
Mey yang baru selesai berganti di dalam kamar madi, keluar mendapati suami dan anaknya lagi berseteru di atas tempat tidur.
"Daddy nyebelin, main gendong-gendong saja" ucapnya marah.
"Kan anaknya daddy jadi mau apa aja terserah daddy" ucap Alfa tidak mau kalah.
"Tapi ade juga punya plivasi" ucap Maggie
"Lah, anak kecil sudah tahu privasi" ucap Alfa terkekeh, anaknya memang pintar dan ada-ada saja kosa katanya.
"Ade sudah besal daddy" ucapnya geram. Mey terkekeh, ia terharu melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Ia sangat merindukan hal ini terjadi setiap hari.
Alfa gemas dengan anaknya yang kembali ngambek mulai menggelitiknya dengan mencium perutnya dan wajahnya membuat gadis kecil itu tidak mampu bertahan akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Daddy ampun... mom tolong ade" seru Maggie sambil tertawa geli, begitu melihat mommynya yang tengah berdiri melihat mereka iq langsung berteriak meminta tolong.
Mey datang memisahkan anak dan daddy itu, Maggie yang melihat ada sedikit cela karena sudah dibantu sang mommy langsung melompat naik ke atas punggung sang daddy dan bergantung di leher Alfa, mau tidak mau pria itu menyerah juga.
"Oke daddy kalah, daddy minta ampun puteri ratu" ucap Alfa pura-pura kalah karena anaknya yang merasa menang dan terus mencekik sang daddy dengan tangan kecilnya yang tidak terasa apa-apa oleh Alfa.
"Yeeee ade menang, daddy kalah." teriaknya sambil melompat-lompat di atas tempat tidur.
"Kalna daddy kalah jadi daddy halus kasih seauatu untuk ade" ucapnya sambil bercakak pinggang.
"Memang perjanjiannya begitu?" tanya Alfa heran karena anaknya itu pandai sekali cari kesempatan dalam kesempitan.
"Anggap aja begitu daddy" ucapnya santai membuat Alfa melongo sedangkan Mey sudah menahan senyumnya sejak tadi.
"Sayang, waktu hamil ade makan apa aja sih? kok pintar benar?" ucap Alfa polos.
"Justru keinginan dalam kandungan tidak kesampean makanya baru sekarang dia nuntut jadi turuti aja" jelas Mey membuat Alfa tersentak. Pria itu menyadari jika waktu hamil Mey tidak pernah minta apa-apa padanya hanya beberapa kali dia memergoki bi Ani yang keluar malam-malam bersama sopir untuk membeli sesuatu yang katanya buat Mey.
Beda dengan Nina yang selalu menggunakan anaknya sebagai senjata untuk minta semua yang dia inginkan.
"Dad, bagaimana dong... masa menang tidak ada hadiahnya?" tanya Maggie yang melihat daddynya bengong dan menampilkan wajah sedih.
"Ah iya ade mau apa? nanti daddy kasih" ucap Alfa yakin.
"Benalan? daddy tidak boong kan?" tanya Maggie butuh kepastian.
"Iya sayang benar. Pokoknya apa saja daddy usahakan" jawab Alfa yakin. Ia ingin membayar semua waktu yang sudah ia sia-siakan dengan puterinya.
"Ade mau minta ade bial ade jadi kakak nanti" ucapnya dengan membayangkan jika dia dipanggil kakak.
Ucapan Maggie membuat kedua orang tuanya salah tingkah.
"Bisa kan dad?" tanya Maggie lagi.
"Bi bisa sayang, tapi tanya mommy dulu" ucap Alfa
"Ade kan minta daddy kalna daddy yang kalah," protes gadis kecil itu membuat Mey hampir tidak tahan tawanya.
"Daddy, dengal tidak? ade malah ni kalo tak bisa" ucap gadis kecil itu lagi sambil mengancam sang daddy.
