Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Rencana Membeli Mobil Baru



Mereka pun pulang dengan masing-masing menggunakn mobilnya. Daffa akan mengantarkan ike pulang dan daddynya akan langsung pulang ke mansion.


"Langsung diantarkan ke rumah, anak orang" ancam Alfa kepada puteranya.


"Daddy kenapa jadi cerewet begini sih kalau tidak ada mommy?" herutu Daffa karena daddynya selalu ikut campur urusannya.


"Emang abang mau nanti dicincang hidup-hidup sama om Reno?" cecar Alfa.


"Iya aku antar pulang" ucap Daffa kesal.


"Ayo masuk sayang" ucap Daffa setelah membuka pintu mobilnya, Anak-anak yang lain bahkan sudah pulang sehingga sudah sepi.


"Cih sayang, dulu aja sok-sok tidak melirik anak orang, giliran sudah ditinggal dulu baru tahu rasa." gumam Alfa yang melihat anaknya sekali jatuh cinta langsung bucin. Ia pun masuk ke dalam mobilnya.


"Ahhh jadi rindu sama isteri tercinta ku" ucap Alfa sambil memasang pengaman. Alfa pun melajukan mobilnya keluar dari parkiran sekolah sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sangat isteri. Melihat puteranya bermesraan sama kekasih barunya malah membuatnya merindukan isterinya itu.


...----------------...


Daffa dan Ike pun pergi meninggalkan sekolah dengan mode diam. Ike menatap ke arah luar sambil melihat-lihat gedung yang berjejer di sepanjang jalan sedangkan Daffa menyetir sambil sesekali mencuri pandang ke arah gadis kecil itu. Sebenarnya ia sedikit kawatir karena Ike yang baru beberapa bulan ini pindah malah sudah sangat berubah.


"Ike, kamu baik-baik saja?" tanya Daffa dengan tetap fokus menyetir. Ike hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Apa kamu lapar?" Tanya Daffa lagi dan gadis itu kembali menggeleng.


Ada apa dengannya? apakah aku terkesan memaksa soal hubungan ini? tapi aku akan tetap melakukannya, aku tidak mau terlambat lebih jauh lagi. Daffa sebenarnya kurang suka dengan kedekatan Ike dan Jackson, apalagi beberapa hari ke depan dia akan kembali ke Australia dan Ike akan lebih banyak waktu dengan pria itu. Membayangkan Ike akan naik motornya saja ia sudah panas dingin jika harus bersentuhan t ubah di atas motor.


"Sebelum aku kembali, kita pergi showroom ya" ucap Daffa.


"Hah buat apa?" tanya Ike yang terkejut dan langsung menatap ke arah Daffa.


"Aku akan membelikan mobil untukmu agar kamu tidak menumpang pada siapapun" ucap Daffa tegas.


"Huhhh Abang, aku belum lincah bawa mobilnya, lagian aku belum berusia 17 tahun. Masa aku harus menyetir tanpa SIM? dan kalaupun aku udah bisa nyetir, aku akan minta sama papi papi buat belikan." ucapnya membuat Daffa langsung menatapnya tajam.


"Aku tidak memaksamu untuk menyetir. Aku akan menyiapkan juga seorang sopir untuk mengantar dan menjemputmu" ucap Daffa tenang.


Dasar pria aneh, abang aja belum ngungkapin perasaan ke Ike? Batin Ike menggerutu.


"Nggak usah berlebihan deh bang, selama ini aja aku di antar jemput sama ka Roberth, baru hari ini aja dia nggak antar dan jemput karena pekerjaannya untuk mempersiapkan pernikahannya." Gerutu Ike tapi bisa didengar oleh Daffa.


"Ike, ka Roberth itu sudah sibuk sama persiapan menikah dan setelah itu dia akan sibuk kerja lah, bulan madu lah, terus dia akan fokus sama kaka lagi. Namanya pengantin baru tentunya dia utamakan isterinya, lalu kamu?" ucap Daffa panjang lebar.


"Iya, kan masih ada om Arjo yang sudah pensiun kerja jadi besar antarin aku setiap hari." lanjut Ike.


"Kamu bisa nurut tudak? atau kamu tidak mau aku beliin mobil supaya kamu bisa diantar jemput sama si Jackson itu?" ucap Daffa yang kembali ke mode dingin.


"Idihhhh kenapa harus singgung ke Jackson nya?" ucap Ike.


"Oke, kalau begitu terserah kamu" setelah mengucapkan itu, Daffa langsung diam hingga tiba di rumah om Arjo.


Ni orang kenapa cepat sekali berubah sih? Batin Ike yang tidak habis pikir.


"Aku balik ya?" ucap Daffa tenang.


"Nggak mau mampir dulu" tanya Ike.


"Tidak" jawabnya.


"Ya sudah, masuk sana baru aku balik" ucap Daffa lagi.


