Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Ajakan Ketemu Papa Mertua



Hari ini Opa Gaston dan puteranya serta asistennya vicky tiba di Indonesia. Tujuan pria tua itu datang ke Indonesia adalah untuk bertemu calon menantunya serta cucunya yang tengah mengandung.


"Papa istirahat dulu" ucap Rockzy.


"Papa tidak capek nak" ucap pria tua itu.


"Papa sudah tidak muda lagi jadi jangan memaksakan diri dan sok kuat" gerutu Rockzy jika papanya itu keras kepala.


"Iya tapi jangan lupa sebentar papa harus ketemu sama calon menantu papa." ucap opa Gaston.


"Siap, aku akan menjemputnya pulang kantor nanti" ucap Rockzy lagi.


Pria tua itu mengalah dan mulai beristirahat daripada kena omelan dari sang Putera belum lagi jika Maggie tahu.


Seperti janjinya, kepada sang papa untuk mempertemukan dengan kekasihnya, Rockzy akhirnya datang ke kantor Roberth untuk menjemput Ria.


Setibanya di gedung yang tidak terlalu tinggi itu, Rockzy masuk ke dalam dan mendatangi resepsionis.


"Ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya salah seorang serepsionis sopan sedangkan yang satunya malah menatap pria itu dengan sinis karena ia hanya memakai kaos oblong berwarna putih dipadukan dengan jaket jeans dan celana jeans.


"Apa tuan Roberthnya ada?" tanya Rockzy.


"Beliau sedang keluar dan belum kembali, sabar sebentar ya? akan saya tanyakan sekretaris tuan Roberth.


....


Setelah beberapa saat berbincang-bincang melalui telepon, panggilan itupun berakhir.


" Beliau akan kembali, mau menunggu?" tanya sang resepsionis yang sopan itu.


"Boleh. Baik aku akan menunggu di sini saja" ucap Rockzy yang langsung mengalihkan pandangannya ke beberapa bangku yang tersusun tak jauh dari sana sebagai tempat tunggu.


"Silahkan" jawab gadis tadi.


Rockzy melangkah ke arah tempat duduk tadi tanpa peduli dengan gadis yang lain tadi yang menatapnya dengan sinis itu.


Ia memilih untuk memainkan ponselnya sambil menunggu Roberth walaupun tujuannya bukan pria itu.


Beberapa saat menunggu, tak lama seorang pria gagah, calon bapak muda itu melangkah masuk dan berjalan melintasi lobi kantor itu. Samar-samar matanya menangkap seseorang yang dia kenal tengah duduk dengan serius memainkan ponselnya.


"Hei bro? kapan balik dari Mexico?" tanya Roberth sambil tersenyum melihat paman kecil isterinya itu.


"Baru saja tiba tadi pagi jam 10.00" jawab Rockzy sambil melangkah ke arah Roberth dan bersalaman ala pria.


"Apa yang membawamu ke sini hmm" tanya Roberth sambil kembali tersenyum karena tahu maksud kedatangan pria itu.


"Ya biasalah, papa ngotot mau ketemu sama calon menantunya karena itulah aku ada di sini sekarang" jawab Rockzy enteng.


"Apa kabar si bumil? papa ingin bertemu dengannya" ucap Rockzy lagi.


"Baik, dia tidak ke mana-mana" tanpa sadar mereka malah mengobrol di sana dan menjadi perhatian banyak orang.


"Padahal aku butuh tenaganya untuk membantuku menangani perusahaan tapi sayangnya dia lebih patuk kepada suaminya untuk jadi ibu rumah tangga ketimbang wanita karier." ucap Rockzy membuat Roberth melotot.


"Isteriku lagi hamil woy" ucap Roberth memberi tinju ringan kepada pria itu dan keduanya tertawa bersama-sama.


What? ternyata pria ini bukan orang sembarangan. Kalau dia singgung isterinya pak bos dan perushaan berarti dia adalah salah satu dari putera Adipaty. Batin gadis yang awalnya mengejek Rockzy.


"Mau jemput langsung di ruangannya atau menunggu di sini. 15 menit lagi jam pulang" tanya Roberth.


"Aku menunggu di sini saja. Nih penampilanku kaya gini" ucap Rockzy merentangkan kedua tangannya menunjukkan penampilannya kepada Roberth.


