Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
61. Pria Misterius



Keluarga Smith akhirnya memutuskan untuk pergi ke pantai menghabiskan waktu mereka di London karena esok mereka harus pulang ke Australia.


Sepanjang jalan mereka , Maggie terus bertanya di mana daddynya dan apakah daddynya ikut atau tidak. Tanpa sepengetahuan mereka ternyata ayah Devid sudah menghubungi keluarga Adipaty bahwa esok mereka akan pulang ke negara mereka karena itu hari ini mereka akan menghabiskan waktu di pantai karena cucunya itu memang paling suka diajak ke pantai.


Ayah Devid melakukan semuanya demi cucunya, untuk Mey terserah pada dirinya sendiri yang menentukan pilihan hidupnya dan itupun tergantung pada usaha seorang Alfaro Putra Adipaty.


Keluarga tersebut akhirnya tiba di pantai. Merka betul-betul menikmati pantai di London hari ini. Sedang asyik bermain tiba-tiba dari kejauhan datanglah beberapa orang yang salah satunya menarik perhatian si kecil Maggie, ya siapa lagi kalu bukan daddynya yang tercinta.


"Daddyyy, tenapa daddy tinggalin ade cemalam? Daddy jahat" ucap anak kecil itu sambil bercakak pinggang menceramahi daddynya.


Yang diceramahi cuma tersenyum sambil menatap puterinya yang ternyata banyak tingkahnya. Alfa mendekati puterinya dan membawa gadis kecil itu masuk dalam dekapannya. Seperti biasa Alfa selalu merasa bahagia ada di dekat anaknya itu, selain karena tingkahnya mungkin juga karena ikatan batin antara seorang ayah dan anak.


Maaf, aku banyak melewatkan waktu pertumbuhanmu. Sebagai seorang Daddy, seharusnya aku yang tahu pertumbuhanmu sejak lahir hingga saat ini, tapi aku telah melewatkan semua waktu-waktu terindah. Dan kamu pasti sangat menderita nak. Batin Alfa lagi-lagi penuh penyesalan.


Mey dan Novi memilih berjalan ke arah Utara setelah melihat kedatangan keluarga Adipati. Bukan karena apa? tapi memang sengaja ia mau memberi waktu pada sepasang anak dan daddy itu untuk menghabiskan waktu mereka dihari ini karena mengingat esok mereka sudah harus kembali ke negara mereka.


Alfa yang tahu jika Mey menghindarinya hanya diam saja, ia sadar bahwa untuk mendapatkan hati wanita yang adalah ibu dari puterinya maka ia harus berjuang keras untuk hal itu.


"Daddy tatana ecok ade cama mommy dan opa celta ta Novi udah pulang" ucap anak kecil itu yang mungkin juga akan berpisah lagi dengan daddynya.


"Iya, ade sama mommy pulang lebih dulu ya, kalau daddy selesai kerja, daddy akan menyusul ya?" Alfa berusaha memberi pengertian pada puterinya agar tidak kecewa lagi padanya.


"Tenapa daddy telja telus? ade tan puna uang banak, ade puna lumah juga. Tata opa nanti ade yang puna pelucahaan talo ade becal nanti. Daddy telja di tempat mommy aja ya, bial detat cama mommy dan ade?" ucap Maggie mulai bernego.


Kamu memang yang punya semuanya nak, bahkan perusahan daddy sama mommy akan jadi milikmu semua karena kamu cucu satu-satunya, tapi daddy perlu berjuang mendapatkan kembali hati mommymu yang sudah terlanjur daddy sakiti. Tunggu lagi sedikit waktu, kita akan kembali bersama. Batin Alfa


"Daddy selesaikan dulu pekerjaan yang ada sayang, kan kasihan kalau opa sama oma yang kerja, mereka sudah tua apa ade tidak ingat sama mereka?" ucap Alfa mencoba cari alasan yang tepat.


"Iya ya, cama cepelti opa Devid udah penciun tatana talna cudah tua, belalti opa Abet cama oma Latna haluc penciun juga daddy" ucap Maggie yang tahu opa Devid selama ini sudah tidak lagi bekerja.


