
"Wah wah wah, ada ya ibu yang menjual anaknya demi makan di tempat yang mewah" cibir gadis itu yang meyakini Mey sebagai ibu dari Maggie karena penampilan keduanya sama-sama sangat sederhana.
"Emang masalah jika aku mengajak mommyku juga untuk makan di tempat beginian" jawab Maggie dengan tatapan tajamnya.
.
.
.
"Hahahaha heh gadis miskin, kalau mau berbakti kepada orang tua itu dengan cara yang halal dong. Masa orang tua di kasih makanan haram sih?" ucap gadis itu lantang sehingga semuanya kembali tertawa bahkan yang baru datang ke toilet juga ikut mendengar.
"Oh ya? berapa penghasilanmu tiap bulan? atau jangan-jangan kamu cuma numpang hidup dari orang tuamu saja ya? cih memalukan" ucap Maggie mencibir mereka.
"Iya lebih baik makan dari harsil orang tua dari pada makan dari hasil tidak benar" jawab gadis itu.
"Begitukah? apa nama perusahaan ayahmu?" tanya Maggie santai.
"Untuk apa kau ingin tahu apa perusahaan papaku? oh jangan-jangan kau mau menggoda papaku ya?" ucap gadis itu semakin merendahkan Maggie.
Maggie menarik nafasnya panjang.
"Kau mau memberitahunya atau aku sendiri yang akan mencari tahu" ucap Maggie yang sudah tidak bisa membendung emosinya lagi sehingga ia maju satu langkah dan langsung mencengkram kedua sisi rahang gadis itu dengan kuat.
"Hei gadis miskin, lepaskan tangan kotormu dari sahabatku" teriak salah satu sahabat dari gadis itu membuat Maggie semakin naik darah.
Maggie melepaskan gadis itu dan mundur dua langkah ke belakang, ia mengeluarkan ponsel cantiknya dari saku celana dan mengaktifkan kamera belakangnya lalu memotret gadis itu.
"Apa yang kau lakukan hah?" teriak gadis itu tidak terima.
"Dengan fotomu mempermudahkan aku untuk mencari tahu siapa orang tuamu dan apa nama perusahaannya." ucap Maggie tersenyum licik.
Maggie pergi begitu saja dari sana, karena ia sudah puas dengan apa yang dia lakukan untuk menunggu tanggal mainnya saja.
"Wah gila, ponsel cewek itu mahal bangat, keluaran terbaru dan limited edition. Itu ponsel yang aku incar tapi tidak menemukannya" ucap salah seorang dari sahabat gadis itu lagi membuat yang lainnya menatapnya sinis.
*****
"Kenapa lama sekali kaka, kita kan sudah lapar" ucap mommy penuh selidik.
"Lagi membasmi kecoa di dalam kamar mandi" jawabnya santai namun Roberth dapat membaca jika kekasihnya itu beru saja menyelesaikan satu misi yang menarik.
"Oke baiklah mari kita pesan makannya dulu." ajak Mey kepada kedua anak muda itu sehingga mereka pun memesan makanan.
Mereka bercerita sambil menunggu pesanan mereka datang. Tiba-tiba muncul seorang pria yang tidak diharapkan oleh Mey, siapa lagi kalau bukan suaminya itu.
"Hai" ucap Alfa sambil menghadiahkan satu kecupan di pucuk kepala sang isteri.
"Om" ucap Roberth tersenyum sedangkan Mey membuang muka. Apalagi Maggie, ia merasa di atas awan karena berhasil membalas sang mommy.
(Niat hati ingin bebas hari ini makanya aku pura-pura ngambek eh kenapa muncul juga?) batin Mey menggerutu. ia menatap ke arah sang puteri yang sepertinya menahan tawa.
(Pasti ulahnya kaka yang menelepon daddynya) batin Mey sambil menatap puterinya horor. Sedangkaan yang ditatap malas tahu.
Semua tingkah Alfa tidak lepas dari orang-orang yang ada di dalam restoran tersebut, termasuk para gadis yang tadi beradu mulut dengan Maggie di kamar mandi.
"Bukannya itu Alfaro Adipaty? kenapa dia bisa ada di sana?"
"Iya benar, apa jangan-jangan dia selingkuh sama ibu gadis itu ya?"
