Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Mencurigakan





Saat pulang dari kampus, Maggie kembali menghubungi ojek andalannya.


"Beb, kamu pulang dengan apa?" tanya Maggie pada sahabatnya saat mereka sudah keluar dari gerbang kampus menuju ke halte yang tidak jauh dari sana.


"Nunggu angkot. Kamu?" jawab Ria santai.


"Aku pakai ojek aja deh" jawab Maggie.


"Kok lama ya angkotnya datang" ucap Ria gusar karena ia harus lanjut kerjanya yang masuk siang.


"Sabar ya, kalau aku sudah kaya akan aku antar kemanapun kamu pergi" ucap Maggie sambil terkekeh.


"Amin." ucap Ria sambil mengatup kedua tangannya di depan dadanya.


"Eh itu ada angkot darang" ucap Maggie saat sebuah angkot muncul.


"Terus kamu gimana?" tanya Ria.


"Aman, aku bisa menghilang dan langsung tiba di rumah" ucap Maggie membuat suasana terasa adem.


"Ihhhh jadi aku berteman sama gadis jadi-jadian ya?" ucap Ria bergelidik ngeri.


"Enak aja, cantik gini dibilang jadi-jadian. Tuh numpang, entar ketinggalan lagi" usir Maggie.


"Oke bye, sampai ketemu esok ya" ucap Ria.


"Bye. Esok aku cuti" teriak Maggie pada sahabatnya yang sudah pergi dengan angkot tadi.


Maggie kembali serius menunggu ojek andalannya yang belum saja datang. gadis itu tidak menyadari ada sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari arahnya.


Beberapa saat kemudian datanglah ojek andalannya dan merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sepanjang perjalanannya mereka bercerita karena laju motor itu tidak terlalu kencang. Jika ditanya kenapa Maggie bisa seakrap dengan tukang ojek itu? ya karena tukang ojek itu bukan orang sembarangan, dia adalag salah satu orang penting yang dikirim opa Gaston untuk menyamar jadi tukang ojek bagi cucu kesayangannya.


Setelah menempuh perjalanan yang agak jauh, Maggie mulai merasa ada yang mengikuti mereka dari belakang, namun dengan tenang ia tetap fokus ke depan hanya mata ekornya yang memantau mobil yang sejak tadi membuntuti mereka.


"Ka, sepertinya ada yang mengikuti kita" ucap Maggie dengan tetap fokus ke depan sehingga membuat orang tidak mencurigai jika mereka sudah menyadari kehadiran orang yang mengikuti mereka.


"Iya non. Apa yang harus kita lakukan?" tanya pria yang menggonceng Maggie.


"Sepertinya mereka ingin mengetahui tempat tinggalku" filing Maggie.


"A


Kalau begitu, bagaimana kalau aku membawamu ke kontrakan adikku sampai semua aman." tawar pria itu.


"Jangan. Turunkan aku di taman yang tidak jauh dari sini" ucap Maggie dan disanggupi oleh pria itu.


Pria itu melajukan motornya hingga tiba di sebuah taman yang dimaksud oleh Maggie.


Gadis itu mengeluarkan uang dari kantong bajunya dan memberikan kepada pemilik motor tersebut dan melangkah pergi ke bagian dalam taman yang bersejajar dengan jajanan lokal kas daerah tersebut.


"Mas, cilok gorengnya satu porsi ya?" ucap Maggie sambil duduk di bangku yang tersedia.


"Iya neng, makan apa bungkus?" tanya penjual cilok.


"Makan aja mas" ucap Maggie.


Gais itu duduk sambil menunggu pesanannya dan tangannya terus bergerak di dalam tas mengotak-atik ponselnya. Ia takut ada orang yang melihat ponsel cantiknya dan semakin banyak kecurigaan terhadap dirinya.


Maggie tahu bahwa orang yang membuntutinya dengan mobil tadi juga sudah berada tidak jauh darinya sehingga membuatnya semakin berhati-hati.


Mereka mencari ke semua sudut taman bahkan ditengah-tengah kerumunan orang-orang di taman itu namun ternyata mereka memang sudah kehilangan jejak gadis cantik itu.