"Nah itu, daddy juga bantu opa sama opa setelag itu daddy nyusul ade ke sana" ucap Alfa meyakinkan


"Janji ya, tida boong" ucap Maggie sambil menyodorkan jari kelingkingnya sebagai perjanjian antara ia dan daddynya.


Sepasang anak daddy itu menikmati pemandangan laut dengan berpose di pinggir pantai. Maggie yang paling pintar bergaya, mulai menampilkan gaya terbaik sesuai arahan daddynya.


"Daddy, ade lapal" ucap Maggie yang memang sudah lapar karena sudah mulai siang.


"Oke kita cari mommy sama yang lain dulu ya sekalian kita makan siang ya?" ajak Alfa pada puterinya


Interaksi kedua orang, anak dan daddy itu tidak terlepas dari tatapan sepasang mata yang tertutup kaca mata hitam sejak tadi. Entah apa rencananya tapi sejak tadi ia terus mencuri pandang ke arah dua orang itu.


Alfa mencuci kaki puterinya yang penuh dengan pasir laut hingga bersih lalu menyuruh puterinya untuk naik di punggungnya. Keduanya pergi dari tempat itu untuk mencari keluarga mereka yang lain.


ketiga orang tua yakni Ayah Devid, mama Ratna dan papa Alberth tengah bersantai di rumag payung yang tersusun di pinggir pantai sedangkan Mey dan Novi tidak kelihatan.


Kedua orang itu memilih bergabung dengan para orang tua itu sambil menunggu kedua wanita yang entah dimana sekarang.


"Aduh cape cetali" ucap anak kecil itu dengan gaya lelahnya sambil telapak tangannya menjamah jidatnya yang sebenarnya tidak berkeringat itu.


"Ade buat apa sampai cape begitu?" ucap oma Ratna


"Ade main pacil, ade dipotlet daddy, main tejal-tejalan cama daddy, pototna banak" ucapnya menjelaskan.


"Aduhhh kasihan sekali cucuku" ucap oma Ratna pura-pura simpati


"Telus, talian buat apa dicini?" tanya Maggie pada tiga orang tua itu


"Duduk sambil menikmati pemandangan dan minum es" jawab opa Devid tenang.


"Opa, ade tan cudah bilang, halus banak gelak, olah laga biar cehat ceperti ade nih" ucapnya menasehati


"Iya tuan puteri," jawab opa Devid


"Hi, semua sudah kumpul di sini ya?" ucap Novi yang baru bergabung bersama Mey.


"Ade itu cudah lapal tapi mommy cama ta Novi telamaan mainna" ucap Maggie culas


"Ye lapar, perut apa balon? pagi tadikan sudah makan de" ucap Novi mencibir adik kecilnya


"Pelutlah, olang matan halus cecuai jam bial tida cakit" ucapnya tidak mau kalah.


"Iya, iya calon ibu dokter" ucap Novi mengalah


"Ade tida mau jadi dotel, ade mau telja taya mommy, opa tan udah bilang talo ade yang puna pelucahaan jadi ade halus telja di cana" ucapnya membantah.


"Alllah jiwa wanita kariernya kumat, dasar mata duitan" gumam Novi sambil melangkah pergi.


"Ade dengal ya ta Novi" ancamnya.


Perkumpulan itu juga tidak lepas dari pria misterius yang sejak tadi mengikuti Alfa dan Maggie kemanapun mereka pergi.


"Halo tuan muda, pria itu belum mati" ucap pria misterius itu


"Apa? jadi brengsek itu masih hidup?" ucap pria yang ada di balik telepon


"Iya tuan dan yang lebih menarik lagi adalah, saat ini dia dan keluarganya tengah berlibur di pantai bersama mantan isteri dan keluarganya juga" ucap pria misterius itu


"Apa? kamu bilang menarik? ikuti terus perkembangan mereka, sial" ucap pria di balik telepon.


Ternyata dugaanku sejak tadi benar. Kamu adalah mata-mata pria brengsek itu. Kali ini jangan harap kamu bisa lolos, aku akan membayar lunas apa yang sudah kamu buat kepadaku dan juga keluarga kecilku. Batin Alfa yang sejak tadi sudah merasa ada yang mengikutinya dan puterinya.


-Bersambung-