
Sebelum membaca, mari cuci mata dengan si gemas kaka Maggie.
*
*
Brukkkk
Tuan Debid kaget saat merasa ada benda yang menabrak tubuh bagian belakangnya dengan cukup kuat.
Lebih terkejut lagi saat ada sepasang tangan yang sudah melingkar di perutnya dari arah belakang. Pelukan yang begitu kuat, seolah takut terlepas dan menghilang.
"Maaf" lirih suara dari punggung opa yang tengah terpaku antara terkejut dan senang.
"A A Ani.." ucap opa terbatah.
"Maaf, maaf sudah mengecewakanmu. Sebenarnya... " ucapnya dengan suara bergetar.
"Sebenarnya?" tanya opa penasaran karena bi Ani tidak melanjutkan ucapannya.
"A aaku jjuga mencintaimu" ucap oma gugup bercampur malu.
Yesssss. Akhirnya aku berhasil. Teriak opa dalam hati. Jika boleh, ia ingin melompat mengekspresikan rasa bahagianya tapi mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi jadi ia takut kalau ia bisa berakhir di rumah sakit setelah ini.
"Aku tidak yakin, kamu pasti hanya pura-pura karena tidak ingin aku kecewa. Aku ingin kejujuran walaupun menyakitkan, dan satu lagi aku tidak apa jika kamu tidak mau" ucap opa mengetes keseriusan oma. Padahal ia sendiri sudah berbunga-bunga.
"Aku ti dak ter paksa. Aku serius" ucap wanita itu yang sudah terisak dipunggung opa. Pelukannya mulai melonggar, merasa bahwa kejujurannya dianggap sandiwara, wanita itu akhirnya ingin meyerah. Namun saat pelukannya terlepas, ia malah terkejut karena mendapat pelukan hangat dari pria itu yang sudah balik dan berhadapan dengannya.
"Maaf, aku hanya bercanda. Aku percaya sama kamu" ucap opa sambil mengecup pucuk kepala oma.
"Istirahatlah, tidak baik untuk tubuh tua kita jika bergadang. Akan ada saatnya kita bergadang tapi tidak sekarang" ucap opa terkekeh menggoda oma.
"Issssh, ingat umur" desih oma sambil menyikut pria itu.
"Tidurlah di kamar kaka." ucap opa sambil mengantar bi Ani hingga tiba di depan kamar cucunya. Setelah memastikan wanita itu masuk, opa akirnya masuk juga ke kamarnya.
Aku tidak menyangka akan berakhir dengan pria bule itu. Akhhh semoga ini bukan mimpi. Batin oma saat sudah duduk di ujung tempat tidur cucunya, sambil menepuk kedua pipinya sendiri.
Wanita tua itu memegang dadanya sendiri yang masih berdetak kencang sejak tadi.
Di kamar opa Devid.
"Sayang, maafkan aku. Aku tidak pernah melupakanmu, aku tidak pernah melepaskanmu dari hatiku yang paling dalam. Aku hanya menyimpan kalian di tempat yang terpisah. I love you, ibu dari puteriku. Istirahatlah dalam keabadaianmu." gumam opa dengan memegang sepucuk foto usang milik mendiang isterinya waktu masih muda.
Pria itu mengecup cukup lama foto tersebut.
Setelah melewati drama love story yang menggelikan itu akhirnya mereka masuk di alam mimpi masing-masing.
*****
📹Mey, aku ingin mulai dengan rencanaku sekarang. Aku tidak bisa menundanya lagi karena akan berimbas pada hubunganku dengan Novi.
📹Iya Ren. Aku sudah menyiapkan orang untuk membantumu nanti. Tapi kamu hanya cukup ada di belakang layar saja, agar mereka tidak tahu siapa kamu sebenarnya.
📹Iya Mey, thanks sudah banyak membantuku.
📹Sama-sama. Kamu juga banyak membantuku dan aku sudah menganggapmu saudara.
Sambungan telepon antara Mey dan Reno berakhir.
