Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
71. Mara Salvatrucha



aldrich tersenyum puas karena telah berhasil membantu Mey untuk mengetahui kebejatan dari sang mantan suami. Sementara ekor mata Alfa terus menatap ke arah tempat duduk Mey yang belum juga kembali. Aldrich juga yang baru menyadari jika Mey belum juga kembali, menjadi panik dan bangkit berdiri untuk pergi mencari wanita itu.


Di sisi lain, Alfapun tersenyum puas karena ternyata Mey sudah pergi melalui pintu samping dan tentu Alfa mendapat pesan singkat dari para anak buahnya yang tengah berjaga jaga di luar Restoran.


"PERMAINAN DIMULAI" gumam Alfa yang hanya di dengar oleh dirinya sendiri.


Pria itu mengambil minumannya dan meneguknya hingga tandas. Beberapa menit kemudian, mulai ada reaksi aneh pada diri Alfa, matanya mulai berat dan ingin sekali untuk tidur.


"Nasya, ayo kita pulang. Aku sangat mengantuk" ucap Alfa dengan suara beratnya


"Mas, tolong bantu aku, kekasihku panyakitnya kumat. Tolong bantu aku membawanya ke mobil" seru Nasya pada salah seorang pelayan Restoran. Pria itupun membantu membawa Alfa hingga mobil Nasya.


Mereka pergi meninggalkan parkiran itu dan tibalah mereka di salah satu hotel yang telah di pesan sebelumnya. Ketika tiba di parkiran, Nasya menelepon seseorang.


"Al, kamu di mana? aku sudah berada di depan hotel tapi tidak mungkin aku membawanya sendiri ke dalam" ucap Nasya saat tersambung teleponnya.


"Aku sudah ada di belakang mobilmu" ucap Aldrich sambil keluar dari mobilnya. Keduanya mulai melakukan tugas mereka dengan membawa Alfa masuk ke salah satu kamar yang mereka pesan tadi.


Untuk membuat semua sempurnah, Aldric mulai melepaskan semua pakaian Alfa kecuali ********** dan diikuti dengan Nasya yang melepaskan semua pakaiannya juga kecuali dalaman bagian bawahnya.


Aldrich dengan senyum kemenangannya mulai melancarkan aksinya, ia mulai merekam dan memotret semua adegan yang dibuat mereka seolah itu semua nyata.


tiba-tiba ada ketukan pintu dari luar, Alfa dengan santai bangu dari tidur panjangnya tadi dan melangkah menuju pintu dan membukakan pintu untuk orang yang mengetoknya, hal itu sontak membuat Aldric dan Nasya syok.


Setelah rombongan itu masuk dan mengamankan dua orang brengsek itu, Alfa dengan santai kembali memakai pakaiannya dan melangkah keluar. dan masuklah seorang wanita paruh baya yang memakai pakaian serba hitam. Wanita itu membisikan sesuatu dan itu membuat Aldrich kembali syok dan gemetar dingin.


"Kau salah mencari musuh nak" ucap mama Ratna yang kembali melangkah keluar. belum satu menit wanita itu keluar, Aldrich sudah tak sadarkan diri. ternyata tadi saat mama Ratna membisikan sesuatu untuk pria itu, ia juga menyuntikan sesuatu ke tubuh pria itu sehingga membuatnya seketika pingsan.


Nasya yang melihat itu semakin merinding namun apa mau di kata, mereka sudah di bawa oleh orang-orang itu menuju mobil dan selanjutnya Nasya juga ikut tak sadarkan diri.


*******


Keesokan harinya.


"Selamat datang di Markas Mara Salvatrucha" ucap Alfa dengan wajahnya yang berubah seratus delapan puluh derajat. Pria yang biasanya terlihat tampan itu mendadak seperti monster yang ingin memangsa buruannya.


"Apakah kau masih ingin mencelakai keluarga kecilku? lihatlah bagaimana keluargamu kalang kabut karena tidak bisa mempertahankan perusahaan yang kau banggakan itu" ucap Alfa sambil berjongkok tepat di depan Aldrich yang terikat dengan rantai bajah itu.


"Lakukan" ucap Alfa dengan tegas melalui earphonenya yang terpasang di telinganya. Dalam sekejab, Video dari awal mulai mencampurkan obat ke dalam minuman Alfa, saat di dalam mobil hingga semua yang mereka lakukan di dalam kamar, semua terekam dengan sangat rapi. dan dengan sekejap perusahaan keluarga Aldrich langsung runtuh dan tak tersisa.


