
Hi semuanya, maaf baru up lagi karena ada kedukaan.
Harap maklum ya? 🙏
Rockzy membawa Ria ke salah satu restoran dan ternyata sudah ada papa Gaston dan Vicky di sana.
Kedua orang itu sedang berbincang entah soal apa namun yang pasti mereka sangat serius. Rockzy menggandeng kekasihnya masuk ke dalam gedung itu dan langsung diarahkan menuju ruang VIP karena opa Gaston tidak ingin jika ada musuh tersembunyi lalu Ria yang jadi incaran.
"Selamat malam" ucap Ria gugup sedangkan tangannya tetap dalam genggaman kekasihnya.
"Oh kalian sudah datang?" tanya papa tersenyum.
"Maaf kami terlambat pa" ucap Rockzy. Ria melepaskan genggaman tangan kekasihnya dan menyalami papa Gaston sekaligus mencium punggung tangan pria tua itu.
"Siapa namamu nak?" tanya papa, Rockzy sibuk menarik kursi untuk memberi ruang sang kekasih bisa duduk.
"Aku Maria om, bisa dipanggil Ria" jelas Ria sopan.
"No, papa saja biar sama kaya anak papa yang satu ini" jelas papa Gaston sambil menunjuk Rockzy dengan bibirnya.
"Oke kita pesan makan dulu dan setelah itu baru kita bercerita" ajak papa yang mengambil salah satu buku menu diikuti oleh Vicky. Rockzy dan Ria pun sama namun keduanya memegang satu buku saja.
"Kamu mau yang mana sayang?" tanya Rockzy sambil melihat-lihat buku menu yang dipegang olehnya.
"Aku samain aja kaya kamu tapi jangan yang pedas-pedas soalnya aku nggak bisa makan pedas" jelas Ria.
"Oke sayang" putus Rockzy dan mulai memesan beberapa menu yang ada dalam buku.
"Minumnya?" tanya Rockzy. Ria kembali melihat daftar menu dan menyebutkan minumannya.
"Macchiato" ucap Ria.
Rockzy pun mulai menyebutkan makanan untuknya dan kekasihnya, begituoun dengan
papa Gaston juga Vicky.
keempat orang itu kembali mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang. Papa Gaston sangat bahagia karena puteranya memilih gadis yang sangat luar biasa walaupun terlihat sederhana.
"Sejak kapan kalian saling mengenal?" tanya papa Gaston.
"Mmm kita satu kelas waktu kuliah om" ucap Ria.
"No, papa jangan om" ucap papa Gaston.
"Iya pa" jawab Ria gugup.
"Jadi kamu juga teman sama Maggie ya?" tanya papa Gaston yang memang tidak begitu memperhatikan waktu pernikahan Maggie kalau gadis ini adalah sahabat cucunya.
"Aku sahabat masa kecil Maggie, dulu dia sempat pindah ke desa dan kami sama-sama beberapa bulan sebelum dia pindah lagi?" jelas Ria.
Deg
Papa Gaston dan Rockzy sama-sama terkejut. Ya selama ini Rockzy hanya tahu Ria berasal dari kampung yang ada di dekat Pantai bnamun ia tidak tahu secara detail kalau Ria juga teman masa kecil di saat Maggie terpuruk bersama mommynya.
"Jadi kamu sama Maggie sudah saling kenal sejak kecil?" tanya papa Gaston.
"Iya pa dan aku bersyukur Maggie sudah hidup bahagia sekarang. Maggie adalah anak yang periang walaupun dia banyak menangis waktu kecil jika kami dijemput oleh ayah kami saat main di pantai sedangkan dia lebih banyak dijemput oleh ka Novi dan ibunya" jelas Ria tanpa menyadari perubahan wajah Rockzy yang penuh luka.
Papa Gaston dapat melihatnya namun ia segera mengalihkan pembicaraan.
"Oke, mari kita makan" ucap pria itu begitu melihat para pelayan mulai menghidangkan makanan.
