sama tim di kantor papa.
📞Berapa lama di sana?
📞Dua hari atau tiga hari paling lama. Tidak apa-apa kan?
📞Iya nggak apa. Hati-hati di sana ya?
📞Iya sayang, aku kembali kita refreshing ya?. I love you.
📞 You too
Sambungan telepon antara sepasang kekasih itupun akhirnya selesai.
Perjalanan yang jauh dengan jalan yang cukup parah, membuat mereka tiba di sana sudah hampir magrib.
"Tuan muda, apakah kita harus langsung ke tempat penampungan?" tanya salah seorang dari timnya itu kepada Roberth. Apakah mereka akan langsung ke sana atau ke tempat penginapan terlebih dahulu.
"Sebaiknya kita datangi tempat penampungan dulu untuk melihat keadaan mereka baru kita kembali ke penginapan." jelas Roberth walaupun ia tahu bahwa jarak antar tempat penampungan dan penginapan lumayan jauh.
"Baiklah tuan muda" jawab pria tadi yang kembali menjalankan mobil yang sedang dikemudikannya.
Roberth dan timnya pun akhirnya langsung melaksanakan tugas mereka malam itu juga. Banyak hal yang harus mereka lakukan di sana, hingga tengah malam baru mereka kembali ke penginapan untuk beristirahat karena esok mereka harus melakukan tugas yang lain lagi.
Roberth sangat kecapaian sehingga begitu tiba, ia langsung membersihkan tubuhnya dan makan lalu istirahat karena malam sudah semakin larut.
Malam berlalu begitu saja hingga pagienjelang.
****
Tring tring tring
📞Halo opa
📞Halo sayang. Segera berangkat ke sini bersama Rockzy, karena opa akan mempercepat alihkan jabatan kepada kamu. Opa sudah menelepon ke pihak bandara untuk jet bisa lepas landas pagi ini.
📞Loh kenapa opa? kan belum saatnya
📞Opa akan menjelaskan saat kamu tiba di sini.
📞Tapi...
Tut Tut Tut
Rupanya opa Gaston telah memutuskan sambungan telepon tersebut.
Maggie bingung apa yang harus dia lakukan sedangkan sang opa sudah memberi perintah bahwa segera kembali ke California.
"Ada apa sih opa, ko kesannya buru-buru bangat deh" gerutu Maggie sambil bersiap-siap.
Gadis itu merasa berat karena ia harus pergi sedangkan ia sudah janjian dengan sang kekasih jika kembali mak mereka akan refreshing.
"Aku harus menelepon Roberth biar dia tahu soal kepergian ku" Gumam Maggie sambil mencari ponselnya untuk menghubungi sang kekasih.
Tring tring tring
Tring tring tring
Nomor yang anda tuju sedang dialihkan.
Panggilan pertama dan kedua tidak dijawab dan pada panggilan ke tiga hanya terdengar suar operator yang mengatakan bahwa nomor tersebut sedang dialihkan.
Gadis itu akhirnya pergi dengan perasaan hampa karena tidak bisa memberitahukan kepada kekasihnya.
Maggie keluar dari kamar menuju ke ruang tamu ternyata sang ojek andalannya saat kuliah dulu sudah berada di sana untuk menjemputnya.
Maggie akhirnya pergi dengan hanya membawa tas kecil yang melekat di punggungnya. Ia menggunakan ojek hingga tiba di bandara.
Maggie cepat-cepat ke sana ternyata Rockzy sudah berada di sana menunggunya.
"Kamu tidur apa ngebo sih?" gerutu Rockzy karena lamaenunggu gadis itu di luar.
"Tapi kamu belum pergi kan?" balas Maggie tidak mau kalah.
"Tapi sedikit lagi sudah berangkat" ucap Rockzy.
"Yah biar aku tidak lama-lama menunggu kapan berangkatnya, ayo masuk" ucap Maggie sambil mengajak pria itu untuk segera berangkat.
Tugas yang diberikan opa Gaston kepada Maggie dan Rockzy belum 100 % selesai, namun entah kenapa perjanjian harus berubah karena Maggie harus segera diangkat menjadi ketua dengan di dampingi oleh Rockzy.
Kedua anak muda yang masih punya tanda tanya besar di kepala mereka itu terakhir harus berangkat sesuai perintah opa Gaston.
Sepenjang penerbngan, Rockzy tertidur nyenyak namun tidak dengan Maggie yang masih setia dengan pandangan kosongnya. Banyak hal yang ia pikirkan, apalagi jika ia sudah menggantikan posisi opa Gaston maka tugasnya akan semakin banyak dan ia juga akan semakin sibuk sehingga waktu antara dia dan Roberth bertemu semakin tersita.
BERSAMBUNG