Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Tujuh Tahun Kemudian



Disebuah kota besar yang terletak di Kalifornia, ada sebuah markas dunia mafia yang sudah memiliki cabang dibeberapa negara. Tuan Gaston adalah ketua Mafia terkenal yang sangat ditakuti oleh semua kelompok-kelompok mafia yang tersebar di negara itu bahkan di negara-negara lain.


Tok tok tok


Tok tok tok


“Istthhh siapa sih ganggu aja” gerutu seorang gadis berusia 18 tahun yang masih betah dibalik selimut tebal yang menutupi tubuh mungilnya.


Tok tok tok


“Non, ini bibi. Non disuruh tuan besar untuk turun sarapan” ucap bibi sang ART keluarga tuan Gaston.


“Nanti saja bi, masih ngantuk” teriak gadis itu tanpa turun dari ranjang apalagi membuka pintu kamarnya.


Setelah menunggu beberapa menit tidak ada respon lagi dari penghuni kamar, bibi Lisa akhirnya pergi dari sana dan kembali ke ruang makan di mana tuan Gaston dan anak angkatnya sedang duduk menunggu cucu kesayangannya di sana.


“Dimana anak itu bi?” tanya tuan Gaston.


“Kata non Maggie nanti aja sarapannya soalnya masih ngantuk tuan.” Jelas bibi Lisa kepada tuannya.


“Kenapa cucu Ratna malasnya minta ampun ya?” gumam tuan gaston tapi masih bisa didengar oleh anak angkatnya Rockzy.


“Pa bukannya dia cucu papa juga ya? Kan dia cucu tante Ratna yang adalah adik papa.” Ucap Rockzy kepada papanya.


“Iya tapi tantemu itu terlalu memanjkannya sampai jam segini saja belum bangun, anak gadis macam apa itu? Kalau punya suami mau jadi apa dia?” omel sang opa.


“Sejak kapan dia punya cowok pa?” tanya Rokczy yang memang tahu soal Maggie karena di sekolah sejak Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas, tidak pernah gadis itu punya hubungan spesial dengan satu cowokpun.


“Sejak kecil” jawab opa Gaston singkat.


“Hah? Jadi Maggie sudah dijodohkan pa? pantasan anak itu tidak tertarik sama cowok-cowok di sekolah padahal semuanya orang kaya dan terpandang” respon Rokczy karena baru mengetahui tentang gadis yang sudah enam tahun dekat dengannya.


“Bukan dijodohkan tapi dia punya pilihan sendiri. Kamu pikir dia miskin sehingga harus cari pria yang kaya Raya?” ucap opa Gaston membuat anak angkatnya semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan papanya.


“Maksud papa?” tanya Rockzy kepo.


“Dulu dia punya teman saat masih di sekolah taman kanak-kanak dan dia punya seorang teman laki-laki, nah dia sudah mengkalim anak laki-laki itu sebagai miliknya dan menjadi suami masa depannya” jelas opa Gason panjang lebar.


"Hah? papa tahu dari siapa?" tanya Rockzy yag dengan tampang begonya membuat sang papa terkekeh.


"Kamu pikir aku tidak memantau semua anak cucu dan menantuku semua?" jawab papa santai tanpa mereka sadari, mereka sudah menghabiskan waktu hampir setengah jam tanpa menyentuh makanan yang ada di atas meja itu.


.


.


"Selamat pagi" ucap seorang gadis dengan malas yang baru bergabung bersama mereka dan masih kelihatan muka bantalnya.


"Pagi" jawab singkat opa Gaston dan anak angkatnya bersamaan.


Tanpa melihat ke kanan atau ke kiri, gadis itu langsung mengambil piringnya dan mengisi makanan ke dalamnya untuk dimakan.


"Kamu kelaparan ya?" tanya Rockzy yang sudah terbiasa dengan tingkah gadis itu yang tidak ada jaimnya sama sekali.


"Kaka sudah sikat gigi belum?" tanya opa Gaston.


"Sudah" jawabnya singkat dan langsung memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Opa akhirnya mengambil piringnya dan mengisi makanan juga lalu makan dan diikuti oleh anak angkatnya.


"Kalau masih ngantuk, tidur lagi aja Me" ucap Rockzy sambil terkekeh.