Mereka akhirnya makan malam bersama tanpa suara hingga selesai.
"Bagaimana, apakah kalian sudah merencanakan untuk maju ke jenjang yang lebih serius?" tanya papa Gaston.
"Hah?" ucap Ria kaget dengan perkataan calon papa mertuanya itu.
"Aku terserah papa aja, karena kalau bertanya soal orang yang tepat maka aku memilih Ria sebagai pasanganku seumur hidup. kamu bagaimana sayang?" tanya Rockzy.
"Apakah ini nggak terlalu cepat ka? aku belum kasih tahu sama ayah" ucap Ria jujur.
"Aku akan menemanimu datang kepada ayah untuk meminta restu" ucap Rockzy. Vicky hanya menjadi pendengar setia.
"Iya apa yang dikatakan Putera papa benar nak, papa kasih waktu buat kalian untuk mengurus semuanya dan jika sudah beres kasih tahu sama papa" ucap Papa Gaston dan diangguki oleh Ria dengan kaku.
Merekapun menyelesaikan makan malam bersama itu dan berpisah dari sana.
"Kamu antar calon menantu papa sampai tempat tujuan dan pastikan aman" perintah papa Gaston kepada puteranya.
"Iya pa" jawab Rockzy.
"Aku pamit ya pa" ucap Ria sambil mencium punggung tangan calon papa menantunya.
"Vicky tolong sama papa pulang ya?" pesan Rockzy kepada asisten papanya.
"Iya Rockzy" jawabnya.
Merekapun berpisah dan pergi ke tujuan masing-masing.
Di mobil Rockzy
"Bagaimana? apakah kamu sudah siap dengan ucapan papa tadi?" tanya Rockzy kepada kekasihnya.
"Apa benar kita akan ke kampung untuk bertemu ayah?" tanya Balik Ria tanpa menjawab pertanyaan sang kekasih.
"Iya, jika kamu tidak sibuk kita bisa pergi esok" ucap Rockzy mantap.
"Hah? yang benar aja?" ucap Ria kaget.
"Iya, aku serius sayang" jawabnya.
"Tapi aku kerja" jawab Ria sendu.
"Aku akan beritahukan kepada Roberth" ucap Rockzy.
"Ahhh jangan, nanti weekend aja kita ke sana" ucap Ria.
"Kelamaan sayang" jawab Rockzy.
"Ihhh kamu itu, kelamaan dari mana? kan cuma dua hari lagi" jawab Ria sewot.
"iya kelamaan, kapan esok, kapan lusa sayang" ucap Rockzy yang tidak sabaran.
"Kaya orang yang kebelet kawin aja" gerutu Ria pelan namun masih bisa didengar oleh Rockzy.
"Aku dengar sayang" ucapnya membuat Ria langsung terdiam.
"Esok aku jemput, no comen, oke?" ucap Rockzy tegas.
Keduanya kembali terdiam hingga tiba di kontrakan Ria yang di tempati gadis itu selama ia berada di kota.
Rockzy tahu kalau tempat itu jauh dari kata sederhana namun ia tidak mau bertindak sebelum Ria menjadi miliknya seutuhnya karena ia juga tidak mau membuat gadis itu tidak nyaman karena semua tingkahnya.
"Aku masuk ya?" Pamit Ria sambil membuka pintu mobil untuk keluar karena sudah tiba di depan kontrakannya.
"Iya, ingat ya? esok tidak ke kantor karena aku jemput untuk ke kampung" ucap Rockzy seperti titah raja yang tidak boleh di bantah.
"Aku akan menelepon Roberth setelah ini" lanjutnya karena ia tahu apa yang akan menjadi alasan kekasihnya itu.
Riapun mengangguk dan masuk ke kontrakannya. Setelah memastikan sang kekasih sudah masuk ke dalam rumah, Rockzy pun menancap gas dan kembali ke apartemen tempat ia dan sang pap tinggal.
BERSAMBUNG