"Iya Bye" ucap Ike sambil melangkah masuk.


Tidak ada kata penolakan. Aku tidak akan memberi cela untuk anak itu mengambil kesempatan dekat sama Ike. Tekad Daffa yang tetap pada rencana awalnya bahwa ia akan tetap membelikan satu mobil kepada Ike sekaligus menyiapkan sopir pribadi untuk stay mengantar jemput gadisnya itu.


Setelah beberapa saat kemudian, Daffa tiba di mansion dan ternyata Roberth serta papanya sudah berada di sana.


"Abang, sudah antarkan anak orang?" ucap Alfa menggoda puteranya saat melihat Daffa melangkah masuk ke dalam rumah itu.


"Hmmm" jawabnya hanya dengan daheman.


"Sini, kita akan segera membahas persiapannya" ajak Alfa.


"Iya dad. Om, ka Roberth, aku ganti dulu pakaiannya" ucap Daffa yang melangkah naik ke lantai dua untuk mengganti pakaian di kamarnya.


"Iya nak" jawab om Arjo.


"Dari mana dia dad?" tanya Roberth yang sudahengubah panggilannya kepa$a kedua orang tua kekasihnya.


"Tadi daddy ke kantor dan dia ke sekolah dan ternyata ketemu lah dia sama Ike" ucap Alfa sambil tersenyum geli karena tingkah anknya itu.


"Lalu?" tanya Roberth penasaran, padahal ia sudah menyusun rencana untuk membuat adik iparnya itu kapok karena sudah berani menyakiti hati adik kecilnya.


"Ya adu jotos lah sama teman kelasnya Ike yang mau antarin Ike pulang" jelas Alfa sambil tertawa.


"Ko daddy tahu, padahal Abang baru sampai rumah" tanya Roberth lagi.


"Ya terpaksa daddy harus turun tangan sebelum dia dibawa ke kantor polisi karena membunuh anak orang?" ucap Alfa membuat Roberth sama papanya terkejut.


"Masa sih, kan dia tidak suka sama Ike? kenapa sampai begitu?" tanya Roberth lagi.


"Tidak suka apanya? Sejak kepergian Ike, dia jadi gila, bahkan adenya saja dia kasarin. Tidak tahu aja anak daddy satu itu, sekali jatuh cinta langsung bucin" ucap Alfa sambil tertawa dan kedua orang itupun ikut tertawa.


"Berarti rencana aku gagal dong" ucap Roberth.


"Rencana apa?" tanya Alfa dan papa Arjo yang ikut menatap puteranya.


"Aku udah rencana sama temanku untuk memanasi abang pas acara aku sama Maggie nanti. Bia Ike datang sama temanku sebagai pasangan" jelas Roberth.


"Terlambat, dia bahkan sudah kasih tahu sama kepala sekolah untuk menjaga Ike" ucap Alfa dan ketiganya kembali tertawa. Saat melihat Daffa turun dari tangga, mereka mendadak diam.


"Kenapa diam?" tanya Daffa dingin membuat papa Arjo melongo karena anak muda ini punya aura yang sangat mematikan. Bagaimana keponakannya bisa jatuh cinta sama orang seperti ini? ia tidak habis pikir dengan Ike yang sampai memilih pergi karena cintanya tidak direspon.


Bagaimana kamu bisa jatuh cinta sama Daffa, ya jelaslah dia tidak respon, orangnya saja kaki begini? Batin papa Arjo.


"Oke, baiklah kita kembali ke awal. Jadi rencana kamu mau seperti apa konsep pernikahannya.?" tanya Alfa kepada calon menantuhya.


"Sebenarnya aku sudah menyusun semuanya sesuai keinginan Maggie" jelas Roberth.


"Oh jadi kaka sudah tahu? berarti bukan kejutaan dong" ucap Alfa.


"Maksudnya selama ini aku sering menyinggung soal konsep pernikahan dan dari situ aku bisa membaca keinginannya yang seperti apa? tapi tidak apakan? jika pernikahan kami dipublish?" ucap Roberth.


"Ya tidak masalah, palingan orang tahu kalau oh tuan Alfa punya seorang Puteri, ya gitu aja?" ucapnya santai.


"Aku hanya ingin mengkonfirmasikan agar tidak salah langkah. Jangan sampai identitas Maggie masih ditutupi mubgkin?" ucap Roberth lagi.


"Aku rasa yang perlu kita jaga adalah kedudukannya di Marah Salvatrucha yang harus kita jaga tapi kalau soal hati dirinya sebagai anak daddy atau cucu opa Devid sama opa Alberth, aku rasa tidak masalah." jelas Daffa.


Mereka terus membahas hingga pernikahan sekaligus resepsinya sesuai keinginan Maggie yang sudah diketahui oleh sang kekasih.


Bersambung