"Cih, makanya kalau ada di ruang makan itu tujuannya makan bukan ngerumpi. Kalau ngerumpi ke ruang keluarga sana" gerutunya karena anak angkat opanya menyuruhnya tidur lagi karena seolah ia masih ada di alam bawa sadar.


"Sudah, kalau makan ya diam." ucap opa tegas membuat perdebatan ke dua anak muda itu mendadak diam dan masing-masing menghadap piringnya lalu menghabiskan sarapan mereka.


Setelah beberapa saat menikmati hidangan tersebut, mereka akhirnya menghabiskan makanan mereka.


"Setelah ini, ikut opa ke ruang kerja" ucap opa tegas dan menghabiskan air minum lalu pergi begitu saja meninggalkan keduanya.


Dengan hidup bertahun-tahun bersama sang opa, baik Rockzy maupun Maggie mengenal betul watak tuan Gaston sehingga dengan cepat-cepat keduanya ikut menghabiskan air minum mereka dan mengikuti sang opa ke ruang kerja karena jika terlambat satu menitpun mereka akan diberi pelajaran.


Tok tok tok


"Masuk" terdengar suara dari dalam. Rockzy dan Maggie masuk ke dalam ruangan yang cukup luas dengan desain interior dan serba gelap itu dengan patuh tanpa sepatah katapun.


"Duduk" ucap opa dan dengan patuh pula keduanya duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.


Opa Gaston bangkit dari kursi kebesarannya dan bergabung bersama keduanya. Pria itu duduk di sebuah sofa Single yang ada tepat dihadapan kedua anak muda itu.


"Kaka, apa kamu tahu apa yang akan opa katakan?" tanya opa terhadap cucunya.


"Tidak" jawab Maggie tegas.


"Sudah sejauh mana kamu berlatih selama enam tahun ini?" tanya opa lagi kepada cucunya.


"Sudah semuanya" jawabnya lagi dengan nada yang tetap tegas.


"Apa motivasimu menekuni latihan ini?" tanya opa terus menuntut sang cucu.


"Melindungi keluarga dan menolong orang-orang lemah yang tertindas" jawabnya kembali.


"Baiklah, masa berlatihmu sudah selesai. Pergilah dan lakukanlah seperti yang kamu ucapkan tadi. Tapi ingat, semua ilmu yang kamu dapatkan di sini tidak bisa kamu pakai sesuka hati atau sembarangan. Kamu harus menjaga agar tidak semua orang tahu dan itu mempermudahmu untuk ada di dunia luar" ucap opa Gaston memberi sedikit wejangan kepada sang cucu.


"Siap opa" ucapnya bersemangat karena akhirnya masa didikan yang keras itu berakhir dan saatnya dia pulang bertemu dengan kedua orang tua dan juga kedua adik kesayangannya.


"Opa punya satu permintaan lagi pada kamu. Kamu tidak opa ijinkan untuk pulang ke Australia atau ke London" ucap opa membuat gadis itu terkejut, ternyata masa tersiksanya belum selesai.


"Kenapa? lalu kaka harus ke mana?" ucap Maggie berkaca-kaca. Itulah kelemahannya, saat ia sudah sangat merindukan keluarganya karena tidak bertemu selama enam tahun, ternyata ia harus kembali terpisah lagi sebelum bertemu.


"Kamu akan opa kirim ke Indonesia, dan di sanalah kamu melanjutkan kuliah kamu." ucap opa tegas.


Gadis itu tidak lagi menjawab, ia diam dan mau tidak mau ia harus menjalani perintah sang opa.


"Dan kamu," ucap opa menjedah, dengan mata tertuju kepada anak angkatnya.


"Akan opa ijinkan untuk menemani kaka di Indonesia, kuliah lah di tempat yang sama tapi ingat! jangan sampai identitas kalian terbongkar. Kamu juga akan menjadi orang asing ketika ada di kampus atau di tempat yang tebuka" jelas opa membuat Rockzy ikut terkejut.


BERSAMBUNG


Hai semuanya, sekarang kita sudah masuk Season 2 ya, dan akan lebih banyak membahas tentang Maggie mulai dari misinya di dunia mafia hingga perjalan cintanya.


Tetap semangat ya dan jangal lupa LIKE, COMEN, VOTE & BERI HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA.


🙏🙏🙏🙏🥰