Di sebuah apartemen yang mewah, seorang gadis tengah berendam air hangat sambil mendengar musik andalannya. Pikirannya kembali berputar ke masa kecilnya, dimana ia mulai hidup bahagia bersama kedua orang tuanya dan memiliki sahabat yang begitu baik kepadanya, namun sejak kepergian sahabat kecilnya waktu itu, seolah semuanya berubah sehingga ia hanya fokus dengan misi para orang tuanya.


(Dimanakah kamu? jika kita masih diberi kesempatan untuk bertemu, aku tidak meminta lebih, Cukup kamu tidak melupakan siapa aku.) batin Maggie sambil menutup matanya menikmati dentuman musik dari ponsel cantiknya.


Tak terasa ia telah berendam selama 30 menit, gadis itu mengakhiri ritual berendam dan membilah tubuhnya dengan air bersih.


"Akhh rupanya sudah sangat sore" ucapnya saat melihat jam di ponselnya.


Dengan cepat-cepat ia bergegas masuk ke ruang ganti dan mengenakan pakaiannya dan setelah itu ia menghubunggi seseorang dengan ponsel cantiknya itu.


"Halo kaka!!!" teriak seorang pria heboh.


"Cihh kupingku sakit bego" gerutu Maggie.


"ihhh kaka nyebelin, bukannya sayang-sayangan sama adik ganteng, malah mengumpat" gerutu balik Daffi yang tidak terima dengan kata-katas sang kaka.


"Mommy sama daddy mana? kasih ponselnya" perintah Maggie pada sang adik.


"Enak saja ponselku disuruh kasih ke mereka" jawab Daffi.


"Mau kasih tidak?" ucap Maggie dengan suara naik satu oktaf.


"Ngomong dulu sama ade dan sayang dulu sama ade" ucap Daffi manja.


"Oh mau melawan ya rupanya 1, 2, ..." ucap Maggie mengancam dan langsung di potong oleh sang adik bontotnya.


"Iya iya aku kasih ke mommy, dasar singa muda" gerutu Maggie yang langsung memberikan ponselnya kepada sang mommy.


.......


"Halo kaka, apa kabar anak mommy" ucap Mey dengan mata berkaca-kaca.


"Baik mom, kaka sudah di Indonesia dan sudah mulai kuliah hari ini" jelas Maggie pada mommynya.


"Iya sayang,. Kaka sehat kan?" tanya Mey.


"Sehat mom, semua sehat juga kan? opa sama oma sehat juga?" tanya Maggie beruntun.


"Kenapa tidak tanya daddy juga?" protes Alfa karena sang puteri tidak menanyakan dirinya secara kusus.


"Cih, daddy sama ade sama aja" gerutu Maggie membuat Mey, opa Devid dan omanya tertawa.


"Hei, memang kamu tidak kangen sama daddy?" tanya Alfa.


"Nggak, kangen sama mommy dan opa oma saja" tantang Maggie tidak mau kalah.


"Daddy blokir semua fasilitas kamu baru tahu rasa ya?" ancam Alfa.


"Coba saja kalau Daddy berani, bisa kena ngamuk dari singa London sana Harimau Kalifornia." ancam balik Maggie. Jika sudah begitu maka kekuatan Alfa dengan sendirinya menghilang. Ia bahkan tidak bisa melawan puterinya sendiri.


"Kamu kalau berani jangan ajak-ajak singa sama harimau itu" ucap Alfa melemah.


"Biar bisa membuktikan, apakah mereka akan memihak sama anak apa sama cucu" ucap Maggie penuh kemenangan.


"Ya pasti kamulah yang mereka pilih, apa artinya daddy kalau singa London sudah menghasut si harimau itu." ucap Alfa mengalah.


"Dad, tadi ada yang membuntuti kaka saat pulang dari kampus. Sepertinya mereka ingin cari tahu soal tempat tinggal kaka. Daddy bisa bantu cari satu kontrakan yang benar-benar sederhana ya biar disaat genting, kaka bisa mengelabui orang-orang itu." jelas Maggie mulai ke mode seriusnya.


BERSAMBUNG