Triiiing triiiing triiiing


Ponsel yang ada dalam saku Aldric berdering. Salah satu anak buah Alfa mengambilnya dan mengankat panggilan itu dan membuat lousdspeacker.


"Tuan muda, tuan besar sedang mencarimu. Perusahaan sedang dalam bahaya dan ......" belum selesai berbicara telepon sidah dimatikan.


Jika aku tahu dari awal jika keluarga ini berasal dari geng mafia berbahaya ini maka aku tidak akan mengganggu mereka. Lexi bahkan tidak berbicara apa-apa sebelum mati.Batin Alfa menyesali semua perbuatannya.


Alfa pergi meninggalkan Aldrich dan menuju ke salah satu ruangan yang paling terdalam, di sana ia memerintah anak buahnya untuk membuka pintu dan di balik pintu itu masih ada lagi satu lapis pintu kaca. Alfa berdiri dari begaian luarnya dan menatap seorang wanita yang ada di dalam sana dengan sinis. Seorang wanita yang keadaannya sudah semakin kurus dan tidak terawat padahal di dalam sana semua kebutuhannya lengkap namun entah karena apa ia tidak mau berbuat apa-apa di dalam sana.


Terimalah hukumanmu karena sudah berani merencanakan kejahatan untuk puteri kecilku. Karena engkau ibu dari anak yang aku besarkan maka saku tidak akan membunuhmu dengan tanganku. Alfa membatin sambil pergi meninggalkannya dan pintu kembali tertutup.


Video tersebut mulai dikonsumsi oleh banyak khalayak ramai, dan salah satunya adalah Mey. Wanita itu terkejut dengan jebakan yang dilakukan oleh wanita tadi dan yang lebih terkejut lagi ketika ia melihat Aldrich juga ada di sana.


"Brengsek, jadi ini semua ulah kamu? tiba-tiba kamu datang mengajak aku makan siang di tempat yang ternyata sudah kamu seeting bersama wanita itu" geram Mey


"Seharusnya aku tidak boleh pergi dari sana, apa yang terjadi dengan Alfa" gumam Mey lagi. Mey menyesal karena rasa cemburunya, ia pergi meninggalkan Alfa yang pada hal sementara dalan bahaya. Wanita itu dengan tangan gemetarnya mengambil pomsel yang ada di atas meja kebesarannya dan mencari nomor Alfa untuk menghubunginya.


Di tempat lain, Alfa yang melihat panggilan masuk dari Mey di ponselnya tersenyum geli, ia yakin bahwa Mey sudah melihat video yang tengah tersebar di negeri itu. Awalnya Alfa tidak ingin mengangkatnya dan hal iti membuat Mey semakin frustrasi.


Tidak lama kemudian, panggilan kembali masuk ke ponsel Alfa dari orang yang sama yaitu Mey. Tidak mau membuat wanitanya semakin penasaran Alfa akhirnya mengangkatnya dan panggilan tersambung.


"Mas, kamu di mana?" tanya Mey spontan


"Di hatimu sayang" ucap Alfa gombal


"Mas, aku lagi tidak bercanda, kamu di mana, sama siapa dan lagi apa?" tanya Mey beruntun.


"Kan sudah bilang, aku lagi di hatimu" ucap Alfa terkekeh dari seberang sana.


"Mas..." Teriak Mey geram karena ucapannya tidak ditanggapi dengan serius.


"Aku lagi di London" jawab Alfa mulai serius.


"Terus, wanita itu?" tanya Mey


"Wanita yang mana?" ucap Alfa kembali terkekeh.


"Malas bicara sama kamu" ucap Mey yang langsung mematikan sambungan telepon.


Tiba-tiba ponsel Mey berdering tanda pesan masuk, ia membuka ponselnya ternyata pesan dari pria yang baru saja ia hubungi tadi.


Daddy: Tunggu aku kembali. Aku akan menjelaskan semuanya untuk menjawab rasa penasaran kamu. i love you


Mey yang membaca pesan tersebut, mendadak mukanya berubah pink karena malu pada hal tidak ada orang di sana yang melihatnya.


-BERSAMBUNG-