Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
111. Borong Mainan



Sejak di jalan hingga tiba di kantor, opa Devid terus tersenyum dan merasa puas dengan semua yang terjadi. Rasanya baru semalam ia dan puterinya berbicara soal wanita itu, tapi alam dan Tuhan betul-betul memihak kepadaya sehingga dengan begitu cepat ia dapat mengungkapkan maksudnya walaupun belum semua isi hati yang dia utarakan.


Hari ini opa Devid merasa lebih muda dari usianya, semua pekerjaan ia lakukan tanpa harus mengandalkan Reno, ia bahkan turun tangan sendiri ke lokasi pembangunan Maquarie University yang hampir selesai pembangunannya.


"Tuan, sudah waktunya nona kecil pulang. Apakah tuan yang akan menjemputnya?" tanya Reno saat mereka berada di lokasi pembangunan.


"Sudah jam berapa sekarang?" tanya opa Devid.


"Sudah pukul dua siang tuan" ucap Reno.


"Baiklah, kamu lanjutkan pekerjaanmu, aku akan menjemput kaka" putus tuan Devid bersemangat. Reno yang belum tahu soal keadaan di mansion hanya menatap heran pada tuan besarnya.


Pria tua itu melesat pergi meninggalkan Reno di lokasi pembangunan bersama dengan sang sopir dengan tetap duduk di belakang.


Mereka akhirnya tiba di sana dengan wanita paruh baya bersama sang cucu telah menunggu di tempat biasanya orang tua menunggu anak-anak.


"Ayo masuk," ucap opa sambil membuka pintu mobil dari arah dalam sehingga mau tidak mau bi Ani masuk ke dalam mobil. sementara Maggie ia sudah berlari lebih dahulu dari sang oma dan membuka sendiri pintu mobil bagian penumpang di samping pengemudi dan masuk lalu duduk manis di sana.


"Apa mau beli sesuatu dulu?" tanya opa ke arah oma.


"Mau opa, kaka mau ke Mall" bukan oma yang menjawab melainkan sang cucu. Opa tersenyum puas karena niat hati ingin berlama-lama bersama sang pujaan hati di luar rumah terpenuhi walaupun harus ada sang cucu diantara mereka.


"Kaka mau beli apa?" tanya opa basa basi biar tidak ketahuan kalau dia juga mau.


"Apa aja deh, nanti balu kaka bilang kalau sudah tiba di sana" jawab Maggie santai sedangkan sang oma sudah salah tingkah.


Maggie benar-benar memanfaatkan keadaan, melihat sang opa yang lagi kasmaran berjalan di samping oma sambil mendorong troli untuk memilih barang-barang. Maggie bukan hanya menaruh apa yang dia inginkan tapi juga yang akan dia bagikan untuk si kembar.


"Kamu tidak menginginkan sesuatu?" tanya opa pada oma.


"Tidak tuan," ucap oma sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang entah sudah seperti orang yang baru habis makan lombok sekilo.


"Ayo kita ke sana" ucap opa menarik tangan oma tanpa rasa canggung sambil mendorong belanjaan cucunya yang sudah seperti gunung Himalaya.


"Kaka ayo kita ke sana, cari sesuatu buat oma" ajak opa pada cucunya. Yang ditarik sudah salah tingkah. Dari dulu dia tidak pernah jalan beriringan dengan tuan besar ini, tapi hari ini dia bukan hanya jalan bersama tapi digandeng dan diperlakukan dengan sangat luar biasa.


"Ayo oma, di sana banyak plodak telbaik, bial makin glowing dan belcahaya" ucap gadis kecil itu sambil melangkah dengan semangat ke bagian kosmetik yang ditunjukkan oleh sang opa. Maggie seolah paham soal make up sehingga dengan semangatnya dia menjelaskan untuk oma Ani.


