Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
37. Hari Pertama Sebagai Pemimpin



Hari pertama Mey menjabat sebagai pemimpin Macquerie-Group, membuatnya terlihat lebih dewasa dari sebelumnya.


Wanita yang hidupnya sudah terbentuk dari keadaan yang kejam dan keras ini tidak membuatnya kaku dalam memimpin perusahaan raksasa itu.



Mey yang selama ini sudah mempelajari taktik para penjilat yang berkembang di perusahaan itu menjadi gemas dan ingin sekali untuk menghajar mereka.


Sebenarnya Ayah Devid sudah tahu para pecundang yang ada di perusahaannya tapi karena ingin menguji kemampuan puterinya, ia membiarkannya seolah ia tidak tahu apa yang mereka lakukan.


📹Mey: Ren, ke ruanganku sekarang


📹Asisten Reno: Siap nyonya


Reno langsung melangkah ke ruang CEO untuk memenuhi panggilan atasannya


Tok tok tok


"Masuk" suara dari dalam


"Permisi nyonya, ada yang bisa saya bantu?" ucap Reno sopan


"Ren, kita itu lagi berdua dan tidak ada siapa-siapa selain kita jadi stop panggil aku nyonya oke?" ucap Mey memasang wajah marahnya tapi menambah keimutannya sehingga membuat Reno terkekeh. Reno dan Mey sudah saling menganggap sebagai saudara namun tidak dengan Novi yang menjadikan Reno musuh buyutannya padahal Mey dan ayah tahu jika Reno memiliki perasaan khusus pada Novi.


"Iya bagaimana Mey" ucap Reno ala saudara


"Aku mau kamu memasang CCTV tersembunyi di semua ruangan dan di luar ruangan dan jangan lupa di lorong-lorong apalagi gudang. Aku yakin jika mereka akan merusak cctv yg ada sebelum menjalankan rencana busuk mereka" ucap Mey tenang


"Apa kamu sudah tahu siapa dalangnya?" tanya Reno


"Reniiiiii, kamu jangan pura-pura bego ya" ucap Mey emosi bercampur gemas dengan sikap Reno yang pura-pura bego


"Hahahhaa, sory sory aku lupa" ucap Reno sambil tertawa


"Oke aku tunggu laporan selesainya. Jangan sampai ada yang tahu" ucap Mey tegas


"Siap!" balas Reno kembali serius


*****


"Akhhhh akhirnya bisa bersantai juga di rumah dengan anak cucu" ucap tuan Devid yang bisa meresakan sedikit kebebasan


"Opa talu cuda tua itu banak olah laga bial tetap fless" ucap Maggie yang melihat opanya sejak tadi duduk selonjor di bangku panjang yang ada di taman belakang rumah dekat kolam sambil berjemur dengan menggunakan kaca mata hitamnya.


(kenapa cucuku pintarnya kelewatan? dasar benih Adipaty tidak bisa diragukan) batin opa gemas dengan cucunya


"Opa lelah untuk olah raga sayang jadi cukup opa berjemur saja" ucap opa


"Opa halus coba olah laga gaya telbalu, ni coba opa liat nanti ade temani opa olah laga ya?" ucap Maggie sambil membawa Ipednya yang sedang memutar video senam lansia kepada opanya untuk ditonton.


"Nanti saja sayang soalnya opa lagi sakit makanya tidak ke kantor hari ini" ucap opa mengalihkan karena memang opa malas berolah raga.


"Yeee bilang caja opa malas, iya tan? ucap Maggie mengejek opanya


(Mey sayang, waktu hamil sebenarnya kamu ngidam apa ya? atau ngidammu tidak tercapai sampai cucuku gersek begini) batin opa karena tidak bisa menjawab kata-kata cucunya


"Hai jusnya datangggg!!!" seru Novi yang sedang membawa jus jeruk tiga gelas dari arah dapur


"Ta Novi talu buat opa janan yan manis-manis ya, nanti opa tena gula dalah" ucap Maggie mengingatkan kakaknya agar memperhatikan semua jenis makanan dan minuman untuk sang opa


"Siap yang mulia" ucap Novi sambil menyodorkan gelas milik opa dan menaruh dua gelas di meja yang ada di sana untuk mereka berdua.


