
Hari ini Roberth dan Maggie batal pergi ke markas karena gadis itu ingin memastikan sesuatu yang membuatnya penasaran sejak tadi.
📞Halo sayang
📞Ka, ke markasnya kapan-kapan aja ya? aku lagi ada urusan Hari ini.
📞Urusan apa sayang
📞Biasalah, tugas dari papa untuk datang ke kantornya.
Ucap Maggie bohong kepada sang kekasih. sambunga telepon mereka berakhir. Dan Maggie kembali bersiap untuk menemui seseorang yang sudah dia hubungi.
.
.
.
"Selamat siang nona muda, ada yang bisa kami bantu?" tanya seseorang yang saat ini berhadapan dengan sang bos. Siapa lagi kalau bukan ketua Marah Salvatrucha Alias Maggie Pradania Adipaty.
"Aku hanya ingin kamu menjaga keluarga om Arjo dari kejauhan dan jangan sampai ada yang tahu. Laporkan kepadaku jika ada oknum mencurigakan yang datang ke rumah om Arjo, siapa pun orang itu." perintah Maggie.
"Siap nona" ucap mereka serentak.
Setelah memberi perintah kepada beberapa anak buahnya, Maggie berlalu pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam mobilnya.
Dari rumah, gadis itu pergi dengan motor ke kesayangannya namun setelah di pertengahan jalan yang sepi ia menukar dengan mobil yang di bawa oleh salah seorang anak buahnya. Itulah taktik gadis itu untuk mengelabui siapapun yang sering memantaunya dari keluar rumah hingga tiba di tempat tujuannya. Gadis itu selalu membuat para musuhnya kebingungan karena ia bahkan seperti bunglon yang selalu berubah-ubah dimanapun dia berada.
.
.
.
📞Halo ka
📞Apa kamu bisa bantu kaka?
📞Soal apa ka?
📞Soal orang yang memusuhi keturunan kita.
📞Baiklah ka, apa yang bisa aku bantu?
📞Kamu cari tahu terlebih dahulu tentang latar belakang saudaranya oma dari ka Roberth. Aku tunggu informasi secepatnya.
📞Siap nyonya bos.
Telepon antara kaka beradik itupun berakhir.
Saatnya aku melibatkan kalian dalam menyelesailn suatu masalah. Seperti oma Ratna yang sering memaksa aku untuk menyelesaikan masalah dulu walaupun aku masih sangat kecil waktu itu. Batin Maggie.
Kedua adiknya sudah cukup umur dan sebentar lagi mereka akan terjun ke dunia bisnis jadi bagi Maggie, alangkah baiknya mereka mulai belajar untuk menghadapi musuh yang ada di dunia bisnis nanti.
Setelah beberapa saat, Maggie pun menerima laporan dari adik kesayangannya.
📞Halo ka, aku sudah mengirimnya di e-mail kaka.
📞Terlambat 2 menit.
Ucap Maggie tegas dan langsung mematikan telepon dari sang adik.
****
"Cih, dasar singa nggak jelas" gerutu Abang.
"Hei kenapa abang mengumpat kaka? mau aku laporin?" Ancam Daffi yang mendengar umpatan sang abang kepada kaka perempuannya.
"Terserah" balas Daffa. Ia sudah cukup berusaha hingga mendapatkan latar belakang pria yang dimaksud tapi sang kaka perempuannya seperti tidak menghargai usahanya yang masih awam, bukannya berterima kasih, kakanya itu malah mengatakan bahwa ia telat padahal cuma dia menit. Apa kabar jika sehari?
"Abang mau ke mana?" tanya Daffi saat melihat sang abang yang sudah melangkah pergi. Saat ini keduanya masih berada di kampus, dan keduanya sempat ngumpet ke tempat yang agak sepi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh sang kaka perempuan mereka.
"Ke kantor mommy" jawab Daffa singkat seperti biasanya.
"Aku ikut" ucap Daffi sambil berlari ke arah sang abang seperti anaka kecil yang ditinggal pergi.
Walaupun keduanya pergi dengan mobil pribadi masing-masing, namun selalu beriringan baik berangkat ke kampus atau pulang dari kampus.
Dua mobil itu pun tiba di parkiran perusahaan sang mommy.
Seperti biasa, para karyawan akan sangat antusias jika kedua pangeran itu datang ke kantor jika diperlukan oleh mommy mereka.
"Selamat siang tuan muda" ucap beberapa karyawan Mey yang terlihat masih muda itu.
Daffi masih seringenebar pesona dengan senyjmannya yang selalu terbit jika melihat cewek cakap namun tidak dengan sang abang yang selalu dingin dan tidak peduli dengan siapapun.
Semenjak kepergian Ike, gadis yang sellu mengganggu ketenangannya itu. Daffa bahkan lebih dingin dari sebelumnya. Bukan hanya dengan orang luar namun dengan keluarganya sendiri pun ia tidak banyak bicara.
"Eh anak-anal mommy sudah tiba, ayo duduk dulu karena setelah ini mo ommy akan memberi kalian beberapa tugas yang harus kalian selesaikan oke?" ucap Mey kepada kedua puteranya untuk beristirahat terlebih dahulu.
"Apa kalian sudah makan sayang?" tanya Mey penuh perhatian.
"Belum mom" jawab Daffi dengan jurus manjanya membuat kembarannya merasa jijik.