"Ya benar, pasti seperti itu, lihat tadi dia masuk dan langsung mencium wanita itu"
"Eh kenapa kita tidak ambil gambarnya untuk viralkan biar digrebek sama isterinya"
"Tenang, udah aku ambil ko videonya"
"Kamu emang pintar beb"
itulah bisikan-bisikan yang terjadi dala ruangan itu. Makanan mereka pun datang.
"Daddy tidak makan ya? ayo buruan di Pesan" perintah Maggie kepada sang daddy
"Dad itu punya kaka" ucap Maggie dengan suara lantang namun yang diteriaki malah mengunyah daging itu dengan santai.
Semua orang menatap ke arah mereka dengan tatapan tanda tanya.
"Wah tuan muda Adipaty sepertinya punya anak dari wanita itu"
"Iya benar"
"Wah tidak bisa dibiarkan nih"
Pembahasan kembali berlanjut di tengah orang-orang itu, bahkan video kelakuan Alfa terhadap isterinya juga sudah viral. Yang mengenal Mey tertawa melihat berita itu sedangkan yang tidak mengenalinya malah menghujat Mey dan puterinya.
Makanan Alfa pun datang dengan bantuan Mey yang memesan untuknya agar tidak membuat kegaduhan di dalam Restoran itu.
Mereka makan dengan diam tanpa peduli apa yang mereka dengar sejak tadi.
Setelah menyelesaikan makanan mereka. Maggie kembali membuat aturan.
"Daddy bayar dong" ucap Maggie manja.
"Loh, masa daddy yang bayarin. Yang ngajak kamu ke sini siapa?" ujar Alfa tidak mau kalah.
"Mommy"
"Kaka"
Ucap anak mommy itu bersamaan.
"Yee mommy yang nelepon kaka sampai bolos kuliah gara-gara mau nemanin mommy" gerutu Maggie kepada sang mommy.
"Hei yang ambil keputusan makan di sini kan kaka?" balas Mey tidak mau kalah.
Perdebatan mereka kembali menarik perhatian pengunjung sehingga kembali terdengar cibiran. Hak itu juga tidak lepas dari para pelayan sehingga salah seorang pelayan datang ke meja mereka.
"Kalau tidak mampu bayar jangan makan di sini, warung pinggir jalan banyak tuh, ke sana saja makannya" ucap wanita itu lantang.
Ternyata ucapan pelayan itu membangunkan dua singa betina itu. Maggie dan Mey sama-sama mengeluarkan black cart mereka dan membanting di atas meja.
"Nih ambil" ucap mereka sama-sama. Hal itu membuat Alfa tertawa terbahak-bahak karena gunjungan orang mampu menarik keluar isi dompet mereka.
Sang pelayan akan mengabil kartu tersebut namun dengan cepat keduanya kembali merampas kartu mereka masing-masing.
"Enak saja aku yang bayarin" gerutu Maggie.
"Siapa juga yang mau bayarin" balas sang mommy membuat sang pelayan kembali bingung, siapa yang harus membayar tagihan tadi. Apalagi makanan yang mereka makan adalah makanan termahal di restoran itu.
"Di mana-mana, anak dinafkahi sama orang tua. Bukan orang tua dinafkahi anak" ucap Maggie tidak mau kalah.
"Tuh minta dinafkahi sama daddymu" ucap Mey tidak mau kalah.
"Sudah, aku yang bayarin" ucap Roberth sambil mengeluarkan kartunya setelah puas menonton sinetron Indosiar yang baru saja berlangsung.
"No no no, kamu tidak boleh bayar nak. Karena daddy sudah buat mommy kesal beberapa hari ini jadi untuk bisa dapat maaf mommy, daddy yang harus bayar" ucapan Mey mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Mau tidak mau Alfalah yang rugi.
(Tahu gini nggak datang aja tadi) batin Alfa.
Mereka pun keluar meninggalkan restoran itu setelah membayar tagihan oleh Alfa.
"Mommy pulangnya sama daddy" ucap Maggy.
"Tapi.." ucapannya terputus.
"Mommy mau dapat hukuman?" ancam Alfa membuat sang isteri diam dan menurut seperti domba yang mengekori sang gembala.
BERSAMBUNG