
Pagi ini Maggie malas bangun padahal sudah di kasih bangun sama oma sejak jam tuju pagi tadi tapi sekarang waktu sudah menunjuk pukul 9 pagi, gadis kecil itu masih nyaman di balik selimutnya.
"Woii bangun, nanti rejeki dipatok ayam" seru oma dari arah sofa yang ada di kamar hotel itu.
"Emang oma ada ayamnya?" tanya Maggie sambil menaikkan selimut sampai batas leher.
"Ayam tetangga" jawab oma dengan tampang polos.
"Dibunuh saja ayamnya" balas Maggie membuat oma melotot.
Tring tring tring
Bunyi ponsel Maggie membuat gadis kecil itu langsung terbangun.
"Cihh giliran bunyi ponsel langsung bangun." gerutu oma.
📱Halo dad.
📱Kamu di mana kaka.
📱Di hotel tempat oma biasa nginap.
📱Kamu di Australia?
📱Iyalah,
📱Katanya ke London.
📱Udah pulang kemalin. Daddy kenapa sih tanya mulu dali tadi.
📱Daddy jemput, oke?
📱No, kaka masih mau menikmati uangnya oma. Daddy di mana?
📱Di rumah, makanya daddy rindu.
📱Cih posesif. Udah kaka mau tidul lagi.
📱Hah?
Telepon langsung dimatikan sepihak oleh gadis kecil itu.
"Daddymu bilang apa?" tanya oma.
"Mau jemput" jawab Maggie sambil kembali berbaring.
"Emang daddymu sudah pulang?" tanya oma.
"Iyalah" jawab anak kecil itu sambil memejamkan matanya.
"Masih tidur lagi sayang?" tanya oma dengan nada jahilnya.
"Hmmm" jawab Maggie hanya dengan daheman.
"Ahhh berarti oma sendiri ke Mall" jawab oma sambil bangun dari sofa dan masuk ke kamar mandi.
"Hah? Mall" ucap Maggie sambil berbinar dan langsung duduk sambil menyibakan selimut yang menutupi tubuh kecilnya. Gadis kecil itu celingak celinguk mencari sang oma.
"Oma... Kaka bangun nih, mau kaka temanin?" teriak Maggie sambil turun dari tempat tidur.
Di dalam kamar mandi oma dibuat melongo dengan cucu kandungnya sendiri.
Ajaib. Satu kata yang ada di otak sang oma sebagai julukan untuk cucu kesayangannya.
Oma keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk jubah. Oma terkejut karena sang cucu sudah berdiri di depan pintu kamar mandi sambil cengengesan dengan menunjukkan sederet gigi putihnya.
"Apa?" tanya oma pura-pura tidak tahu.
"Hihihi kaka temani ya?" jawabnya sambil cekikikan.
"Loh, kan kaka masih ngantuk" ucap oma.
"Sudah tidak lagi oma, nanti abis mandi sudah segal" jawabnya sambil masuk kamar mandi meninggalkan sang oma yang menampilkan wajah begonya dengan tingkah cucu kesayangannya.
"Cih cih cih tidak daddynya, tidak anaknya, semua pada bikin darah tinggi" gerutu oma.
"Kaka dengal ya oma? nanti kaka ngadu sama daddy" teriak Maggie dari arah kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, setelah melewati drama yang menari ala oma dan cucu, kedua wanita beda generasi itu akhirnya keluar dari kamar hotel dengan sudah rapi dan lebih segar.
"Oke sekarang kita..." ucap oma terpotong.
"Let's Goooo" seru gadis kecil itu memotong ucapan oma dengan bersemangat.
.
.
.
"Daddy, tolong pakaiin pakaian untuk si kembar" seru Mey dari arah kamar mandi. Kebetulan hari ini weekend jadi mereka berencana jalan-jalan.
"Papapapa" ucap Daffi dengan belepotan karena mulutnya yang penuh air liurnya.
Dengan sabar Alfa mamakaikan baju untuk kedua jagoannya.
"Apa anak-anak daddy kesepian karena ditinggal kaka?" tanya Alfa pada kedua anaknya yang malah dijawab dengan ucapan yang tidak jelas membuat Alfa terkekeh.