"Nah ini dia, plodak yang dipakai mommy. SCALLET" ucap Maggie sambil mengambil tanpa ijin pada sang opa. Gadis kecil itu bahkan mengambil satu set dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Buat siap kaka?" tanya opa heran, kenapa cucunya pintar kebangetan?


"Buat oma Ani lah," ucapnya cuek.


"Hah? tidak usah sayang, oma tidak biasa pakai yang begituan" ucap oma gugup.


"Ya mulai hali ini oma halus pakai" ucap gadis kecil itu tegas membuat oma melongo sedangkan opa membuang muka ke arah samping sambil tersenyum biar tidak diketahui oma.


(Matre benar cucuku. Pandai sekali mengambil kesempatan untuk mengurasku) Batin opa sambil mengeluarkan kartunya untuk membayar. Gadis kecil itu bahkan sudah keluar lebih dahulu meninggalkan oma dan opanya.


"Anak muda, tolong bawa ke mobilku yang ada di parkiran..." ucap opa sambil menjelaskan merek mobil dan lain-lain. Setelah itu mereka beriringan keluar dari Mall tempar berbelanja.


*****


"Kenapa hari ini kaka pulang sekolahnya lama sekali?" gumam Mey yang sejak tadi mengintip keluar namun tidak ada tanda-tanda puterinya dan sang ibu pulang.


Tiba-tiba ada bunyi suara mesin mobil tanda ada yang pulang.


Beberapa saat kemuadian, pintu kamar terbuka ternyata bukan orang yang dia tunggu tapi sang suaminya.


"Mas, mana kaka?" tanya Mey heran karena suaminya pulang sendiri.


"Mana aku tahu, tadi aku mampir ke perusahaan ayah kata Reno ayah sudah pulang jemput kaka" ucap Alfa cuek sambil menoel-noel kedua pipi gembul si kembar.


"Kok belum pulang ya?" ucap Mey dengan suara rendah tapi masih bisa di dengar oleh suaminya.


"Masih pacaran kali?" ucap Alfa membuat Mey melototkan matanya.


"Daddyyyyy" teriak Maggie dari lantai bawah. Maggie tahu karena mobil ayahnya sudah ada di parkiran berarti daddynya sudah pulang.


"Iya nak, kenapa?" seru Alfa dari atas tangga. Pria itu bersama isterinya panik saat mendengar teriakan anak kecil itu.


"Nih bantu bawain mainan kaka sama twins" ucapnya santai membuat sang daddy menepuk keningnya karena heran dengan puterinya yangtadi berteriak seperti dicekik setan karena mainannya.


Dengan santai Maggie membawa sebuah boneka yang baru dibelinya tadi sambil menaiki anak tangga, saat bertemu dengan Alfa di pertengahan anak tangga, gadis kecil itu berhenti dan menggerutu.


"Tuh, angkat mainannya buat si kembal, udah di kasih glatis masih saja malas" ucapnya sambil melewati sang daddy begitu saja.


"Hah??" Alfa membuang napas tanpa suara.


"Emang aku terlihat miskin ya? sampai puteriku merendahkanku kalau tidak mampu belikan mainan untuk si kembar" gerutu Alfa sambil melangkah turun ke ruang tengah.


Mata Alfa terbuka lebar saat melihat para orang tua itu lagi kerja bakti memasukan banyak mainan yang diturunkan sang sopir dari mobil menuju ke ruang tengah mansion itu.


"Ayah, siapa yang memborong ini semua?" tanya Alfa


"Ya siapa lagi kalau bukan bibit premiummu itu. Suka memanfaatkan keadaan mengurasku" gerutu opa pada ayah dari gadis kecil itu.


"Yeeee siapa sulu tadi kaka tanya tidak dijawab, katanya ambil aja kaka nanti opa bayal, mentang-mentang lagi asyik bicala sama oma Ani jadi ta mau kaka ganggu" ucap Maggie sambil menirukan gaya bicara sang opa saat di Mall tadi.


BERSAMBUNG