"Oke, Riko?" panggil Mey kepada sang asistennya.
"Bagaimana nyonya?" jawab Riko yang memang ada di dalam ruangan itu juga.
"Mmm tolong kamu pesan makan, untuk kita" perintah Mey dan dituruti oleh Riko. Saat ini tepat jam maafkan siang jadi Mey juga sudah ingin mengisi perutnya.
"Mom, emangnya ada pekerjaan apa yang harus kami kerjakan?" tanya Daffa.
"Please bang, perut kita itu masih kosong dann harus diisi dulu baru bertanya soal pekerjaan. Kasian kalau para makluk harus yang lagi berkeliaran di perut kamu itu berdemo" gerutu Daffi yang malas jika belum ada tenaga kalau harus kerja.
"Otak kamu itu isinya cuma makan" ucap Daffa dengn tatapan tajam kepada kembarannya.
"Iyalah bang, nggak lucu kalau kita kerja untuk cari makan lalu kita di vonis penyakit lambung. Nah apa gunanya kita kerja bang? makanya makan itu penting" jelas Daffi membuat tatapan tajam tadi kembali mengarahkan kepadanya.
"Ini makannya nyonya" ucap Riko yang baru masuk dengan menenteng makann yang baru dia pesan.
"Ayo ikut makan" ajak Mey.
"Tidak usah nyonya" ucap Riko.
"Oke kalau begitu ambil dan makan di ruangan kamu" ucap Mey dan akhirnya Riko pun mengambil salah satu porsi untuknya.
"Om Riko, nanti setelah makan aku ingin bicara sedikit ya?" ucap Daffa sebelum pria itu benar-benar pergi dari sana.
"Baiklah tuan muda" ucap Riko.
Ketiga orang itupun mulai menikmati makan siang mereka bersama di ruangan sang mommy.
📞Halo dad
📞Sayang, sudah makan siang?
📞Sementara dad, sama anak-anak
📞Oh ya? twins lagi ke sna ya?
📞Iya dad, aku lagiembutuhkan mereka
📞Baiklah sayang, Nanti pulang sama anak-anal atau daddy jemput?
📞Jemput aja dad, biasanya juga nggak mau kalau kami sentuh mommy (Jawab Daffi jujur. Ya karena Alfa yaang posesif itu sering tidak Terima jika isterinya dipeluk oleh si kembar.)
📞Iyalah, aku akan menjemput isteriku
📞Sudah dad, aku lanjut makannya dulu. Daddy juga jangan lupa makan ya? Love you
📞iya sayang. Love you too
Setelah memutuskan teleponnya, Mey kembali melanjutkan makannya sedangkan kedua puteranya sudah menyelesaikan makan mereka apa lagi Daffa yang sudah lebih dahulu menyelesaikannya karena ia malas bicara jika sedang makan.
"Nih, tolong kalian periksa proposal ini, perusahaan mana yang menurut kalian cocok untuk kerja sama dengan kita" ucap Mey sambil menyodorkan tiga proposal dari tiga perushan yang berbeda.
"Baiklah mom" jawab keduanya dann masing-masing mulai mencari tempat untuk memeriksa proposal tersebut.
Mey dapat melihat keseriusan anak-anak dalam mengerjakan tugas mereka. Daffa terlihat lebih tenang dan serius meneliti hingga selesai baru berkomentar namun tidak dengan Daffi yang belum setengah yang dia baca tapi sudah mulai protes ini dan itu. Sekilas Daffi persis seperti kakaknya Maggie yang cerewet namun kaka perempuannya itu sangat teliti dalam segala hal sehingga walaupun ia banyak bicara tapi semua ucapannya penuh makna, sehingga Maggie lebih diidentikan dengn sang omanya Ratna. Kalau Daffa 100% sama dengan daddynya yang dingin dan serius namun ada sedikit perbedaan kerna ada saatnya Alfa akan bertindak seperti anak-anak jika berada di tengah orang yang dia sayang. Sifat aslinya akan muncul. Daffa lebih mirip dengn opanya Gaston yang dingin diada taranya.
"Mom, dari dua perusahaan yang aku teliti ini, sepertinya dua-duanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga sulit untuk kita pilih salah satunya. Bagaimna dengan yang itu Daffi?" jelas Daffa yang baru menyelesaikan pemeriksaannya.
"Sepertinya sama deh" jawab Daffi asal karena saking banyak tanya tadi membuatnya lupa dengn poin-poin penting yang tadi.
"Lalu apa yang harus kita lakukan bang? biar kita bisa memilih yang terbaik?" tanya Mey kepada putera sulungnya.
"Aku rasa yang membedakan bukan isi proposalnya mom, tapi dengn siapa orang yang mengajak kerja sama. Ini hanya sebatas ilmu yang dituangkan oleh mereka tapi yang perlu kita teliti adalah orangnya, siapa yang lebih nyaman untuk kita ajak kerja sama" ucap Daffa mengeluarkan pendapatnya. Jika menyangkut pekerjaan, anak laki-laki Mey ini akan banyak bicara.
"Baiklah sayang. Dan mommy punya tugas lagi buat kalian berdua. nanti akan mommy kasih tahu, tidak sekarang" ucap Mey.
Keduanya anaknya itu pamit pulang karena sang daddy yang akan menjemput isterinya.
BERSAMBUNG