"Dengar sayang. Iya akan daddy cari sampai dapat" ucapnya agar anaknya berhenti bertanya dengan bahasa-bahasa roh itu.
Emang enak aku bohongin. Aduh bagaimana kalau esok dia langsung minta sudah ada belum. Bati Alfa lagi tidak tenang.
"Oke dil ya" ucapnya sambil mengambil jari kelingking sang daddy dan tautkan sebagai bentuk perjanjian.
"Oke sekarang waktunya tidur." ucap Alfa agar cepat mengindari kata-kata sang puteri.
"Pley dulu dad, nanti Tuhan malah" ucap Maggie mengingatkan sang daddy untuk berdoa sebelum tidur. Akhirnya mereka berdoa dan akhirnya tidur dengan Maggie berada di tengah kedua pengantin baru itu.
Alfa memberi kecupan sayang kepada kedua orang yang kini bisa tidur seranjang dengannya.
Keluarga kecil itu akhirnya tidur ketika jam sudah menunjuk pukul 1 tengah malam.
Semua beban seolah terlepas dari hidupnya. Setelah sekian lama berjuang bahkan hampir kehilangan nyawa, Alfa akhirnya dapat meraih kembali cintanya dan membuat keluarga yang dulu berantakan kembali utuh.
*****
Keesokan harinya keluarga yang masih tersisa di mansion Smith sudah pada bangun kecuali keluarga kecil Alfa yang belum ada tanda-tanda ada yang keluar dari kamar.
Ketiga orang itu masih betah dibalik selimut yang sama saling memeluk di sana.
Alfa bangun terlebih dahulu, ia membuka matanya dan menatap isteri dan anaknya yang masih nyaman dalam mimpi indah mereka padahal sekarang sudah jam 7 pagi. Alfa hendak bangun namun ternyata lengannya dijadikan bantal oleh sang puteri bahkan kakinya yang sebelah dimuat ke atas perut daddynya.
Pemandangan yang indah. Terima kasih Tuhan sudah menghadirkan mereka dalam hidupku. Batin Alfa sambil mengusap pucuk kepala sang isteri yang sama sekali tidak bergerak.
Tidak lama ada pergerakan dari sang puteri sambil mengucek matanya.
"Daddy" ucap gadis kecil itu sambil tersenyum namu matanya belum terbuka dengan benar.
"Ssttt, mommynya masih bobo sayang jangan ribut" ucap Alfa pada puterinya membuat Maggie berbalik dan menatap sang mommy yang bahkan tidak terganggu sama sekali dengan pergerakan keduanya.
Dengan perlahan Alfa membawa menurunkan Maggi dari tempat tidur dan membetulkan selimut pada isterinya. Alfa membiarkan wanita yang sudah kembali berstatus isterinya itu tidur dengan nyenyak tanpa mengganggu sama sekali.
Mey akhirnya bisa tidur sepulas ini. Semua beban di batinnya seolah terangkat sehingga tidak ada lagi yang mengganggu tidurnya.
"Ayo kita ke kamar mandi, biarkan mommy beristirahat dulu. Kasihan mommy setiap hari kerja pasti cape" bisik Alfa pada Maggie dan diangguki oleh hafis kecil itu.
Kedua anak daddy itu masuk ke kamar mandi bersama dan mulai ritual bersih-bersih mereka dari sikat gigi hingga mandi bersama. Alfa terlihat seperti hot daddy yang tengah menguruk anaknya.
Setelah selesai, mereka keluar dan mendapati Mey yang masih tetap nyaman tidur di sana. Mereka berpakaian dan keluar dari kamar, ternyata semua orang sudah selesai sarapan dan tenhah bersantai sambil menonton berita pagi ini di televisi.
"Selamat pagi semuanya," ucap Alfa pada semua keluarga dan dijawab serentak oleh semuanya.
Selamat pagi opa oma semua" ucap Maggie yang ikut memberi salam.
-BERSAMBUNG-