Kedua resepsionis itu menatap Rockzy dengan pemikiran masing-masing.


Benar kata pepatah, ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang. walaupun ketampanannya menjanjikan namun penampilannya tidak karena yang dipandang para cewek adalah pria berjaz bukan seperti yang dikenakan oleh Rockzy saat ini padahal semuanya branded.


Pandangan yang awalnya tajam saat masuk tadi namun kini berubah setelah mendengar pembahasan kedua pria itu hanya sekitar perusahaan.


Hampir 20 menit menunggu, dari kejauhan muncul seorang gadis dengan wajah lelahnya. Rockzy langsung bangun dari duduknya dan berjalan mendapati sang pujaannya itu.


Maria yang jalan sambil menunduk didak melihat siapa yang ada di depannya.


"Akhhh" ucapnya sedikit berteriak karena menabrak sesuatu.


"Ka mu?" ucap Maria terkejut melihat siapa yang ada di depannya saat ini.


"Makanya jalan itu lihat ke depan jangan nunduk terus" ucap Rockzy membuat Maria hanya menyengir.


"Kapan kamu datang" tanya Maria.


"Baru saja tiba tadi" jawab Rockzy.


"Oh" jawab Maria.


"Ayo kita pulang" ucap Rockzy yang langsung mengambil tangan gadis itu dan menggenggamnya membuat Maria malu dilihat orang termasuk Para Resepsionis tadi.


Ternyata Itu pacarnya Ria. Tunggu, tadi dia kenal sama pak bos dan dia juga kenal sama isterinya pak bos, berarti dia bukan orang sembarangan. Batin salah satu resepsionis tadi yang cuek.


Gadis itu melihat Ria dan Rockzy hingga menghilang.


"Sekarang kita ketemu sama papaku ya?" ucap Rockzy


"Hah? kenapa tiba-tiba sih" ucap Ria protes


"Sudah ikut aja" ucap Rockzy


Pria itu membawa sang gadis datang ke sebuah butik terlebih dahulu kemudian mereka pergi lagi ke salon untuk difermak kekasihnya itu.


Setelah ditangani oleh beberapa orang perempuan dan satu jam kemudian Ria keluar dengan penampilan sangat memukau.


Apakah ini benar Ria? teman kuliahku dulu yang sekarang sudah menjadi kekasihku? kecantikannya benar-benar tersembunyi dibalik kesederhanaannya. Batin Rockzy.


Ya Ria memang tidak pernah tampil seperti sekarang karena memang biaya mempercantik diri sangatlah mahal jadi jika Ria yang hanya hidupnya untuk membiayai tempat tinggal dan makan minum serta biaya pengobatan sang ayah ya otomatis hal seperti itu tidak pernah terpikirkan jadi begitu sekali didandani ia bagaikan putri istana yang sangat cantik.


"Sayang, apakah benar ini kamu?" ucap Rockzy terpukau. Ria hanya memutar bola matanya malas dengan ucapan sang kekasih.


"Kenapa kamu merubah penampilanku? apa kamu malu memperkenalkan aku yang hanya gadis biasa kepada papamu?" ucap Ria membuat Rockzy langsung melotot kan matanya ke Arah Ria.


"Bicara apa kamu sayang? justru papa sudah lebih dahulu tahu kamu seperti apa dan apa latar belakangmu. Apa salahnya aku memberi yang terbaik untuk kekasihku?" ucap Rockzy yang sedikit tersinggung dengan ucapan Ria tadi.


"Ya bagaimana aku tidak mencurigai yang macam-macam? kamu saja tiba-tiba bilang mau ketemu papamu dan membawa aku untuk berdandan seperti ini?" gerutu Ria yang tidak mau kalah.


"Oke maaf tapi yang pasti aku tidak pernah malu dengan apapun keadaanmu tapi ini adalah pertemuan pertamamu sama papa dan akan mengajaknya dinner malam ini jadi tidak mungkin kamu akan mengenakan pakaian kantor untuk ikut ke sana" Jelas Rockzy.


"Hah? dinner?" ucap Ria lagi.


"Sudah jangan dibahas lagi sekarang kita jalan. Sudah malam" ucap Rockzy langsung membawa Ria pergi.


BERSAMBUNG