"Jika kalian besar nanti, kalian harus menjaga kaka kalian dengan baik. Kaka dan mommy adalalah berliannya kita bertiga. Cukup daddy yang pernah mengecewakan dan jangan terulang lagi." ucap Alfa menasehati kedua puteranya yang belum mengerti apa-apa. Alfa tidak pernah lelah menyampaikan itu kepada kedua anak laki-lakinya itu agar kelak tidak menyakiti hati perempuan.
Mey yang mendengar suaminya berbicara pada kedua puteranya merasa terharu. Pria itu sungguh membayar semua kesalahannya dulu.
.
.
.
Sepasang oma dan cucu tengah berkeliling di pusat keramaian kota yakni di salah satu Mall terbesar di kota itu. Belanjaan mereka yang hanya beberapa tapi menguras isi dompet. Opa Alberth hanya menggeleng menyaksikan pengeluaran dari isteri tercintanya.
Setelah berkeliling cukup lama, mereka menuju ke bagian pakaian anak-anak dan siapa sangka mereka bertemu dengan Alfa dan Mey serta twins di sana.
Awalnya mereka tidak saling menyadari namun si kembar yang cukup jeli dapat melihat keberadaan sang kaka di sana.
"Kakakaka" ucap Daffa dan Daffi sambil tertawa senang.
"Ada apa nak" tanya Mey karena Daffi yang ada dalam gendongannya terus bergerak sambil berucap tidak jelas. Mey berbali dan menatap mengikuti arah pandang putera bungsunya ternyata puterinya sedang memilih baju kecil di bagian ujung tempat itu.
"Dad, bukannya itu mama sama kaka ya?" tanya Mey sambil menunjuk ke arah Mama Ratna dan cucunya.
"Iya betul mom" balas Alfa yang berjalan ke arah mereka.
"Hi mbak, cari apa?" tanya Alfa dari arah samping puterinya.
"Cali baju mas, buat pala kalutuk di lumah" ucap Mey belum menyadari jika yang bicara adalah sang daddy membuat Mey dan oma langsung terbahak, sedangkan Alfa membuka lebar mulutnya.
Pria itu bukan terkejut karena dipanggil mas oleh puterinya tapi karena julukan untuk kedua puteranya KARUTUK.
"Om aa, eh ada mommy, eh ada daddy juga" ucap Maggie saat mengangkat kepalanya.
"Cih sok" gerutu Alfa.
"Dad, mana gajinya kaka" tagih Maggie.
"Gaji apaan?" tanya Alfa pura-pura tidak tahu.
"Gaji selama jaga twins" jelas Maggie.
"Cih, kaka bahkan jaga cuma setengah-setengah saja. Buktinya kaka malah pergi berlubur dan meninggalkan twins." bantah Alfa.
"Yeee tanya aja sama mamamu yang membawa kaka pergi dengan paksa" ucap Maggie tidak mau kalah.
"Hah bukannya kamu yang telepon oma minta kerja sama untuk basmi si pelak..." ucap oma terpotong karena baru menyadari jika dia sudah kecoplosan.
"Apa mah, coba diulangi sekali lagi?" tanya Alfa menangkap suatu kejanggalan dari ucapan mamanya.
"Cih, ember" gerutu Maggie pada sang oma.
"Nanti mama jelaskan" ucap mama Ratna dan mereka semua keluar dari Mall tersebut.
Oma dan Maggie tidak kembali ke hotel karena mereka pulang ke mansion Smith.
Mey terdiam sejak tadi karena ada banyak pertanyaan yang berkeliaran di otaknya itu.
"Mommy kenapa hmmm?" tanya Alfa yang menyadari perubahan dari sikap isterinya.
"Tidak daddy" jawabnya singkat.
Alfa tidak mau merusak lagi mood isterinya, ia memilih diam karena sebenarnya dia juga punya banyak pertanyaan kepada puteri dan mamanya.
Mobil mereka beriringan hingga tiba di mansion.
Di mobil oma.
"Apa yang mau kita jelaskan?" tanya oma pada cucunya. Wanita tua itu sengaja bertanya kepada cucunya.
"Jelaskan sajalah," ucapnya santai.
"Kamu tidak takut dimarahi daddy?" tanya oma memastikan.
"Tidak" jawab Maggie singkat.
Mereka akhirnya turun dan masuk ke dalam mansion dengan Maggie yang terus ngemil sepanjang jalan tadi.
BERSAMBUNG