Hari ini Reno datang ke perusahaan peninggalan orang tua kandungnya sebagai seorang pemegang saham terbesar dari gabungan saham keluarga Smith dan keluarga Adipaty.
Rapat istimewa itu berlangsung sekitar hampir dua jam. Reno yang duduk paling belakang hanya menyimak setiap penyampaikan serta sanggahan dari berbagai pihak. Seperti biasa, sebelum berakhirnya rapat ada sedikit penyampaian dari sang tuan rumah, siapa lagi kalau bukan orang yang paling Reno benci.
Saat pria itu sedang menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf, tiba-tiba layar yang ada di depan mereka mulai menampilkan video yang aneh dan hal itu membuat semua orang terkejut ketika dalam video itu, dengan bangganya pria yang sedang berbicara tadi berkata dengan lantang jika dialah dalang dari kecelakaan maut seorang pengusaha sukses di negara itu. Bahkan dengan bangga ia berkata bahwa dalam kecelakaan itu tidak ada yang selamat.
Pria yang tadi berdiri untuk berbicara itu tercekat mendapati dirinya yang ada di dalam video, wajahnya berubah pucat dan bibirnya bergetar hebat. Mau menyangkal? tentu saja tidak bisa karena fakta membuktikan akan hal itu.
Reno tak kalah terkejut melihat fakta yang ada di depan mata. Pria itu mengepalkan tangannya dan hendak berdiri namun ponselnya berdering.
📹Om Leno, pokoknya jangan ke mana, kaka pantau dali sini. Kalo belgelak kaka hukum nanti.
📹Hah? maksudnya.
📹Yee tanya maksudnya, maksudnya... Ya om Leno jangan sampai ketahuan ada di sana lah!
📹Jadi?
📹Hehehe kaka sama oma Latna yang buat kekacauan itu.
📹Maggie? jadi kamu yang melakukan ini? om Reno akan langsung ke sana. Sekarang kaka sama oma di mana?
📹Lagi di Lestolan xxx, kaka dapat tlaktil dali oma kalena oma nyulik kaka sampai bolos sekolah, jadi kalo om Leno ke sini halus tlaktil juga buat kaka ya?
📹Iya sayang. Tunggu om Reno.
Kecil-kecil tapi pandai bersilat lidah. Bukannya tadi sudah sepakat? kenapa dia bilang aku nyulik? batin oma
Flash Back
📹Ma, tadi Reno telepon Mey katanya ia akan mulai rencananya.
📹Oke sayang, oma akan otw esok malam. Bagaimana cucu-cucuku?
📹Baik ma.
📹Oke sudah ya?
Pembahasan Mertua dan menantu itu akhirnya berakhir.
----
Mama Ratna yang baru tiba hampir subuh di negara ini, memilih untuk menginap di hotel. Pagi-pagi sekali, ia sudah menghubungi cucunya untuk bepergian dan tentu saja Maggie yang nota benenya pandai akting langsung meyakinkan oma Ani agar hari ini tidak menjaganya di sekolah.
Alfa yang baru menurunkan puterinya di depan gerbang langsung pergi menuju kantor sedangkan oma Ratna yang sudah menunggu sejak tadi dengan taxi langsung keluar dan menculik cucunya pergi lagi dari sana.
Sambil memanjakan cucunya dengan makanan enak di Restoran itu, oma Ratna juga sibuk dengan laptopnya untuk menghubungi orang kepercayaan yanh sudah dia tempatkan sebelumnya di kantor itu.
"Kaka, kali ini kita harus bantu mommy Mey sama om Reno" ucap oma
"Bantu apa oma? tembakan ya?" ucapnya santai.
Ya elah cucuku paling demen sama senjata.
"No sayang. Kita membantu dengan viralkan video ini." ucap oma
"Oke" ucap gadis kecil itu sambil mengangkat jempol.
Oma mengeluarka satu laptop lagi dan menghubungkan dengan kamera kecil yang sudah terpasang di ruang rapat lalu maruhnya di depan sang cucu sambil menjelaskan apa saja tugasnya. Sedangkan oma dibagian memberi perintah kepada orang suruhannya.
Off
*
*
Bersambung