(Terima kasih sayang sudah menitipkan Mey dan Maggie untukku. Mereka sama sepertimu yang memperhatikanku dengan tulus. Bahagia di sana ya sayang, tunggu aku di pintu surga jika saatnya tiba aku akan menemani kamu di sana. I love u) opa membatin dengan mata yang mulai berkaca-kaca


Ketiga orang itu minum sambil menikmati suasana pagi dengan bercanda ria, apa lagi Mey yang banyak pertanyaan membuat kedua orang dewasa itu kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan ajaibnya.


*****


Mey punya jadwal latihan tiga kali dalam seminggu untuk beberapa model latihan, mulai dari memanah, menembak, taikondo dan ilmu bela diri lainnya.


Maggie dan Novipun sering ikut hanya untuk ilmu dasarnya tidak seperti Mey yang benar-benar dilatih secara ketat dan tidak main-main.




Semakin banyak kegiatan yang dilakukan oleh wanita beranak satu ini, ia mulai bisa menata kembali hatinya yang pernah hancur.


Mey akan lelihatan kejam di luar rumah tapi saat pulang wajah imutnya kembali seperti semula, wanita yang lemah lembut dan penyayang.


*****


"Seandainya waktu bisa diputar ulang, aku ingin hidup bahagia bersama kalian berdua" ucap Alfa sambil mengangkat saloki di atas meja yang ada di ruang pribadinya.


"Aku benar-benar bodoh, jelas-jelas anak ini bukan anakku tapi aku lebih mempertahankannya dari pada puteri kecilku. Gadis kecil daddy, maafkan daddy yang sudah menorehkan banyak luka buat kamu" ucap Alfa tanpa sadar kembali meneteskan air mata.


Alfa juga kembali memutar video dari cctv tersembunyi yang ada di ruang ini yang menayangkan aksi isterinya beberapa hari lalu.


"Ternyata yang kunikahi mukan manusia tapi siluman ular yang menyerupai manusia. Tunggu pembalasanku wanita ular" ucap Alfa geram saat tahu sikap asli wanita yang dinikahi se tahun yang lalu.


Alfa melangkah keluar dari mansion entah ke mana ia pergi karena memang akhir-akhir ini sejak dia kembali dari luar negeri sikapnya berubah total.


Nina yang selama ini menuntut untuk kesembuhan anaknya, tiba-tiba bungkam sejak ia mendapat apa yang ia inginkan.


rumah tangga yang mereka bentuk sejak awal karena sebuah kesalahan, kini sudah diambang kehancuran.


"Di mana wanita itu?" tanya Alfa yang baru kembali pada seorang ART.


"Nyonya keluar sejak tadi dan tidak bilang mau ke mana tuan" ucap ART itu. Bi Ani yang melihat dari jauh hanya diam dan kembali masuk ke dapur.


Alfa melangkah masuk ke kamar mereka lalu menelepon isterinya.


📹Alfa: Dimana kamu?


📹Nina: Aku lagi hang out bareng sahabat-sahabatku


📹Alfa: Isteri macam apa kamu hah! pergi sesuka hati, cepat pulang sekarang


📹Nina: Oke nanti aku pulang tapi tidak sekarang


Nina langsung memutuskan telepon secara sepihak sehingga membangkitkan amarah Alfa


Di tempat lain


Nina tengah merayakan keberhasilan bersama ayah tirinya di sebuah kamar hotel.


Sepasang manusia beda usia itu tengah menikmati kesenangan mereka dengan minuman keras yang ada di atas meja di kamar hotel itu. Dan juga memuaskan hasrat mereka seperti biasanya.


Nina dan ayahnya juga membuat rencana baru untuk mendapat tanda tangan Alfa di berkas pengalihan harta yang telah mereka siapkan.


"Apa ayah yakin dengan cara ini akan berhasil mendapatkan tanda tangan pria bodoh itu?" tanya Nina


"Jika dengan cara itu tidak berhasil maka kita gunakan cara kekerasan untuk memaksanya. Kamu juga harus menyiapkan berkas perceraian agar secepatnya kamu bercerai karena aku sudah tidak ingin berbagi lagi" ucap ayah sambil mengelus kepala puteri tirinya itu.


"Kan sama. Ayah juga masih sama ibu jadi kita impas" ucap Nina menantang ayahnya


"Ayah sudah lama tidak menyentuh ibumu sayang. Hanya kamu satu-satunya" ucap ayah penuh sayang


(Dasar tua bangka. Setelah mendapat tanda tangan Alfa, justru kamu orang pertama yang aku basmi pria bau tanah) batin Nina penuh kelicikan. Ia hanya memanfaatkan ayah tirinya untuk memuluskan rencananya.


******


-Bersambung-_